Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
datang


__ADS_3

.


part tambahan.. Happy Reading...!!!


.


.


Raya menendang Raka tapi Raka mengelak, Raya memutar tubuhnya dan menggunakan tendangan tipuan dan hebatnya Raka bisa mengelak.


Raya melawan dengan tangannya, Raka pun menepis setiap tangan Raya yang melayang di wajahnya sesekali menggunakan kaki Raya hingga mereka saling berpindah-pindah tempat.


semua pelayan dan penjaga mansion ternganga lebar dengan mata membola tak percaya, Raka dan Raya benar-benar hebat.


"pertarungan para dewa-dewi". gumam Dita


Rio, Jon dan Boy melihat pertarungan Raka dengan Raya dari lantai atas dengan raut wajah bodoh bak sedang menonton perkelahian diatas ring tinju saja.


"kau akan mati ditanganku". geram Raya mengeluarkan setengah kekuatannya dan Raka bisa mengimbanginya.


Raka akui Raya benar-benar hebat, bahkan Raka tidak bisa lengah harus fokus jika lengah tamatlah dia.


"haissh..! ". Raya terus saja kesulitan sekedar menendang atau menampar Raka.


lucunya Raka tidak melukai Raya melainkan hanya menepis dan mengelak, Dita hanya bisa celingak-celinguk memperhatikan perkelahian Raya dan Raka.


"apa ini perkelahian cinta? bagaimana master R tidak melawan hanya tersenyum dan terus saja tersenyum, apa dia tidak lihat nona sedang bertanduk begitu? ". batin Dita.


Raya yang kesal segera menghentikan aksinya dan menatap tajam Raka yang tengah berpose bak model saja di depannya.


"kau mempermainkanku ya? ". tanya Raya dengan geram


"tidak Raya..! aku hanya mempertahankan diri, mana mungkin aku melukai penyelamatku". kekeh Raka membuat mata Raya melebar tak percaya.


Raya memejamkan matanya berusaha berpikir jernih, Raya ingin mengalahkan Raka jadi ia sedang memikirkan rencana dengan otak jeniusnya itu.


Raya membuka matanya dan Raka memicingkan matanya dengan waspada, Raya menebarkan senyum manisnya Raka dengan cepat mengalihkan pandangannya karna tidak mau memperlihatkan dirinya terperdaya pada Raya.


Raya melangkahkan kakinya dan kini ada di hadapan Raka, Raya menendang tulang kering Raka hingga pria tampan itu terjingkat kesakitan.


"master..! ". gumam bawahan Raka dengan nada pelan.


Raya tertawa puas, "senangnya aku bisa membalasmu tuan master..! siapa suruh anda menyentil keningku..! ".


Raka mengangkat tubuh Raya seperti karung beras seketika yang mana Raya langsung saja memekik kaget di bahu Raka.


"Raka....! ". jerit Raya

__ADS_1


sementara yang lainnya mulai pusing dengan acara debat kedua pasangan fenomenal itu, bahkan mereka bertanya-tanya apa Raka memang mencintai Raya dari perbuatan Raka saja malah meragukan.


"Nona..? ". Dita berlari mengikuti Raya yang di gendong Raka.


Raka terus saja membawa Raya dengan santainya, Raya berteriak di punggung Raka.


"sialan kau mafia tulen...! lepaskan aku... lepass..! ". teriak Raya


sungguh geram sekali Raya dengan apa yang Raka lakukan,


"mau apa kau Raka...! ". jerit Raya seketika panik melihat Raka membawanya ke kolam berenang.


Raka menyeringai, "aku akan menjatuhkanmu disana sayang".


Raya membelalak, bukannya terpesona panggilan Raka tapi malah panik karna takut Raka benar-benar menjatuhkannya.


"aku benar akan membunuhmu Raka.. ". ancam Raya merangkul erat leher Raka.


Raka tertawa keras hingga Raya memukul-mukul kesal kepala Raka, betapa senangnya Raka menggoda Raya seperti itu membayangkan wajah kesal Raya membuat hati Raka berbunga-bunga padahal biasanya Raya hanya bisa memasang wajah datar dan dingin saja.


"Nona..? ". jerit Dita hendak menolong tapi di tatap Raka membuatnya membeku di tempat.


sungguh tatapan seorang master bisa membekukan aliran darah, Raya terus saja memberontak dan Raka sedang mencoba menjatuhkan Raya.


