
.
.
malam harinya.
Raya telah memakai gaun simpel, tidak glamor seperti pesta sebelumnya.
"kenapa? ". tanya Raya heran melihat penampilannya sendiri saat Raka menatapnya lama.
"sangat cantik". jawab Raka mendekat dan hendak memeluk Raya lagi.
"Rakaaa.. kenapa kau suka sekali memelukku?". protes Raya akan kelakuan kekasihnya itu.
"aku merindukanmu". ucap Raka terus saja berusaha memeluk Raya walau Raya berusaha mengelak.
Raya menarik nafas dalam-dalam, "lepaskan..! kita harus berangkat..! aku mau lihat bagaimana para penerus tahta mencari pasangan hidup seperti di negeri dongeng".
Dita sudah persis seperti patung diantara pasangan yang sedang dimabuk cinta itu, Raka tanpa malu memeluk Raya dimanapun berada. setidaknya Raka masih sopan memeluk Raya sepuasnya tidak melakukan hal lain, sebab Raka tidak mau terburu-buru melakukannya.
Raka akan melakukannya perlahan tapi pasti, dan memakan waktu lama, Raka ingin hubungannya dengan Raya bertahan lama.
"apalagi? ". desis Dita melihat Jon yang terus saja menghalau kerjaannya.
"kenapa kau suka sekali mengikuti Nonaku? ". tanya Jon dengan datar.
"apa barusan kau bilang? Nonamu? hei.. tugasku melindungi Nona Raya tentu aku mengikutinya, perlu kau ingat Nona Raya adalah Nonaku bukan Nonamu..! pergi dan cari mobil untuk kita, sebelum ketinggalan tuanmu". Dita berkata dengan pedas mendorong tubuh kekar Jon.
Jon masih diam tanpa bergerak, baginya hanya Raka yang bisa memerintahnya bukan Dita.
"dasar bodoh..! kalau tidak mau ? ok.. biar aku mengikuti Nonaku." sinis Dita berlari mengikuti Raya.
Jon berdecak karna posisinya makan buah simalakama, dikerjakan merusak harga dirinya tidak dikerjakan malah membuat tuannya marah nantinya.
"lepas...! " teriak Dita hingga Raya menghentikan langkah kakinya dan berbalik melihat Dita.
"Kenapa Dita? ". tanya Raya melepaskan lilitan tangan Raka.
Jon menelan ludah seketika melihat tatapan dingin Raka saat Raya meninggalkan Raka karna dirinya tidak mematuhi Dita.
Raya mendekat ke Dita, "Nona..! bisakah anda tidak mengabaikan saya? saya tidak masalah anda jadikan tembok asalkan saya tetap disisi anda dibanding bersama dirinya Nona". pinta Dita memelas memegang kedua tangan Raya.
"iya.. kita berdua saja...! biarkan Jon bersama Raka". Raya menuruti Dita dan merangkul lengan Dita berjalan meninggalkan Jon yang mematung dengan bulu kuduk berdiri.
"sayang? ". Raka menahan tangan Raya.
Raya menatap ke arah Raka, "urus saja orang setiamu itu..! aku tidak mungkin mengabaikan Dita, kamu tau sendirikan dia pengawalku? kita naik mobil berbeda atau naik mobil sama terserah padamu". kata Raya dengan serius.
Dita berbalik ke arah Jon lalu menjulurkan lidahnya merasa menang telah membuat Jon yang arogan memucat karna Raya memilihnya ketimbang Raka, yang artinya Jon akan terkena hukuman dari Raka.
Raya pun pergi bersama Dita,
__ADS_1
"Jon kau...?". Raka menunjuk wajah Jon dengan marah
"ampun tuan..! saya tidak menyangka Nona akan memilih dia dibanding anda.. artinya dia lebih berarti dibanding anda, untuk kedepannya saya akan mematuhi pengawal setia nona Raya". kata Jon dengan nada setenang mungkin.
Raka menendang angin seketika, ingin rasanya Raka mengoyak pipi Jon yang mengatakan dirinya tidak berarti bagi Raya jika dibandingkan dengan Dita yang hanya pengawal bagi Raya.
"cepat kau jadi supir mereka..! aku tidak mau naik mobil berbeda dengan Rayaku". titah Raka dengan muka memerah
"baik tuan". jawab Jon
.
.
Raya bermain ponsel di samping Dita, Raya menyandarkan kepalanya dibahu Dita. tidak ada pembicaraan diantara mereka.
Raka di depan menatap tajam Jon yang membuat posisinya terganti oleh Dita, seharusnya Raka yang berada disamping Raya.
