Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
bunga misterius


__ADS_3

.


.


Raya mengerutkan keningnya dalam perjalanan pulang dari Pesantren.


"kenapa semua hal ini bisa terjadi? hal mistis juga misterius selalu saja mengintai suamiku, memangnya apa yang salah dengan suamiku? dia tidak bersalah, dia bahkan selalu menderita sejak kecil".


"kenangan nya hanya berpindah-pindah saja, ingatan yang sangat membekas baginya cuma saat ayahnya meninggal di depan matanya, dia dicap pembawa sial, memang tidak ada yang salah tapi kenapa dunia bisa sekejam itu pada hidup suamiku? ".


Raya mengoceh sendiri sementara Dita pura-pura tidak dengar,


"mungkin bawaan bayinya nona maka nya suka mengoceh begitu, kalau berdasarkan sifat Nona yang sebenarnya tidak mungkin akan ia berbicara sendiri". batin Dita fokus dengan kendaraannya.


Dita menghentikan laju mobilnya melihat ada bunga di tengah jalan.


"kenapa Dita? ". tanya Raya penasaran


"ada bunga di tengah jalan Nona sayang untuk diinjak ban mobil". jawab Dita


"benarkah? kenapa bisa ada bunga diaspal? apa rusak? ". tanya Raya


"tidak Nona tapi saya akan coba pastikan, saya harap anda tidak keluar Nona". Dita berkata dengan serius sambil melepas seatbeltnya.


Raya memperhatikan gerak-gerik Dita saat keluar dari mobil mendekati buket bunga cantik itu.


"tampaknya bunga itu tidak jatuh atau terjatuh, dari sekelilingnya saja tidak ada kelopak bunga yang jatuh". gumam Raya memicing curiga.


Dita masuk ke mobil.


"Nona.. bunganya masih cantik bahkan sangat wangi". jawab Dita


"ada aroma nya? ". tanya Raya


"iya Nona". jawab Dita.


Raya tidak percaya, ia menutupi hidungnya dengan mengikat pashmina menutupi sebagian wajahnya.


"ini bunga apa? ". gumam Raya tidak mengerti baru melihat bentuk bunga unik namun terlihat cantik.


"saya juga baru tau bunga itu Nona, apa bunga itu melambangkan hal baik kah?". tanya Dita berbinar.


"aku harap kamu berhati-hati Dita, terkadang apa yang sengaja di temukan jangan di percaya itu rezekimu bisa saja itu hal berbahaya bagimu nantinya". Raya


"maksud Nona apa? ". tanya Dita tidak faham.


"kamu menghirup bunga asing ini, aku tidak bisa menebak apa bunga ini aman atau tidak, bisa saja dia meletakkan suatu bubuk ke bunga ini". Raya menjelaskan.


"benarkah Nona..? kalau begitu Nona jangan di hirup". pinta Dita yang merasa perkataan Raya masuk akal.


"hmm.. semuanya sangat aneh, bunga di letak di tengah jalan, kalau dibilang terjatuh tidak mungkin karna tidak ada kelopak bunga yang jatuh". Raya mengobrak-ngabrik isi bunga itu dengan sarung tangan plastik seolah mencari sesuatu.

__ADS_1


"ha.. dapat". Raya menarik sebuah kartu nama dari dalam bunga cantik itu.


"Penghormatan untuk anda calon Nona Macan". batin Raya


"hmm..? penghormatan apa?". gumam Raya


"Dita?". panggil Raya


"iya nona". sahut Dita


"apa arti bunga ini? ". tanya Raya serius


"saya tidak tau nona". jawab Dita tiba-tiba saja badannya gatal-gatal.


"kenapa Dita? ". tanya Raya memegang kursi didepannya menatap Dita yang menggaruk-garuk badannya.


"Nona.. bunga itu berbahaya.. buang Nona". pekik Dita


"hah? oh.. iya.. iya aku buang". Raya langsung membuang bunga itu.


Raya hanya tau bunga tertentu saja tapi untuk bunga warna putih yang ia pegang kini Raya benar-benar tidak tau.


"kenapa badanmu? ". tanya Raya hendak membantu tapi Dita menyilangkan tangannya.


"jangan Nona..! bisa saja ini menular". tolak Dita yang benar-benar panik.


"ya udah.. sekarang pindahlah ke belakang, biar aku yang nyetir kita ke rumah sakit". titah Raya segera keluar dari mobilnya sambil melepaskan sarung tangan plastik nya tadi ke sembarang arah.


