Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
tidak salah pilih


__ADS_3

.


.


.


Raka dan Raya kembali ke kamar,


"huuh...! capek...! ". Raya duduk di sofa sambil bersandar.


Raka juga duduk disamping Raya dan mengecup pipi Raya lalu menyandarkan kepalanya di pangkuan Raya. Raya hanya mengelus rambut Raka tanpa mengelak akan tingkah manja sang suami.


"mau aku mandikan sayang? ". tanya Raka


Raya menatap kesal sang suami tapi tangannya masih mengelus rambut Raka.


"tidak mau ya sudah..! katanya capek". gemas Raka mengecup tangan kanan Raya sementara tangan kiri Raya mengelus rambutnya Raka.


"abang mau aku siapkan air hangat? besok kan harus pelatihan lagi". tanya Raya mengalihkan.


"tidak usah sayang..! aku tidur seperti ini saja". tolak Raka mencari tempat ternyaman di pangkuan Raya.


Raya hanya diam sambil tersenyum, "Ya Tuhan..! kasihan sekali Raka,, dia tidak pernah merasakan kasih sayang mama". batin Raya yang mengerti tingkah manja Raka.


Raya yang dingin tidak pernah mengira bisa bersikap hangat pada seseorang pun kini berubah, demi sang kekasih yang selalu ingin dimanja dan disayang.


tidak sampai 5 menit Raya tersenyum mendengar suara dengkuran halus Raka, ia terus saja membelai kepala Raka.


"tidurlah suamiku". batin Raya dengan raut wajah gemas.


.


.


ke esokan paginya Raka terbangun duluan dan hal pertama yang ia lihat adalah Raya kini ada dalam pelukannya, Raka ingat tadi malam ia tidur dipangkuan Raya sekarang mereka tidur malah saling berpelukan sebab malam tadi sangat dingin jadi mereka hanya saling mencari kehangatan sendiri.


Raka tersenyum lembut lalu bangkit perlahan menggendong Raya dan memindahkannya ke ranjang yang lebih empuk dari sofa, Raka menyelimuti Raya dan mencium lama keningnya.


"huuh... abang... ". Raya mengerjabkan matanya tapi kembali terpejam.


"iya sayang..! aku harus lanjutkan pelatihan terakhirku..!". bisik Raka


"apa abang mau aku siapkan air atau sarapan? ". tanya Raya dengan mata terpejam.


Raka tersenyum, "tidak usah sayang..! tidurlah, aku akan kembali dengan cepat".

__ADS_1


"hmm.. hati-hati ya bang, aku menunggumu". racau Raya lalu kembali masuk ke dunia mimpinya.


Raka terkekeh gemas tapi tak mengeluarkan suara, Raka membenarkan selimut Raya lalu jalan mengendap-ngendap ke kamar mandi, Raka seolah takut membangunkan Raya tapi dirinya lupa menggunakan ilmu peringan tubuhnya.


saat Raka bersama Raya, Raka tidak pernah menggunakan kekuatannya kecuali Raya dalam bahaya.


.


.


"bagaimana Raka? pelatihan terakhirmu akan kita lanjutkan di negara D". tanya Dylan sekali lagi.


Raka menghela nafas panjang, "baiklah pi". jawab Raka


"bagus". Pasha merasa puas dengan tekat Raka.


"kenapa mereka harus berjauhan padahal baru saja menikah, kenapa tidak bawa Raya saja? biar bulan madu sekalian". tanya Shindy


"iya.. kenapa engga bawa Raya? ". sambung Kaira


Dita hanya diam di mejanya, ia sarapan ingin di dapur tapi di paksa duduk bersama majikannya, ia tidak berani ikut campur pembicaraan majikannya.


"tidak bisa Mi.. Mommy..! Raka nanti engga fokus, biarkan kami bertiga saja kesana, nanti Raka pasti ingin cepat selesai baru kembali. setelah itu mau dibawa ke benua terujung pun tidak masalah asalkan Raka bisa menjaganya". Dylan


"tetap aja,, mereka pengantin baru". Shindy tidak tega menjauhkan Raka dan Raya


"bagaimana nak? kamu mau bawa Raya? ". tanya Kaira mengabaikan ocehan sang suami dan anaknya itu (Dylan).


