Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
masuk mansion


__ADS_3

.


.


"kau mau pulang? ". tanya Raya tak heran lagi Raka yang minta pulang cepat


"aku sudah berusaha menguatkan diri dari tadi, tapi bau rumah sakit memang tidak cocok untukku. kepalaku makin pusing sekarang". Elas Raka


Raya memutar bola matanya saja, "bagaimana dengan Jon? dia belum sadar".


"biar saya yang jaga nona". tiba-tiba Boy bersuara


"siapa dia? sepertinya aku belum melihatnya". tanya Raya ke Raka


"oh.. dia memang sering di kapal, wajar kau tidak pernah melihatnya, dia bawahan setia Jon. aku jamin dia bisa dipercaya". jelas Raka


"oh.. siapa namamu? ". tanya Raya


"Boy nona.. ! terimakasih atas pertolongan anda, untuk kedepannya saya akan balas dengan nyawa saya nona". kata Boy dengan serius.


Raya melihat ke arah Raka yang tampak tersenyum tipis, Jekky yang tersenyum tulus, Rio pun mengangguk mengerti kata-kata Boy.


"kenapa mudah sekali bagi kalian balas budi dengan nyawa? aku hanya menolong sedikit, bahkan aku tidak berkelahi". jelas Raya


"anda melibatkan diri itu sudah luar biasa nona.. ". balas Boy.


"sudah..! aku boleh ke rumahmu? ". tanya Raya mendekat ke Raka dengan raut wajah serius.


Raka terkejut mendengarnya, "kau tidak tidur di mansionku kan? ".


sementara yang lainnya terbatuk-batuk seketika, mereka tidak menyangka Raya akan menginjakkan kembali kakinya ke mansion Raka bahkan belum cukup lama dari hari sebelumnya.


"ckk..! tidak..! hanya numpang ngemil". jawab Raya


"numpang ngemil? " beo mereka semua serentak dengan raut wajah tak mengerti.


"ayo dita..! ". ajak Raya


Dita menunduk sopan pada Raka lalu mengejar Raya.


"tuan? ". Rio


"hmm..! jangan biarkan dia masuk kamarku, dia bisa melarikan diri dariku jika tau isi kamarku lukisannya semua". kata Raka berjalan cepat mengejar Raya.


Rio pamit pada Jekky dan Boy.


.


.


di dalam mansion Raka.


Raka menjatuhkan rahangnya melihat Raya malah berlari kecil ke bi Asih,


"bi... aku mau dessert yang semalam itu". Raya memegang tangan bi Asih dengan mata berkedip 2 kali.


Bi Asih terkejut lalu saling pandang dengan para Koki,


"kenapa bi? bibi yang salah telah menawarkannya padaku..! bibi tidak keberatan aku akan datang kesini hanya untuk minta dessert nya kan? cepat bi..! mana cemilannya? ada rasa lain? ". tanya Raya

__ADS_1


Rio tertawa lepas seketika padahal Jon masih belum sadar tapi Rio malah tertawa disini karna baru pertama kali melihat sisi imut Raya.


Raka dan Raya beralih ke Rio dan menghunusnya dengan tatapan tajam membunuh ke Rio.


"oouupss...! sorry". cengir Rio segera melarikan diri dari sana.


"cepat bi..! Raka tidak akan keberatan, aku udah bilang sama dia tadi". jelas Raya menarik lengan Bi Asih entah kemana.


"Nona bawa saya kemana? ". tanya Bi Asih kebingungan.


"ke dapur". jawab Raya malah sok tau.


"Raya..! disana kamar pria kamu mau masuk ke sana". kata Raka


Raya terdiam ditempat,


"benar bi? ". tanya Raya ke bi Asih.


Bi Asih mengangguk sopan, Raya mengedarkan pandangannya.


"kenapa mansion ini terlalu banyak ruangan? tentu saja aku kesasar". Raya melihat arah lain karna malu tapi masih bisa di tutupi dengan wajah datarnya.


Raka mengulum senyumnya, rasanya seperti mimpi melihat Raya berada di atap yang sama dengannya.


.


.


Raka selesai membersihkan diri, ia keluar kamarnya dan pergi ke dapur.


Raka mengintip secara perlahan, matanya melebar melihat Raya tengah makan kue begitu lahap dengan sendok, sementara hanya ada bi Asih disana, pelayan yang lainnya diusir oleh Raya yang tidak suka di kelilingi.


"apa nona mau saya buatkan lagi? ". tanya bi Asih begitu senang Raya makan begitu lahap di depannya.


