
.
.
Satria yang marah mengambil gelas yang Alice minum tadi,
"tidak berbau". gumam Satria
"bang sekarang udah ada minuman beralkohol yang tidak ada bau nya". kata Arya tiba-tiba
"abang ayo bawa Alice pergi..! ". Ajak Alya
"Arya cari dalangnya..! ". titah Satria dibalas anggukan cepat oleh Arya.
Satria menggendong Alice yang bernyanyi dengan riang, tidak ada yang tau artinya hanya orang-orang cerdas saja yang mengetahui arti lagu yang dinyanyikan Alice.
Satria bisa bahasa Rusia sebab Kolega bisnisnya juga ada di negara sana, terkadang ada Kolega bisnis yang tidak menguasai bahasa inggris hingga harus menggunakan penerjemah, Satria yang memang jenius bisa belajar dengan mudah, untuk mempermudah pekerjaannya ia harus menguasai bahasa itu.
Alice mabuk tidak meminta yang aneh-aneh sebab aslinya Alice memang gadis periang yang sungguh polos tidak tau perihal hubungan orang dewasa.
.
"katakan bagaimana dia bisa tau dek?". tanya Satria menoleh ke Alya.
"tadi dia memang bilang kalau abang dalam bahaya tapi Alice tidak mau abang tau karna abang tidak suka dia menggunakan kekuatannya kan? ".
Satria terdiam lalu duduk di tepi ranjang dan mengelus kepala Alice yang sejak tadi sudah lelah bernyanyi, berteriak, menari-nari.
"Abang.. hati Alice sangat bersih..! dia tidak tau cara memanfaatkan seseorang, dia hanya ingin bebas seperti burung diluar sana hanya bersama abang lah dia bahagia bisa merasakan namanya hidup sebagai manusia normal". Alya berkata
"abang tau". Satria merapikan rambut Alice
"apa abang tidak mencintainya? ". tanya Alya
"abang tidak tau..! setiap kali abang melihat matanya hanya ada rasa kasihan dan perasaan ingin menjaga yang sangat kuat abang rasakan.. abang tidak mencintainya tapi abang ingin melindunginya". Satria
"tapi kenyataannya dialah yang melindungi abang! abang tau sejak tadi dia memang udah gelisah mencari wanita yang ingin menjebak abang, eeh.. saat kembali abang udah pegang minuman merah seperti ramalannya, minuman itu akan membuat abang mabuk..!". Alya berkata
"Alya merasa Alice mabuk memang seperti ini, tapi bagaimana jika abang yang mabuk? abang pasti akan menjauh dari kami lalu bertemu dengan wanita yang menjebak abang, entah apa yang terjadi jika abang mabuk.. abang pernah mabuk? ". tanya Alya
"abang tidak pernah meminum-minuman keras". tegas Satria
"yaah.. karna kata orang pria atau wanita saat mabuk tidak akan mengingat apapun, abang pria dewasa dan Alya yakin abang pasti akan menyerang wanita saat mabuk". tebak Alya
Satria mengepalkan tangannya, "jaga dia dek untuk abang..! ".
"yaa..! dia teman baik Alya, Alya akan jaga dia dengan baik abang, selesaikan saja masalah abang! jangan bersikap lembut pada wanita yang menjebak abang, kalau abang tidak bisa menghukumnya biar Alya yang menghabisinya".
"tau apa kamu tentang menghabisi dek? ". Satria tersenyum tipis lalu mencium kening Alice yang bibirnya mengoceh tak jelas.
__ADS_1
Alya membekap mulutnya, "abang ini udah suka sama Alice cuma ngga sadar". batin Alya merasa yakin.
.
.
di Lombok Island.
Raya dan Raka menghabiskan waktu ke pasar tradisional.
"abang..! kenapa tempat ini sangat ramai? ". tanya Raya berbinar seperti anak kecil.
Raka terkekeh merangkul pinggang Raya, "apa kamu tidak pernah ke pasar tradisional sayang? ".
"tidak..! sebelumnya pernah tapi tidak seramai ini". jawab Raya dengan senyum cerahnya.
"ayo kita beli oleh-oleh untuk keluargamu". ajak Raka
Raya mengangguk, awalnya mereka baik-baik saja bahkan sudah berkali-kali Raka berbalik meletakkan belanjaan ke dalam mobil rentalnya, saat ini Raya di hadang oleh gerombolan preman yang suka menagih hutang di sekitar pasar.
