Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
aibmu?


__ADS_3

.


.


"biarkan saja..! aku yakin dia akan baik-baik saja". Satria


"bagaimana kakak bisa tau? ". tanya Alice memicing.


"dia tahan semua siksaan yang aku berikan dan aku yakin dia bisa mengatasi lebihnya". jawab Satria


Alice mengerucutkan bibirnya tak senang,


"kenapa? ". goda Satria menoel-noel pipi Alice


"ngga suka". ketus Alice


"Ok.. ok.. maafkan aku pengantinku.. aku tidak akan bahas wanita manapun". ucap Satria sambil menangkupkan kedua tangannya meminta maaf pada sang istri.


Alice mendengus sebal lalu melihat arah lain, Satria terkekeh geli melihat kelakuan ratunya malam ini, sangat cantik tapi sangat menggemaskan.


"marah? ". gemas Satria


"kenapa lagi ini pengantin 2 biji ini? ". kekeh Kaisha di ikuti oleh Mayra yang membawa buah-buahan segar untuk Satria dan Alice.


"Aunty..? ini kakak Satria jadi orang terlalu baik". adu Alice dengan kesal.


"iya.. Satria emang terlalu baik". sungut Kaisha


"iya". sahut Mayra membenarkan.


Alice menatap tajam Satria yang terkekeh gemas akan tatapan mata Alice yang hijau, sungguh cantik dan menggemaskan.


"sudah.. sudah.. apa kalian mau buat drama tatap kesal dan gemas hmm? apa Raya dan Raka tidak cukup hah? ". omel Kaisha


Mayra berdecak sebal saja akan keromantisan pasangan muda itu, padahal Mayra dulu juga seperti itu.


Mayra dan Kaisha dengan cepat meninggalkan pasangan pengantin yang saling tatap-tatapan itu sambil tertawa cekikikan.


sedangkan di tempat lainnya.


Raya menggeleng-geleng keras kepalanya saat Dita memberikan makanan ala barat kepadanya.


"jadi Nona maunya apa? ". tanya Dita yang pusing sendiri.


"mau nya sup kepiting". jawab Raya dengan kedua alis di tekuk.


"Nona? ". Jon datang bersama Rio membawa sup kepiting juga lobster yang Raya mau.


mata Raya berbinar seketika seperti anak kecil saja.


Dita menganga saja melihat Raya mau menerima kedua makanan itu padahal Dita sudah menawarkan Lobster juga kepiting rebus di hidangan spesial Melviano.

__ADS_1


"kenapa Nona mau masakan mereka? ". tanya Dita seolah sedang protes.


"ini masakan Bi Asih kan? ". tanya Raya sambil tersenyum.


"iya Nona". sahut Rio dan Jon segera menyajikan makanan untuk Raya.


Dita hanya bisa melongoh dengan wajah bodoh mengikuti Raya yang di dorong oleh Rio.


Raka datang ke tempat makan Raya, "sayang? ".


"iya abang.. apa ini utusan abang? ". tanya Raya berbinar.


Raka mengelus kepala Raya dan mengangguk, "istriku sangat pemilih, selain masakan keluarga kita juga bi Asih, istriku ini tidak mau makan".


Raya tersenyum, "masakan yang lainnya terasa sangat amis". gerutu Raya


Dita mengerutkan keningnya tidak mengerti,


"ayo pergi..! ". Jon menarik lengan Dita yang tak mengelak sedikitpun sedangkan Rio mengikuti mereka lalu putar arah tak sejalan dengan Jon dan Dita yang pergi ke dalam Lift.


semua pasangan sibuk dengan dunia mereka, seperti Raya dan Raka, Satria dan Alice, begitu juga Jon dan Dita.


"apa sih? ". tanya Dita berbisik.


Jon memeluk Dita dengan erat,


"lepas Jon..! aku sedang bekerja! ". protes Dita


Jon terkekeh lalu melepaskan pelukannya, "baiklah..! beruntung Tuan dan Nona sedang makan lebih baik kita makan juga".


entah sejak kapan pasangan yang sulit akur itu bisa berpacaran satu sama lain, Jon dan Dita merasa tidak cocok satu sama lain tapi perasaan tidak ada yang bisa menebaknya satu sama lain.


.


.


