
.
.
"bagaimana Jon? ". tanya Raka serius melihat Jon
"tuan..? ". Dita tiba-tiba masuk dengan nafas terengah-engah.
"aah.. Dita..! kau kembali ke mansion Melviano ! jaga istriku dengan baik, dia tidur disana malam ini". titah Raka
ia tidak tersinggung sama sekali saat Dita menerobos masuk ke ruangannya walau tidak masuk ke dalam ruangan tapi mengganggu juga kan? sebab Raka tau Raya pasti merindukan pengawal setianya itu.
"terimakasih tuan". jawab Dita langsung menunduk hormat lalu segera menutup pintu ruang kerja Raka
"lanjutkan Jon! ". Raka beralih ke Jon
"saya merasa model Anne lah dalangnya tuan". jawab Jon
"merasa? artinya kau ragu? ". tanya Raka dengan datar
"semua petunjuk mengarah padanya tuan tapi saya juga yakin tuan Robert terlibat tuan". kata Jon
"terlibat? haha.. dia sepertinya menggunakan cara kotor". tawa Raka menggema
Jon berusaha menahan kakinya supaya tidak goyah mendengar suara Raka yang sialnya membuat Jon merinding.
"baiklah..! biarkan saja dia Jon..! aku ingin melihat rencananya memisahkanku dengan Raya". ucap Raka dengan dingin
"baik tuan". jawab Jon
Jon segera pergi saat Raka mengkode dirinya untuk keluar.
Raka memejamkan matanya sambil mengetuk-ngetuk meja dengan raut tenangnya, ia sama sekali tidak terusik saat tau Robert tengah berusaha memisahkannya dengan Raya.
"kau tidak tau betapa besarnya cintaku pada Raya hingga kau harus menggunakan cara wanita? kau fikir aku mempan di goda oleh jal*ng-jal*ng itu hah? aku mencintai Raya hampir belasan tahun lamanya, saat aku mendapatkannya kau fikir mudah bagiku melepaskannya? dasar bodoh..! "
"kau sama sekali tidak berubah Robert..! kau masih tidak sadar kenapa Yeri pergi darimu". gelengan kepala Raka.
walaupun mereka bermusuhan tapi hati kecil Raka ingin Robert kembali seperti dulu, saat ini Robert dipenuhi dendam karna seorang wanita yang menghilang setelah membuat sepasang sahabat baik itu terpecah belah seperti sekarang.
.
__ADS_1
di tempat lain.
"Alice kamu serius? ". tanya Raya tak percaya akan kejadian tak terduga saudara kembarnya hendak di jebak.
"iya kak..! Alice melihatnya sendiri tapi Alice tidak kasih tau kak Satria.. sepertinya kak Satria marah karna Alice meminum semua nya". jawab Alice dengan lesu
"kenapa kamu berpikir seperti itu? ". tanya Raya heran.
"soalnya Alice belum bertemu dengan kak Satria sejak malam itu.. pasti Alice membuat kak Satria marah jadi kak Satria tidak mau bertemu Alice lagi". jawab Alice masih dengan nada lesu.
Alya masuk membawa cemilan enak untuk mereka bersama, mereka akan bertiga sampai pagi di kamar ini layaknya saudara kandung.
"kan udah aku bilang Alice.. Bang Satria sedang sibuk mengurus wanita itu". sambung Alya tiba-tiba dengan sewot.
"apa Satria bisa mengatasinya? kamu tau sendiri kan dek? abangmu yang satu itu sangat lembek dengan perempuan.. dia tidak tega menyakiti perempuan". Raya berkata dengan raut wajah kesal akan kebaikan hati adik kembarnya itu.
"tidak juga kak..! bang Randi, bang Pandu, juga bang Alvan sedang bersama abang Satria. mereka pasti bisa mengatasinya untuk abang satria". jawab Alya
Alya dan Raya beralih ke Alice yang masih lesu dan terlihat tidak bersemangat.
"padahal aku menginap disini ingin menanyakan sesuatu padamu Alice". ujar Raya menggaruk keningnya yang gatal.
Alya menautkan kedua alisnya, tentu ia penasaran apa yang ingin ditanyakan kakaknya.
"kenapa kamu bisa tau ada orang lain yang akan mencoba merusak hubungan kami di Lombok Island?". tanya Raya penasaran.
