
.
.
Raya mencari Maisy yang sangat ia curigai sebab menatapnya dengan cara tak biasa.
"waah.. ada perempuan cantik nih". beberapa pria nakal tengah berkumpul di depan hotel FX.
"menyingkir kalian...! aku sedang mencari seseorang". usir Raya dengan kasar.
Pria yang di dorong Raya pun terduduk tak elit lalu mengumpat kasar.
"dapatkan perempuan itu bagaimanapun caranya..! ". teriak pria yang tengah dibantu untuk berdiri oleh bawahannya.
Hotel FX memang lumayan besar dan cukup diakui sekitar, namun banyak perkumpulan pria nakal disana itu sebabnya jarang ada yang menginap di hotel itu terutama perempuan sebab pemimpin anak nakal itu adalah bagian dari keluarga si pemilik hotel.
"tapi tunggu...! " selah pria tadi tampak berpikir.
"sepertinya perempuan tadi tidak asing, apa benar? ". tanyanya pada anak buahnya berpakaian formal untuk menghormati acara fashionshow di dalam hotel.
"benar tuan..! dia putri sulung tuan Dylan Mahardika Melviano".
"woww...! mimpi apa aku bertemu dengan seorang dewi? haha.. tapi kenapa dia mendorongku". geram pria itu dengan tangan terkepal.
"lalu bagaimana tuan? ".
"dapatkan dia lah..! bagaimana pun perempuan itu lemah hanya tau cara berteriak dan menjerit saja". remeh pria bernama Regi itu.
Raya terus saja mencari Maisy, "dimana dia? ". gumam Raya pelan
Raya memutar pandangannya dan melihat Maisy di balik pilar yang cukup jauh darinya, walaupun jauh pandangan Raya tidak pernah salah.
"itu dia". Raya hendak berlari ke Maisy mengejar wanita yang telah berani mencoba melukainya beberapa kali sebelumnya.
"aakh..! ". Raya memekik kaget saat tangannya di tarik oleh seseorang.
"hei.. lepaskan". geram Raya lalu mengangkat kakinya dan memutarnya di udara untuk menepis tangan itu tapi pria itu seolah tau gerakan Raya malah mengunci tubuh Raya dan mendorongnya ke dinding tepatnya disamping bangunan Hotel FX.
"sedang apa kau disini Raya? ". bisik pria itu.
Raya tersentak kaget mendengarnya.
"Raka? ". tebak Raya
"ya ini aku..! apa kau tidak tau sedang di ikuti oleh Regi parwira?". bisik Raka
"siapa Regi? ". tanya Raya,
Raka menutup bibir Raya lalu berbisik pelan,, "jangan mengeluarkan suara..! mereka sedang berada disini". bisik Raka.
__ADS_1
"kenapa aku harus takut? ". bisik Raya juga bersitatap dengan Raka yang kini jelas ia lihat padahal situasinya sangat gelap.
Raya tetap bisa melihat di tempat gelap dengan mata birunya itu tadi Raya sedang tak fokus memperhatikan Raka karna terlalu serius mencari Maisy, wanita yang ia tebak selama ini sedang mencoba cari masalah dengannya.
"sssstt..! ". Raka menarik pinggang Raya mendekat ke tubuhnya.
"kau..! sedang apa? ". bisik Raya dengan datar.
"aku malas berkelahi..! baju ku tidak boleh kotor, kusut, aku baru pakai tadi". bisik Raka mencari alasan.
Raka sengaja seperti itu supaya bisa memeluk Raya seperti sekarang sedangkan Raya dengan polosnya percaya kebohongan Raka sebab ia mengira Raka itu Guy yang hanya menyukai Pria saja.
"dimana dia? ". teriak Regi
"tadi pergi ke arah sini tuan".
"cepat cari...! ". teriak Regi lagi dengan cepat semua bawahannya berpencar.
Raka menarik tangan Raya berjalan dengan santai menuju kebelakang gedung, sementara Raya mengangkat gaunnya untuk menjaga keselamatannya supaya tidak tersungkur.
"kenapa harus kabur sih? kau tau aku tidak suka seperti ini". bisik Raya mulai kesal.
"tahanlah..! aku saja seorang master bersembunyi! terkadang bersembunyi itu bukan hal memalukan, kita lawan dengan cara cerdas tanpa harus berkelahi bukan? ". bisik Raka di telinga Raya.
senyum Raka terbit di belakang Raya, ia suka sekali dengan situasi nya. ingin rasanya Raka menghentikan waktu supaya bisa berlama-lama dengan Raya walau di tempat gelap seperti ini.
