
.
.
"ada apa? ". tanya Al masih mengelus kepala Alya
"aku bilang sudah pulang duluan". jawab Alya mengerucutkan bibirnya.
Al melihat hal itu tentu menjadi pusat perhatiannya, "dia menggemaskan sekali". batin Al
"hei...? ". Alya menepuk kedua tangannya di wajah Al.
Al tersentak pun menatap Alya, "hmm? ".
"kenapa sih?". tanya Alya dengan heran
"tidak ada". jawab Al menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"oh.. aku duluan ya.! aku sudah bilang sama papiku kalau aku sudah pulang duluan". Alya bangkit sambil membenarkan tasnya.
"biar aku antar! ". ujar Al dengan serius.
Alya melihat ke Al, "kenapa dia menatapku seperti itu? ". batin Alya menahan rasa malunya
"tidak..! nanti aku tidak bisa balas budi". tolak Alya hendak berjalan duluan
Alya mengatup bibirnya sambil menahan senyum saat berjalan membelakangi Al, Alya tidak bisa langsung menerima Al begitu saja, ia harus menunjukkan diri pada Al kalau Alya bukan gadis yang mudah untuk dapatkan.
Al berlari menahan tangan Alya, Alya memutar kepalanya ke arah Al dengan raut wajah bingung.
"kenapa? ". tanya Alya dengan polos
"aku antar". Al langsung menggendong Alya yang melototkan matanya dengan kaget.
"aakkhhh". pekik Alya melingkarkan tangannya di leher Al.
"kenapa digendong? ". tanya Alya dengan serius.
"kakimu baru saja sembuh biar aku antar". kata Al berjalan mengabaikan ocehan Alya yang meminta untuk di turunkan.
beberapa orang yang melihat mereka di Rumah Sakit berbisik-bisik gemas, mereka mengira Al dan Alya sepasang suami istri yang sedang berdebat memeriksa kondisi kehamilan Alya, itu sebabnya mereka malah gemas melihat Al dan Alya terlebih lagi Alya yang tak juga berhenti mengomel minta di turunkan.
.
Al melihat ke arah Alya yang diam sambil memanyunkan bibirnya dengan tatapan kesalnya ke arah jendela Mobil Al.
Al menahan senyumnya melihat tangan Alya yang dilipat, kedua alis Alya menyatu apalagi tatapannya yang kesal itu mengapa sangat lucu dan imut sekali di mata Al.
"aku benar--benar sudah terpikat olehnya". batin Al mendekat ke wajah Alya
__ADS_1
Alya tak juga menurunkan tangannya saat Al memasangkan Seatbelt,
"tanganmu cantik..! ". goda Al.
"huuh...! ". sungut Alya tak mau mendengarkan permintaan Al.
Al terkekeh hingga Alya beralih menatap Al, Al tersentak saat pandangannya dengan Alya bertemu
Deg..! Deg...! Deg...!
jantung Al kembali berdetak 2 kali lebih cepat, sungguh ia begitu terpikat dengan daya tarik Alya yang sangat berbeda dari kebanyakan wanita diluar sana.
"dasar menyebalkan! ". Alya meradu keningnya dengan kening Al.
"ssst..! " Al meringis
Alya menjulurkan lidahnya bak Anak kecil ke Al, Al memperhatikan hal itu tersenyum sambil menggeleng gemas, aneh memang mengapa Al tidak marah dengan kelakuan Alya.
Al memasangkan Seatbelt ke tubuh Alya lalu mengelus kepala Alya dengan gemas
"hei...tanganmu di kondisikan! ". peringatan Alya dengan galak.
Al mengabaikannya hanya tersenyum tampan sambil memasang seatbeltnya sendiri lalu menghidupkan mesinnya.
Alya melihat ke arah jendela sambil menahan senyumnya, "kamu mantan Cassanova, walaupun kamu adalah pria yang tulus mencintaiku nanti tapi tetap saja aku tidak bisa membiarkanmu begitu mudahnya mendapatkanku". batin Alya
.
"mana?? ". tanya Alya seakan lupa kemarahannya tadi.
Al menunjuk seorang anak kecil yang berjualan basreng di lampu merah.
"beli...! ". seru Alya dengan semangat.
