Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
mencari tau


__ADS_3

.


.


.


Raka mengirim vidio rekaman dansanya dengan Raya ke ponsel Raya.


"sayang? ". panggil Raka mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


"sayang? apa kamu tidak apa-apa sayang? sahutin aku sayang". Raka terlihat khawatir


Raka melihat jam dinding lalu menarik nafas dalam-dalam.


"tahan dirimu Raka..! jangan sampai kamu jadi On hanya melihat tubuh istrimu". ucap Raka pada dirinya sendiri.


Raka membuka pintu kamar mandinya yang memang tidak di kunci Raya, Raka tadi memang meminta pada istrinya untuk tidak perlu mengunci pintu.


"sayang..? ken..? Ehh? ". Raka berlari memasuki kamar mandi tapi malah melihat pemandangan sang istri sudah tertidur pulas di dalam bathup kamar mandi


"Ya Tuhan..! nyaman sekali tidurnya, tadi katanya lap-lap badan saja". gumam Raka terkekeh pelan seketika


Raka melihat air di dalam bathup itu tidaklah bersabun melainkan hanya wangi, Raya memasukkan semua aroma terapi milik Raka ke dalam air rendaman nya itu tapi tak tersirat kemarahan dimatanya Raka saat tau botol aroma terapinya dihabiskan, padahal Raka tidak bisa membelinya di Indonesia, ia harus memesan dari luar negri.


Raka mengusap sayang wajah Raya yang menggeliat pelan lalu kembali tertidur pulas seperti bayi saja.


Raka tersenyum lembut, "kamu bisa masuk angin tidur di dalam sini sampai pagi sayang". bisik Raka dengan gemas.


alhasil Raka membantu Raya bangkit, walau dirinya tersiksa harus bisa menahan diri karna Raya sedang mengandung, inilah awal penderitaan Raka tidak bisa berbuat seenak nya saja jika ingin memakan sang istri, tapi Raka tidak pernah keberatan karna ia menahan diri demi anaknya sendiri.


Raka menyelimuti Raya sampai menutupi lehernya dan membubuhi kecupan manis di kening Raya, Raka keluar dari kamarnya berjalan menuju ruang kerjanya.


walau Raka terlihat tenang dan bahagia tapi ada hal-hal penting juga yang terus mengganggu pikirannya.


"mama? apa benar mama juga menderita sama sepertiku? ". lirih Raka melihat gambar induk Macan yang terlihat bahagia dengan anak-anaknya.


semenjak Raka disebut anak macan, Raka suka melihat gambar hewan itu bahkan mencari tau hewan satwa di lindungi itu.


Raka teringat kata-kata Alice yang tak sengaja ia dengar kalau ibunya sedang berjuang hidup dan mati di tempat tersembunyi, Raka hanya tau ibunya masih ada walau sedang berjuang hidup dan mati tapi tidak tau kalau Raka masih memiliki Ayah.


"Ayah.. apa Ayah tau mama sedang dalam bahaya? itu sebabnya demi melindungi mama Ayah membawaku pergi? Ayah rela jadi buronan supaya bisa mempertahankan hidup mama? ".


Raka menatap potret dirinya dengan sang pria yang telah dianggap Ayah olehnya, Smith tidak pernah mengatakan apapun sampai akhir hayatnya hanya mengatakan kalau dirinya harus bersembunyi dan menutupi identitasnya.

__ADS_1


itu sebabnya Raka menutupi jati dirinya adalah master R yang terkenal di dunia Mafia itu, tidak ada juga yang tau bahwa dirinya adalah anak yang pernah dibuang oleh keluarganya.


"sebenarnya siapa pria misterius dari Dubai itu? kenapa dia ingin membunuhku? kenapa dia tidak ingin aku bertemu dengan mamaku? ". Raka berbicara sendiri, ia tidak bisa mengatakan apa-apa pada Raya tapi jujur Raka memang penasaran dengan sosok ibunya itu.


"Alice bisa melihat masa depan apa dia bisa melihat masa laluku bahkan sebelum aku ada? ". gumam Raka menebak-nebak saja.


Raka menggeleng kepalanya, "kenapa aku jadi percaya hal mistis?".


.


.


ke esokan harinya.


