
.
.
"kakak ngajak aku kemana? ". tanya Nia penasaran saat Arya menggandengnya ke toko baju.
"nanti malam ada acara sayang..! pernikahan rekan bisnisku dan harus berpasangan, aku harus membawamu". jelas Arya
"benarkah? berarti yang tidak punya pasangan nggak boleh ikut ya? ". tanya Nia
Arya mengangguk, "ya begitulah". jawab Arya
Arya dan Nia disambut baik oleh pelayan dan pemilik Toko yang kebetulan juga ada di tempat,
"kami memiliki Gaun yang baru saja tiba Tuan, mungkin sebentar lagi akan datang, apa Tuan ingin melihatnya? gaun itu hanya 1 Tuan".
Nia melihat ke arah Arya.
"iya... tunjukkan padaku !". titah Arya
bunyi klakson membuat semua orang menoleh kecuali Arya.
"itu gaunnya sudah datang Tuan".
.
Nia menganga di tempat melihat gaun cantik yang kini melingkar indah di tubuh nya, betapa cantiknya bentuk tubuh Nia.
"ta.. tapi ini Kak". Nia menutupi bahunya yang terbuka dengan malu-malu
"coba perlihatkan pada Tuan Muda Nona! ". bujuk pelayan yang dipanggil Kakak oleh Nia
Arya melihat ke tirai yang baru saja di buka, Arya kini terperangah dan menatap takjub Nia.
Arya berdiri menghadap Nia lalu mengelilingi tubuh istrinya
"apa tandanya sudah hilang sayang? ". tanya Arya malah melenceng melihat leher Nia sudah kembali putih dan mulus.
"tanda apa kak? apa tanda lahirku? ". tanya Nia hendak meraba-raba tanda lahirnya tapi Arya menahan tangan Nia.
"tanda kepemilikanku!". jelas Arya membuat mata Nia membulat seketika.
sementara para Pelayan segera melihat arah lain sambil menutup mulut masing-masing, Nia melihat sekeliling dimana semua pelayan tengah membelakanginya dan ibu Pemilik Toko pun melihat arah lain sambil senyam-senyum.
"kakak? ". Nia berusaha mendorong tubuh Arya yang tangannya sudah meraba-raba leher serta bahu mulus Nia.
"apa tidak ada gaun yang lain? kalau memakai beginian hanya didepan suaminya saja, saya mau gaun ini tapi cari yang lebih tertutup untuk dibawa ke tempat umum, istri saya bisa dalam bahaya di lihat pria lain". Arya
Nia menjatuhkan rahangnya, "siapa juga yang tertarik padaku kak? aku sama sekali tidak menarik dimata rekan-rekan kerja kakak yang doyan perempuan seksi dan bohai". batin Nia
__ADS_1
"ta. tapi ini gaun terbaik kami Tuan, pakaian seperti itu sudah biasa bagi para wanita berkelas". jelas si Ibu pemilik Toko dengan sopan.
"iya saya tau..! ibu tidak lihat bahunya terbuka seperti ini? saya yang bisa gila melihatnya seperti ini, cepat cari yang lain, gaun ini tidak untuk mempertontonkan tubuh istri saya". kata Arya dengan tegas namun masih sopan karna wanita yang diajak bicaranya ini adalah seorang Ibu.
Nia menutup kedua telinganya, ia benar-benar tidak sanggup mendengar omelan suaminya yang bawel itu.
Glek..
"bagaimana dengan Gaun yang disana Nona? kami punya gaun yang sudah lama dipesan orang tapi mereka tiba-tiba membatalkannya karna masalah, gaun itu tertutup dan cantik".
"hmm.. ambil saja". Arya yang menjawab dengan cepat.
.
Nia tersenyum cerah melihat gaunnya kini telah sopan dan tidak memperlihatkan bahunya seperti tadi.
Arya masuk tiba-tiba karna terlalu tidak sabar, "nah.. ini bagus".
Nia berbalik dan mengibas-ngibaskan gaunnya seperti princes hingga Arya tertawa mengusap kepala Nia.
di dalam perjalanan pulang
Nia melebarkan matanya melihat bukti pembayaran 2 gaun yang dibeli Arya saat berada di dalam mobil.
