
.
.
seharian ini Nia bekerja dengan baik, Nia tidak dimarahi oleh Managernya atau bahkan tidak lagi dibuli.
"mau kemana Nia? ". tanya Pak Anto (Manager Restaurant).
"mau makan siang Pak! ". jawab Nia berjalan mendekat ke Anto sambil menautkan jemarinya.
"kenapa makan diluar? sana masak didapur kamu bisa masakkan? ". tanya Anto
"Hah? saya boleh masak di dapur Pak? ". tanya Nia tak percaya akan izin Anto menggunakan Dapur kebanggaan Restaurant.
"boleh! tapi setelah itu dibersihkan". kata Anto
"terimakasih Pak...! saya beli bahan-bahan masakannya keluar ya pak! ". Nia hendak berbalik badan
"siapa suruh keluar? ". cegah Anto lagi
Nia berbalik lagi ke Anto, "lalu saya masak apa pak kalau tidak beli bahannya dulu? ".
"ambil aja di kulkas..! Tuan Muda memberikan banyak stok makanan untuk dimasak, ada dikulkas baru warna merah muda gambar Kelinci, Tuan Muda berpesan Peliharaannya tidak boleh sakit dan tidak boleh sampai kelaparan apalagi kalau sampai berat badanmu turun gaji kami dikurangi 50%! jadi makan yang banyak ya jangan terburu-buru seperti biasa? ". Anto berkata lalu meninggalkan Nia yang termangu.
Nia berlari ke arah Dapur dan Para Koki berbaris rapi menyambut Nia.
"mau masak sendiri atau dimasakkan Nona Kelinci?". tanya mereka semua serentak hingga Nia menganga lebar.
"No.. na? ". beo Nia
"maaf...! Nia! ". ralat mereka semua serentak
Nia mengedarkan pandangannya mencari lemari kulkas kelinci yang dimaksud Anto, Nia melangkahkan kakinya berjalan ke arah Kulkas besar yang sangat cantik yang pasti Nia tidak pernah melihat Kulkas itu sebelumnya.
Nia membukanya dan betapa syoknya Nia melihat stok makanan yang diberikan Arya.
"Kenapa bisa sebanyak ini?". tanya Nia menoleh ke para Koki.
"kami tidak berani menolak pemberian Tuan Muda Melviano Nia".
.
.
Nia mendapat paketan dari orang asing lalu membukanya.
"Chacha..!! Makan yang banyak Kelinciku..! aku harus ke Paris untuk bekerja selama 1 minggu penuh jika aku kembali melihatmu kurus aku akan pecat Para Koki dan Managermu itu". Isi Surat dari Arya.
Nia tersenyum manis lalu melihat 2 boneka kelinci imut pemberian Arya,
__ADS_1
.
Nia pulang ke Kontrakannya dan memeluk boneka barunya.
"baru kali ini ada yang memberiku benda menggemaskan seperti ini!". Nia memekik senang di kamarnya menggigit gemas telinga boneka nya yang lucu.
"aaangggh...! ".
selama 5 hari penuh hari-hari Nia berlalu begitu harmonis tidak ada yang membulinya, Nia tidak tau apa yang terjadi tapi perhatian Arya di hari itu membawa perubahan besar bagi Nia di tempatnya bekerja.
"Pak...? kenapa saya dapat gaji? ". tanya Nia kebingungan melihat amplop putih pemberian Anto
"Tuan Muda sudah membayar semua hutang-hutangmu ! semangat bekerja...! kalau mau bayar hutang cicillah pada Tuan mu". kata Anto tersenyum lalu meninggalkan Nia
Nia membuka isi amplopnya dan benar-benar takjub karna gajinya tidak dipotong sepeserpun, sebenarnya Nia punya banyak pengeluaran terutama kontrakan kecilnya sudah beberapa bulan menunggak.
.
di Paris.
"abang?". panggil Alya
"hmm? ". sahut Arya
"kenapa abang nggak beli rumah kontrakan Kakak Ipar? atau bayar saja tunggakannya? ". tanya Alya penasaran.
"terlalu merendahkannya, biarkan saja rumahnya bayar sendiri abang tidak punya kandang kelinci seburuk itu". Arya
"sombong sekali! ". gerutu Alya
"yaaah... kamu yang terbaik". kekeh Arya mengusap kepala Alya.