Alice mengangguk,, "tau lah kak..! aku bisa merubah nasib tapi tidak bisa merubah takdir, percayalah kakak sama kak Raka..! dia sangat mencintai kakak hanya saja ada orang yang membencinya, masalah akan datang bertubi-tubi padanya dan hanya kakaklah tempat kak Raka untuk bersandar lelah".
"masalah bertubi-tubi bagaimana maksudmu? ". tanya Raya tidak mengerti.
"akan ada orang jahat yang mencoba membunuh kak Raka karna Kak Raka sedang mencari tau jati dirinya". jawab Alice dengan lemas
Raya dan Alya saling pandang tidak mengerti.
"abang Raka punya identitas lain kak? ". tanya Alya
"hmmm... tapi kakak tidak bisa memastikannya bahkan kakak pernah minta bantuan sama Aunty Nova tapi tidak dapat jawaban". sahut Raya tampak serius berpikir.
"Aunty yang hebat tidak bisa menemukannya? ". pekik Alya dengan kaget bercampur takjub.
siapapun tau Nova sangat hebat di bidang IT hingga ke empat anaknya juga punya bakat di bidang IT namun kemampuan Nova belum terkalahkan meski anak-anaknya sudah sangat jenius di bidang IT, jadi saat Nova tidak dapat menemukan 1 identitas seseorang sudah pasti orang itu sangat hebat dan sangat berkuasa.
__ADS_1
Raya ingin bertanya lagi tapi melihat wajah Alice yang sedih tidak bertemu dengan Satria membuatnya tidak tega untuk mengajak Alice berbicara.
.
.
Ke esokan harinya Raka bekerja di perusahaannya seperti biasa, karna banyaknya hari libur Raka jadi saat pertama kali masuk ia sangat sibuk di Perusahaannya.
"tuan..? ". sapa Jon
"hmm? aku sibuk kau tidak lihat? ". Raka berkata dengan dingin sambil menandatangani berkasnya yang setinggi gunung himalaya.
"rekan bisnis kita telah datang membawa model untuk memperkenalkan produk kerja sama kita ke publik tuan". jawab Jon
"ck..! siapa modelnya? kenapa aku harus menemuinya? ". tanya Raka menatap tajam Jon
"baiklah tuan..! saya akan bantu tolakkan". Jon akhirnya memilih mundur dan segera meninggalkan ruangan kerja Raka.
Raka terlihat mengerikan tadi hingga Jon tak berani melanjutkan kata-katanya
"kenapa tuan master terlihat lebih menakutkan setelah kembali dari lombok? apa terjadi sesuatu disana? tapi hubungan tuan dengan Nona baik-baik saja". gumam Jon keheranan sendiri.
Jon masuk ke Ruangan tunggu dan mengatakan kesibukan tuannya hingga tidak bisa bertemu dengan Klien serta model kerja sama mereka berdua.
Anne berdecak pelan tapi tidak bisa menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Raka yang sibuk,
"tuan telah meninggalkan pekerjaannya selama berhari-hari jadi banyak pekerjaannya yang menumpuk, sementara hari ini adalah hari pertama tuan saya bekerja..! mohon maafkan tuan saya tuan". ucap Jon menjelaskan dengan rinci.
"aah.. tidak apa..! memiliki istri secantik Nona Raya memang harus rajin dimanja dan dibawa jalan-jalan ke tempat indah.. saya mengerti Jon..! kalau begitu tidak ada masalah dengan modelnya kan? besok kami akan mulai pekerjaan kami mengenalkan produk kita ke publik". kata Rekan kerja Raka (Pria).
"terimakasih atas pengertiannya tuan". ucap Jon
"ayo Nona Anne..! tuan Raka Mahawira sedang sangat sibuk, saya sudah pastikan tidak ada masalah denganmu..! anda tinggal tandatangan kontrak saja, kita lanjutkan sesi pemotretan besok pagi".
Anne mengangguk lalu bangkit dari duduknya di ikuti managernya Anne, mereka meninggalkan Ruangan tunggu dengan ekspresi berbeda-beda.
Anne lah yang paling kesal karna tidak bisa bertemu dengan Raka, padahal ia bekerja sangat keras untuk mendapatkan projek kerja nya ini walau harus jual dir*.
.
.
__ADS_1