Jon memang terlihat tenang tapi dalam hatinya menyumpah serapahi Dita yang membuatnya berada di posisi serba salah. lihatlah tatapan Dita itu ke arah Jon seolah memberi tau bahwa dirinya sedikit berarti bagi Raya, walau Raya menganggap Dita hanya sebagai patung untuk bersandar.
.
.
di acara Pesta.
"Raya.. kamu harus bersamaku". Raka mengambil alih tangan Raya yang bergandeng dengan Dita.
"Dita.. kau dengar aku? kau mau melawanku? ". Raka menatap tajam ke arah Dita
"saya tidak takut anda tuan..! lebih baik saja jadi nyamuk diantara kalian dibanding saya harus bersama dia". jawab Dita dengan lantang tak ada kesan takut dimatanya.
Raya melihat ke arah Jon, "kau apakan Dita? kenapa dia benci padamu? ". tanya Raya dengan mengintimidasi.
"saya tidak melakukan apapun Nona". jawab Jon menundukkan kepalanya.
"ya sudah.. kamu sama dia aja Raka..! Jon tidak bisa bersama Dita, tapi kamu bisa bersama Jon". Raya melepaskan tangan Raka sambil tersenyum tipis.
Raka sangat lucu dengan raut wajahnya itu seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal orangtuanya,
"maaf..! " senyum manis Raya meninggalkan Raka lebih memilih bersama Dita.
"terima hukumanmu saat di indonesia nanti Jon". bisik Raka dengan nada tajam membuat Jon tersedak seketika.
makna hukuman yang Raka berikan akan menyiksanya tapi tidak tau apa hukumannya, sebab setiap Raka memberi Jon hukuman akan berbeda-beda tidak sama seperti sebelumnya.
saat Raya bersama Dita banyak para Pangeran dari negara lain tertarik dengan Raya.
"hai Lady? ".
Raya mengerutkan keningnya,
__ADS_1
Pria tampan dengan pakaian jubah emasnya menjadi sorotan itu memperkenalkan diri pada Raya dalam bahasa inggris.
"Prince Leoner..? " beo Raya pelan
Dita berbisik pada Raya sambil tersenyum.
"salam hormat saya yang mulia". ucap Raya setelah mendapat teguran dari Dita
"maukah anda berdansa dengan saya? ". tanya Leoner dengan gagahnya.
Raya melihat ke arah Dita yang tersenyum kikuk, Raka tiba-tiba datang juga memberi salam pada Leoner.
"Master R? ". Leoner pun menyapa karna mengenal Raka.
"yah.. Maaf Pangeran.. ! istri saya sedang hamil, dia tidak boleh kelelahan. saya tidak mau kehilangan anak pertama saya yang mulia". ucap Raka dengan sopan membuat mata Raya membulat sempurna tapi tidak bisa protes hanya bisa diam dan memaki Raka dalam hati.
"Oh..? Baby? ". tebak Pangeran tampan bermata biru terang itu melihat perut Raya, terdengar helaan nafas kecewa pria itu.
"Yeah..! Baby". balas Raka masih sopan walau tidak ada senyumnya.
Pangeran Leoner pun pamit undur diri karna gadis bermata biru incarannya telah bersuami dan mengandung, bagi Calon Raja tidak boleh merebut istri orang lain akibatnya nanti dirinya bisa dicoret dari penerus tahta (mencoreng nama baik Kerajaan).
"Raka kamu..? " Raya ingin protes tapi Raka telah memeluknya dengan posesif
"aku bilang jangan menjauh dariku sayang". ujar Raka dengan nada berbisik lemah.
Raya menghela nafas pasrah, "aku tidak apa..! tapi mau bagaimana lagi? Jon mu itu tidak bisa akur dengan Dita".
"aku akan mematuhi kau Dita..! aku mohon tinggalkan tuan dengan Nona". ucap Jon menundukkan kepalanya pada Dita.
"kau membuatku takut". gidik ngeri Dita
"tidak perlu takut, aku akan menganggapmu atasanku". jelas Jon dengan datar.
Dita terkekeh geli, bagaimana bisa dirinya punya bawahan padahal dirinya hanya seorang pengawal.
"baiklah..! ". jawab Dita menyeringai tipis membuat Jon mengucapkan terimakasih.
Dita benar-benar memperlakukan Jon seperti bawahannya, mengaturnya kesana-kemari tapi Jon tak mengeluh. setidaknya dirinya dihukum Dita lebih baik dari pada Raka yang menghukumnya.
"kau pilih Jon..! aku yang menghukummu atau Dita yang menghukummu". kata-kata itu membuat Jon berani merendahkan ego nya pada Dita.
hukuman Raka lebih mengerikan dari pada hukuman Dita.
.
okkeh.. ? kalau ada yang tidak suka Visualnya segera Nae hapus... wkwkwk..beneran Nae hapus kan..
.
.
__ADS_1