Al tertawa kecil lalu membuka kaca mobilnya, ia mengklakson ke arah depan dan melambaikan tangan hingga Anak itu menoleh ke mobil Al, dengan semangat bocah itu berlari ke mobil Al.
.
.
"kenapa menatapku seperti itu? ". tanya Alya dengan galak
Al terkekeh, "selama aku hidup baru pertama kali aku melihat ada sejenis perempuan yang tergila-gila dengan makanan, setau aku Perempuan gila perhiasan dan tas limited".
Alya mendengus, "bodo amat". ketusnya membuat Al kembali tertawa.
Al sering memberikan barang-barang mewah pada wanita itu sebabnya ia tau perbedaan tas mahal, tas KW dan perhiasan apapun, hal itu ia lakukan sebelum bertemu dengan Alya sebab Al menganggap semua wanita sama hanya ingin harta saja.
.
__ADS_1
"terimakasih sudah mengantarku! ". ucap Alya dengan serius
Al mengangguk lalu mengelus kepala Alya dengan lembut, Alya menatap Al dengan tajam tapi perkataan Al membuat tatapan Alya berubah kesal dalam sekejab.
"bayaranku". jawab Al sambil terkekeh melihat tatapan kesal Alya yang tak berkutik melawan elusan kepala itu.
Alya keluar dari mobil Al dan Al kembali tertawa saat Alya menutup pintu mobilnya cukup keras, ia tidak marah malah tertawa, Al benar-benar sudah tidak waras karna pesona seorang Alya Melviano.
.
beberapa hari kemudian.
Nia beralih ke arah Pria yang pernah singgah di hatinya datang ke Restaurant tempat ia bekerja,
"ada apa Tuan? ". tanya Nia dengan serius.
Nia bekerja sebagai Pelayan Restaurant ternama di Kota Pusat.
"kenapa Tuan? panggil Kakak aja Sayang". kata Pria itu hendak menggapai tangan Nia.
Nia menepis dengan cepat sebelum tangan Pria itu memegang tangannya, "jangan pegang-pegang Aku Tuan, lebih baik anda fokus merawat kakakku".
"kenapa aku harus merawatnya? sayang dengar..! aku di goda olehnya, aku tidak pernah membalas perasaannya". jelas Brayen membuat Nia tertawa hambar.
"hah.? lucu sekali, hubungan itu tidak dilakukan dengan Cinta? apa maksud anda Tuan? bukankah mereka bilang melakukan hubungan itu namanya Bercinta? berarti Tuan sedang bercinta dengannya walau diatas Ranjang". Nia menatap benci ke Brayen
"sayang.. aku Pria dewasa tentu punya nafsu tapi percayalah aku tidak menyentuhmu karna aku benar-benar mencintaimu". Jelas Brayen dengan serius mendekat ke Nia.
"jangan mendekat..! ". titah Nia juga melangkah mundur dan mundur.
"percayalah padaku sayang...! hanya aku yang bisa membuatmu bahagia, aku Kaya, tampan dan sangat bisa diandalkan". pinta Brayen dengan serius
Nia menggeleng-geleng kepalanya, "aku mohon jangan datang lagi ke tempat ini, lepaskan aku Tuan..! anda sudah mengkhianati aku dan aku mohon jangan dekati aku lagi, jangan temui aku lagi!".
"permohonan seperti apa itu? ". Brayen mendekat dan menarik tangan Nia.
"lepaskan aku.. lepas...! lepaskan aku..! ". jerit Nia saat tubuhnya di peluk paksa oleh Brayen.
"aku merindukan masa-masa kita bersama sayang, kamu yang selalu datang ke kantorku mengantar makan siang untukku, melarangku makan permen padahal aku tidak diabetes, aku merindukan semua kasih sayangmu Nia, aku benar-benar gila karna mu! aku tau aku salah tapi berpikirlah secara logika karna aku pria dewasa yang butuh pelampiasan hasrat".
"bajingan! ". teriak Nia mengangkat lututnya, Nia menendang bagian Inti Brayen hingga Pria tampan itu meringis kesakitan melompat-lompat sambil memegang miliknya.
"dasar pria ranjang sialan.. !" maki Nia dengan frustasi
"Chacha! ".
Nia berkeringat dingin saat ada seorang Pria memanggilnya, hanya 1 pria yang memanggilnya dengan sebutan Chacha yaitu Tuan Muda Arya Melviano.
.
__ADS_1
.
.