
.
.
tak terasa hari ini adalah hari minggu.
Raya mengerutkan dahinya mendengar pembicaraan Jon dan Boy di halaman belakang,
"perang? ". batin Raya
"apa kita tidak boleh ikut dengan tuan master? ". tanya Rio dibelakang Boy.
"apa memang berbahaya? ". tanya Boy penasaran.
"kalian harus mengerti, jika tuan kita bilang tidak boleh pergi jangan pergi". Jon memperingati.
"apa Nona akan ikut? ". tanya Boy
"kau gila? mana mungkin Nona ikut, kita saja yang hanya bawahan tidak boleh ikut apalagi Nona harta paling berharga bagi tuan kita". Rio menjawab sambil memukul bahu Boy akan pertanyaan bodoh nya itu.
"lalu apa alasan tuan nanti pada Nona? apa Nona akan ditinggal disini? ". tanya Boy lagi
"Nona akan diantar ke Mansion Melviano". Jon menjawab.
"tuan masuk ke misi bunuh diri..! ini semua karna Morett jal*ng itu..! seharusnya kita bunuh saja dia langsung". geram Rio.
"tugas kita selesaikan, kalau tidak tuan akan marah". jon mengakhiri pembicaraan mereka.
Raya terus bersembunyi hingga ketiga orang setia Raka benar-benar menghilang, Raya keluar dari persembunyiannya.
"misi bunuh diri?". gumam Raya
"ck.. abang bilang kita hadapi masalah bersama tapi abang malah menitipkanku pada keluargaku! kamu mau menghadapi masalah Morett sendiri bang". gumam Raya tak percaya.
Raka kembali ke kamarnya lewat jalan lain,
"Nona..! ". kesal Dita
"apa..? ". sahut Raya kembali dengan wajah tenang.
"Nona kemana aja? dari tadi Dita cari in juga". Omel Dita mengekori Raya.
"Dita..! ". Raya menarik tangan Dita yang kaget namun tidak berteriak,
Raya membawa Dita ke sebuah ruangan khusus,
"ini ruangan apa Nona? ". tanya Dita penasaran.
"ruangan kerja aku nantinya". jawab Raya
Dita mengangguk-ngangguk sambil berdecak kagum
__ADS_1
"Dita aku serius..! aku membawamu kesini bukan untuk melihat isi ruangan tapi mendengarkan rencanaku". Raya mengguncang bahu Dita.
Dita menoleh cepat ke arah Raya mendengar kata-kata Raya.
"rencana? maksud Nona? ". tanya Dita tidak mengerti.
Raya menceritakan apa yang ia dengar tadi dari Jon dan yang rekan Jon lainnya, Dita membelalakkan matanya tak percaya.
"Nona tidak boleh ikut campur..! kalau Tuan master bilang anda tinggal artinya tempat itu berbahaya, Nona mau menyusahkan tuan ya? bagaimana jika Nona disandera oleh mereka? ". Dita
"diam napa sih? aku bilang kamu mau ikut apa tidak? kalau tidak ya tidak masalah, tapi awas kamu bocorkan rencanaku..! kamu mengenalku kan Dita? jangan salahkan aku kalau aku meninggalkanmu karna mulutmu yang tidak bisa dijaga". Raya berkata dengan serius.
"tapi Nona..? ". selah Dita
"diam..! aku akan ikut apapun alasannya, kau mau ikut ajak Jon biar sedikit berguna, melawan bersama-sama tidak ada salahnya kan? ". potong Raya
"Nona..! saya bisa melindungi diri sendiri". ucap Dita membela diri.
Raya menarik tangan Dita yang menutupi jalannya, ia segera keluar dari ruangannya meninggalkan Dita.
"Nona..? ". rengek Dita berlari mengikuti Raya.
Raya melototkan matanya ke Dita saat ingin merengek lagi, Dita dengan cepat menutupi bibirnya sambil menekuk kedua alisnya tak terima tapi tak bisa membantah juga.
.
.
Raya tersenyum membalas pelukan suaminya, "kenapa emangnya bang? ". tanya Raya
"aku ingin keluar kota beberapa hari, aku akan mengantarmu ke mansion Melviano". kata Raka
Raya melepaskan pelukannya dari Raka, "kenapa aku tidak ikut dirimu keluar kota? ". tanya Raya penasaran.
"tidak bisa sayang..! aku akan pergi sendiri, percayalah aku akan kembali". Raka tanpa malu mengecup bibir Raya didepan bawahannya.
Dita sampai malu sendiri, yang lainnya mengalihkan pandangan tidak sanggup melihat kemesraan Nona dan tuannya.
Raya tidak malu malah menatap lekat pria yang telah sah menjadi suaminya itu, "apa aku tidak boleh ikut?". tanya dengan tampang lucunya.
