
.
.
Nia masuk ke Apartemennya dan mengulum senyum manisnya hingga gigi kelincinya terlihat jelas.
Nia melihat sendal Rumahan motif Kelinci berbagai warna, Nia berlari ke rak sendalnya dan memilah-milah semua sendal yang masih terbungkus plastik.
"Tuan..? kenapa anda baik sekali pada saya". gumam Nia memeluk erat semua sendalnya dan membawa semua pemberian Arya ke kamarnya.
Nia membersihkan dirinya dengan air hangat ia menatap penampilannya dicermin dan matanya menatap kalung cantik pemberian Arya.
"aku tidak suka kalung ini diambil oleh kakak, aku tidak mau diambil olehnya". gumam Nia
sebelumnya Nia memang bodoh terlalu percaya pada Brayen tanpa tau apa-apa mengenai perbuatan kedua orang itu dibelakang Nia, berbeda dengan Arya yang memang tidak pernah membiarkan wanita manapun menyentuh nya tidak seperti Brayen yang justru kebalikannya.
dalih pekerjaan Nia tidak bisa apa-apa sekedar meminta Brayen menjaga jarak dari para wanita-wanita itu, tapi Nia hanya bisa berpikir positif walau tau Brayen dipeluk sana-sini oleh wanita-wanita seksi didepan mata Nia.
ting.. tong..
Nia hendak tertidur pun kembali terduduk, ia segera keluar dari kamarnya dan mengintip pintu Apartemennya dari kamera kecil didepan pintu Apartemen milik Melviano itu.
"eeh..? ". Nia segera membukakan pintu Apartemennya.
"Pak Satpam? ada apa pak? ". tanya Nia dengan ramah.
"Nona ini pemberian Tuan Muda Arya!". penjaga Gerbang utama gedung Apartemen milik Keluarga Melviano.
"Tuan Muda? tapi kenapa besar sekali Pak? ". tanya Nia membuka pintunya lebar-lebar.
"saya tidak berani membuka isinya Nona, saya permisi". pak Satpam menunduk hormat pada Nia dan hendak pergi.
"Pak..?". panggil Nia
"iya Nona? ada yang bisa saya bantu? ". tanya Pak Satpam dengan sopan.
"dimana Tuan Arya pak? ". tanya Nia
"Tuan Muda Arya sedang berada di Hotel MattGroup mengurus pernikahan Nona Alya itu pesan Tuan Muda tadi Nona, Tuan Muda meminta anda untuk tidur nyenyak". kata Pak Satpam hampir melupakan pesan Arya untuk gadisnya itu.
"terimakasih Pak! ". ucap Nia setengah berteriak.
Satpam mengangguk lalu berbalik berjalan cepat-cepat meninggalkan Nia,
"kenapa sih? kenapa para penjaga di Apartemen ini ketakutan setiap melihatku? apa aku sejahat itu ya?". gumam Nia bertanya-tanya sendiri.
Para Satpam penjaga Apartemen sebenarnya sangat akrab dengan perempuan di Keluarga Melviano yang sangat ramah dan baik hati, tapi Nia berbeda karna mereka baru mengenal Nia tanpa tau apa-apa sifat Nia yang sesungguhnya, mereka mengira Nia bisa saja bersikap kebalikannya jadi tidak berani bersikap sok Akrab atau sok dekat.
Nia membuka kado besar pemberian Arya, kaki Nia melemas seketika saat membuka plastik yang membungkus hadiah itu mengambang hingga menjadi boneka Kelinci yang sangat besar.
Nia memekik seketika lalu memeluk boneka kelinci besarnya.
__ADS_1
Nia berlari kecil membawa boneka besarnya sesekali Nia terjatuh tapi tidak membuatnya marah malah makin gembira saja karna bonekanya sangat elastis dan sangat empuk.
.
.
ke esokan harinya.
Nia keluar dari Apartemennya lalu membawa mobil Arya karna tadi pagi-pagi sekali Arya mengirim pesan meminta Nia untuk mengisi bahan bakar mobilnya juga mencuci mobilnya bahkan Arya sudah menstransfer uangnya.
Nia membawa mobil Arya mengisi bahan bakarnya tapi yang menjadi keheranan Nia adalah saat banyak orang yang begitu memperhatikannya.
"ada apa dengan mereka? ". batin Nia terheran-heran.
Nia tidak tau betapa pentingnya mobil itu bagi pemiliknya, tidak pernah Arya meminjamkan mobilnya pada siapapun tapi sekarang dibawa oleh seorang gadis cantik tentu mereka mengira Nia adalah kekasih Arya.
bahkan pria yang mengisi bahan bakar Nia pun gemetaran, Nia mengerutkan keningnya melihat sekeliling dengan cepat mereka semua berpaling arah seolah takut bertatapan mata dengan Nia.
.
