Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
bulan madu


__ADS_3

.


.


Raya menganga lebar saat tiba di tempat penginapannya.


"ini dimana bang? ". pekik Raya seperti anak kecil.


Raka terkekeh melepaskan kopernya lalu memeluk Raya dari belakang, ia ingin Raya cepat beristirahat tapi melihat tingkah Raya yang terlihat gembira membuatnya ikut bahagia.


"Pulau Lokrum". jawab Raka


"benarkah? jadi ini tempatnya? ". tanya Raya berbinar senang.


Raka mengelus kepala Raya sambil menyandarkan dagunya di bahu sang istri, sesekali Raka mengecup lembut bahu Raya.


"kamu suka sayang? ". tanya Raka


"suka.. aku fikir kamu akan bawa aku bulan madu ke negara D". Raya seperti anak kecil melompat-lompat di tempat.


"kamu tau sendiri kita ada bermasalah dengan para polisi disana, aku tidak mau ada halangan di saat tujuan kita untuk bersenang-senang". Raka berkata dengan lembut


"aah.. iya.. kita membantai puluhan polisi mereka". jawab Raya mengingat pertempurannya malam itu saat Raka mengambil senjata nya di negara C.


"maafkan aku sayang..! negara D memang terkenal akan keromantisannya tapi aku fikir kamu sudah sering kesana bersama papi atau keluargamu, aku bertanya pada mereka, mereka belum pernah kesini jadi aku ingin membawamu ke Pulau ini". Raka berkata dengan tulus.


Raya membalik tubuhnya dan menangkup rahang Raka, "abang..? "


"hmm? ". sahut Raka sambil tersenyum gemas merapikan Pashmina Raya yang beterbangan, Raka dengan sabar mengikatnya kebelakang leher Raya sambil menatap bola mata biru Raya.


"aku bahagia sekali memilikimu! terimakasih". ucap Raya dengan tulus lalu mengecup pipi Raka


"kurang? ". Raka menunjuk bibirnya sambil memanyunkannya.


Raya mengecupnya singkat bibir Raka lalu tersenyum bahagia hingga Raka juga ikut bahagia mengecup sayang kening Raya dan memeluknya begitu mesra.


"bukan kamu yang beruntung memilikiku sayang..! tapi aku yang bahagia memilikimu, terimakasih telah memilihku dari sekian banyaknya pria hebat diluar sana". ucap Raka dengan nada pelan namun terdengar serius.


Raya mengelus punggung Raka, "sebelumnya aku merasa memiliki bayi besar tapi kenapa sekarang malah aku diperlakukan seperti Ratu? apa bayiku cepat sekali besarnya? ".


Raka tergelak memeluk Raya lebih erat, "kamu lelah sayang? ". tanya Raka masih memeluk kekasih hati nya itu.


Raya mengangguk-ngangguk.


Raka melepaskan pelukannya membawa 2 kopernya sekaligus, lengannya merangkul pinggang istrinya yang terlihat belum cukup puas memandang keindahan pulau itu.


Raka telah mereservasi 1 kamar mewah untuk menjadi tempat penginapan mereka selama berada di Pulau Lokrum.


"waaah....? ". Raya berlari sambil merentangkan tangannya di balkon melihat pemandangan indah di depannya.



Raka tersenyum membiarkan Raya melihat keindahan pulau tempat menjadi bulan madu mereka berdua.


.

__ADS_1


.


"ayo sini sayang..? apa kamu tidak lapar?". Raka memanggi Raya yang masih asik memandang ke arah laut.


"eeh..? semuanya udah beres? ". Raya berlari ke arah Raka yang sudah menyusun baju-baju mereka ke lemari.


"iya sayang". jawab Raka mencubit pipi Raya


"seharusnya itu tugasku, kenapa abang yang ngelakuin? terus aku ngapain? ". tanya Raya celingukan tidak tau apa lagi yang harus ia kerjakan.


Raka menarik pinggang Raya lalu memegang dagu lancip istrinya, Raya mengerjabkan matanya menatap Raka.


"tugasmu hanya menyenangkan aku diatas ranjang, sebagai hadiahnya aku mau kamu yang memimpin". seringai Raka menaik-turunkan alisnya.


Raya melingkarkan tangannya ke leher Raka, "dasar pria licik !!". ketus Raya dengan bibir mengerucut.


Raka tergelak, "hmm.. aku rela melakukan apa saja untukmu sayang tapi penuhi hasratku ini".


Raya mendorong tubuh kokoh suaminya, "dasar mesum."


