Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
percaya


__ADS_3

.


.


Raka berlari ke arah Raya namun melihat banyak yang mengkerumuni Raya membuatnya melihat sekeliling.


"maaf Raya..! aku akan cari pelakunya". gumam Raka segera berputar arah.


Raka berlari keluar dari ruangan di susul Jon yang ikutan mengejar tuannya, Raka pergi ke ruangan pemeriksaan lampu dan menangkap semua yang ada di dalam sana.


sedangkan mereka yang di kepung ketakutan, tak ada yang bisa lari bahkan untuk sekedar bersembunyi pun tidak berani.


"cari satu diantara mereka cepat...! ". titah Raka


"baik tuan! ". jawab Jon


butuh waktu 20 menit Raka menemukan pelakunya sambil mengotak-ngatik CCTV, sementara acara di dalam sana tetap berlangsung sesekali Raka melihat Raya dari rekaman CCTV dijaga ketat oleh adik-adiknya.


"dapat kau..! ". Raka menyeringai mendapatkan wajah pria asing di rekaman CCTV.


"siapa orang ini? ". tanya Raka dengan dingin ke mereka semua.


semua yang di tahan mendekat mencari tau wajah itu namun tak ada yang memiliki wajah itu di ruangan mereka saat ini.


"itu pekerja tambahan tuan..! dia pergi 20 menit yang lalu". sahut salah satu dari tahanan dengan tubuh gemetar.


Raka menoleh ke Jon yang langsung mengangguk mengerti, Jon menghubungi orang-orangnya dan mengirim pesan foto tersangka.


dalam hitungan menit buronan yang Raka cari pun tertangkap oleh Boy, Boy membawa satu pria yang memakai pakaian hitam begitu tertutup di ruang bawah tanah mansion Raka.


"siapa dalangnya tuan sudah tau kan? lalu kenapa tidak menangkap dalangnya sekalian? ". tanya Jon penasaran.


"aku tidak mungkin menangkap ikan tanpa umpan". kata Raka dengan serius.


"lalu bagaimana keadaan anda tuan? ". tanya Jon yang tau tuannya pasti sedang cemas.


"aku bisa menahannya..!" . jawab Raka


"kenapa anda selalu berdebat dengan Nona padahal anda mencintainya tuan? jika anda terang-terangan menjaganya pasti Nona akan senang tapi anda melakukannya secara diam-diam, jika begini nona tidak akan tau perasaan anda". jelas Jon


"aku tau..! ini memang menyiksa tapi aku tidak mau dia pergi dariku Jon..! kau tau sendiri apa artinya dia hidupku, aku akan menyatakan perasaanku saat sudah waktunya tiba. hati Raya tidak mudah di dapatkan, jadi jangan ajari aku banyak hal dan perlu kau ingat Raya belum mencintaiku". Raka.


Jon terdiam lalu menghela nafas panjang.


di tempat Raya


"kau yakin Raka yang memberitaumu Dita? ". tanya Raya


"benar nona..! tuan master menghubungi nomor anda dan saya mengangkatnya". jawab Dita


Raya mengedarkan pandangannya, "lalu dimana dia sekarang? kenapa aku tidak melihatnya lagi? ".


"mungkin abang Raka sedang mencari tau dalangnya kak! ". celutuk Arya

__ADS_1


Raya menoleh ke arah Arya, "kenapa dia mencari dalangnya? mana mungkin juga ! dia bahkan tidak mendatangi kakak hanya sekedar bertanya".


"kenapa kakak yang marah dia tidak bertanya pada kakak? apa kakak menyukai bang Raka? ". ledek Satria diabaikan saja oleh Raya.


percuma Raya mengelak toh adiknya itu akan makin memperpanjang cerita dan tak akan ada habisnya.


"bang Raka punya aura berbeda kak..! ". Kama berbicara.


"ha? ". semua menoleh ke arah Kama.


"aura apalagi sih? ". desis Raya.


"biasanya aura seperti itu di liputi dendam yang kuat, tapi apa bang Raka punya musuh bebuyutan ya kak? ". tanya Kama


"kamu ngomong apa sih? tidak mungkin dia punya banyak musuh, dia tidak punya keluarga karna yang sebelumnya telah mengusirnya" . Raya tak percaya


"kenapa sih Kama bisa tau aura seperti itu? apa Kama nggak capek pedulikan orang lain? " Pandu berbicara sedangkan Dita tidak bersuara sama sekali karna ia memang merasa tidak pantas ikut bicara dengan orang-orang hebat itu.