"apa pria kelima itu datang malam ini? ". tanya Arya
"entah..! tapi ini acara penting, malam terakhir kita bekerja disini, tentu saja mereka yang datang ke Paris akan merayakan kemenangan ini".
"jadi menurutmu dia datang atau tidak? ". tanya Arya dengan serius.
"datang! ". jawab Alya mantap
"jawab itu aja pake drama". ejek Arya dibalas cibiran oleh Alya.
di malam kemenangan tim Perusahaan Indonesia, Arya pun bertemu dengan Al yang diramalkan oleh Alice sebagai Pria yang akan membahagiakan Alya sampai tua nanti.
sebagai seorang Abang tentu Arya tidak suka masa lalu Al tapi jika ramalan Alice memang benar, artinya Al akan berubah ditangan Alya dan apapun masalalu Al mau tidak mau harus dilupakan oleh keluarga Alya.
"senang bertemu dengan anda Tuan Muda". ucap Al dengan senyum tipisnya
Arya membalas uluran tangan Al, "aku tau siapa kau Tuan Al !!, karna kau berani menunjukkan mukamu padaku jangan pernah mempermainkan hati adikku". ancam Arya to the Point.
Al mengangguk, "tidak berani juga".
__ADS_1
Arya dan Al pun saling melempar tawa, Al tau betapa berkuasanya Keluarga Melviano hatinya benar-benar sudah terpikat oleh Alya mau tidak mau Al harus masuk dalam pertempuran untuk mendapatkan hati Alya.
Al tau masalalunya tidak mengesankan tapi walau begitu Al juga tidak bisa mundur sebab hatinya sudah terpaut semakin dalam karna pesona si maknae (Gadis bungsu) imut Melviano.
.
Al dan Alya berdansa berdua, Veer yang melihat hal itu berlari cepat ke arah Alya tanpa segan menarik tangan Alya menjauh dari Al.
"Alya..! dia Pria brengs*k dan kamu masih mau berdansa dengannya? ". bentak Veer dengan marah menunjuk wajah Al
"memang siapa dia? dia cuma temanku bukan kekasihku lalu apa masalahmu? ". tanya Alya bersidakap dada.
Al terkekeh pelan mendengar Alya dengan mudahnya membalas kata-kata Veer tanpa memikirkan imagenya sebagai gadis berkuasa dari Melviano.
Alya sama sekali tidak pernah berpura-pura, sifatnya yang terbuka benar-benar menjadi daya pikatnya sendiri hingga Al terpikat oleh daya tarik Alya itu.
"Alya...! ". Veer memerah darah, ia tidak mengerti mengapa Alya begitu terbuka pada Al seolah memberi lampu hijau pada Pria itu sementara Veer tidak.
"sudah...! sampai kapan kalian mengakhiri drama cinta segitiga ini? ". Arya tiba-tiba datang menengahi.
"Tidak lucu". gerutu Alya melenggang pergi dari acara penutupan pesta.
Al melihat ke arah Arya, "biarkan saja dia sendiri". kata Arya dibalas anggukan oleh Al yang berbalik pergi ke arah lain walau sesekali ia juga menoleh ke arah Alya.
"dan kau...! " Arya menatap Veer dengan tajam
"kau sengaja mempermalukan adikku? ". tanya Arya dengan nada tak senang.
"bukan begitu tuan". elak Veer yang tak bisa merangkai kata-kata.
"pergi sebelum aku marah ! ". usir Arya
Veer segera pergi dan Arya terus saja menatap punggung Veer dengan tatapan tak bersahabat sampai benar-benar menghilang dari pandangannya.
.
Arya masuk ke kamar Alya, "dek..? "
"hmmm? ". sahut Alya
"kamu baik-baik aja dek? ". tanya Arya
"tidak apa bang cuma lagi badmood aja". jawab Alya
"bagus..! kamu tidak salah dek jadi jangan menyalahkan diri sendiri". Arya mengusap kepala Alya
"hmmm.. " Alya tersenyum manja
Arya pun meninggalkan kamar Alya setelah memastikan adiknya tidak apa-apa karna kejadian sebelumnya.
.
__ADS_1
.
.