Raka tertawa mengulurkan tangannya, Raya pun heran mengapa suaminya jadi mesum tapi tidak ada sedikitpun dihatinya untuk bosan atau benci akan tingkah suaminya itu malah makin cinta.


seharian ini Raka dan Raya menghabiskan waktu di hotel saja, seperti apa yang Raka minta Raya terpaksa menurutinya walau malu tapi tak bisa di pungkiri Raya juga ingin mencobanya.


.


malam hari setelah selesai memadu cinta, Raka dan Raya tidur berpelukan setelah membersihkan diri bersama-sama.


"istirahatlah sayang..! besok kita akan menghabiskan waktu diluar tidak ada waktu untuk istirahat jadi malam ini tidurlah sepuasnya". bisik Raka sambil menyibakkan rambut Raya.


Raka melirik ke arah lampu kamarnya, ia mendengar suara getar ponselnya, Raka mengambil ponselnya dan membuka pesan yang baru masuk.


"Tuan... Ayah Tiri anda Reiner telah mengetahui anda lah dalang dibalik kegagalan pernikahannya dengan janda kaya yang keempat ini tuan". pesan Rio.


Raka berdecak namun masih pelan, ia tidak ingin membangunkan istrinya.


Raka menelfon Rio setelah beberapa puluh menit setelah memastikan Raya benar-benar sudah tertidur.


"apa aku harus tau tentang Ayah Tiriku itu? ". suara Raka terdengar tak senang


"Tuan...! saya sudah berusaha menutupi semuanya tapi entah bagaimana dia bisa tau dan tadi dia berbuat ulah dengan mendatangi gedung siaran televisi, dia memberi tau bahwa anda kejam, saat ini anda menjadi pembicaraan publik tuan". jelas Rio.


"apa yang dilakukan Jon? ". tanya Raka dengan santai.


"Tuan Jon bersama Nona Dita bekerja sama membersihkan nama baik anda tuan". jawab Rio.


"pria itu benar-benar tidak berguna kau mengerti kan maksudku? ". kata Raka dengan seriusnya.


"baik tuan! ". sahut Rio mengerti diujung telfon.


Raka mematikan panggilannya dan menarik nafas dalam-dalam. Raka yang tadinya ingin marah redum seketika melihat wajah damai sang istri tengah meraba-raba kasur seolah tengah mencari dirinya.


"abang? ". dengan mata memicing Raya memanggil Raka.


"iya sayang". sahut Raka mendekat dan langsung masuk kebalik selimut memeluk Raya.

__ADS_1


"abang kemana? ". tanya Raya dengan suara serak


"Rio menelfonku sayang". jawab Raka.


"apa ada masalah? ". tanya Raya


"tidak ada". jawab Raka mencium kening Raya.


ke esokan harinya.


Raya dan Raka menghabiskan waktu jalan-jalan berdua layaknya sepasang kekasih yang baru saja dimabuk cinta.


"katakan saja mau kemana sayang? saat ini aku hanya pengawalmu". Raka mengelus kepala Raya dengan penuh kasih sayang.


Raya tertawa memeluk Raka dengan manja, "baiklah pengawal tampanku..! aku akan membawamu kemanapun aku pergi, ingat-ingat jalan ya? aku tidak mau kesasar".


Raka terkekeh dan mengangguk sambil mengecup puncak kepala Raya.


.


.


"waaah....? tempat ini sejuk sekali dan nyaman". Raya merentangkan tangannya saat angin sepoi-sepoi menyapa nya.


Raka memeluk Raya dari belakang sambil menyuapkan buah anggur ke dalam mulut sang istri, Raka seperti seorang Ayah saat ini untuk Raya yang senang bermain hingga lupa makan.



"istriku suka tempat tenang, aku suka tempat ini dan itu sebabnya aku yakin kamu akan suka juga". ujar Raka dengan serius nya dengan sabar menyuapi buah-buah segar untuk Raya.


"apa abang sering kepulau ini? ". tanya Raya beralih ke Raka.


"tidak..! hanya sekali dan itu pengalaman berkesan". jawab Raka


"sama siapa pergi sekali kesini? ". tanya Raya


"sama ayahku". jawab Raka dengan nada getir.


Raya terdiam seketika, "maaf..! " ucap Raya merasa bersalah.


"tidak apa..! tempat ini sangat istimewa bagi ayahku, aku tidak tau apa yang ada di pulau ini hingga dia suka berada disini". Raka menatap keindahan pulau.


.


.


.


selamat pagi...!! terimakasih.. selamat beraktifitas..!!


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2