Nia tiba di toko buah,
"Tuan? ". Nia menelfon Arya
"hmm? ". sahut Arya
"boleh saya menumpang berhenti sebentar ke Rumah Sakit Papa Saya? saya hanya ingin melihat keadaan orangtua saya". Nia
"baik Tuan.. terimakasih Tuan". ucap Nia menahan rasa bahagianya.
"hmm.. nanti jam 4 sore aku akan datang ke Rumah Sakit itu, jadi cuci mobilku terlebih dahulu lalu kamu boleh berlama-lama disana dan ingat..! jangan biarkan mobilku dinaiki oleh manusia lain mengerti?? ". Arya
"mengerti Tuan". jawab Nia dengan patuh.
Nia menuruti perkataan Arya dengan mencuci mobilnya terlebih dahulu, Nia begitu terkejut dengan cara pencucian mobil mewah ini.
Nia baru pertama kalinya melihat cara pencucian mobil seperti di drama Korea yang sering ia tonton saat ada waktu senggang, Nia tidak menyangka di Indonesia juga ada pencucian mobil yang unik seperti ini.
Mobil Arya dibawa masuk dan lebihnya mesinlah yang bekerja padahal Nia masih di dalam mobil, hingga terakhir ada para pekerjanya yang mengelap mobil mewah milik Arya supaya lebih berkilau.
"berapa Pak? ". tanya Nia membuka kaca mobilnya.
"eeh..?". kaget si pembersih mobil langganan Arya
"ada apa pak? saya baru disini jadi tidak tau bayarannya". tanya Nia dengan polos tidak tau pikiran pria paruh baya di depannya.
sepeninggal Nia, semua pekerja yang ada di pencucian mobil Arya bergosip tentang kekasih Arya, Plat mobil dan warna mobil itu sangat mereka kenal hanya Arya Melviano yang memiliki mobil yang dibawa Nia.
Nia tidak tau bahwa dirinya sudah diakui beberapa orang bahwa Nia adalah milik Arya.
di tempat lain
__ADS_1
"kenapa abang membiarkan Kak Nia mengisi bahan bakar juga mencuci mobil abang? ". tanya Wulan penasaran.
"iya bang kenapa sih? ". sambung Kalila
"apalagi coba? pasti buat pamer lah biar orang yang sudah melihat berita kakak ipar kalian bersama Brayen Mananta itu tau kalau Dek Nia itu milik Abang kalian". Nola menjawabnya dengan enteng.
"hah? ". Kalila dan Wulan cengo dibuatnya.
"Gila abang kok bisa romantis banget sih? ". ucap kedua gadis cantik itu begitu dramatis.
Arya terkekeh mengusap kepala Wulan dan Kalila.
Arya punya alasan membuat Nia melakukan semua hal yang Arya perintahkan, Arya hanya ingin semua orang tau Nia adalah miliknya tidak peduli pandangan orang lain terhadapnya, bagi Arya kebahagiaan Nia adalah hal yang utama bagi Arya.
Arya tidak tau dirinya mencintai Nia atau tidak tapi Arya tidak suka Nia di tatap remeh dan diinjak-injak oleh manusia lain, Arya akan melindungi kelinci menggemaskan nya itu dengan cara apapun.
.
Nia keluar dari mobil Arya di area parkiran Rumah Sakit, Nia tidak sadar bahwa dirinya telah menjadi pusat perhatian karna keluar dari mobil Arya.
Nia terlalu bahagia bisa bertemu dengan Papa dan Mamanya, walau Orangtuanya memperlakukannya dengan tidak adil tapi Nia tetaplah Nia yang baik juga murah hati tak pernah mendendam pada orang terkasihnya itu.
"Mama? ". panggil Nia sambil membawa semua buah-buahan segar yang ia beli untuk Wendy.
"kamu tidak kerja nak? ". tanya Wendy
"tidak Ma..! Nia sudah mengundurkan diri, Nia juga udah dapat kerjaan baru tapi akan masuk 2 minggu lagi karna atasan nya lagi ada acara". jawab Nia sambil mendekati brankar
"bagaimana keadaan Papa Ma? ". tanya Nia
"Papamu tadi sempat sudah sadar tapi masih pengaruh obat bius jadi kembali tertidur". jawab Wendy merasa malu
"Kakak mana Ma? ". tanya Nia celingukan
"dia keluar katanya mencari Brayen". jawab Wendy lalu mengatup mulutnya seketika.
"ooh.. tidak apa Ma.. ". senyum Nia beralih ke Bio.
"Papa cepat sadar ya..!". Nia berkata sambil mengelus kepala Bio.
.
.
malu lah tuh.. anak yang dihina malah bersikap baik tidak seperti anak kesayangan malah bertingkah, hehe.. terimakasih... Nae lanjutkan Novel ini buat kisah mereka disini aja ya? wkwk..
Nae juga sering salah ketik kalau ada yang salah kasih tau Nae ya? jangan diabaikan saja.. Nae terkadang terburu-buru jadi lupa pemerannya saking legendnya cerita ini dari kisah Pasha dan Kaira... wkwk...
.
.
__ADS_1