Alya menggeram kesal saat ada Gerry datang lagi ke acaranya secara terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada Alya.


"maaf..! aku sudah punya kekasih". jawaban telak Alya membuat Gerry di permalukan.


"aku kan sudah bilang Tuan..? aku tidak akan bisa membalas perasaanmu karna aku punya kekasih hati". jelas Alya membuat Gerry jadi bahan gosipan orang di sekitarnya.


"benarkah? bukan karna aku bukan orang kaya? ". sindir Gerry.


"perasaanku tulus apa kau tidak bisa menerimaku? ". tanya Gerry


Arya mendengarnya hendak mendatangi Gerry dan memukulnya tapi di cegah oleh Randi juga Kama.


"lepaskan aku..! aku mau beri dia pelajaran". geram Arya


"aku yakin Alya bisa mengatasinya". Randi

__ADS_1


"iya..! pasti bisa". sahut Kama


Arya berdecak lalu melihat Dylan dan Pasha yang mengangguk memberi kode padanya seolah mengatakan lewat sorot matanya biarkan Alya mengatasinya.


musik kebetulan sedang mati, situasi menjadi hening saat Gerry meminta pemutar musik untuk memberhentikan musiknya seolah dialah pemilik acara itu.


Alya menatap kesal Gerry yang tak ada habisnya ingin menyudutkannya hingga terpaksa menerima Gerry demi nama keluarga nya tapi Alya tidak bodoh, berkat Alice ia sangat waspada dan mencari tau asal-usul Gerry.


Alice beralih ke arah Gerry yang sedang berdiri diatas panggung berbicara dengan MIC.


"para tamu undangan..! jika anda orang tidak punya seperti saya jangan berani menyukai gadis sempurna dari keluarga Melviano". Gerry menunjuk sopan ke arah Alya


Alya berdecak sambil memijit pelipisnya.


"aku bukan dari kalangan orang hebat dan Kaya Raya". Gala bersuara.


"ya.. aku juga tidak dari keluarga Kaya Raya, dibanding Keluarga Melviano aku tidak sekaya mereka tapi mengapa mereka memberikan putri bungsu berharga mereka pada pengawal miskin sepertiku? ". sahut Reza (Suami Rani yang adik kandung Pasha)


Reza merangkul Rani yang merupakan istrinya, bersama mereka memulai keberhasilannya dari nol.


bisik-bisik pun mulai terjadi.


"benarkah? lalu mengapa Nona Alya begitu sombong dan pemilih? ". tanya Gerry menyindir.


"aku masih berbaik hati tidak membuka aibmu Tuan..! jika aku beritau pada mereka semua apa kau tidak takut Perusahaanmu jatuh bangkrut? ". Alya menyindir dengan keras.


Deg...!!


"apa perlu aku beritau pada mereka? Tuan pemain wanita? aku tidak butuh pria kaya tapi aku butuh Pria yang tulus mencintaiku,, kau fikir keluargaku pernah menjodoh-jodohkan kami? kami menikah dengan pilihan kami masing-masing". Alya melihat pasangan-pasangan mesra Melviano yang tak luntur sampai usia semakin tua.


"aku sudah mencari tau latar belakangmu Tuan". senyum sinis Alya


"jadi jika ingin kebusukanmu terbongkar lanjutkan saja drama mu ini". lanjut Alya dengan serius.


Gerry dengan ragu-ragu melihat sekeliling, wajahnya terlihat panik dan pias.


"lanjutkan saja! ". cibir banyak orang di bawah panggung.


Gerry menatap ke arah Alya yang datar tak terbaca, sepertinya kesabaran gadis cantik itu sudah tidak ada lagi.


"dia pria brengs*k!!". suara seorang wanita menatap tajam ke arah Gerry.


semua orang melihat ke arah wanita itu.


"aku gadis dan dia mengambil nya dariku lalu berselingkuh dariku melakukan hal yang sama dengan wanita lain". jelas wanita itu menghapus air matanya yang menetes, antara menyesal juga benci menatap pria itu.


"brengs*k...?"


semua tamu undangan mencela Gerry, Gerry merasa situasi mulai tidak menguntungkannya segera melarikan diri tapi dicegal oleh kaki panjang Pandu hingga Damar menahan tawa begitu yang kerabatnya yang lain


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2