Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
hari jadi


__ADS_3

.


.


Raka yang sedang bahagia saat ini mood nya langsung berubah saat Rio menelfonnya dengan panggilan luar negri.


"kenapa dia menggila? ". tanya Raka dengan dingin


"sepertinya dia ingin memastikan sendiri kalau anda memang benar Kakak tirinya, dan juga ibu tiri anda sedang demo di depan perusahaan anda tuan". jawab Rio.


"tidak tau diri..! apa dia dengan tak tau malunya minta uang padaku? ". tanya Raka


"benar tuan..! Ibu Herlina bahkan tanpa malu menjerit-jerit mengatakan anda anak durhaka membiarkan dirinya menderita tidak punya uang padahal anda kaya raya". jawab Rio


"ck...! mereka memang tidak pantas diberi hati..! bongkar semua Vidio **** anak wanita itu ke publik, kalau perlu buat semua orang menontonnya bagi yang berumur 21 tahun keatas..! pastikan jangan ada yang terlewat..! dan kau cari kelemahan wanita tidak tau malu itu".


"baik tuan..! saya akan hancurkan reputasi mereka setelah ini, saya sudah mendapatkan izin anda bagaimana cara saya membalas lebihnya tidak masalah kan tuan? ". Rio


"kenapa? apa 2 wanita ular itu mencari masalah denganmu? ". tanya Raka yang tau nada bicara Rio yang sedang menaruh sedikit dendam.


"benar tuan..! mereka mencaci maki saya dan mengancam akan memecat saya karna tidak menyambut mereka dengan baik..! saya jadi ejekan karyawan di kantor tuan, izinkan saya balas dendam".


"hmm.. lakukan saja..! aku sudah muak dengan mereka, setelah itu jangan bunuh mereka! aku ingin mereka merasa tersiksa sampai ke ubun-ubun hingga mengakhiri hidup mereka sendiri". ujar Raka


"ingat..! mood ku sedang baik jangan mengacaukan kesenanganku hari ini.. kau urus saja mereka dengan benar selagi itu pantas untuk mereka". peringatan Raka


"baik tuan.. Nona Sherina telah sakit-sakitan tuan..! dia sampai tidak bisa bangun dari tidurnya, racun itu perlahan telah bekerja tuan". Rio


"hmm.. aku tutup! ". Raka mematikan panggilannya secara sepihak.


Rio sudah pasti mengomel-ngomel di negaranya, seharusnya Rio yang mematikannya duluan sebab panggilan luar negri memakan pulsa dengan jumlah besar, dan yang menelfon duluan adalah Rio bukan Raka.


"mengacau saja! ".desis Raka melempar ponselnya ke ranjangnya.


Raka berjalan ke arah balkon dan memejamkan matanya dengan kedua bibir tertarik keatas secara sempurna. Raka merasa masih bermimpi, Raya telah menjadi miliknya.


"aku ingin cepat menikahinya". gumam Raka pelan


Raka menunggu bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan hati Raya memulai semuanya dari nol, memakan waktu, hari dan segalanya. awalnya Raka hanya melihat dari jauh sungguh hanya mengamati saja dari Jauh, itu sebabnya orang setia Raka tau kalau Raya adalah gadis milik Mr. R padahal saat itu Raya tidak mengenal Raka.


namun kesabaran Raka seolah membuahkan hasil, Raka tidak sengaja bertemu Raya di jalanan dan memperbaiki mobil Raya. disitulah awal pertemuan mereka setelah sekian tahun lamanya Raka mengamati Raya dari jauh.


awalnya Raka tidak berniat membawa Raya masuk ke dalam hidupnya yang kelam tapi seiring berjalannya waktu Raka mulai serakah menginginkan Raya berada disisinya.


Raka menatap datar ponselnya di atas ranjangnya.


"siapa lagi? ". decak Raka

__ADS_1


Raka melangkahkan kakinya ke ranjangnya dan melihat layar ponselnya, wajah tak bersahabat Raka langsung berubah berbinar seperti anak kecil.


Raka mengangkat panggilan Raya, "halo sayang? ".


"sayang? ". Raya terkekeh geli.


"kenapa? bukankah aku bisa memanggilmu sayang? kamu milikku mulai hari ini". balas Raka


"aku mau bicara denganmu..! makan siang diluar bagaimana? ". tanya Raya


"iya..! aku keluar sayang..! nah.. sekarang aku udah didepan pintu kamarmu".


beberapa menit kemudian Raya keluar dan Raka mematikan panggilannya mendekati sang kekasih ingin memeluk Raya tanpa peduli ada Dita di samping Raya.