Raka mengumpat pelan karna Raya sangat menggemaskan membuat pikiran liarnya muncul,
Raya mengerjabkan kedua matanya, "abang ngapain? ngumpatin siapa? ". tanya Raya dengan kesal.
"aku ingin sekali membawamu sayang tapi aku mohon percayalah padaku..! aku ada alasan yang sangat kuat hingga tidak membawamu, aku tidak ingin membahayakanmu sayang". jelas Raka menangkup pipi Raya.
"kalau begitu aku ikut". tegas Raya membuat semua orang terbelalak tak percaya.
"Sayang? ". Raka seolah tidak suka akan keputusan Raya.
"terserah abang..! aku tidak mau tinggal jika abang tinggalin aku, aku akan cari Robert untuk bersenang-senang". Raya berkata dengan serius.
__ADS_1
"Sayang..? ku mohon mengertilah..! aku tidak suka kamu membahas Robert, dia Rivalku sayang... apa kamu tidak bisa percaya padaku? ". tanya Raka dengan sabar
"aku ikut..! titik". ucap Raya dengan tegas tanpa bisa di ganggu gugat lagi.
Raka memijit pangkal hidungnya, ia berkacak pinggang dengan sebelah tangannya. "ada apa ini? kenapa jadi begini? ". desis Raka tidak mengerti.
Jon, Rio dan Boy saling pandang tidak mengerti dengan tingkah Raya yang tidak mau ditinggal.
" aku ikut..! 2 minggu abang tinggal aku, aku bisa terima karna pelatihan dari Papi dan Grandfa tapi sekarang berbeda, aku tidak tau alasanmu tapi aku ingin ikut, 1 minggu kita bersama tidak cukup". Raya memeluk Raka dengan manja.
bodo amatlah harga dirinya, Raya tidak mau Raka pergi dalam misi bunuh diri sendirian.
Jon, Rio dan Boy mendengarnya mematung tak percaya, pantas saja Raka makin kuat ternyata menghilang beberapa minggu untuk pelatihan, mereka hampir lupa tentang jati diri Dylan dahulunya seorang jendral muda, bahkan gosip Galaxy mengikuti pelatihan setan dari Dylan sangat terkenal dikalangan mereka.
"sayang..! aku tidak mau kamu ikut". Raka memeluk Raya lebih mesra dan mencium ceruk leher sang istri yang tertutup pashmina.
"kenapa? apa abang punya selingkuhan disana? abang nggak mau aku tau gitu? ". tanya Raya dengan curiga mendongak ke Raka.
Raka menjatuhkan rahangnya, "tidak pernah terlintas di pikiranku untuk berselingkuh darimu sayang, sungguh...! percayalah padaku".
"lalu apa kalau bukan selingkuh? apa abang mau perang? ". tanya Raya asal padahal tau Raka pergi untuk misi bunuh diri.
"perang? ". beo mereka semua pura-pura tidak tau.
"kenapa aku mau perang? ". tanya Raka balik.
"kalau bukan selingkuh atau pergi berperang apalagi coba? abang tidak jelas. ya udah kalau aku tidak boleh ikut, aku pergi dari sini dan tidak mau kembali ke abang lagi". Raya melepaskan pelukannya dari Raka dan hendak pergi.
Raka menahan pergelangan tangan Raya, "apa maksudmu sayang? ". tanya Raka
"diluar sana banyak pria yang mau aku dan bisa bawa aku bulan madu". ketus Raya mencoba melepaskan tangan Raka.
"bulan madu sama siapa? ". tanya Raka
"aku bulan madu dengan siapa aja tidak masalah, suamiku pergi ke luar kota tidak mau membawaku pergi entah apa alasannya, emang abang aja yang bisa selingkuh hah? aku juga". kesal Raya berlari meninggalkan Raka.
Raka mengumpat dan ikut berlari mengejar Raya, Raka tidak bisa menjelaskan alasannya pergi pada Raya tapi tidak bisa juga membawa Raya ke luar Kota.
Dita hanya menganga lebar melihat adegan didepannya, "astagah... Nona.. anda bisa jadi artis, akting anda bagus sekali". batin Dita
Jon dan yang lainnya juga panik dan mencari kesalahan masing-masing, mereka juga tidak bisa memberi solusi untuk tuannya kalau masalah nya itu adalah Raya yang ingin bulan madu dengan suaminya tanpa tau yang sebenarnya Raka pergi untuk misi bunuh diri.
.
.
.
bah.. bah... maafkan Nae..! membuat Bab baru butuh konsentrasi, waktu dan yang penting tidak mengantuk.. sekarang Nae sudah mengantuk nanti kalau dipaksakan ceritanya lari.. wkwk.. besok lagi ya..!! terimakasih,, selamat beraktifitas..
.
__ADS_1
.