
.
.
sesuai janji Nia, ia benar-benar menepati janjinya yaitu bertanggung jawab atas perbuatannya yang tidak sengaja membangunkan hasr*t Pria dalam diri Arya.
Nia tidak merasa kalau dirinya hanya memuaskan naf*u Arya seorang, tapi Arya menyentuhnya dengan Cinta dan kasih sayang.
Arya memang tidak mengungkapkan Cinta nya lewat kata-kata tapi lewat perbuatan, tapi Nia yang pada dasarnya memang polos tidak akan mengerti Perasaan Arya.
Nia perlahan membuka matanya dan hal yang pertama ia lihat adalah wajah tampan Arya yang tengah merangkul pinggangnya.
Nia merona seketika mengingat perlakuan Arya beberapa jam yang lalu, ia benar-benar terbuai oleh sentuhan Arya hingga Nia ingin sekali mengulangnya.
Nia mengedarkan pandangannya mencari baju nya yang letaknya jauh dari posisinya saat ini.
"bagaimana caraku mengambilnya? ". batin Nia
Nia memilih berdiam diri sambil menatap Arya yang tengah tertidur, senyum Nia kian melebar sambil meremas selimut yang kini membungkus badannya, ingatan dirinya saat di cumb* oleh Arya tidak bisa hilang dari kepalanya.
bunyi ponsel Arya membuat mata Nia melebar seketika, ia terduduk seketika saking kagetnya.
"hmm? ". Arya bangun meraba-raba ponselnya
Nia menutupi tubuhnya dengan selimut sementara Arya tidak, Nia bisa melihat tubuh kekar Arya yang sangat seksi dimatanya.
Nia menggeleng kepalanya membuang pikirannya yang sudah tidak polos lagi itu.
"Halo? ". sapa Arya dengan suara beratnya khas bangun tidur.
"bagaimana sayang? apa sudah berhasil?". tanya Shindy
"Mami? kenapa Mami tadi main pergi aja? ". tanya Arya
"itu karna Papimu tau kami mengganggumu jadi kami pergi tanpa bilang-bilang". kekeh Shindy
"oh.. iya.. iya.. kami udah siap". jawab Arya mengucek-ngucek matanya.
"kalau begitu besok bawa Nia kesini nak..! Kami ingin merayakan ulang tahunnya disini". Shindy
Arya beralih menatap Nia yang sedang menutupi tubuhnya sendiri seolah sedang malu.
"iya Mi.. kami akan kesana pagi-pagi dan bermalam disana ". jawab Arya
Shindy mematikan panggilannya lalu Arya meletakkan ponselnya.
"kenapa? kamu menyesal? ". tanya Arya merapikan rambut Nia yang sedikit berantakan.
Nia menatap Arya dan menggeleng kepalanya, "a.. aku sudah menikah dengan Kakak, aku mohon jangan bua.... "
"Ssst...! ". Arya menutup bibir Nia dengan jari telunjuknya.
"apa aku seberengs*k itu dimatamu? ". tanya Arya dengan raut wajah serius.
Nia menggeleng kepalanya pelan, "a.. aku hanya takut kak.! kakak memiliki segalanya sedangkan ak.. aku? aku tidak punya apapun selain harga diriku saja..ak.. akk...".
"tadi aku bertanya kamu menyesal atau tidak kamu bilang tidak, lalu kenapa perkataanmu tadi seolah kamu menyesal? ". potong Arya
__ADS_1
"aku hanya ingin bilang jika kakak mencintai seorang gadis jangan buang aku, aku mau dimadu kok!". Nia
"kamu ngomong apa sih? dalam sejarah Melviano kami tidak pernah menikahi lebih dari 1 perempuan, ya walaupun kami sanggup membiayai hidup mereka tapi kami tidak pernah melakukannya karna kami menghargai perempuan, jadi jangan berkata seperti itu..! aku tidak akan menikahi perempuan manapun, apa kamu percaya kata-kataku? ". Arya menangkup pipi Nia
Nia tersenyum dan Arya menghapus air mata Nia,
"apa kamu lapar? ". tanya Arya
Nia mengangguk, "aku akan masakkan sesuatu untuk kakak".
"memangnya kamu bisa berdiri? ". tanya Arya meledek
"hah? ak.. aku tentu saja bisa berdiri, memang kenapa kak? ". tanya Nia
"coba saja". Arya mengambil baju kausnya lalu memakaikannya ke tubuh Nia yang sedang serius menatap Arya.
"sana coba! ". titah Arya menahan senyum nakalnya.
