
.
"kalian memang sepasang kekasih rupanya". gumam Robert mengepalkan tangannya.
dari awal Robert memang sudah curiga Raya itu memang kekasih Raka dilihat dari tatapan Raka saat artikel mereka muncul di publik sebelum dihapus, Raka tidak tau gadis yang dia lihat di hutan saat berburu bersama Raka adalah gadis yang sama.
"baiklah..! kalian bersenang-senanglah terlebih dahulu, Raka aku akan rebut dia, tidak akan aku biarkan kau bahagia sementara aku menderita karnamu". batin Robert
Dita melihat Robert yang menatap ke arah Raka dan Raya, "gawat..! Nona tidak suka dengan tuan Robert sementara tuan Robert terus mengejar nona, bisa jadi dia cemburu". batin Dita
Dita menghela nafas lega seketika melihat Robert pergi, Dita melihat ke arah pasangan fenomenal itu.
"perutku lapar sekali". gumam Dita celingukan mencari sesuatu yang bisa dimakan.
menunggu Raya dan Raka butuh energi juga sementara Dita kehilangan energi karna lapar.
Dita membeli burger lalu makan sambil melihat Raya dan Raka dari posisi semula.
"mereka serasi sekali! jadi apa anak mereka nanti dengan wajah orangtua nya seperti itu, bahkan tuan Dylan dan Nyonya Shindy saja melahirkan putra-putri penguasa yang sangat cantik dan tampan". oceh Dita panjang X lebar.
"makin ramai saja tempat itu". Dita berdecak melihat kerumunan itu.
ia heran sendiri bagaimana bisa manusia suka melakukan hal yang tidak bermanfaat dengan berkumpul seperti orang lagi demo saja di depan pejabat bahkan demo di depan pejabat pun masih bermanfaat sedangkan saat ini tidak.
"bagaimana? baguskan? ". tanya Raya menepuk-nepuk pundak Raka.
Raka tersenyum kecil mencubit pipi Raya yang ditepis pelan oleh Raya, Raya tidak marah tapi gerakan penolakan Raya tidak kasar jadi hal itu malah terlihat manis dilihat pelayan toko.
"lalu kau ngapain disini? ". tanya Raka
"cari baju kerja juga". jawab Raya
"kalau begitu aku temani ! nanti kita pisah di parkiran". Raka
Raya pun tidak keberatan, "traktir kami makan bagaimana? ".
"hmm? " . Raka menoleh ke Raya.
"apa?? jangan bilang tadi itu gratis ya? enak aja. kau aja perhitungan denganku". tatapan galak Raya membuat bibir Raka berkedut menahan senyum.
"terlihat gigimu aku cekik kau sampai mati". ancam Raya yang tau Raka tengah menahan tawa.
Raka tertawa seketika, Raya beralih ke arah Raka dengan tatapan tak percaya pria yang telah ia anggap teman nya itu kini berani menertawainya.
"kau? ". Raya menunjuk hidung Raka dengan datar.
"diam..! jangan tertawa..! ". geram Raya
__ADS_1
Raka masih tertawa dan Raya yang kesal mencekik leher Raka dan menggunjang tubuh Raka dengan geram.
"kau meremehkanku..! aku tidak suka di remehkan, jika saja aku tidak punya hutang budi kau sudah mati ditanganku.. ". desis Raya dengan nada tajamnya
mereka berdebat bunuh-bunuhan tapi tidak sadar orang lain yang melihat mereka yang seperti itu malah berpikir sebaliknya, manis sangat romantis hingga mereka tidak tahan jadi mengeluarkan ponsel masing-masing dan memotret pasangan fenomenal itu.
Raya hampir jatuh karna jalan mundur, tapi pinggang Raya ditarik oleh Raka hingga Raya masuk ke pelukan Raka,
deg...!!
Raka dan Raya saling bersitatap, baru kali ini Raka bisa melihat wajah Raya begitu jelas, melihat manik mata biru Raya membuat jantungnya bergemuruh hebat seperti sedang bermaraton berkilo-kilo jauhnya.
Raya menubrukkan keningnya dengan kening Raka hingga si empunya meringis memegang keningnya tapi tangannya yang lain masih memegang pinggang Raya.
