
.
.
"kuasai dulu semua permainan senjatamu itu". Arya menekan kepala Nia dengan senyum nya yang terbilang sangat manis.
Nia mengangguk, ia memang ingin berlatih seperti Arya yang berjalan tidak didengar olehnya bahkan Nia merasa Arya seperti tidak menginjak bumi.
"itu.. cepat panah! ". bisik Arya
"tidak mau..! hewan itu lucu". tolak Nia menggeleng-geleng kepalanya.
Arya menjatuhkan rahangnya, "apa? ".
"nggak mau.. aku cari yang lain saja". Nia berjalan dengan hati-hati pergi melewati jalan lain.
"dari mana lucunya? ". gumam Arya tak habis fikir melihat Ayam jantan di dalam hutan lebat itu.
Jika Marmut atau Kelinci masih bisa dikatakan hewan imut dan lucu tapi Arya tidak mengerti mengapa ayam kecil seperti itu juga dikatakan lucu.
alhasil Arya terpaksa mengikuti Nia yang sedang bersiap-siap memanah, Nia berjalan dengan langkah pelan dan hati-hati sedangkan Arya berjalan santai namun tidak terdengar suara langkah kakinya.
Nia menemukan Ular, "nah.. hewan itu patut dibunuh karna predator jahat bagi bangsa kodok".
Arya menganga mendengarnya, "apa Kodok juga lucu dimatamu? ".
"iya". jawab Nia bersiap memanah Ular itu yang sedang melarikan diri naik ke atas pohon.
Syuuuttt..! Takkk....
"woow...! lumayan! ". Arya memuji Nia yang bisa memanah tepat mengenai sasarannya.
Nia tersenyum manis, ia merasa bangga dengan jeri payahnya selama beberapa hari berlatih menggunakan senjata.
"ayo kak! ". ajak Nia
"Coba gunakan pistolmu!". titah Arya
"tidak mau kak..! nanti hewan lain yang mendengarnya malah melarikan diri". tolak Nia
"benarkah? kamu bisa tau? tumben, apa kamu pernah berburu? ". tanya Arya tersenyum kecil sambil bersidakap dada.
"aku sering melihat di TV kak, katanya kalau berburu jangan menggunakan senjata api karna hanya membuat hewan lainnya lari, gagal deh berburunya". jawab Nia sambil mengusap anak panahnya seolah ada debu disana.
Arya terkekeh pelan,
"kenapa kakak tertawa? ". tanya Nia dengan heran
"hanya ingin". jawab Arya dengan enteng membuat kening Nia berkerut tapi tidak lagi bertanya.
Nia dan Arya berburu 3 jam lamanya, Nia terus memanah sampai anak Panahnya benar-benar habis.
"apa hobby kakak berburu? ". tanya Nia
__ADS_1
"hmm..! kenapa bertanya? ". tanya Arya balik
"tidak... setau aku laki-laki itu hobby berenang, basket, tidur*n wanita, memancing dan bersenang-senang tapi dari sekian banyaknya Pria yang aku amati hanya kakak yang berbeda". kata Nia mulai mencicit pelan supaya tidak didengar oleh Arya.
"aku bisa berenang, aku bisa basket, aku suka memancing tapi tidak masuk Hoby karna aku bukan tipe yang penyabar, jika aku mau lebih baik aku masuk ke dalam air dan menangkap ikan-ikan itu dengan tanganku sendiri". Arya
"dan masalah menid*ri perempuan bukan hobbyku, aku bisa saja melakukannya jika kamu menginginkannya". sambung Arya dengan santainya tapi tidak melihat ke arah Nia.
Nia melebarkan matanya, wajahnya mulai memerah bahkan kini semakin merah saja.
"Ekhem.. ekhemmm". Nia berdehem sambil mengelus dada seolah sedang berkompromi dengan jantungnya yang berdebar-debar tak karuan.
"tenang saja aku masih normal". jelas Arya melirik ke arah Nia sekilas lalu kembali mengedarkan pandangannya.
.
"anak panahku sudah habis kak! ". Nia
"tentu saja, kamu memanahnya kemana-mana, lihatlah sekarang tidak ada satupun hasil berburuanmu". ledek Arya
Nia malah nyengir, ia tidak tau mau membuat alasan apa tapi yang dikatakan Arya memang benar adanya. Nia menghabiskan anak panahnya tapi tidak ada satupun hewan hasil perburuannya.
