Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
audisi Alman


__ADS_3

.


.


Raka yang sedang sibuk bekerja begitu serius, pekerjaannya terhenti saat ponselnya berdering. nada panggilan itu khusus Raka buat untuk nomor ponsel Raya jika sedang menghubungi atau mengirim pesan padanya.


"halo sayang? ". sapa Raka menutup berkas kerjanya seketika


"abang aku izin mau keluar main bersama Alya, Dita, Alice. boleh kan? ". tanya Raya di ujung telfon.


"boleh sayang..! habiskan uangku sebanyak yang kamu mau karna aku terlalu banyak uang saat ini". kata Raka dengan senyum tampannya


"ok..! jangan salahkan aku kalau ponsel abang ribut notifikasi dari bank". tawa Raya merasa puas di sana.


Raka juga ikut tertawa lebar mendengar coletahan istrinya yang tengah berakting jadi perempuan super matre.


"hati-hati sayang..! jangan biarkan ada pria lain menyentuh tubuh istriku ini, kalau sampai itu terjadi aku akan menghukum Dita". Raka berkata


Raya tersenyum di ujung telfon,


"saya akan lindungi Nona dengan baik tuan, saya juga tidak mau terkena hukuman dari Tuan Besar atau Tuan Master". sahut Dita tiba-tiba tak sengaja mendengar pembicaraan Raka yang akan menghukumnya.


"hmm..! lindungi dia dengan baik". Raka mengangguk.


"abang ipar Alya mau berterimakasih sama abang ipar udah belikan oleh-oleh cantik dari lombok". Alya menyahut.


Raka sedikit terhibur berbicara dengan Raya dan Alya, untuk sejenak Raka melupakan rasa lelahnya.


telfon Raya di tutup dan Raka menebarkan senyum tampannya sambil menggeleng gemas, ia sungguh suka Raya yang selalu berpamitan padanya ingin keluar kemana saja, Raka merasa kalau istrinya itu menganggap dirinya ada bahkan mengerti bahwa Raka mengkhawatirkannya jika Raya menghilang dari sisi Raka.


.


"ayo kita pergi...! ". heboh Alya


"ayo.. ayo..!". Alice kini pun jadi ceria walau tidak bertemu dengan pangerannya (Satria).


"awas aja kalian menggunakan uangku? kalian pakai Blackcard kalian sendiri.. uang suami kakak milik kakak seorang saja". ancam Raya


"ck.. pelit". cibir Alya dibalas acuh oleh Raya.


"apa aku harus pakai uang Kak Satria? ". tanya Alice mengeluarkan blackcardnya sama seperti Alya dan Raya.


Raya melongoh begitu juga Alya melihat Alice memiliki ATM tanpa batas,


"abang yang berikan sama Alice? ". tanya Alya tersadar.


"iya.. tapi aku tidak tau cara menggunakannya". jawab Alice dengan bingung.

__ADS_1


"gunakan uang aku saja..!". Raya memberikan miliknya sementara Raya menggunakan ATM tanpa batas milik suaminya.


"biarkan aja kak". Alya merentangkan tangannya menghalangi Raya yang hendak memberikan ATM nya pada Alice.


"kalau begitu kamu aja Dita". Raya menyodorkannya pada Dita yang sejak tadi diam kini terkejut seketika.


"ta.. tapi Nona? ". protes Dita membuat Raya melotot.


"pakai saja..! kamu boleh menggunakan uangku Dita tapi tidak akan aku izinkan kamu menggunakan uang suamiku". kata Raya dengan wajah galak.


Dita menundukkan kepalanya sambil menahan senyum, ia tidak tau harus bersyukur atau ingin tertawa saat ini bukan karna bahagia bisa belanja sepuas hati tapi merasa lucu karna Raya cemburu pada seorang Dita yang tidak ada apa-apanya di banding Raya.


Raya tidak suka penghasilan suaminya di gesek oleh perempuan lain selain dirinya, itulah yang membuat Raya posesif dengan uang suaminya, padahal Raya memiliki uang yang banyak juga.


di Mall.


"itu Alman ya Nona? ". tunjuk Dita pada seorang anak kecil tengah ikut acara fashionshow di pentas Mall.


"acara apa ini? ". tanya Raya penasaran.


"acara apa menurut kakak? aku merasa ini audisi mencari model cilik". jawab Alya terkekeh melihat banyak juri disekitar sana.


"apa itu model? ". tanya Alice dengan polos.


"model itu bergaya seperti itu? ". tunjuk Alya pada anak-anak kontestan.


"saya merasa Alman butuh uang untuk menabung Nona..! Nona kan tau sendiri Alman sangat mandiri". jawab Dita.