Raya mulai bosan di tempat itu, "banyak nyamuk Raka..! ".
Raka membuka jasnya dan menutupi tubuh Raya, "biar tidak di gigit nyamuk ya? ".
Raya memutar bola matanya dengan malas, "aku mau tanya sedang apa kau disini? ".
"tadi bi Asih bilang kau mendatangi mansion ku jadi aku mencarimu". jawab Raka.
"dari mana kau tau aku ada di sini? ". tanya Raya memicing bahkan melupakan rasa penasaran nya sebelumnya mencari Raka di mansionnya.
"dari Dita". jawab Raka entengnya
"sejak kapan kalian jadi dekat? ". tanya Raya
"ha? sejak dia jadi pengawalmu lah". jawab Raka
"kau.. !". Raya hendak bicara namun suara Regi kembali menggema, Raka memeluk Raya sambil membekap mulut Raya.
Raya hanya diam tanpa melawan sambil mendengarkan ocehan pria bernama Regi itu yang membuatnya harus bersembunyi bersama Raka hanya karna tidak ingin baju Raka kusut sungguh lucu tapi Raya malah percaya dan tidak berpikir hal lain.
"mereka sudah pergi..! ". seru Raya
Raka menghela nafas panjang, "lagian kau ngapain keluar dari hotel? acara sudah dimulai".
__ADS_1
"aku sedang mencari orang mencurigakan". jawab Raya melenggang pergi meninggalkan Raka.
Raka berlari kecil mengikuti Raya.
"lalu apa kau menemukannya? ". tanya Raka dengan langkah sejajar dengan Raya.
"belum..! karna mu aku kehilangannya". jawab Raya
Raka menahan pergelangan tangan Raya hingga siempunya menoleh.
"apa? ". tanya Raya dengan malas.
"jangan terlalu mengikuti rasa penasaranmu bisa jadi orang itu menjebakmu". peringatan Raka serius.
"hmmm? ". Raya tidak mengerti
"kau harus tau, bisa jadi itu pancingan supaya kau masuk dalam perangkapnya lalu dia akan menjalani aksinya, terkadang yang bersembunyi itu tidak bisa diremehkan Raya..! mereka mengintai karna punya rencana". jelas Raka
"aku tau kau lebih cerdas dari mereka tapi percayalah aku mengatakan hal ini demi keselamatanmu sendiri, jangan terlalu mengikuti rasa penasaranmu itu". jelas Raka lagi.
Raya terdiam memikirkan semuanya, "baiklah ! lain kali aku akan lebih hati-hati".
Raka tersenyum lalu mengusap kepala Raya yang hanya dibalas senyuman oleh gadis cantik bermata biru itu.
.
.
Raya kembali ke acara Fashionshow dan melihat Dita tengah berlari ke arahnya.
"Nona dari mana aja ha? Nona mau buat saya serangan jantung? sebelumnya Nona juga terlambat 5 menit lalu sekarang menghilang saat saya lengah sedikit saja.. apa Nona tidak bisa bicara pada saya lalu membawa saya kemanapun anda pergi? saya tidak akan merepotkan anda Nona saya kuat bisa menjaga diri".
Raya menggaruk telinganya mendengar omelan si pengawal cerewetnya, padahal Dita bukan pengawal cerewet namun akhir-akhir ini suka sekali mengocehi Raya.
"isssh.. berisik". Raya meninggalkan Dita dengan raut wajah tak berdosanya telah membuat Dita pusing 7 keliling mencari Raya.
Raka mengikuti Raya yang sedang di omelin oleh Dita, sementara banyak yang melihat Raka yang berada di belakang Raya. para artis papan atas nan seksi yang membanggakan kekasih mereka tadinya seketika langsung down saat Raya membawa Raka di acara itu padahal Raya sama sekali tidak membawa Raka.
"sedang apa kau disini? ". tanya Raya ke Raka yang tanpa malu duduk di sampingnya.
Dita berdiri tak jauh dari mereka padahal tempat Raka saat ini adalah milik Dita.
"menonton fashionshow lah". jawab Raka acuh
Raya mendengus saja lalu melihat ke arah panggung dimana acara memang sudah di mulai sejak Raya pergi jadi saat ini sudah di tengah-tengah acara. Raya ketinggalan namun tak membuatnya menyesal karna Raya memang tidak peduli style nya tidak kebanyakan artis papan atas yang saat ini sedang menonton acara itu untuk mendapatkan style yang sempurna dan pastinya limited.
.
.
__ADS_1
.