Raya tertawa penuh kemenangan, setidaknya Raya bisa mengalahkan Raka.
"dasar mafia tulen..! ". ejek Raya dengan gamblangnya.
Raka yang gemas menyentil kening Raya yang melotot seketika, Raka dengan cepat melarikan diri dari Raya.
"Rakaaaaa....!! ". jerit Raya dengan kesal.
Raya tidak menyangka ada pria yang berani melukainya, selama jadi tuan putri Melviano Raya tidak pernah di sentil oleh keluarganya. Raya diperlakukan seperti harta karun.
.
.
Raya mengeluarkan bibir bawahnya menutupi bibir atasnya dan tatapannya kesal ke arah depan, tangannya mengusap keningnya yang disentil Raka.
"awas aja mafia tulen itu..! berani sekali dia melukaiku". batin Raya
banyak yang mengatakan awalnya benci akan jadi Cinta itulah prinsip yang Raka lakukan pada Raya, Raka ingin membuat hati Raya perlahan terpaut padanya walau diawali perasaan kesal dan marah.
ada lagi yang mengatakan Benci dan Cinta beda tipis, wajar Raka menggunakan trik itu.
Dita melirik lewat kaca tapi bibirnya malah berkedut gemas melihat sisi imut Raya yang tengah bertingkah tak biasa namun sangat menggemaskan.
walau dingin Raya juga sering berdebat dan bertengkar sayang dengan adik-adiknya, tapi untuk pertama kalinya Raya kecolongan hingga keningnya di sentil Raka.
.
.
malam harinya.
Raka di ajak Rio, Jon dan Boy ke Club dan Raka tidak suka itu.
__ADS_1
"kenapa kesana? aku tidak suka bising kalian tau itu kan? ". Raka
"iya tuan.. tapi saya mendengar tuan Yanzo ada disana malam ini". jawab Jon
Raka menarik nafas panjang, ia memijit pangkal hidungnya.
"belum masuk ke Club aja kepalaku sudah pusing". gumam Raka
"kalau begitu kami akan mencari tau bertiga tuan". Jon berbicara.
"kau masih sakit Jon..! sudah, nanti pas di club kau berjoget saja biar racun di tubuhmu keluar lewat keringat..! ingat kata Jekky tubuhmu masih belum bersih dari racun itu". Rio
"iya tuan.. Tuan masih lemah tidak ada salahnya mencoba cara tuan Rio". Boy.
"tuan master kita tidak bisa ke Club, kalian tau itu jadi biar kita bertiga saja". Jon menengahi.
Raka memukul kursinya hingga ketiga bawahan setia Raka terdiam menghadap ke arah Raka.
"masih bisa bertengkar? ". tatapan datar Raka
ketiga orang setia Raka menggeleng kepalanya dengan serentak.
"baiklah..! ayo kita pergi..! aku ingin menemui Yanzo langsung, kenapa rubah licik itu bisa menggunakan namanya saat di hotel malam itu". Raka pun setuju ikut Jon dan yang lainnya ke Club.
.
.
di Club
Raka sudah malas mendengar suara musik besar, belum lagi bau alkohol ada dimana-mana. wanita-wanita seksi tengah berjoget di sana bersama pria-pria hidung belang.
Raka jijik melihat lelaki hidung belang itu tanpa ragu memasukkan tangan mereka ke belahan dad* wanita malam dan ada yang memasukkan uang dibelahan dad* wanita.
"cepat bawa aku ke ruangan atas..! bau disini memuakkan". Raka menutupi hidungnya.
"baik tuan". balas Jon dan Rio serentak sementara Boy hanya diam memperhatikan kebisingan itu.
tempat itu sangat ribut hingga mereka harus berteriak satu sama lain.
.
Raka memiringkan kepalanya melihat Yanzo tengah bercint* dengan wanita di bawah Yanzo, Raka sama sekali tidak bernafsu melihat pemandangan itu, ia malah menyandarkan punggungnya di dinding sambil menatap jam tangannya menunggu kegiatan kedua manusia yang tengah dimabuk cinta satu malam itu.
.
.
__ADS_1
.