Dita keluar juga dari mobil dan berpindah posisi, ia tidak tau ada apa dengan tubuhnya tapi tangannya tidak bisa berhenti menggaruk.


"Nona.. saya mohon jangan kencang-kencang! ". teriak Dita balik.


"tubuhmu ruam-ruam besar Dita..! itu berbahaya harus segera ditangani". teriak Raya masih fokus dengan laju mobilnya.


"Nona.. saya mohon jangan ngebut..!! ". teriak Dita lagi tak menghiraukan kondisinya saat ini.


Raya berdecak tapi tak juga mendengarkan perkataan Dita yang mulutnya masih mengoceh sementara tangannya masih menggaruk sana-sini.


.


.


di ruang VVIP Rumah Sakit


"bagaimana keadaan teman saya dok? ". tanya Raya serius.


"beruntung teman anda cepat dibawa ke sini Nona, jika terlambat sekitar 15 menit saja tubuhnya akan meninggalkan bekas luka yang tidak akan pernah bisa hilang seumur hidupnya". kata dokter dengan serius.


"memangnya apa yang terjadi dengannya dok? saya merasa dia tadi baik-baik saja tapi setelah menghirup bunga asing dia langsung seperti itu". Raya


"benarkah Nona..! Teman anda sempat mencium bau sesuatu? ". tanya dokter memastikan

__ADS_1


"iya dok!". jawab Raya


"Bunga itu sepertinya diberi serbuk gatal Nona, saya tidak tau jenis obat gatal seperti apa yang bisa membuat kulit gatal-gatal hebat padahal tidak mengenai kulit pasien tapi melalui indra penciuman, saya merasa obat itu baru di negara ini Nona". jelas dokter pria serius


Raya menoleh ke Dita yang tangannya diikat di kiri dan kanan seperti orang gila yang takut mengamuk saja.


"kenapa tangannya di ikat seperti itu dok? ". tanya Raya


"pasien sedang pengaruh obat bius, tangannya harus di ikat supaya tidak menggaruk kulitnya yang akan menyebabkan gatal-gatal hebat tanpa bisa berhenti sampai kulitnya terkelupas".


"mengapa bisa separah itu dok?". tanya Raya serius sesekali menatap Dita yang masih tertidur.


.


Raya duduk di sofa sambil menunggu Raka datang pulang dari kantornya.


"bunga apa itu? kenapa dia ingin orang yang menghirupnya jadi gatal-gatal? dan anehnya dokter tidak punya penangkalnya cuma bisa mencegah supaya tidak lebih parah lagi, apa tujuannya? ". gumam Raya tidak mengerti


"apa orang misterius yang mengincar suamiku sudah muncul seperti ramalan Alice? bagaimana bisa? apa diam-diam abang mencari tau jati dirinya? tapi tidak mungkin.. Bayi besarku itu sangat patuh padaku".


Raya teringat ledakan bom Hotel CerLyx, walaupun disebutkan kerugiannya mencapai belasan milyar tapi mengapa CEO Hotel CerLyx tampak tenang saja tidak terlihat batang hidungnya di berita, hotelnya yang dibangun sejak lama dan berdiri sampai saat ini tiba-tiba saja meledak dan lucunya tidak ada staf apapun didalam hotel itu.


"saat di hotel juga tidak ada korban jiwa tapi jika kami berdua terlambat keluar? sudah pasti kamilah korbannya".


Raya mengusap wajahnya dengan lemas, "siapa dia? kenapa tidak bisa membiarkan hidup suamiku jauh lebih tenang? apa semua yang pernah dia lakukan pada suamiku belum cukup juga? ".


.


"sayang? ". Raka menerobos masuk ke ruangan Dita


"abang? ". Raya berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah Raka.


Raka berlari dengan langkah lebar, "sayang? bagaimana keadaanmu? apa kamu baik-baik saja? ".


"baik abang.. cuma Dita? ". Raya melihat ke arah Dita yang di ikat dari ujung ke ujung


Raka menoleh ke arah tatapan Raya dan mengerutkan keningnya, "kenapa dia diikat seperti itu? ".


"tubuhnya gatal-gatal hebat karna mencium bunga putih misterius". jawab Raya


"bunga misterius? ". beo Raka mengeraskan rahangnya.


Raya memperhatikan raut wajah Raka yang berubah.


.


.


.


selamat beraktifitas pagi...!!

__ADS_1


.


.


__ADS_2