Raka bekerja ke kantor sebab banyak urusannya, sedangkan Raya sudah izin pada suaminya untuk keluar mansion walau harus di ikuti oleh Dita yang sudah lama tidak dimenemani Raya kemana-mana.


Raya pergi ke Pesantren Kama dan Kalila, ia juga ingin bertemu dengan Kanaya, Aisha juga Rahman di temani oleh Dita.


"kenapa Nona ingin kesini Nona? ". tanya Dita penasaran.


Raya menoleh ke Dita lalu tertawa lebar seketika.


"kenapa Nona? ". tanya Dita salah tingkah


"apa disini kawasan untuk wanita berjilbab Nona? ". tanya Dita


"hmm.. kamu minta ikut denganku maka harus mengikuti aturan mereka". Raya


Raya tersenyum lebar setelah berhasil membenarkan penutup kepala Dita.


.


.


"Kakak? ". pekik Kalila memeluk Raya dengan gemas saat melihat Raya ada di kamarnya.


Raya terkekeh mengelus punggung Kalila.


"bagaimana keadaanmu dek? ". tanya Raya


"baik kak..! ada apa kak? kenapa kakak kesini? kakak mau aku kena marah sama abang ipar? ". Kalila berkata sambil bercanda


Dita berdiri di belakang Raya, ia tidak dianggap pun tidak masalah asalkan dirinya bisa bersama Raya dan mengikuti Raya kemanapun pergi.

__ADS_1


Raya tersenyum, "kakak mau minta penjelasan padamu.. kenapa saat kamu bertemu dengan suami kakak kamu terlihat terkejut? ada apa dengannya? ".


"memangnya apa yang aku lihat kak? ". tanya Kalila balik sambil tertawa pelan.


"Kama juga begitu, dia sering bilang kalau Suami kakak punya aura hitam disekitarnya tapi dia bilang saat itu suami kakak hanya punya dendam saja, saat itu kakak tidak terlalu peduli itu tapi sekarang kakak butuh penjelasan". Raya


Kalila menghela nafas panjang, "aura hitam itu arwah seseorang yang terus mengikuti abang ipar, dia menyatu dengan abang ipar jadi kalau abang ipar benci pada seseorang maka arwah itu juga".


"apa kamu bisa melihat arwah siapa itu? ". tanya Raya serius.


"tidak kak..! sepertinya arwah itu terlalu banyak menggunakan kekuatannya hingga berubah jadi asap tapi tetap setia mengikuti abang ipar". Kalila menjelaskan


"terlalu banyak menggunakan kekuatannya maksudnya bagaimana dek? ". tanya Raya tidak mengerti.


"mungkin saja itulah jimat keberuntungan abang ipar kak.. maka nya abang ipar selalu lolos dari maut karna yang menanggung semua siksaan itu adalah arwah itu". Kalila


Raya semakin tidak mengerti, begitu juga Dita yang diam-diam juga memanjangkan telinganya bukan maksud menguping tapi ia sangat penasaran tentang dunia mistis yang diketahui Kalila sementara tidak pernah ada pelajarannya di sekolah bergengsi modern manapun.


.


di perusahaan New R Group.


Raka mendapat kiriman bunga misterius.


"kau masih hidup anak Macan? tunggulah aku yang akan menjadi malaikat mautmu".


hanya pesan singkat itu saja tapi berhasil membuat Raka semakin penasaran.


Raka mencari tau tentang Bunga yang diberikan untuknya dan artinya sangatlah menakutkan, bunga itu melambangkan permusuhan abadi.


Raka membuang bunga itu ke tong sampah di balkon, ia tidak suka bunga itu,,


"kau memberi bunga untuk mengibarkan bendera permusuhan denganku? baiklah jika itu maumu.. "


Raka membakar bunga itu dari dalam tong sampah, ia tidak akan menahan diri jika ada yang menantangnya maka Raka harus berdiri didepan orang itu tanpa melarikan diri lagi.


"kau berkuasa sedangkan aku sangat kuat... kita lihat saja sampai dimana kekuatanmu itu berada". Raka berkata dengan dingin menatap bunga yang telah dilalap api.


Raka yakin orang berkuasa belum tentu kuat sebab hanya punya kekuasaan, hanya tau menyuruh dan memerintah saja tapi orang Kuat sudah pasti punya akal dan kecerdasan yang akan membuatnya menang nantinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2