Nia mengerutkan keningnya tapi ia mencoba untuk berdiri dan ia terpekik seketika lalu duduk kembali, Nia terdiam beberapa saat sambil memegang kakinya yang tidak ada masalah sama sekali, tapi mengapa ia tidak sanggup berdiri.
"kenapa? ". tanya Arya pura-pura tidak tau
"ka. kaki aku lemas kak". jawab Nia menoleh ke Arya
"ya iyalah lemas, itu hal biasa bagi gadis yang baru pertama kali melakukan hubungan itu". kekeh Arya menekan kepala Nia dengan gemas.
.
Nia melototkan matanya saat Arya tiba-tiba menggendongnya dan mereka mandi bersama, Nia malu melihat Arya jadi ia berendam di bath up sedangkan Arya mandi dibawah pancuran Shower.
.
"coba lihat! ". kekeh Arya menunjukkan bukti gadis nya Nia.
Nia melebarkan matanya lalu berlari sekuat tenaga hingga terjatuh di pelukan Arya.
"sedang apa? ". tanya Arya mengetuk kening Nia
"i.. itu? ". Nia tergagap malu, wajahnya benar-benar merah.
"tidak apa..! aku sudah menggantinya". Arya mengetuk hidung Nia.
"berhati-hatilah.. saat berjalan saja kamu masih belum bisa bagaimana kamu memaksa kakimu yang masih gemetar ini berlari hmm? ". peringatan Arya
"..i. itu karna itu. ". Nia menunjuk spreinya dan Arya tertawa kecil hingga Nia semakin malu tidak tau disembunyikan dimana wajahnya kini.
.
"yakin? tidak mau dibantu olehku? ". tanya Arya dengan serius.
"tidak apa Kak..! aku bisa berjalan tapi tidak bisa berlari". jawab Nia
"jalanmu aneh Cha..! " ejek Arya
Nia memberengut, "kalau begitu aku tidak usah pergi kak..!"
"banyak sekali alasanmu". Arya berdecak lalu kembali mendekati Nia dan menggendong Nia.
__ADS_1
Nia diam saja tapi melingkarkan tangannya dileher Arya, karna ia sudah tau Arya kembali pasti menggendongnya.
"aku sudah memesan makanan kesukaanmu di Restaurant langgananku..!". Arya
.
"eeh.. di restaurant ini kak? ". tanya Nia dengan mata berbinar
"hmm..! aku tau kamu merindukan rekan kerjamu kan? ". Arya
Nia tersenyum lebar, "tapi jangan gendong aku kak..! aku malu dilihat mereka". pinta Nia
Arya memapah Nia masuk ke Restaurant tempat dulu Nia bekerja, para pelayan disana menyambut Nia dengan heboh saat Arya izin ke toilet memberi waktu untuk Nia mengobrol dengan rekan kerjanya terdahulu.
"kau semakin cantik Nia..! "
"Gila.. Nia.. Suamimu sangat hebat".
"ya ampun Nia..! aku iri denganmu".
Nia hanya bisa tertawa mendengar ocehan rekan-rekan kerjanya dulu, mereka semua tentu iri dengan Nia tapi tidak berani berbuat gila seperti yang pernah dilakukan Tia.
.
Arya bersidakap dada melihat ada Han di Toilet yang sama dengannya.
"kau disini? ". tanya Arya dengan datar
Han meloncat kaget melihat Arya di tempat yang sama dengannya.
"T.. Tuan Mu.. muda A. arya?". gumam Han dengan wajah mulai memucat.
"kali ini sengaja atau kebetulan? ". tanya Arya
"k. kebetulan Tuan". jawab Han tergagap
"apa benar hanya kebetulan? dimana Tuanmu itu? apa masih mau main petak umpet denganku? ". Arya
Han tidak berani berbicara, Arya berdecak lalu pergi meninggalkan Han tanpa melakukan apa-apa.
Arya tau Han itu hanya seorang bawahan yang bekerja untuk tuannya, Han tidak bersalah hanya saja pekerjaan yang membuatnya seperti itu.
Han merosot kebawah, "kemana nyaliku sebagai seorang Mafia? kenapa saat berhadapan dengan Tuan Muda Melviano itu bisa buat nyaliku menciut?".
Han mengakui Arya sangat bisa menindas lawannya hanya dengan berbicara juga auranya yang tak biasa.
"pantas saja Tuan Red tidak berani berhadapan langsung dengannya". batin Han mengelus dada berkali-kali.
Arya bukan tidak mampu menemukan Red tapi ia hanya ingin Red muncul dihadapannya sendiri sebagai laki-laki sejati.
.
.
.
Face to face..! one to one.. itu namanya laki-laki sejati.. wkwk..
__ADS_1
.
.