
.
.
Arya mendekati Nia.
"sedang apa? ". tanya Arya menahan senyum dibelakang Nia
Nia beringsut lebih menjauh dari Arya, "ma.. maaf tuan.. tadi saya sudah mengetuk pintu kamar Tuan tapi 10 menit saya menunggu anda tidak menjawab saya memilih masuk mengantarkan sarapan, ranjang Tuan berantakan jadi saya merapikannya". cicit Nia
Arya menahan tawanya, "lalu kenapa tidak menatap tuanmu kelinciku? coba peluk aku? ".
wajah Nia merona seketika, "t.. tidak Tuan.. saya tidak berani".
Arya memegang bahu Nia hingga gadis cantik itu terlonjak kaget.
Arya masih tersenyum dengan ketegangan Nia, betapa menggemaskannya kelinci nya ini.
"ayo berbalik..! ". titah Arya
"s. saya keluar saja Tuan". Nia berbalik ke arah lain tapi di halangi oleh tangan Arya
"jelaskan sarapannya aku tidak tau jenis makanan yang kau bawa untukku kelinciku". ujar Arya menahan rasa gemasnya ingin mencubit pipi Nia.
Nia melihat ke arah nampan yang ia letakkan di meja nakas, ia menarik nafas dalam-dalam lalu menjelaskan menu makanan yang dibuat oleh kedua tangan Nia sendiri.
"bawa ke sofa..! ". titah Arya
Nia terpaksa menuruti Arya, "tenang Cha.. Eehh? kenapa jadi terbiasa memanggil Chacha ini semua karna Tuan Arya sering memanggil nama itu.. issh...! tenang Nia.. tenang.. tenangkan dirimu.. jangan gugup.. jangan berdebar... jangan gemetar... jangan melihat matanya.. jangan lihat tubuhnya". batin Nia mengoceh tak menentu
Arya memperhatikan gerak-gerik Nia, Nia berhasil membawa sarapan Arya di meja sofa ia hendak bangkit meninggalkan Arya tapi dicekal oleh Arya.
"mau kemana? ". tanya Arya
"Ehh..? s. saya mau keluar Tuan". jawab Nia tergagap.
Arya menghela nafas panjang lalu berdiri tegak di hadapan Nia hingga Nia bisa melihat jubah mandi yang melekat di tubuh Arya, sialnya pikiran Nia mulai kemana-mana.
"aku ingin mengusap belahan dada bidangnya, ototnya bagus sekali". batin Nia menggeleng keras kepalanya membuat kening Arya berkerut.
"kenapa? ". tanya Arya memegang dagu Nia.
Nia menatap manik mata biru Arya, "lihatlah kelopak mata kelinciku menghitam, kau sudah terkena virus drakor oleh mereka kan?"
__ADS_1
Nia nyengir kuda hingga Arya mengulum senyumnya.
"jaga wajahmu Cha..! untuk beberapa hari lagi Keluarga Melviano akan mengadakan pesta besar, Kelinciku harus tampil cantik supaya tidak membuat Aku malu telah membesarkanmu". Arya mengelus kepala Nia
"iya Tuan.. saya tidak akan mengecewakan anda". jawab Nia sambil tersenyum malu.
Arya mengelus pipi Nia yang masih merona, "apa yang membuatmu malu? bukankah kau sudah melihat tubuhku saat aku demam dipuncak? ". goda Arya
wajah Nia makin merah, ia dengan cepat melepaskan tangan Arya dan berlari terbirit-birit keluar kamar Arya, Arya tergelak keras sampai bahunya bergetar-getar.
"lucu sekali". gumam Arya kembali duduk memakan sarapannya karna ia memang sudah sangat kelaparan.
Nia keluar dari kamar Arya sambil mengelus-ngelus dada di dalam lift.
"Tuan Arya sangat berbahaya". batin Nia menggerutu
.
.
di tempat Lain.
Tia mengamuk melihat berita nya bersama Brayen tersebar luas di media sosial, kini foto bug*lnya bersama Brayen sudah tersebar dimana-mana tanpa ada yang di blur sama sekali.
Tia masih berani keluar bertemu dengan Brayen yang berada di kantornya tanpa peduli bisik-bisik Karyawan Brayen, 1 Perusahaan Brayen tau Nia adalah kekasih Brayen dan Tia itu hanya penggoda yang berusaha merebut Brayen.
sebagai wanita seksi tentu bisa menggaet pria manapun, kucing jika di sodorkan ikan asin sudah pasti akan dimakan begitulah perumpamaan mereka yang mengerti Brayen tergoda rayuan Tia.