"kita pulang? ". tanya Arya
Nia mengangguk,
tiba-tiba langit menggelap, "Kak? ". Nia menunjuk ke atas.
Arya berdecak, "kenapa malah menunjuk? cepat lari..! mau kehujanan? ". Arya menarik tangan Nia
Nia memekik dalam hati melihat tangannya bersama Arya bertautan mesra, ia ikut berlari tapi tetap saja awan gelap itu tiba dan akhirnya hujan mengguyur hutan itu.
Nia sesekali hampir tergelincir karna licin, Arya tidak bisa berlari karna tidak mau terjatuh dan bajunya kotor.
"lebih baik kita berteduh! ". Arya melindungi Kepala Nia dengan lengannya.
Nia tersentak saat pandangannya dengan Arya benar-benar sangat dekat hingga hidung mereka beradu, tapi Arya terlihat biasa saja sebab Arya hanya ingin melindungi Nia supaya tidak terguyur hujan lalu sakit.
Nia dan Arya berteduh di bebatuan yang mirip gua tapi tidak ada jalan kedalamnya.
"basah semua? ". tanya Arya
Nia tersadar lalu melihat tubuhnya, mata Nia seakan mau keluar dari tempatnya ternyata baju kausnya transparan dan terlihatlah dalam*nnya.
"tidak apa.. hanya aku yang lihat, lagian aku suamimu". kata Arya dengan santainya tanpa sadar membuat jantung Nia meloncat-loncat di tempat.
Arya melepaskan jaketnya lalu memakaikannya ke tubuh Nia,
"tapi kakak? ". Nia hendak mengembalikan jaket Arya
"pakai saja! untuk saat ini aku bisa saja menahannya karna situasi kita tapi berhati-hatilah kesabaranku juga ada batasnya". peringatan Arya mengusap kepala Nia.
"K.. kakak menginginkanku?". tanya Nia setengah berbisik.
__ADS_1
"apa? ". tanya Arya seolah tidak mendengar
"eeh..? tidak ada! cuacanya dingin". elak Nia dengan kikuk.
Arya melihat arah lain lalu ekspresinya berubah, "tentu saja aku menginginkanmu jika aku terus-terusan melihat tubuhmu". batin Arya yang sebenarnya mendengar kata-kata Nia
Nia menepuk kepalanya, "kenapa mikir kesana Nia? Kak Arya hanya menggodamu saja". batin Nia
Nia dan Arya berdiam diri di bebatuan menunggu hujannya reda, mereka saling melirik satu sama lain tapi tidak berani mendekat.
"Kak..? ". cicit Nia
"mau kehujanan? ". tanya Arya yang berpikir Nia ingin cepat pulang
"b.. bukan. a.. aku dingin". jawab Nia
Nia melihat tangan Arya memucat artinya Arya sedang menahan dingin tapi biarlah Nia menawarkan diri bilang dirinya lah yang dingin padahal cukup hangat karna jaket pemberian Arya.
"kemarilah! ". Arya merentangkan sebelah tangannya.
Nia mendekat lalu tanpa permisi lagi memeluk Arya, menduselkan kepalanya di belahan dada bidang Arya.
"hangat..!". gumam Nia sambil tersenyum di pelukan Arya.
Arya mengelus punggung Nia, sebenarnya ia juga merasa kedinginan tapi karna Nia yang menempel duluan tentu Arya memanfaatkan situasinya untuk mencari kehangatan dengan memeluk Nia.
sekitar 20 menit kemudian hujan pun mulai mereda, Nia hendak melepaskan pelukannya dari Arya tapi tiba-tiba tangan Arya terlepas dari punggung Nia.
"Kak? ". panggil Nia pelan.
Nia bisa mendengar dengkuran halus Arya, "apa kak Arya sedang tertidur? ". batin Nia menebak.
.
di dekat mobil Arya.
"Tuan? ". panggil Han
"lepaskan babi hutan itu cepat..! ". titah Red
"tapi kenapa harus di lepas Tuan? anda menyuntiknya jika tidak membunuh manusia hewan ini tidak akan tenang". Han
"aku juga tau bodoh..! cepat lepaskan..! aku ingin memberinya peringatan serius, apa dia fikir aku takut? aku akan buktikan kalau aku tidak lemah dan tidak bersembunyi darinya". Red.
.
.
.
yee.. yuhuu... letihnya .. dah ya..? besok lagi.. Nae mau lanjut tidur cantik lagi... wkwk.. selamat pagi semuanya..
.
__ADS_1
.