
.
hai.. hai.. hai.. Nae Comeback.. maaf sekali yang sebesar-besarnya karna Nae lama banget Up nya.. hehe.. sebagai permintaan maaf Nae bakal Up banyak nih.. Like-like nya yang banyak yaa ...!! jangan lupa komentarnya wkwkkk...
Happy Reading...!!
.
.
.
di tempat lain.
Arya memijit pelipisnya menatap seorang gadis cantik dengan kepala tertunduk juga tubuh gemetaran.
"kenapa badanmu gemetar?". tanya Arya dengan serius dan jangan lupakan wajah tenangnya.
"sumpah demi apapun tuan, saya tidak pernah berani menjebak anda s.. saya dijebak tuan.. sa.. saya tidak tau apa yang saya lakukan saat itu.. " lirih gadis itu makin gemetar.
siapa yang tidak mengenal seorang Arya, putra bungsu Melviano.
"lalu kenapa kau seperti ini? ". tanya Arya dengan serius mendekat ke wajah gadis yang masih tertunduk itu.
"s.. saya takut tuan.. s.. saya tidak punya banyak uang untuk membayar anda karna kejadian malam itu". ucap gadis itu terbata-bata
"aku bukan pria bayaran! ". ujar Arya tak senang.
Gadis itu makin ketakutan kini ia sudah bersimpuh bahkan sudah menempelkan keningnya yang putih ke lantai seperti bersujud.
Arya mengerutkan keningnya menatap gadis di bawahnya, "bangkit...! "
Arya melihat gadis itu tidak juga berdiri karna makin ketakutan akan perintahnya, Arya yang mulai geram dengan cepat berjongkok dan menggendong gadis itu yang terpekik seketika.
"T.. tuan? ". panik nya dengan keringat sudah membanjiri pelipisnya.
Arya mendudukkan gadis itu di sofa mewah lalu Arya duduk disampingnya dengan gaya khasnya yang unik namun siapapun yang melihatnya akan terpesona.
" maaf aku tiba-tiba menggendongmu karna jika Mamiku melihatmu seperti tadi aku akan digantung detik itu juga Jika kakakku yang melihat situasi kita tadi dia akan menggantung tubuhku seperti kalelawar di hutan rimba sana! ". jelas Arya
hening.....
"Chania? ". panggil Arya serius.
__ADS_1
"iya sa.. ya". Sahut Nia dengan kaget akhirnya menatap mata Arya untuk pertama kalinya.
"kau menatapku? begini kan enak, kenapa menunduk seperti hewan tak ingin hidup". ejek Arya
Nia langsung menurunkan pandangannya, "ampun tuan..! saya benar-benar khilaf, bagaimana anda bisa tau nama saya? ".
"dari mana aku taunya? ". beo Arya sekali lagi dengan nada tak percaya membuat kening Nia berkerut tak mengerti.
"apa kau tidak tau betapa berkuasanya keluargaku? lagian sebentar lagi Papiku akan mencarimu dan memintaku untuk menikahimu". Arya
"hah? s. saya akan menolak Tuan.. anda tenang saja.. saya akan menolak". Nia dengan cepat mengangkat pandangannya menatap Arya.
Arya makin pusing saja berbicara dengan gadis disampingnya kini.
"malam itu hanya kesalahan saya Tuan..! saya tidak akan meminta apapun asalkan anda melepaskan saya dari hutang apapun, saya tidak punya apapun tuan". ucap Nia dengan nada lirih dan mulai berkaca-kaca.
"sebenarnya apa yang kau fikirkan? aku ingin sekali membongkar isi kepalamu ini! ". Arya menunjuk-nunjuk kening Nia
Nia makin gemetar ketakutan hingga Arya makin frustasi berbicara dengan Nia.
brukh...
Nia dan Arya menoleh ke arah pintu dimana ada orang yang memaksa masuk.
"Kakak? ". Arya bangkit seketika melihat Raya bersama Nola tengah menatap tajam padanya
"Kakak.. tenang dulu kak, Arya jelaskan kak". ucap Arya dengan panik melihat Raya yang berapi-api.
Nia makin gemetaran, matanya memerah ketakutan dan Nola berlari ke arahnya memeluk Nia memberi ketenangan.
Nola menatap kesal Arya yang berani menodai seorang gadis tak berdosa.
"kamu Arya... kakak akan membunuhmu detik ini juga". geram Raya dengan mata berapi-api
"Kakak..! tenang kak.. kita bicara baik-baik, Arya tidak melakukan apapun pada gadis itu walaupun kami satu kamar dan gadis itu dalam keadaan pengaruh obat, Arya sudah bersumpah tidak akan melakukan apapun perbuatan yang membuat malu nama keluarga besar kita". jelas Arya terengah-engah menghalau pukulan ganas kakaknya itu.
