Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 25_ memberi pengajaran


__ADS_3

.


.


Arya terus menenangkan Nia yang mulai sedikit tenang, Nia memper erat pelukannya pada Arya seolah Arya adalah mama nya.


Arya mengelus kepala Nia dengan lembut hingga Nia tak lagi menangis, selama ini Arya tidak pernah memperhatikan keadaan Kelincinya itu, Arya hanya tau Nia sangat kurus seperti kekurangan gizi tak berfikir Nia kurus karna tertekan batin.


Arya berfikir Nia sangat tangguh, tapi bagi kebanyakan perempuan yang paling mudah di hancurkan adalah hatinya, hati semua perempuan seperti Kaca setangguh apapun perempuan jika menghadapi situasi seperti Nia sudah pasti tertekan batin.


Nia dibuang oleh keluarganya, dibenci orangtuanya, di hina dan dicaci maki oleh Kakaknya sendiri, kekasihnya di rebut Kakaknya sendiri, tidak cukup disitu Nia masih dijebak hingga hampir saja kehilangan harga dirinya jika tidak bertemu Arya mungkin Nia benar-benar sudah hancur.


"maafkan aku..! aku tidak melihat ke dalam hatimu yang sangat terluka, maafkan aku terlambat menyadarinya". ucap Arya merasa bersalah telah mengabaikan hati Nia.


.


keesokan paginya Nia menggeliat di pelukan Arya, Nia mengerutkan keningnya saat tangannya menyentuh benda kokoh dan keras (Otot Dada).


"apa ini? ". gumam Nia pelan lalu perlahan ia membuka matanya.


Nia melebarkan matanya melihat Arya ada didepannya, "Ya Tuhan..! apa aku memeluknya?". batin Nia menebak perbuatannya sendiri.


Nia sangat tau Arya tidak akan berada ditempat yang sama dengannya tanpa alasan dan Nia menebak pasti karna dirinya sendiri.


"sudah bangun? ". Arya bertanya dengan suara beratnya khas bangun tidur.


Arya membuka matanya lalu melihat ke arah Nia yang gelagapan sendiri.


Arya tersenyum mencubit pipi Nia, "udah baikan memelukku?".


"Tuan.. sa.. saya".


"tidak apa..! buatlah sarapan untukku! ". pinta Arya sambil melepaskan lengannya yang menjadi bantal kepala Nia.


"bagaimana keadaan tangan tuan?". tanya Nia memegang lengan Arya


"kepalamu berat juga". kekeh Arya menekan hidung mungil Nia.


Nia merasa bersalah pun memijit lengan Arya.


"saya akan pijat Tuan". Nia


Arya mengelus kepala Nia, "apa benar kau tertekan batin Cha? ".


Nia melihat ke mata biru Arya, "tertekan batin? tidak tuan saya baik-baik saja".


"hmm.. kau tidak akan mengakuinya". Arya pun mengerti tidak memaksa Nia untuk mengatakan yang sebenarnya.


cukup lama Nia memijat Arya, "bagaimana Tuan? apa masih sakit? "


"sekarang perutku lapar sana buatkan sarapan yang enak untuk Tuanmu ini". pinta Arya

__ADS_1


Nia mengangguk patuh.


Arya mengulum senyum menatap punggung Nia, ia merasa gemas akan kepatuhan kelinci nya itu.


tatapan Arya berubah dingin mengingat Nia yang begitu merindukan Mama nya, "wanita gila mana yang melupakan darah dagingnya sendiri?".


Arya sangat tau Ibu mana pun didunia ini pasti sangat mencintai anaknya sebab melahirkannya tidaklah mudah mempertaruhkan nyawa si Ibu tapi mengapa ada Ibu yang mengabaikan putri kandungnya sendiri? itu sebabnya Arya berpikir Ibu nya Nia adalah Wanita Gila.


Nia berkutat dengan dapur, ia membuat sarapan yang begitu mewah diam-diam Nia tersenyum manis.


Nia memang tidak pernah sebahagia ini saat bersama Arya, saat bersama Brayen pun Nia tidak pernah sebahagia ini.


perempuan sederhana seperti Nia sangat menyukai perhatian sederhana dari Pria yang disukainya, Nia sangat bahagia menjadi Kelinci peliharaan Arya. Arya memperlakukannya dengan begitu baik.


.


"kenapa bisa sebanyak ini? ". tanya Arya melihat meja nya begitu banyak menu sarapan yang sangat enak.