"waah... kenapa bisa ada gadis cantik disini?".
"sepertinya anak Kota Jakarta bos".
"kenapa anak kota sangat cantik? kulit putih bersih lagi udah kayak tahu aja".
Raya tidak mengindahkan para preman itu, sementara pembeli sudah berjauhan dari para preman itu, mereka rela berputar jalan ke tempat yang lebih jauh asalkan tidak bertemu dengan para preman cabul itu.
Raya mengerutkan keningnya tidak ada penjaga di toko accesoris saat ini padahal tadi masih ada,
"kemana dia? ". gumam Raya yang belum sadar situasi sudah sunyi.
"Oiii..? ". sapa bos preman.
Raya memutar kepalanya melihat ke arah preman itu, lalu matanya mengedar ada banyak preman di sekitarnya.
"ngapain? ". tanya Raya sambil melipat kedua tangannya menatap datar mereka semua satu persatu.
"gila..! cantik sekali bos".
"ini si Viral kan? "
"viral siapa maksudmu ha? ". bentak si bos yang tidak tau berita kekinian.
"ohhh..! ternyata aku cukup populer disini ya? ". gumam Raya mengikat pashmina nya ke belakang supaya tidak terlepas.
"waah..! menarik sekali..! ayo ikut kami cantik". ajak si bos dengan tatapan menjijikkannya.
Raya menatap datar saat bos Preman berjalan dengan santai sambil merentangkan sebelah tangannya, Raya memperhatikan perut buncit pria itu sambil tersenyum meremehkan.
__ADS_1
kretakkk...!
Raya memukul lengan lalu memutar dengan enteng tangan Bos preman itu hingga berteriak menggema, Raka yang mendengar teriakan serta bisikan orang yang melewatinya langsung berlari, ia merasa yakin kalau orang itu adalah Raya.
"aaah... sakiitt...!! kalia..kalian cepat habisi wanita ini". teriak si bos
Raya menendang tulang kering si bos preman lalu menginjak betis pria itu dengan kuat hingga teriakan ngilu bos Preman itu membuat nyali anak buahnya menciut, mereka bukannya membantu malah melarikan diri ada juga yang memilih mundur bergabung dengan para penonton.
Raya melihat kebelakang ada pria bertopi hitam tiba-tiba datang dan langsung menyerangnya menggunakan pisau.
Raya memutar tubuhnya dan menendang bos preman ke arah pria misterius itu, Raya mengeluarkan bubur panasnya dan melemparnya ke tubuh pria misterius itu yang terdengar merintih kesakitan.
"bos..! ". anak buah bos preman berjalan sambil merangkak menolong bos mereka yang sudah babak belur tangan dan kakinya karna ulah wanita cantik itu.
"aaakh..! sial kau". amuk Pria itu mendekat memainkan pisaunya.
tubuhnya terasa melepuh tapi karna memakai baju tidak terlalu panas.
"kau beruntung aku melemparnya ke tubuhmu bagaimana jika aku lempar ke wajahmu?". ledek Raya sambil tersenyum meledek.
"aku tidak butuh keberuntunganmu". kata Pria misterius itu memainkan pisaunya dengan sangat lihai.
Brakh...
Raka tiba-tiba datang melompat dan menendang sisi wajah pria misterius itu, tanpa ampun Raka menyerang pria itu dengan sangat brutal.
"abang..? udah abang..? abang bisa membunuhnya". Raya berusaha menarik lengan suaminya.
"biarkan aku membunuhnya sayang..! berani sekali dia memainkan pisau untuk mencelakaimu". bantah Raka dengan nafas memburu memukul pria dibawahnya.
sementara pisaunya sudah terbang entah kemana karna tendangan Raka tidak terbaca oleh si pria misterius.
"abang ini tempat umum". bisik Raya
Raka tersadar lalu menoleh sekeliling lalu berdiri tegak membenarkan bajunya sendiri, Raka menginjak dada pria yang sudah babak belur itu.
"aaah...! " ringis pria itu benar-benar sesak dan tak bisa bernafas.
Raka seolah menyalurkan seluruh kekuatannya saat memijaknya kini.
Raya tersenyum kikuk ke banyak orang yang melihatnya, ia tidak tau harus berkata apa karna ulah suaminya yang menghajar pria itu sampai terluka parah seperti itu.
.
.
.
selamat beraktifitas..!!
__ADS_1
.
.