"mau apa kau kesini? ". tanya Brayen dengan geram melihat Tia masih punya muka bertemu dengannya.
"kenapa foto kita bisa tersebar luas hah? apa kau memotret hubungan kita setiap kali bertemu? ". tanya Tia dengan marah
"iya... mana aku tau kalau aku akan berurusan dengan Keluarga Melviano itu yang ada seorang Hacker bisa meretas ponselku, kau itu wanita licik yang ingin merebutku dari Nia, aku harus punya bukti untuk membungkammu, itu sebabnya aku mengambil gambar, sialnya aku yang terperangkap masalah ini".
"kau bodoh...! ". maki Tia
"kau yang bodoh jal*ng...! kau menggodaku sialan jadi jangan salahkan aku saja, salahkan sifatmu itu yang sangat jahat seperti bukan manusia". geram Brayen
"kau brengs*k jadi tidak usah memakiku jal*ng dan tidak bersikap sebagai manusia ..! dasar tidak berguna.. kalau seperti ini bagaimana cara kita mendapatkan mereka bodoh...! ". teriak Tia dengan marahnya
"kau pergi saja sana! aku harus rapat karna posisiku mulai goyah sekarang, pergi jauh dari ku...! aku harus berpikir untuk menyelamatkan perusahaanku". usir Brayen
"tidak berguna sama sekali..!". umpat Tia dengan geram meninggalkan Brayen seorang diri.
__ADS_1
"dasar monster.. jika di dunia ini ada iblis dan Monster maka kau lah si Ratu monster yang paling mengerikan...! tidak punya malu sama sekali hanya memikirkan Tuan Arya.. dan Tuan Arya.. dia pikir mudah mendekati Tuan Muda Melviano itu, aaaahhhh.... " Brayen memukul meja hingga tangannya memerah.
"sialnya kenapa Nia bisa bersama Tuan Arya? dari sekian banyaknya lelaki mengapa Tuan Muda Arya? bagaimana caraku bisa melawan Sang Lord Indonesia itu? ". marah Brayen.
Keturunan Melviano disebut sang Lord baik dari Satria maupun Arya, mereka adalah anak Penguasa Melviano tentu kekayaannya tidak bisa di hitung hingga setara dengan Lord di negara Indonesia, kekayaan mereka melebihi apapun.
Brayen hanya bisa berteriak marah, ia sangat marah tapi tidak tau dilampiaskan kemana amarahnya itu, Brayen terlalu meremehkan Nia yang tidak akan mendapatkan Pria lebih baik darinya tanpa di duga Nia mendapatkan hati Putra Bungsu Melviano, siapapun tidak ada yang bisa menduganya.
.
Nia pergi ke Perawatan wajah bersama Alya yang tak henti-hentinya mengomel di dalam mobil bersama Nia.
Ayu didepan membawa mobil tidak berbicara sama sekali seperti patung hidup saja.
Nia terkekeh gemas akan omelan-omelan Alya yang tak terima wajahnya ada kantong matanya.
"ini semua karna Kak Nola". gerutu Alya malah menyalahkan Nola
Nia tergelak
"kakak...". kesal Alya dengan wajah masamnya yang terlihat menggemaskan dimata Nia pantas saja Al tergila-gila pada Alya.
Nia sebagai perempuan saja terpikat apalagi Al yang seorang laki-laki cassanova.
"iya.. iya.. maaf Dek..! kamu lucu sih". ucap Nia angkat tangan
Alya mengerucutkan bibirnya, "kakak ipar nyebelin". rajuk Alya makin mengerucutkan bibirnya
Nia tertawa lebar,
"kaakaaaakkk". kesal Alya
"iya.. iya.. ampun dek.. maaf". Nia menutup mulutnya supaya tidak tertawa.
"kakak ipar nggak ngerti..! besok tu Abang Al kembali dari pelatihan setannya jadi Alya harus tampil cantik kak, masa iya mata Alya begini kayak monster". gerutu Alya
"monster cantik kok". balas Nia
"kakak ipar nggak mempan menghibur Alya, pokoknya Alya mau perawatan biar kantong mata ini hilang". oceh Alya
Nia melihat ke arah Ayu yang tersenyum menyetir mobil.
.
__ADS_1
.