"kenapa melihat itu matamu ingin keluar Cha? ada apa dengan bukti pembayaran itu? ". tanya Arya menahan tawa
"kenapa kakak beli gaun yang terbuka itu? harganya benar-benar tidak normal, masa iya seharga mobil". omel Nia
"ya Ampun Kak..! suruh aja aku pakai Lingerie atau nggak pakai baju sekalian, toh juga bakal di copot sama kakak, kenapa mesti makai gaun semahal mobil ini". gerutu Nia keceplosan
Arya tertawa terpikal-pikal langsung menepikan mobilnya, Nia menatap kesal suaminya yang malah menertawainya.
"kenapa ketawa kak? aku sedang marah nih, aku protes! ". geram Nia
Arya bukannya takut malah semakin terbahak, hingga Nia mendelik kesal sambil melihat kembali harga gaun seksi tadi.
Nia memang benar tapi bagaimana pun Arya orang kaya yang tidak pernah berpikir yang namanya untuk berhemat, tapi untuk pertama kalinya Arya kena marah karna membeli barang mahal yang tidak berguna kata Nia.
malam harinya Nia dan Arya pergi ke acara pernikahan Rekan Kerja Perusahaan MattGroup.
Yang hadir di keluarga Melviano di acara Pesta berpasangan itu adalah:
Satria dan Alice,, Raya dan Raka,, Al dan Alya,,
Nia melihat desain pengantin pernikahan Rekan Kerja Arya, Arya menggenggam tangan Nia layaknya sepasang kekasih padahal mereka suami istri.
"mau ketemu sama Kak Raya, Kak Alice dan Alya sayang? ". bisik Arya
Nia menoleh ke Arya dan bertanya, "mereka ada disini juga kak? ". tanya Nia
__ADS_1
Arya mengangguk, "mau ketemu mereka? ".
Nia membalas dengan senyuman lalu mengangguk sekali.
"kalau begitu kita temui mereka terlebih dahulu lalu berikan kado mu itu". kata Arya sambil menggandeng tangan Nia menuju Altar pernikahan rekan kerjanya.
setelah memberi ucapan selamat dan doa restu, Arya mengenalkan kembali Nia pada rekan-rekannya, mereka memuji Nia yang bisa berbahasa Inggris dan Mandarin.
"Kak aku ke Toilet ya? ". bisik Nia
"bawa Alya". kata Arya
Nia mengangguk lalu mengangkat gaunnya mencari Alya, Nia melihat Arya sedang makan enak sebab Adik kembarnya Arya itu doyan makan sejak masa kehamilannya.
Nia tidak tega meminta Alya untuk menemaninya, Nia pergi sendiri ke Toilet setelah bertanya-tanya pada pelayan.
.
di dalam Toilet
"kau lihat Nia tadi? ".
"iya.. dia benar-benar makin cantik ya? ".
"kenapa kalian tidak melabraknya seperti biasa? ". tanya yang lainnya.
"dia mengancamku akan membuat kami bangkrut".
"dia mengancam akan mencabut alat bantu pernafasan pacarku yang sedang koma, beruntung sekarang dia sudah sadar".
"benarkah? mentang-mentang udah kaya, dia begitu ya? kalian laporin aja sama Tuan Muda Arya pasti dia kenak marah karna keluarga Tuan Arya itu baik dan dermawan".
"iya juga ya? ".
mereka bertiga adalah wanita yang pernah mencela Nia di toko Kue, sepertinya mereka belum menyerah walau sudah diancam oleh Nia yang akan membuat mereka bangkrut, tapi saat mereka di beri ide brilian oleh teman Tia yang lain pun setuju dan merencanakan ide jahat untuk menjebak Nia supaya kejahatannya Nia terlihat oleh Arya.
Nia menarik nafas dalam-dalam di dalam Toilet, ia mengambil tisu dan mengelap tangannya yang basah.
"mereka minta di pijak ya?". gumam Nia dengan tatapan tajam.
Nia terima jika dirinya dikatakan jahat dan masih terima di rendahkan tapi Nia tidak terima jika ada orang yang berani menjebak nya untuk membuat Arya salah faham, apalagi mereka berangan-angan ingin menjadi istri Arya, Nia malah terbakar api cemburu mendengarnya.
.
.
.
balas.. balas Nia.. haha..
__ADS_1
.
.