"kakak masih akrab dengan Alman? dia cucu nenek yang pernah bisu itu kan? ". tebak Alya


"hmm.. dia adik angkat kakak". jawab Raya berjalan cepat ke panggung pentas yang banyak di kerumunin orang.


"adik angkat? ". beo Alya dan Alice dengan berbeda raut wajah.


Alya dengan kaget sedangkan Alice kebingungan apakah ada orang yang bisa mengangkat seorang adik.


Dita tersenyum saja juga ikutan berlari mengejar Nona nya.


"baiklah..! acara kontes selesai.. kita umumkan pemenangnya yang masuk ke agensi kami adalah Alman.. selamat untuk Alman". ucap juri pria yang merupakan bagian dari Agensi besar di kota ini.


"Yee..! ". Alman bersorak senang.


Alman ditawari ikut acara seperti ini oleh para guru di sekolahnya sebab Alman memiliki aura seorang calon bintang, di sekolah saja Alman sangat terkenal selain jenius, tampan, juga kesayangan Guru karna perilakunya yang sopan dan baik terlebih lagi Alman dekat dengan Raya seorang penguasa Melviano.


Alman mencoba-coba saja, ia tidak mengira bisa lolos menjadi juara dan akan langsung debut menjadi model cilik Agensi StarEntertainment.


"Alman? ". panggil Raya

__ADS_1


"kakak? ". Alman menoleh mencari asal suara.


para Juri langsung bersusun paku melihat ke arah Raya, mereka kaget dengan kedatangan Raya yang tidak terduga dan lebih syok lagi mendengar Raya memanggil calon model cilik agensi mereka.


"kakaaaak..! Alman menang... " Alman berlari ke arah Raya menuruni panggung dan memeluk Raya dengan erat seperti memeluk ibu kandungnya saja.


"kamu kesulitan uang dek? kenapa tidak bilang kakak?". tanya Raya berjongkok menangkup pipi Alman.


"Alman pengen jadi model kak..! Alman mau jadi lelaki tampan di majalah". jawab Alman dengan senyum lebarnya hingga Raya tertawa mencubit pipi Alman.


"Nona". sapa para Juri dengan sopan dan segan.


Raya berdiri, "mohon bimbing adik saya ya? dia sangat bisa diandalkan, kalian tidak akan menyesal memilihnya".


"baik Nona..! suatu kehormatan bagi kami bekerja sama dengan kerabat anda". kata salah satu dari Juri Pria yang makin suka dengan Alman punya status spesial di keluarga Melviano.


"apa acaranya sudah selesai? aku mau bawa adikku pergi". tanya Raya


"eeh.. sudah Nona.. tinggal tandatangan saja, anda boleh jadi walinya Nona". kata Juri dengan terburu-buru mengambil berkas kontrak kerja Alman.


Raya duduk dan menarik Alman duduk di pangkuannya, mereka berdua bersama membaca kontrak kerja nya dan akhirnya setuju menandatangani kontrak kerja Alman selama 7 tahun ke depan dengan gaji yang fantastis.


sementara para penonton makin antusias melihat Alman yang merupakan adik angkat Raya sebab Dita, Alya menjelaskannya pada mereka semua begitu juga Alice walau tidak faham tapi harus diberitau supaya Alman tidak di remehkan kedepannya.


.


"kakak..? Alman habis makan mau pulang". Alman berkata dengan nada takut-takut.


Raya memandang Alya, Dita dan Alice bergantian lalu mereka berempat tertawa bersama mendengar suara Alman yang sedikit gemetar, karna bersama mereka semua mungkin itu yang menyebabkan Alman jadi gugup.


"habiskan pelan-pelan saja Alman..! kakak tidak akan menahanmu disini". kekeh Raya mengusap kepala Alman.


"terimakasih kak..! Alman mau kembali memberitau nenek tentang audisi Alman hari ini". jawab Alman dengan senang seketika membuat yang lainnya ikut bangga dengan kemenangan Alman.


.


.


.


maaf sebelumnya para readers setia Nae yang terheran-heran sama kisah Raya dan Raka saat ini, kenapa ada pelakornya bukan Mafia nya, nanti Nae bakal bikin konfliknya berantem-berantemnya deh, sekarang ceritanya masih lumayan panjang, belum lagi Raka ketahuan siapa dirinya.. bikin cerita Mafia sekarang sulit di review oleh atasan jadi Nae sedang nyiapin mental buat part berantem-berantemnya nanti.. mudah-mudahan Novel Nae tamat di akhir bulan ini.. wkwk.. ikuti kisahnya ya? walau membosankan namun boleh Nae jujur itu hanya mengulur waktu saja biar tidak cepat tamat.. wkwkwk..


selamat beraktifitas..!


.


.

__ADS_1


__ADS_2