
.
.
perlahan Nia membuka matanya lalu bola matanya mengedar melihat situasi.
"Ricis..? ". panggil Nia dengan nada lemas
Ricis yang sedang berbicara dengan dokter pun segera menyahut dan langsung berpamitan pada dokter yang memeriksa keadaan Nia.
Ricis masuk dan membantu Nia yang hendak duduk.
"Nia? kamu baik-baik aja? ". tanya Ricis
Nia memegang perut dan pelipisnya, "kenapa kita disini? ".
"aku ingin memberi tau Tuan Muda tapi aku berpikir kamulah yang pantas memberi tau Tuan Muda Nia". Ricis
"maksudmu apaan sih? Ricis..! aku bertanya kenapa kita di Rumah Sakit? aku merasa mual mencium bau nya". gerutu Nia
"Nia.. Kamu hamil...! ". Pekik Ricis.
Nia membelalak seketika, rasa pusing dan mualnya hilang begitu saja saat mendapat kabar dari Ricis dirinya tengah mengandung.
"a.. apa? ". tanya Nia sekali lagi.
"kamu lagi hamil, tadi kamu pingsan karna kelelahan". Jawab Ricis tersenyum lebar menangkup kedua pipi Nia.
Nia melihat ke perutnya yang datar, tangannya bergetar meraba perutnya itu.
"a.. aku hamil Cis? a.. aku akan menjadi seorang ibu?". gumam Nia dengan nada tak percaya
Ricis mengangguk-ngangguk senang karna tau Nia sangat ingin hamil anak Arya, tak di duga Nia dan Ricis berpelukan bersama.
"selamat ya Nia..! kamu akhirnya akan memiliki Tuan Muda Arya versi kecil". ucap Ricis dengan tulus.
Nia tersenyum bahagia lalu mengelus perutnya setelah pelukannya dengan Ricis lepas.
"terimakasih Cis..! aku yang akan menyampaikan berita bahagia ini pada suamiku". Nia menghapus air mata harunya.
"tunggu sebentar ya? aku beli Vitamin untukmu, kita bisa keluar setelah ini". Ricis memegang kedua bahu Nia dan berkata dengan serius.
Nia tersenyum dan mengangguk patuh,
"oh ya? tadi kata dokternya kamu harus banyak-banyak minum air putih Nia..! bisa mengurangi rasa mualmu". Ricis berjalan ke arah meja khusus dan mengambilkan segelas air untuk Nia
"kamu menyewa kamar mahal Cis? ". tanya Nia yang baru menyadari fasilitas kamar penginapan mewahnya kini.
"lalu aku menyewa kamar murahan untuk istri Tuan Muda Arya? ". tanya Ricis balik
Nia mengerucutkan bibirnya, "terserahmu saja..!".
Ricis memberikan segelas air putih untuk Nia, Nia meneguknya sampai habis.
"lagi? ". tanya Ricis dibalas anggukan oleh Nia
Nia merasa air putih terasa lezat baginya kini, Ricis tersenyum melihat Nia meminum air hampir 3 gelas.
"masih mau? ". tanya Ricis
"sudah..! ". jawab Nia mengelap bibirnya dengan baju kaus milik suaminya kini.
.
__ADS_1
.
"kakak dimana? ". tanya Nia dengan manja saat panggilan telfonnya telah terhubung pada suaminya.
"aku lagi dalam perjalanan pulang sayang..! kenapa? apa kamu mau aku belikan sesuatu? ". tanya Arya balik.
"hmm..? iya kak, ada yang aku mau beli". heboh Nia
"apa? ". tanya Arya terkekeh disebrang sana.
"belikan aku nasi soto". jawab Nia
"nasi Soto? ". beo Arya
"iya kak..! belikan Nasi soto, kuahnya banyakkin bilang ya?". jelas Nia.
Arya mendengar nada suara Nia yang terdengar begitu menginginkan makan nasi soto, Arya tak lagi bertanya dan menjawab dengan tenang.
"iya.. nanti aku carikan".
"terimakasih kak..! hati-hati di jalan ya? aku menunggu mu kembali". ucap Nia lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
Arya mengerutkan keningnya melihat layar ponselnya, ia merasa heran tak biasanya Nia yang mematikan panggilannya terlebih dahulu tapi sekarang kok begitu? Arya tidak mengerti tapi tidak bertanya karna menurutnya mungkin Nia lagi punya kesibukan lain.
.
setibanya di Apartemen
"Kakak? ". Nia berlari kecil menyambut Arya
Arya hendak memeluk Nia tapi Arya malah ternganga saat Nia mengecup pipinya dan merampas plastik berisi nasi soto pesanannya Nia.
