
.
.
beberapa tahun kemudian.
di tempat lain.
Alya menatap pemandangan indah di tepi pantai, Alya memperhatikan deburan ombak di sore hari kini, mata birunya mengedar memperhatikan arah angin membawa ombak ke tepi pantai.
"Pria ke empat? ". gumam Alya pelan mengingat pertemuannya dengan pria tampan seorang calon anggota dewan.
Alya bisa saja hidup dengannya sebab pria itu terlihat tulus mencintainya, namun perkataan Alice membuatnya ragu menerima Pria bernama Veer itu.
"dia hanya mencintaiku 10 tahun kedepan, setelah itu dia akan mencintai gadis muda". gumam Alya lagi selalu mengingat perkataan Alice.
bohong jika Alya mengatakan bahwa dirinya bisa memilih pasangan hidup, sudah cukup lama bagi Alya didekati banyak pria, namun yang benar-benar berjuang sudah 4 pria tampan tapi Alya belum melabuhkan hatinya diantara ke empat pria Tampan itu.
Alya sangat menjaga hatinya supaya berlabuh di pria yang tepat, Alya berkelana kesana-kemari demi menemukan pria kelima yang di maksudkan oleh Alice.
"dimana dirimu? aku percaya ramalan kakak iparku yang mengatakan kamu sangat mencintaiku nantinya walaupun kamu pria ranj*ng". batin Alya
"Nona Alya? ". panggil seorang wanita cantik berpakaian formal mendekati Alya.
"hmm". sahut Alya malas.
"apa Nona menginginkan sesuatu? ". tanya wanita cantik itu dengan sopan.
"tidak usah Ayu, kalau aku lapar aku akan memintamu masak juga kan? ". jawab Alya tanpa melihat ke arah wanita itu.
Ayu adalah janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya, Ayu adalah putri dari seorang perwira kebanggaan Dylan dimasa jayanya, Ayu tidak ingin hidup dibayang-bayang penyesalan kepergian suaminya.
itu sebabnya ia meminta bekerja kembali dengan Dylan, Dylan mengingat Alya yang suka traveling akhir-akhir ini pun menugaskan Ayu menjadi pengawal setia putri bungsunya itu.
"apa Nona merindukan Nyonya muda Alice dan Nyonya Raya? ". tanya Ayu
"iyalah Ayu, aku merindukan kakak dan kakak iparku tapi aku harus tau diri juga kan? mereka semua sudah berkeluarga". jawab Alya
"jika Nona mendatanginya sesekali tidak apa kan? ". Ayu
"tidak apa sih tapi aku yang tidak mau, aku hanya ingin cepat menemukan belahan jiwaku lalu segera berkeluarga". jawab Alya dengan senyuman tulusnya.
"Apa Tuan Veer tidak baik Nona? mengapa anda tidak menyukainya? para wanita di negara kita saat ini cukup mengaguminya". Ayu
"itu mereka bukan aku". jawab Alya berdiri tegak lalu merentangkan kedua tangannya.
Ayu tersenyum lembut melihat Alya yang menikmati angin pantai kini, Alya sangat cantik seperti Raya walau memakai Pashimina tapi tak membuat kecantikan Alya maupun Raya luntur.
Ayu sebagai perempuan saja sangat menyukai kedua Nona cantik itu apalagi pria begitulah fikir Ayu, tapi Ayu juga tidak mengerti mengapa Alya begitu menutup diri dari Veer.
"Nona? ponsel anda bergetar ada panggilan masuk". Ayu menunjukkan ponsel Alya yang seharian ini di pegang oleh Ayu.
"nomor asing lagi? ". tanya Alya tanpa melihat ke arah layar ponselnya kini.
"benar Nona". jawab Ayu
__ADS_1
"biarkan saja". acuh Alya berbalik pergi berjalan ke arah Vila nya.
"mau kemana lagi Nona? ". tanya Ayu yang kini mengejar Alya yang sudah membuat ponsel Alya dengan mode diam tak lagi bergetar.
.
.
Alya pergi ke puncak malam itu juga bersama Ayu, Ayu dengan setia mengikuti Alya kemanapun Alya pergi sebab tugasnya memang melindungi Alya dari kejaran orang jahat, Dylan mempercayainya dan Ayu tidak akan mengecewakan kepercayaan pahlawan kedua orangtuanya itu.
"Nona.. sepertinya ada acara di puncak sana! ". tunjuk Ayu melihat kembang api melayang ke langit.
Alya melihat ke arah langit, "aku mandi dulu Ayu, seharian ini cukup melelahkan..!".
"baik Nona..! apa Nona menginginkan sesuatu? ". tanya Ayu mengikuti Alya.
