Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
bertemu teman


__ADS_3

.


.


jujur Raya memang tidak suka pria yang begitu ketara menyukainya.


Pria sejati yang pintar dan tau cara mendapatkan hati perempuan akan menggunakan trik (main tarik-ulur). perempuan mana pun akan tertarik dengan cara itu sebab sebagian besar 90% rencana itu begitu ampuh dan dijamin bisa mendapatkan hati pujaannya.


bahkan pelakor pun menggunakan trik itu, berbeda jika pria nya yang hatinya keras tidak akan mempan godaan pelakor.


"kakak senior..! ". sapa Minna berlari ke arah Raya.


Raya menoleh dan mendekat ke Minna yang juga mendekatinya, Minna menyapa Raya sambil melihat ke arah Dita.


"anggap saja dia tidak ada". kata Raya begitu enteng sedangkan Minna terbelalak saja dengan ekspresi tak percaya.


"bagaimana bisa orang sebesar ini dianggap tidak ada? ". batin Minna


"mana dosen panitia disiplin? ". tanya Raya


"di aula kak". jawab Minna


Raya menarik tangan Minna yang kaget saat Raya menariknya begitu kuat. Dita tidak bersuara terus saja membuntuti Raya.


"ibu dosen". sapa Raya sopan.


"iya Raya.. ada apa? ". tanya bu dosen Wenny


"saya ingin bekerja bu..! lepaskan saya karna saya tidak mungkin selamanya dikampus". ujar Raya begitu serius.


Wenny terdiam lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal,, "lalu siapa yang menggantikan posisimu disini Raya? ".


"Minna bu". jawab Raya membuat siempunya membulatkan matanya tak percaya.


"kakak senior..! ". protes Minna


"baiklah". balas Wenny membuat kepala Minna makin berdenyut nyeri.


panjang perdebatan akhirnya Raya benar-benar bisa bebas dari kampus setelah memberikan jabatannya pada Minna.


"kalau begitu hadir di acara ibu nanti malam". ujar Wenny serius


"acara? ". beo Raya


"iya.. perayaan kecil atas dibukanya toko busana ibu yang kini jadi butik". jawan Wenny.


"siapa saja yang datang bu? apa saya mesti datang? ". tanya Raya


"siapa saja boleh datang sih tidak ada larangan, tapi kamu harus datang Raya". senyum Wenny


Raya menghela nafas panjang, "kenapa acaranya malam hari bu? apa pembukaan toko butik harus dimalam hari? bukannya pagi hari ya bu atau sore hari? ".


"ibu sudah berunding dengan teman-teman ibu yang hanya bisa datang di malam hari kalau pagi sampai sore mereka sibuk bekerja". jelas Wenny.


alhasil Raya menerima undangan Wenny karna Raya merasa tidak enak jika menolak.


.

__ADS_1


.


malam hari,, Raya diantar oleh Dita yang memakai gaun juga menemani Raya yang kini sibuk main ponsel di belakang.


"sudah sampai nona". Dita berkata


Raya menyimpan ponselnya dan melihat sekeliling dan membenarkan gaunnya, Dita keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Raya.


Raya bersama Dita memasuki rumah Wenny sekaligus toko busananya yang kini resmi jadi butik besar,


"disana dosen anda nona". tunjuk Dita dengan sopan


Raya mengangguk dan berjalan ke arah dosennya sedangkan Dita membawa kado Raya berupa amplop yang isinya uang dalam jumlah besar.


Wenny menyambut Raya dengan senang hati sebab Raya adalah murid kesayangannya.


.


.


"ada yang ingin anda makan nona? ". tanya Dita dibalas jengah oleh Raya.


"ambilkan nasi dan kau ingat apa saja lauk yang aku suka dan tidak kan?". tanya Raya serius


"tau nona". jawab Dita


"sana ambil !! tidak pakai lama". usir Raya mengibaskan tangannya.


Dita pergi mengambil makanan pesanan Raya, Raya mengedarkan pandangannya.


Raya melihat wanita sombong yang pernah ia lempar botol minuman kepalanya,, "kenapa dia bisa disini? apa dia langganan bu Wenny sebelum jadi butik? ".


"Darling....?" heboh wanita itu memanggil seseorang.


Raya tidak peduli juga siapa yang di panggil wanita itu.


"siapa yang dia panggil darling? "


"apa kekasihnya nona muda melviano?".