"ayo kak..! aku lapar dan ada yang ingin aku beritau". ajak Nia berjalan duluan meninggalkan Arya yang mematung tak percaya.
"kak? ". teriak Nia
"iya sayang". sahut Arya
Arya kembali ternganga melihat cara Nia makan benar-benar begitu bernafsu seolah tidak makan berhari-hari saja.
"kenapa kakak tidak makan? ". tanya Nia terheran-heran padahal ia tidak sadar bahwa dirinya yang berbeda.
"apa mereka tidak memberimu makan sayang?". tanya Arya serius
"hah?".
"bukannya kamu tadi menghadiri acara reunian? kamu tidak makan disana? ". tanya Arya sekali lagi
"udah kak..! tapi ditengah jalan tiba-tiba aku mual terus lama-lama semua isi perutku keluar begitu saja kak, dan sekarang perutku kosong kak". gerutu Nia
"mual? makan apa kamu sayang? ". cecar Arya
"aku habisin ini dulu ya kak? hehehe". Nia menyeringai lebar menunjuk-nunjuk mangkuknya.
Arya mengangguk walau penasaran namun terlihat bersabar menunggu penjelasan wanitanya itu.
.
.
"aku hamil kak! ". seru Nia tiba-tiba
Arya menjatuhkan rahangnya dengan raut wajah bodohnya, "a.. apa? ".
__ADS_1
Nia memegang tangan Arya dan meletakkannya di perutnya.
"aku mengandung anak kakak". jelas Nia sekali lagi sambil tersenyum lebar.
Arya menatap ke perut Nia dengan tatapan sulit diartikan, Nia mengelus rahang Arya.
"aku berharap memiliki anak kembar kak, laki-laki dan perempuan". senyum manis Nia yang tidak sabar membayangkan ia memiliki bayi lucu yang memiliki wajah Arya.
Arya menggendong Nia yang memekik kaget seketika, Arya merebahkan Nia di Ranjangnya dan langsung meletakkan telinganya di perut Nia.
Nia yang awalnya berpikir Arya akan memakannya pun lega seketika, ia malah mengulum senyum membelai rambut halus Arya.
"aku punya anak?". gumam Arya melihat ke arah Nia
Nia pun berusaha untuk duduk dan Arya berbalik tidur di pangkuan Nia, Arya mengecup perut Nia dengan gemas hingga Nia tertawa lebar.
"dari mana kamu tau sayang? apa perlu kita ke dokter untuk periksa? ". tanya Arya duduk dihadapan Nia dan menatap sang istri dengan serius.
Nia tersenyum, "Ricis yang membawaku ke Rumah Sakit, dokter yang memberi tau Ricis kalau aku sedang hamil jadi wajar mual-mual begitu dan memberi resep vitamin untukku".
"mana vitaminnya? ". tanya Arya
Nia menunjuk ke meja nakas.
"tadi habis makan nasi soto kan? jadi bisa minum vitamin". Arya
Nia terharu melihat Arya berlari ke dapur mengambilkan air hangat untuknya juga meminta Nia untuk minum Vitamin itu,
"kenapa sayang? apa mau sesuatu? ". tanya Arya seolah sedang menunggu perintah
"peluk aku..! ". rengek Nia merentangkan tangannya.
Arya tersenyum lalu memeluk istrinya dengan mesra, "hhmm.. istriku.. kelinciku.. cintaku..".
"suamiku.. Tuanku... Cintaku... Ayah dari anak-anakku... aku semakin tidak sabar menantikan kehadiran nya kak, aku penasaran anakku ada 1, 2, atau 3?". balas Nia dengan pekikan kecilnya.
Arya terkekeh gemas lalu mencium bahu Nia dengan lembut.
"apa aku bayar pengawal baru lagi untukmu sayang?". tanya Arya
"ha? jangan kak.. Udah cukup Ricis aja". jawab Nia cepat.
"tidak bisa.. aku harus bayar perawat untuk menjaga pola makanmu". Arya
Nia menganga lebar seketika lalu Arya mengatup rahang cantik istrinya.
"aku telfon dulu istri paman Bagus". jawab Arya mengambil ponselnya.
Arya mengecup singkat bibir Nia lalu beranjak meninggalkan Nia menghubungi dokter bagian dari keluarga Melviano Yaitu dokter Kinan.
Nia melihat perutnya, "anakku bahkan masih sebesar kacang polong dan Papanya begitu posesif bagaimana jika sudah jadi bayi nanti? apa makanku akan diatur? ".
Nia membayangkan tidak bisa makan-makanan enak (kurang higenis) membuatnya menelan salivanya bersusah payah.
.
.
posesif itu pasti.. wkwkwk.. selamat pagi.. selamat beraktifitas semuanya...!
😘😘😚
.
__ADS_1
.