
.
di tempat lain.
Maisy mengedarkan pandangannya,, "dimana ini? ". gumam Maisy pelan dan waspada.
Maisy ingat tadi malam ia di tarik paksa, Maisy berusaha melawan tapi tidak berhasil malah tengkuknya di pukul hingga pingsan.
"kau sudah bangun? ".
Maisy terlonjak kaget langsung berbalik melihat pemilik suara.
"Sh... sherina? ". tebak Maisy yang mengenal wanita seksi itu.
"wow..! hebat kau mengenalku ya? ". tawa senang Sherina.
"siapa yang tidak mengenalmu di negara ini? ". cibir Maisy
Sherina tertawa makin senang saja dia mendengar perkataan Maisy yang sangat jujur. Sherina memang terkenal di kalangan wanita non-seleb sebagai wanita seksi, Maisy juga Seksi namun Sherina lebih hot karna operasi plastik di bagian tertentu.
"kenapa aku bisa ada disini? apa kau yang menculikku? ". tanya Maisy dengan nada sarkas.
"aku tidak menculikmu hanya meminjammu sebentar untuk menawarkan kerja sama". kata Sherina berjalan ke arah ranjang dan duduk anggun di tempat itu.
Maisy mengerutkan keningnya, "kerja sama? ". gumam Maisy tidak mengerti.
"kita memiliki Rival yang sama". kata Sherina memainkan kuku panjangnya.
"Rival yang sama maksudmu siapa? ". tanya Maisy masih belum faham.
"Nona Muda Melviano". jawab Sherina
Maisy melebarkan matanya, "kau juga tidak suka dengan wanita berpakaian norak itu? ".
Sherina kembali tertawa, "ya.. aku tidak suka wanita berpakaian norak itu".
Raya di katakan berpakaian Norak karna pakaiannya tertutup tidak seperti mereka yang terbuka sana-sini.
"lalu bekerja sama seperti apa yang kau mau? ". tanya Maisy heran.
"kita menghancurkan dia bersama-sama! bagaimana?? ". tantang Sherina begitu berbinar.
Hening...!!
"baiklah..! aku terima". ujar Maisy tiba-tiba setelah berpikir dengan otak sedangnya itu.
"kalau aku melawannya sendiri akan butuh biaya banyak sementara mamaku tidak punya banyak uang, kami sedang krisis akhir-akhir ini jika aku bekerja sama dengannya setidaknya aku tidak butuh uang keluar". batin Maisy
"deal..? ". Sherina mengulurkan tangannya
Maisy menyambut tangan Sherina dan,, "Deal....!! ".
mereka tersenyum jahat bersama-sama
"hah.. setidaknya aku memiliki boneka sekarang tanpa harus menunjukkan diri, mr. R sedang memburuku jika dia yang menjadi kaki tanganku akan lebih memudahkan". Sherina menatap Maisy sekilas sambil bergumam dalam hati.
.
__ADS_1
.
di tempat lain
Raya mengedarkan pandangannya,
"kau yakin tidak mau mandi? ". ejek Raka
Raya memutar kepalanya ke Raka, "lalu bagaimana baju gantiku bodoh? aku tidak bawa baju kesini! salahmu kenapa tidak memberi tauku kalau kita akan pergi sejauh ini".
Raka tergelak lalu berjalan ke belakang mobilnya, sementara Raya sibuk dengan dunia alamnya yang sangat menakjubkan, Raya kan suka ketenangan.
Dita melihat saja kegiatan Nona nya dari jarak 10 M. sebab tempat ini sangat aman hanya saja Dita di perintahkan memang menjauh dari Raya, alhasil Dita benar-benar menjauh jika tidak ingin melihat Raya marah.
"ini...! " Raka menyodorkan paper bag ke Raya.
Raya melihat paperbag itu menaikkan sebelah alisnya, "apa ini? ".
"Bi Asih tau ukuran tubuhmu, aku pernah membawanya belanja". kata Raka
"lalu kau sudah merencanakan hari ini akan datang?". tanya Raya memicing.
"ckk..! barang itu sudah ada 1 bulan yang lalu, aku terlalu malas memberikannya padamu jadi untuk mobilku saja". bohong Raka begitu meyakinkan.
Raya menarik sudut bibirnya sebelah, "dasar aneh..! untuk apa mobilmu memakai baju? jangan jadi orang Gila karna hasrat mu tidak kesampaian". kata ambigu Raya.
Raka mengerutkan keningnya, "maksudnya? ".
Raya mendorong tubuh kekar Raka yang terbuka karna pakaian Raka di jemur biar kering dan bersih kembali, Raka hanya tersenyum tak peduli tubuhnya seperti tersengat listrik di sentuh Raya, sedangkan Raya berjalan menuruni anak tangga unik menuju danau.