Raya tersentak mendengarnya, segera ia memutar kepalanya dan melihat Raka tengah berbincang dengan Jon.


dan ia juga melihat wanita yang berteriak darling tadi memanggil Raka bahkan tanpa malu sedang mencoba merangkul Raka yang tampak menghindar dari putri mafia itu, nama wanita itu Shelina.


"apa benar dia temanku? kenapa dia tidak pernah mengajakku bertemu hanya untuk sekedar berbincang? ". gumam Raya dengan nada heran


"oi.. apa yang barusan aku katakan? apa otakku sudah geser? ". Raya menggeleng kepalanya


"Nona..? ". Dita membawa makanan yang Raya mau.


"kau tidak makan? ". tanya Raya tanpa sadar bibir Dita berkedut tipis merasa Raya sedikit menaruh perhatian padanya.


"saya akan ambil untuk diri saya sendiri nona". Dita menunduk sopan lalu segera meninggalkan Raya untuk mengisi perutnya yang kosong.


Raya menatap sekeliling hingga mata birunya bertemu pandang dengan mata Raka yang secara kebetulan juga melihat ke arahnya.


Raka langsung meninggalkan Jon dan Sherina.

__ADS_1


"darling...". Sherina hendak mengejar Raka tapi di halangi oleh Jon.


Raya menatap datar saja Raka yang tengah mendatanginya, kini pria yang berstatus teman itu baru bertemu dengannya setelah beberapa hari tak bersua karna kesibukannya untuk membuat Dita muak bekerja dengannya.


"hai..? sudah lama tidak bertemu". kekeh kecil Raka di hadapan Raya.


Raya melirik sofa disampingnya dan Raka yang mengerti langsung duduk di samping Raya.


"apa kegiatanmu akhir-akhir ini? kenapa kau tidak membahas hutangku padamu? ". tanya Raya


Raka tersenyum tipis, "master mafia ini sangat sibuk teman..! hayolah.. musuhku banyak beberapa hari ini aku berada di kapal pesiar".


"kapal pesiar? ". tanya Raya


"hmm.. kami banyak memesan senjata dari negara lain tapi untuk menghindari razia besar-besaran aku harus turun tangan". bisik Raka cukup dekat ditelinga Raya.


Raya mendecih pelan, "ckk.. senjata ilegal apa bagusnya? bisa jadi itu hanya tipuan".


"tidak ada yang berani menipu seorang Mr. R ". bisik Raka lagi membuat Raya melihat ke arahnya


"tadi siapa? ". tanya Raka


"siapa? ". tanya Raya balik.


"aku melihat ada perempuan tadi, apa dia teman kampusmu? ". tanya Raka melihat Dita yang sibuk makan di pojokan.


"dia pengawal yang diutus papiku untuk menjagaku". jawab Raya dengan malas.


"pengawal? ". beo Raka pura-pura terkejut.


"jangan mengejekku lemah..! aku hanya tidak bisa mengelak perintah papiku karna melanggar janji".


Raka mengangguk mengerti, Raka memang tau alasan Dylan memberi pengawal untuk Raya padahal saat itu Raka minta pada Dylan untuk memberikan pengawal bayangan tapi nyatanya di beri pengawal pendamping untuk Raya.


"kau tidak bertanya janji apa yang aku langgar? ". tanya Raya


"bukankah sudah jelas? karna kau tidak pulang malam itu kan? ". tebak Raka dengan santainya menaik turunkan alisnya meledek Raya


Raya mendengus jadinya,


"jika papimu tau kau terluka dan ada di kamar Pria asing bagaimana ekspresinya? ". Raka berbicara dengan nada tenang.


Raya beralih tajam ke arah Raka, "kau tidak akan bisa mengatakan itu karna kau akan mati di tanganku".


Raka tertawa kecil saat Raya mencekik lehernya hingga semua perhatian beralih pada pasangan couple yang terkenal di artikel yang sempat viral itu, padahal 5 menit kemudian artikel itu sudah dihapus namun komentar para netizen tidak bisa dihapus.


Sherina melihat itu hatinya memanas, Sherina adalah putri mafia yang lumayan diakui oleh Raka jika saja Sherina bisa menikahi Raka maka posisi ayahnya akan semakin meninggi. anggap saja Ayah Sherina menjual Sherina pada Raka dan lucunya Sherina menerima itu karna ia juga memang menggilai Raka


.


.


.


hehe.. esok lai.. terimakasih selamat beraktifitas..


.

__ADS_1


.


__ADS_2