"terimakasih atas kebaikan Tuan". ucap Nia


Arya tersenyum lalu menggeleng kepalanya, ia tak lagi berkata-kata langsung sarapan dan mencicipi semua menu masakan yang dibuat oleh Nia.


Arya mengangguk-ngangguk merasakan semua rasa masakan Nia yang sangat pas di lidahnya.


"apa kau mau mendengarkanku? ". tanya Arya serius.


Nia melihat ke arah Arya, "apa yang bisa saya lakukan tuan? ".


"Chef? ". beo Nia tak percaya


"hmm.. masakanmu lumayan dan sangat pas diletakkan di Restaurant Auntyku, aku hanya membantumu berkembang, masakanmu sangat sayang tidak di kembangkan". Arya


"mau Tuan". Nia tanpa sadar memegang tangan Arya dengan pandangan berbinar.


Nia Kuliah jurusan Kuliner sebab hobynya adalah memasak jadi cita-citanya ingin menjadi Chef hebat yang diakui oleh negaranya, Nia dapat peluang tentu ia tidak akan menyia-nyiakannya.


"bagus! ". Arya tertawa pelan saat Nia mengangkat tangannya lalu melihat arah lain dengan wajah memerah karna malu terlalu bersemangat hingga berani memegang tangan Arya.


.


.


"jadi Nia mau kerja diRestaurant Aunty Arya? ". tanya Mayra terdengar begitu bersemangat.


"iya Aunty.. masakannya lumayan tidak kalah enak dari masakannya para Chef bersertifikat luar Negri". Arya


"tentu saja..! Kalila bilang masakan Nia sangat enak, dan Aunty percaya dengan penilaian kalian". Mayra


Arya kembali ke Mobilnya dimana Nia tak lagi terlihat di dalam mobilnya.


"Cha? ". panggil Arya

__ADS_1


"iya Tuan". sahut Nia keluar dari balik taman yang ada di Restaurant sambal setan milik Mayra.


"sedang apa? ". tanya Arya berjalan ke arah Nia


"bunga ini sangat cantik Tuan". tunjuk Nia dengan senang seperti anak kecil yang melihat keindahan dibalik tembok kaca yang bisa dipandang tidak bisa disentuh.


Arya memetik bunga mawar biru itu dan memberinya ke Nia.


Nia melebarkan matanya, "Tuan? kenapa dipetik nanti pemiliknya marah". protes Nia


Arya terkekeh, "pemiliknya Grandma ku".


"hah? ". cengo Nia


"jadi ambillah..! kau akan bertemu juga dengan Grandma ku". Arya memberikan setangkai mawar biru kesukaan Kaira


Nia menerimanya lalu tersenyum cerah ke arah Arya, Arya mengelus kepala Nia.


"kamu akan bekerja bulan depan setelah Chef disini pergi, kontrak nya masih ada 1 bulan lagi tidak apa kan?". tanya Arya


Nia mengangguk-ngangguk sambil mengendus bunga mawarnya.


"dasar bocah..! hanya 1 bunga saja bisa membuatmu senang". gumam Arya melenggang pergi meninggalkan Nia.


Nia berlari kecil mengikuti Arya.


Arya melirik ke arah Nia yang tampak senang mendapatkan 1 mawar biru yang sangat langka sejak zamannya Kaira, Nia tidak pernah melihat taman Mansion Melviano yang sangat banyak bunga itu.


"Tuan mau kemana? ". tanya Nia melihat Arya membawanya ke jalan yang berbeda.


.


Arya membawa Nia ke Rumah Anak Panti tempat Kaira dahulu dibesarkan.


"disini banyak anak-anak, mereka membutuhkan bantuan hari ini". Arya melepas seatbeltnya lalu keluar dari mobilnya.


kedatangan Arya disambut heboh oleh anak-anak Panti, Nia yang keluar dari mobil terkejut melihat Arya yang dipeluk banyak anak-anak panti.


"main Bola Om Tampan". pekik salah satu dari mereka.


Nia tersenyum manis saat Arya bermain bola dengan anak-anak,


"Apa Tuan sering kesini ya? ". batin Nia melihat kemewahan di sekitarnya.


Nia tidak tau saja Panti asuhan itu begitu mewah karna Kaira dan Pasha serta anak-anaknya Kaira.


Arya ingin menunjukkan pada Nia masih ada Anak-anak yang kekurangan kasih sayang kedua orangtua dan Nia harus bisa berpikir bahwa Nia itu bukan satu-satunya manusia yang paling menderita tak dapat kasih sayang ibu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2