"isssh... Kama... " Kama berbicara namun


"ssstt.. diam.. kalian berisik". potong Raya membuat mereka semua terdiam dengan patuh melihat ke arah depan.


Raya diam-diam mengedarkan pandangannya mencari Raka karna ia sendiri penasaran apa yang Raka lakukan, walaupun mereka sering berdebat tapi Raka selalu melindunginya walau dengan alasan balas budi dan teman.


dunia Mafia yang disebut teman tidak akan pernah mengkhianati dan Raya tau itu karna keluarganya juga memiliki anggota Mafia yang telah di akui banyak orang walau tidak kejam seperti dulu lagi tapi kalau keluarga Melviano di usik maka The Xylver akan mengeluarkan taring mereka tanpa ampun membantai musuhnya.


.


.


"Raka..? ".


Raka menoleh lalu kembali melihat bintang.


"sedang apa disini? ". tanya Raya mendekat dan kini duduk disamping Raka.


"melihat bintang". jawab Raka


Raya mendongak melihat ke atas, "aku mau tanya sesuatu".


"hmm? ". Raka hanya berdehem.


"apa benar kau memberi tau Dita kalau ada masalah dengan lampu gantungnya? ". tanya Raya


"iya.. apa kau percaya jika aku berbicara? ". tanya Raka balik


"tentu saja..! apa? ". tanya Raya


"aku melihat Robert sedang tersenyum misterius padamu lalu melihat ke atas kepalamu saat itu lampunya masih baik-baik saja tapi pikiranku kemana-mana hingga bilang lampu itu bermasalah dan ternyata dugaanku tidak salah".


"waaah.. dia mau mencelakaiku? karna aku menolaknya terus menerus ya? ". Raya berdecak tak percaya akan secepat itu Robert melakukan hal itu padanya.


"tapi aku rasa tidak seperti itu". Raka

__ADS_1


"maksudmu? ". tanya Raya tidak mengerti.


"sepertinya dia sengaja melakukan itu lalu akan bertingkah sebagai penyelamatmu, karna aku lihat dia berlari ke arahmu saat lampu itu bergoyang tapi segera ia pergi ke tempat lain seolah tau rencananya gagal, mungkin mau jadi Hero mu". jelas Raka.


Raya berdecak lagi, "Hero?? waah.. aku tidak butuh Hero karna aku sendiri sudah hebat".


Raka menoleh ke Raya dan mencubit pipi Raya dengan kuat hingga siempunya meringis dan menepis kesal lengan Raka.


"sakit bodoh..! ". bentak Raya mengusap pipinya.


"supaya kau sadar sedang membangga pada siapa". kekeh Raka membuat Raya mendengus sebal.


"lalu apa yang kau lakukan disini?". tanya Raya


"kenapa aku disini apalagi? aku bosan di ruangan pengap itu". jawab Raka segera tidur terlentang melihat ke atas.


Raya diam saja sambil mendongak ke atas, walau memakai gaun tertutup tapi cuaca di tempat itu dingin juga.


"dingin? ". ledek Raka


Raya menoleh ke Raka, "lebih baik aku kembali saja".


"kembali kemana? ". tanya Raka bangkit dan menatap dekat wajah Raya.


"jangan cari masalah Raka..! aku sedang tidak mood berdebat, aku ingin pulang terus tidur". ketus Raya


Raka menyeringai hingga Raya menjitak cepat kening Raka dan melarikan diri dari sana sambil tertawa puas berhasil melukai Raka.


Raka berteriak memanggil Raya sebagai Gadis gila tapi jujur hatinya bahagia sekali mendengar gelak tawa Raya.


"gadis impianku.. ! lukai aku sebanyak yang kamu mau sayang..! bibirku berkata tidak tapi percayalah hatiku senang melihatmu yang tertawa seperti itu". Gumam Raka menggeleng gemas kepalanya.


Raya keluar dari Lift dan bertemu dengan Robert yang hendak masuk Lift.


"Raya? ". Robert tersenyum senang bertemu Raya seolah tak sengaja.


Raya menatap datar saja Robert yang ada di hadapannya, "minggir...! jangan halangi jalanku".


"owwh..! mau makan malam denganku Raya? ". tanya Robert


"tidak.. aku mau pulang ! minggir! ". jawab Raya dengan dingin.


Robert tak juga menyingkir hingga Raya yang tak sabar lagi menendang tulang kering Robert.


"aakh.. sakit..! ". pekik Robert.


Raya segera pergi dari sana dengan raut wajah tak berdosanya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2