"Dita..! ". titah Raka
Raka kembali memasuki mobilnya dan memilih tidur sejenak memberi waktu untuk sang kekasih hati mandi dengan puas.
"dimana dia? ". tanya Raya ke Dita
"tuan tadi tidur di dalam mobil Nona". jawab Dita yang melihat Raka tadi memasuki mobil dan tidur disana.
Raya tersenyum tipis lalu melepaskan seluruh pakaiannya hingga Dita menelan ludah melihat tubuh Raya yang selama ini tertutup tanpa ada yang terlihat sebelumnya, Dita terpesona melihat Raya tanpa memakai kerudung sungguh cantik sekali.
byur...!
Raya menceburkan diri ke Danau dan berenang kesana-sini hingga Dita yang tadi ternganga takjub terkekeh akan pemandangan itu.
"Nona jangan jauh-jauh..! ". teriak Dita.
1 jam Raya berenang akhirnya ia keluar dari danau dengan wajah berseri.
"tempat ini benar-benar menakjubkan..! aku tidak pernah tau indonesia punya tempat seindah ini". gumam Raya takjub saat Dita mengelap tubuh Raya dengan handuk.
"biar aku sendiri !". Raya menahan handuk yang Dita gunakan untuk mengelap tubuhnya.
"kenapa Nona? ". tanya Dita kebingungan.
"pipimu merona begitu ! aku ngeri melihatnya karna aku masih normal". jawab Raya tanpa beban
Dita segera menangkup pipinya yang panas lalu berbalik melihat arah lain, "wajarlah Nona saya seperti ini ! tubuh anda sangat seksi dan perlu anda tau saya juga normal, tubuh anda yang tidak normal, pantas saja anda menutupinya selama ini". batin Dita.
__ADS_1
.
.
Raya kembali ke mobil Raka dan memiringkan kepalanya melihat Raka tengah tertidur pulas di dalam mobil.
"dia pasti lelah". gumam Raya sedikit iba mengingat perjalanan mereka tadi malam cukup jauh hingga Raka sebagai supir tentu tidak boleh tidur apalagi mengantuk.
.
sore hari Raka tersentak saat bangun.
"Raya? ". Raka mengedarkan pandangannya dan keluar dari mobilnya.
betapa kagetnya Raka melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 4 sore, Raka tidur sangat lama.
Raka mencari Raya yang sedang makan buah segar di bawah pohon rindang,
"Raya? ".
Raya yang sedang menggigit buah pir menoleh seketika, sungguh imut dan menggemaskan di mata Raka.
"kau sudah bangun? ". Raya melepaskan gigitannya tapi mulutnya masih mengunyah.
"maaf..! aku kelamaan tidurnya". ucap Raka mendekat ke Raya.
"tidak apa..! palingan pengawalku akan bertambah 2 atau 3 lagi karna Papiku tidak suka jika aku melanggar janji". Raya
"aku sudah bilang pada papimu sebelum kita berada disini". selah Raka
"benarkah? ". Raya menoleh dan dibalas anggukan oleh Raka.
"kita kembali? ". Raka mengulurkan tangannya dan Raya melihat tangan Raka.
"ayo..! aku sudah puas tidurnya". jelas Raka
Raya pun menyambut tangan Raka, sedangkan Dita benar-benar dianggap nyamuk saja oleh mereka tapi tak membuat Dita tersinggung selama dirinya berada di dekat Raya dianggap patung pun tidak masalah olehnya.
di dalam perjalanan Raya tidak tertidur melainkan memperhatikan jalanan yang mereka tempuh memang jauh.
"apa minyak mobilmu ada? ". tanya Raya penasaran.
"aku selalu punya stok di bagasi mobil". jawab Raka dengan santai
"pantas aja". Raya mengangguk kecil.
jam 9 malam Raka tiba di kota D dan membawa Raya masuk ke parkiran restaurant.
"kita makan malam disini! perjalanan kita masih jauh". ujar Raka dibalas senyuman oleh Raya sambil memperhatikan sekitar.
Raka dan Raya jalan sejajar sedangkan Dita dibelakang mengekor seperti anak ayam yang tak ingin kehilangan induknya.
Pelayan restaurant sampai ada yang terkulai lemas melihat Raka dan Raya bersama. sungguh mereka tak pernah bermimpi kedua pasangan Fenomenal itu akan ada di kota mereka.
dunia tau tentang Raka dan Raya hanya hubungan mereka tidak seperti yang diberitakan.
.
__ADS_1
.
.