Raya menahan tubuh kekar Raka, "issh..! nggak malu apa? ".


Raka nyengir dan terus berusaha memeluk Raya, hingga gadis cantik bermata biru itu hanya bisa pasrah menghela nafas panjang, Dita membekap mulutnya melihat adegan itu.


"apa tuan dan Nona sudah jadian? ". batin Dita


"sampai kapan kamu memelukku Raka? ". tanya Raya terkekeh pelan mengelus punggung Raka.


"aku merindukanmu". ujar Raka masih betah memeluk Raya.


"issh.. lepasin Raka..! aku mau bicara denganmu! hal penting". Raya berusaha melepaskan diri dari pelukan Raka.


"bicara hal penting? ". beo Raka


"bicara apa? ". tanya Raka


"aku lapar! kita bicara sampai makan". Raya menarik lengan Raka.


Dita yang hendak berlari mengikuti Raya tiba-tiba tangannya ditahan, Dita menghela nafas panjang. dia sudah tau pelakunya, siapa lagi kalau bukan orang kepercayaan Raka.


"aku mau ikut Nonaku..! " seru Dita dengan kesal


"ikut denganku saja". Jon menarik lengan Dita.


"aku lapar sialan..! biarkan aku ikut dengan Nonaku". amuk Dita


"aku bisa membelikanmu makanan". ucap Jon


Dita marah-marah pun diabaikan oleh Jon, padahal tujuan Dita ke negara ini untuk melindungi Raya tapi mengapa jadi bahan tarik-tarikan pria menyebalkan ini.


.


.

__ADS_1


Raka dan Raya makan di restaurant yang ada di area hotel penginapan mereka.


"bicara apa sayang? ". tanya Raka serius sambil mengelus pipi Raya.


Raya merinding,


"kenapa sayang? ". tanya Raka dengan gemas melihat tubuh Raya bergetar geli.


"jangan panggil aku seperti itu". pinta Raya


"kenapa? aku suka". jawab Raka sambil tersenyum lebar.


"sayang...? sayang..? sayang..? Raya Sayang..? sayang...? oo.. sayangku..? ". ulang Raka membuat Raya memukul-mukul lengan kekar Raka.


"jangan gila Raka". desis Raya dengan mata melotot.


"jadi biasakan panggilanku ya sayang? aku akan terus memanggilmu sayang". senyum lebar Raka menggenggam tangan Raya


Raya memutar bola matanya dengan jengah, ya biarlah Raka memanggilnya sayang. Raya tidak benci panggilan Raka hanya saja tubuhnya merinding saat Raka memanggilnya Sayang tapi kalau boleh dikatakan Raya suka namun sedikit malu.


"aku mau tanya siapa MC wanita di pesta topeng malam itu? ". tanya Raya


Raka masih tenang menatap Raya, "dia hanya pelanggan setiaku..! hmm.. sering beli senjata tajam padaku.. "


"senjata tajam? ". beo Raya


"hmm.. dia gemar koleksi senjata tajam". balas Raka masih terus menatap Raya.


"kenapa senjata tajam? kenapa tidak pistol atau senjata api? ". tanya Raya tidak mengerti.


"kita tidak tau hoby seseorang Sayang..! dia sering membeli senjata tajam padaku dengan harga yang fantastis! jadi aku pikir dia memang suka senjata tajam". jelas Raka.


"kamu sangat terkenal penjual senjata ya? ". tanya Raya sambil tersenyum


"iya..! itu sebabnya barang-barangku Ilegal dan digilai para pejabat..! jika mereka sampai tau maka akan mengambil senjataku dengan alasan Razia".


"bukankah kamu bisa menjualnya pada mereka, kenapa harus disembunyikan? ". tanya Raya.


"harga yang mereka keluarkan tidak sebanding dengan jumlah uang keluarku dan juga banyak pelanggan setiaku rela menghabiskan uang jutaan dolar untuk membeli senjata ciptaanku".


Raya mengangguk, dirinya tau Raka menjadi terkenal dan Kaya-Raya karna senjata Ciptaan pertamanya di beli ratusan juta dan sekian tahun makin meningkat harga jualnya.


"gila senjata tajam? Raka tidak tau wanita itu menaruh hati padanya.. kita lihat saja nanti, Raka sudah menjadi milikku, kau tidak akan bisa mengambil apa yang telah menjadi milikku". batin Raya tersenyum tipis meminum jus buahnya.


Raka terus saja menatap Raya tanpa berkedip sambil tersenyum lebar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2