"Rakaaa...! aaakh...! ". Raya menjerit seketika saat tubuhnya benar-benar dilempar ke dalam air.


namun diluar dugaan Raka juga ikutan tergelincir karna Raya dengan cepat menarik lehernya dan lagi Raka tepat berada di tepian kolam hingga ia tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.


para pelayan dan penjaga mansion membekap mulut syok melihat adegan itu.


Dita panik segera berlari ke bi Asih dan bertanya selimut dan handuk, serta baju ganti.


Dita dan Bi Asih pergi dari sana sementara Raya yang kesal menyiram wajah Raka.


"mati kau Raka.. matii...! " teriak Raya berenang ke arah Raka dan berusaha menenggelamkan Raka.


Raka tak mau kalah juga menenggelamkan Raya hingga mereka saling menertawai satu sama lain, tanpa mereka sadari perkelahian unik mereka kini telah menjadi ikatan kecil diantara mereka.


Raya sedikit nyaman bersama Raka, tapi kesal juga karna pria menyebalkan itu selalu membuatnya marah.


Rio, Jon dan Boy pun hanya melongoh bodoh saja melihat tuan mereka yang bertingkah seperti anak kecil bersama Raya, mereka tidak pernah melihat sisi Raka yang seperti itu tapi jujur malah membuat mereka merinding.


ketiga orang setia Raka itu segera melarikan diri dari sana, ia takut Raka akan bertingkah aneh lagi yang membuat martabat seorang bos Mafia yang kejam hancur lebur di depan bawahannya sendiri.


.


.

__ADS_1


di kamar Raka,


Raka senyam-senyum lalu tertawa cekikikan sendiri mengingat momentnya bersama Raya tadi, Raka benar-benar suka menggoda Raya apalagi melihat alis Raya yang menyatu geram menatapnya seperti angry bird cantik.


Raka bahagia dengan dunianya maka Raya malah tertidur pulas di kamarnya karna kelelahan melawan pria si maha menyebalkan itu bagi Raya.


"tuan..? ". sapa Dita memberi hormat pada Dylan yang datang bersama Arya ke mansion melviano.


"bagaimana keadaan Raya Dita? ". tanya Dylan


"baik-baik saja tuan.. Nona sering kerumah temannya". jawab Dita


"teman? ". beo Arya


"master R tuan". jawab Dita


"papi? ". Arya meminta penjelasan pada Dylan.


"sebelumnya Arya udah curiga kak Raya menolong master R itu, apa kak Raya menyukai yang katanya abang ipar kami di dalam berita itu Pi? " tanya Arya


"apa ada masalah saat mereka bersama? ". tanya Dylan


Dita menceritakan semuanya tanpa ada yang tertutupi hingga Arya menjatuhkan rahangnya dan Dylan tersenyum miring.


"kenapa Master R bisa begitu Pi? apa dia memang menyukai kak Raya? ". cecar Arya


"dia sedang menggunakan triknya untuk mendapatkan hati Raya". jawab Dylan


"papi setuju? ". tanya Arya


"kalau dia bisa mendapatkan hati kakakmu kenapa tidak? ". kekeh Dylan tak terlalu memikirkan kriteria menantu idaman.


"aiih..! papi setuju kah? benar setuju? tapi kenapa Mr. R itu selalu membuat kakak marah kalau dia memang suka". tanya Arya


"kamu harus belajar banyak untuk mendapatkan hati perempuan nak..! ya sudah ayo kita kembali ke Vila nanti mamimu menceramahi papi 12 ayat". Dylan


alhasil Dylan dan Arya kembali lagi ke vila tepi pantai setelah melihat wajah Raya yang tertidur pulas, Dylan dan anak-anaknya mengikuti kemauan Shindy yang sedang bahagia bermain di tepi pantai,


(ingat pertemuan Shindy dan Dylan readers? di tepi pantai kan? wkwk. silahkan baca kembali Sikembar sang penguasa 2).


Dylan ke kota hanya ingin memastikan putri sulungnya baik-baik saja sebab Raya tidak mau pergi ke Vila di tepi pantai, entah apa alasannya Dylan pun tidak tau.


"apa perlu kita ke mansion abang iparmu? ". tanya Dylan


"hahh? jangan deh pi.. kapan-kapan aja, tapi tunggu apa papi tau rumahnya? ". Arya baru menyadari maksud kata-kata Dylan.


Dylan menceritakan malam itu dan Arya menganga lebar, sungguh ia sangat syok mengetahui kebenaran bahwa kakaknya pernah terluka.

__ADS_1


.


.


__ADS_2