"boleh bi..! hhmm.. Kacang bagaimana? ". tanya Raya mata berbinar.


"nona mau makan kacang?". tanya Bi Asih


"kenapa emangnya dengan kacang bi? bibi kira saya alergi kacang? ". tanya Raya balik.


"bukan nona..! kata para pelayan disini kacang bisa menyebabkan jerawat jadi jarang membuat Dessert menu kacang". jelas bi Asih.


Raya tertawa, hal itu benar-benar menawan hingga bi Asih menebarkan senyum bahagianya melihat Raya yang seperti itu.


"tidak bi..! buatkan aku ya? itu pun kalau bibi tidak keberatan". Raya


Dita makan di sebrang Raya tanpa berbicara sambil mengunyah kue kering yang rasanya juga luar biasa, para koki di mansion Raka benar-benar hebat membuat cemilan.


Raya di telfon oleh Dylan yang memberi tau Dylan tidak kembali malam ini, keluarga Raya pergi ke vila tempat Pasha dan istrinya tinggal. mereka ingin menikmati suasana tepi pantai.


"kenapa tidak ajak Raya? ". tanya Raya


"maaf sayang...! tadi mami mau ngajak kamu tapi kata Arya dan Randi kamu lagi menemani temanmu yang lagi di rumah sakit, kami sudah menunggu lama tapi kamu belum kembali sayang". Shindy menyahut.


Raya pun mengerti jadinya, lalu Dylan meminta Raya untuk memberikan ponselnya ke Dita.


.


"apa kata papi? ". tanya Raya

__ADS_1


"nona tidak usah kembali ke mansion, katanya menginap saja di rumah teman dan saya diminta untuk menjaga anda dengan baik". jawab Dita.


"disini?". tanya Raya


"apa perlu kita ke hotel...!". usul Dita


"tidak usah.." Raka menjawab tiba-tiba hingga Raya, Dita dan Bi Asih beralih ke Raka.


Bi Asih dengan cepat memberi jalan untuk Raka.


"katanya tangguh tapi makan belepotan". ejek Raka sedikit membungkuk menatap Raya dengan jarak 5 CM.


Raya mengabaikan saja godaan Raka, "kalau begitu ada kamar disini? ".


bi Asih pergi karna ia langsung membuat Dessert kemauan Raya,


"banyak..! tapi tidak boleh masuk ke kamarku". jawab Raka


"haisssh... ! siapa juga yang mau nginap di kamarmu?". Raya


"apa kau tidak takut gemuk? ". ejek Raka melihat perut Raya.


Raya menonyor kening Raka, "aku tidak gemuk! kalaupun gemuk aku bisa olahraga".


"lihatlah..! pipimu sudah makin tembem". Raka tanpa ragu mencubit pipi Raya.


Raya menatap datar pria yang asik mengejeknya itu, "kau mau mati ditanganku? ".


"oh ya? bagaimana?". Raka malah menantang.


Raya berdiri di tempat hendak menarik baju Raka tapi siempunya sudah lari, Raya mengejar Raka karna marah Raya merasa dirinya di remehkan oleh Raka.


"sini kau...! mafia tulen...! siniii". geram Raya


"mafia bodoh..! kemari kau". teriak Raya dengan kesal melempar dessert di tangannya ke tubuh Raka tapi meleset.


"berani sekali dia meremehkanku". dumel Raya dengan kesal.


Raya berlari ke arah Raka tanpa peduli para pelayan dan penjaga mansion tengah mengintip satu sama lain untuk melihat tuan mereka yang terlihat berbeda.


"aaakh...! ". Raya terpeleset saat kakinya menginjak dessert yang ia lempar tadi.


Raka berbalik dengan cepat menarik tangan Raya, karna terlalu kuat menarik Raya jadi menimpa tubuh Raka, Raka berusaha menahan keseimbangan tubuhnya tapi kue yang Raya lempar tadi benar-benar licin.


brukkh..!


Raya menimpa tubuh Raka yang terjatuh ke lantai


"kau..? ". Raya hendak mencekik Raka tapi ia teringat sesuatu.


"kepalamu belum sembuh kan? ". Raya menarik tengkuk Raka dan melihat kebelakang Raka tapi tubuhnya merapat dengan Raka.


deg...!


"aku bisa mati begini". batin Raka menjerit.


para pelayan dan penjaga mansion yang berjaga malah syok namun terhanyut juga dengan suasana manis itu, menurut mereka tapi tidak bagi Raya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2