"tidak Grandma..! Raka tidak mau melihat wajah sedih Raya kalau Raka terluka, pelatihan kali ini sangat berbahaya. jika Raka tidak fokus saja nyawa Raka bisa melayang, Raka masih ingin bertemu Raya Grandma, Mami.. jadi Raka mohon jaga dia dengan sebaik mungkin supaya Raka bisa fokus disana". Raka berkata.


betapa beruntungnya Raya memiliki Raka, mereka hanya bisa menghela nafas pasrah sedangkan Dylan dan Pasha saling pandang menerbitkan senyum tipis nan bangga, Dylan tidak salah menerima Raka sebagai pendamping hidup Raya.


.


.


"apa..? Raka ke luar negeri? ". Raya bangkit dengan nada tak terima


"iya Nona..! pelatihan kali adalah uji coba ketangkasan, saya tidak tau artinya apa, tapi bisa saya tebak pelatihannya sangat sulit". ujar Dita


"kali ini di negara mana? ". tanya Raya


Dita bungkam.


"negara mana? ". bentak Raya sekali lagi.

__ADS_1


" ...? "


"tidak mau bicara Dita? ". tanya Raya dengan datar.


"maaf Nona..! saya sudah berjanji tidak akan memberi tau Nona, tuan bilang dia akan kembali dan berjanji akan baik-baik saja. Tuan ingin anda tetap aman supaya Tuan punya alasan untuk berjuang". jelas Dita


Raya berdecak sebal, "dia keras kepala sekali..! kalau di luar negri berarti pelatihannya sangat sulit Dita, bisa jadi 92% tingkat kesulitannya dari pelatihan paman Gala dulu".


"tuan berpesan anda harus percaya dengannya Nona". ujar Dita


"Nona.. !! Tuan sendiri yang meminta pelatihannya di level tersulit karna ingin jadi yang terkuat supaya bisa melindungi berlian yang tak ternilai harganya bagi tuan Master,, Nona sangat beruntung dicintai tuan Master.. jadi saya mohon Nona doakan saja tuan bisa selamat". batin Dita tersenyum melihat Raya mondar-mandir dengan raut wajah khawatir.


Cinta Raka yang tulus tanpa takut mengorbankan nyawanya itu bisa meluluhkan hati dingin Raya, Raka memang kuat, tapi ingin lebih kuat lagi hingga tidak ada yang berani mendekati pujaan hatinya. Raka juga harus melatih mentalnya supaya tidak lemah karna masih ada trauma masa kecilnya yang kehilangan ayah tercinta di depan matanya.


.


.


2 minggu berlalu.


Raya tak meninggalkan Vila Kaira bersama Shindy dan Dita, Shindy merindukan anak-anaknya tapi hanya bisa melakukan VC sebab mencari aman saja.


"Nona? apa Nona merindukan tuan? ". tanya Dita


"tentu saja..! aku merindukan bayi besarku". jawab Raya apa adanya merajut pakaian pria.


"Nona sudah banyak membuat baju rajutan, apa semuanya untuk tuan Master? ". tanya Dita melihat banyaknya baju Rajutan yang digantung di samping Raya.


"bukan untuk suamiku aja, tapi untuk adik-adikku juga" . jawab Raya sambil tersenyum.


Dita mengangguk, ia tau Raya pasti bosan di dalam kamar terus tanpa ada kegiatan, alhasil Dita menyarankan Raya untuk merajut.


"apa kamu yakin Alya baik-baik saja Dita? ". tanya Raya


"baik Nona..! saya sudah tanyakan secara langsung. mereka bilang tidak ada yang mencurigakan bahkan seleksi pengawalpun harus diseleksi langsung oleh tuan muda 1". jawab Dita


Tuan muda 1 (Satria), Tuan muda 2 (Arya), panggilan untuk Alya sebenarnya Nona Kecil tapi Alya tidak terima, jadi kata Kecil dihilangkan hanya sebutan Nona saja.


"aku yakin dia akan menyamar jadi pengawal karna tau aku berasal dari keluarga hebat, dia pasti gunakan cara licik". gumam Raya


"apa yang menyamar bisa di temukan Nona? ". tanya Dita penasaran.


"jangan lupa Dita.. Satriaku itu sangat hebat, dia bekerja sama dengan Nola dan Alvan yang jago di IT. aku bisa pastikan semut pun tidak akan lolos dari seleksinya". kekeh Raya yang mengakui kehebatan sang adik kembarnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2