"aku mau makan sate madura aja". jawab Alya
"Ayu bisa buat kan? ". tanya Alya
"bisa Nona! asalkan ada perlengkapannya". nyengir Ayu.
"tenang aja Mang Asep dan Bi Ani selalu menyiapkan stok makanan disini". senyum Alya
Alya disambut oleh penjaga Vila di puncak Bogor, Mang Asep dan Bi Ani tentu melayani Alya dengan baik begitu juga dengan Ayu.
.
.
"sebenarnya ada acara apa disana? ". gumam Alya memiringkan kepalanya menatap serius ke atas sana.
"apa perlu kita kesana Nona? ". tanya Ayu
"boleh juga". jawab Alya langsung melangkahkan kakinya menuju ke daratan lumayan tinggi itu.
Ayu tidak melakukan apa-apa, Alya memang manja tapi perihal mudah bagi Alya jika mendaki gunung sekalipun apalagi hanya sebuah dataran lumayan tinggi itu, pastinya tidak akan membuat Alya malas atau manja tak bisa melewati itu.
setibanya di sebuah pohon besar
Alya mengerutkan keningnya melihat seorang Pria bersama wanita seksi tengah bercium*n panas di situasi romantis itu.
"Nona? ". pekik Ayu segera menutupi mata suci Nona nya.
teriakan Ayu membuat cium*n kedua sejoli itu terlepas dan secara serentak melihat ke arah Ayu yang tengah menutupi mata Alya.
pria tampan dengan bola mata berwarna abu-abu itu pun segera mengelap bibirnya dan mengancingkan baju kemeja nya yang terbuka penuh tanda lipstik dari wanita di sampingnya kini.
"siapa mereka Al? ". bisik wanita seksi di samping Tuan muda Aldezan MZ.
"entah! ". jawab Al seolah terpana melihat warna bibir alami Alya yang matanya ditutupi oleh Ayu.
"apa kekasih semalammu juga? ". tebak wanita seksi dengan panggilan akrab (Nana).
"entahlah.. sepertinya tidak". jawab Al seakan penasaran sosok yang tengah di lindungi oleh Ayu.
__ADS_1
.
"kemana bawa aku Ayu? lagian hanya sebuah ciuman saja, hei.. aku juga bukan anak kecil lagi". gerutu Alya
"mata anda masih suci dan tidak baik menonton adegan penuh nafsu itu Nona". jawab Ayu menuntun Alya berjalan meninggalkan pasangan mes*m menurut Ayu itu.
"dasar pria ranj*ng..! kenapa mereka tidak melakukannya di dalam vila atau di hotel saja? kenapa di tempat terbuka? beruntung Nona ku tidak melihat adegan 21+ nya". geram Ayu.
"hei... Ayu aku sudah berumur 22 tahun, aku bisa melihat hal itu juga kan? ". kesal Alya
"Nona masih terlalu polos". tegas Ayu
Alya di tarik-tarik oleh Ayu kembali masuk ke dalam Vila, Ayu tidak mengizinkan Nona nya melihat adegan seperti tadi.
Ayu tau pasangan tadi adalah pasangan mes*m, walaupun tidak melakukan hubungan bad*n tapi dari cara bercium*nnya saja sudah membuat Ayu gerah sebagai seorang Janda cantik yang di tinggal oleh suaminya.
.
.
"haisssshhh...! ". umpat kesal Alya yang kini sudah ada di dalam kamar.
"aku juga udah besar, kenapa mereka menganggapku seperti anak SMP saja? ". kesal Alya yang merasa menyesal tak bisa melihat pemandangan itu.
Alya melepas pashmina nya hingga rambutnya yang di gulung asal terlepas dan Alya berjalan ke arah balkon,
"aku sudah bisa melihat adegan 21+ kok.. apa wajahku masih terlihat seperti anak SMP? aku ingin cepat pacaran". kesal Alya yang seperti bocah saja.
Alya tentu iri dengan teman-teman kampusnya yang sudah menikah karna kebobolan dan ada juga yang memang ingin menikah muda.
Alya bosan juga tidak bisa ke acara pesta teman-temannya hanya karna tidak memiliki kekasih, dizaman sekarang Alya harus pandai menjaga harga dirinya yang belum punya kekasih padahal ia sangat cantik dan kaya.
Alya bukan tidak laku tapi ia menunggu pria kelima yang dimaksud Alice.
.
.
.
Haiii... Readerss Nae... hehe... Im Comeback.. yo.. yo.. belum puas nih liburannya di sini tapi Nae akan menyempatkan diri nambah Bonus Part nya Ya?? ..
terimakasih jangan lupa Like dan komentarnya..
Love You..!!
ada yang mau jadi Pacar Nae?
haha.. Just kidding...!!
.
.
.
__ADS_1