"sayang...! ". Raka tiba-tiba datang dengan linglung melihat sekeliling
Raka berlari ke arah Raya yang hendak memukuli adiknya seperti orang kesurupan saja, beruntung Arya jago beladiri kalau tidak sudah jadi bubur wajah tampan Arya sedari tadi.
"lepas bang.! lepas...! ". teriak Raya dengan kesal saat tubuhnya di peluk dari belakang oleh sang suami.
"tenang sayang.. tenang.. tenang ya..! kamu bisa minta penjelasan Arya ya? jangan pakai kekerasan, bukankah kamu bilang adikmu sudah dididik dengan baik dan tidak akan melakukan hal yang membuat rusak nama keluarga besarmu". Raka menenangkan sang istri yang belum juga tenang.
__ADS_1
"iya kak dengarkan abang ipar..! Arya berani bersumpah mati, Arya tidak pernah menyentuh gadis itu walaupun sempat tergoda, Kakak bisa periksa keadaan gadis itu pasti masih bersih ! Arya jamin itu Kak". jelas Arya dengan lega ada Raka yang menyelamatkannya dari kemarahan sang kakak.
Nola melebarkan matanya, Nia yang tadinya menangis kini terhenti menatap Arya dengan tatapan penuh harap seolah berharap dirinya dan Arya memang tidak melakukan apapun malam di Singapura beberapa hari yang lalu.
"dengar sayang..!". bujuk lembut Raka mulai mengendurkan pelukannya pada Raya.
"benarkah?". tanya Raya dengan wajah serius dan tatapannya bak sebilah pedang yang siap menusuk jantung Arya.
sejak Kaira melahirkan anak Pasha di luar nikah, mulai hari penyesalan Pasha, ia mendidik keras anak sampai cucunya untuk tidak pernah melakukan hubungan yang terjadi diluar nikah.
itu sebabnya Raya marah besar melihat adik kebanggaannya bersama seorang gadis semalaman di dalam hotel lewat rekaman cctv tanpa mendengar penjelasan Arya sebab Raya tau sifat laki-laki kalau sudah dipancing apalagi Nia dalam pengaruh obat.
.
di rumah sakit.
Raya membaca hasil pemeriksaan Nia yang benar-benar masih bersih lalu memberikannya ke Nola dan Nola memberikan surat itu ke Nia yang menangis seketika hingga semua orang beralih menatap ke Nia.
"terimakasih Ya Tuhan..! terimakasih". ucap Nia dengan sesegukan menghapus air matanya melihat surat yang dipegangnya dengan bahagia bercampur haru.
Arya bersandar di dinding sambil bersidakap dada melihat ke arah Nia yang tampaknya memang sangat bahagia tidak terjadi apapun di malam itu, sudut bibirnya tertarik, sungguh unik sekali. diluar sana banyak wanita yang malah memperalat situasi hingga mereka rela menghancurkan harga diri demi bisa masuk ke dalam keluarga melviano tapi tidak dengan Nia.
"benar kan Sayang.. kamu harusnya percaya sama adikmu". Raka mengelus lembut kepala istrinya yang melihat ke arah Raka dengan tatapan anak kucing yang menggemaskan.
Raya jika sudah marah pasti seperti orang kesurupan, biasanya Raya sangat tenang menghadapi masalah apapun tapi ia akan marah besar jika harga diri perempuan dihancurkan oleh keluarganya sendiri terutama adik laki-lakinya.
Nola melihat ke arah Arya, "maaf ya Dek..! kakak yang salah karna tidak menanyakannya padamu malah memberi tau kakakmu".
"tidak apa kak..! Arya tidak apa-apa hanya saja gadis itu harus bertanggung jawab, dia menodai tubuh bersih Arya! ". Arya melirik ke Nia yang sontak saja menatap ke arah Arya dengan mata terbelalak.
"hah? ". semua beralih ke Arya dan melihat ke arah Nia juga.
"apa mak.. sudnya Tuan? ". tanya Nia memberanikan diri walau takut saat ini.
"lihat...! ". Arya membuka satu kancing bajunya dan terlihatlah tanda cint* yang masih berbekas disana hingga Nola membekap mulutnya.
Nia melebarkan matanya hingga kepalanya mulai berdenyut dan pandangannya mulai buram.
Raya dengan cepat berpindah tempat dan menangkap tubuh Nia yang hampir tumbang.
"Ehh? ". Arya malah kebingungan melihat Nia pingsan seperti mendengar berita sangat buruk saja padahal bagi kebanyakan wanita adalah anugerah yang tak ternilai harganya.
.
__ADS_1
.
.