Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 74_ berlatih


__ADS_3

.


.


"dari mana? ". tanya Arya


Nia dan Ricis saling pandang.


"ke Apartemen sebelah kak". jawab Nia sambil duduk disamping Arya


"Kak? ". panggil Nia membuat Arya menoleh.


"apa? ". tanya Arya menekan kepala Nia dengan senyum tipisnya.


"a.. aku mau berlatih beladiri tingkat bawah, tidak apa belajar dasar-dasarnya terlebih dahulu kak". Nia


"benarkah? mau belajar beladiri? bukankah kamu ini hanya gadis bodoh dan polos". ejek Arya membuat Nia memberengut


"itu tidak benar Kak...! aku bukan gadis bodoh dan polos". bela Nia dengan kesal


Arya terkekeh pelan, "kamu memang bodoh dan terlalu polos".


Nia berdecak pelan, "maaf kak..! a. aku tidak akan jadi gadis bodoh dan polos lagi, aku bahkan sudah membunuh seekor bab* hutan".


Arya tergelak, "membunuh Bab* hutan sudah membuatmu besar kepala ya? ".


"iya kak, itu sudah perubahan besar bagiku". jawab Nia nyengir malu


Ricis menahan senyum melihat kemesraan Arya dan Nia.


"nanti Ricis yang akan mengajarimu dasar-dasar ilmu beladiri". Arya melirik Ricis


"tapi Tuan.. ilmu dasar yang saya pelajari cukup ekstrim, bagaimana Nona bisa melewatinya?". Ricis seolah mau menolak tawaran itu.


"bagaimana Cha? ". tanya Arya ke Nia sambil memainkan rambut Nia


Nia mengerjabkan matanya, "ekstrim? ". beo nya pelan


"takut? tidak usah berlatih". ejek Arya


"tidak.. kak.. tidak.. hehe.. aku mau berlatih". Nia memegang lengan Arya sambil tertawa canggung.


Arya tersenyum, "dengar Ricis? "


"baik Tuan saya mengerti". jawab Ricis dengan senyuman ke arah Nia


"jangan merengek mengikuti pelatihannya mengerti? jangan jadi kelinci lemah". Arya mencubit pipi Nia


Nia menyeringai lebar, "iya kak..! demi kakak aku sanggup menghadapi apapun".


Arya tertegun sedangkan Nia kembali fokus dengan sarapannya.

__ADS_1


.


selama 1 bulan penuh Nia berlatih beladiri dengan Ricis, walau sangat sulit tapi Nia menepati janjinya tidak mengeluh atau menangis dengan pelatihan dasar beladiri orang-orang Melviano.


"huuh...! nanti lagi Ricis..! aku lelah". Nia terlentang di lantai dengan keringat bercucur diseluruh tubuhnya.


Ricis tersenyum lebar dan ikut terlentang disamping Nia.


"kamu sangat hebat Nia..! ". puji Ricis


"berkatmu juga, terimakasih.. setidaknya aku bisa berkelahi". ucap Nia dengan binar senangnya.


"apa alasanmu bisa bertekad menjadi kuat? ". tanya Ricis menggoda


Nia tersenyum manis, "karna Kak Arya..! kekuatan Cinta mengalahkan rasa takutku".


Ricis terbahak, "kamu mencintai suamimu? tapi kenapa tidak minta malam pertama dengan cepat hmm? ".


"kamu tidak tau saja Kak Arya tidak tertarik denganku". kesal Nia terduduk seketika


Ricis tertawa, "wajahmu semakin cantik dan tubuhmu semakin seksi juga Nia, tentu Tuan Muda menginginkanmu, Tuan Muda sangat normal".


"haha.. buktinya tidak menyentuhku sama sekali". tawa hambar Nia


"ciuman? ". tanya Ricis


"tidak ada.. kemarin itu Kak Arya memang sering mendekat ke wajahku tapi hanya mencium pipiku saja". jawab Nia keceplosan


Nia menggerutu, "bicara emang enak tapi kalau udah bersama Kak Arya aku tidak bisa apa-apa, bahkan untuk minta di peluk olehnya saja aku masih takut".


Ricis menggeleng kepalanya, "tinggal pakai pakaian seksi saja sudah menarik perhatian suamimu". decak Ricis


Nia tampak berpikir, "kak Arya tidak akan membunuhku kan jika melihatku berpakaian seksi? ".


Ricis menjatuhkan rahangnya, "kenapa kau masih bodoh dan polos Nia? ". gemas Ricis


Nia melebarkan matanya, "aku tidak bodoh dan tidak polos". elak Nia


Ricis mencibir membuat Nia makin kesal saja, Ricis memang seperti sahabat baik bagi Nia saat ini.


"sudah.. aku malas berdebat denganmu..! aku mau buat makan siang untuk suamiku". Nia bangkit dari duduknya.


"siapa yang antar? apa supir Tuan Muda Arya yang antar? ". tanya Ricis


"tidak.. kali ini biar aku yang antar sendiri". jawab Nia


"kamu tidak takut dikejar Nia? ". tanya Ricis serius.


"aku takut tapi aku bukan gadis lemah lagi, aku sudah mengikuti pelatihan setan darimu, setidaknya aku ingin mencoba kemampuanku". Nia memandang jemari tangannya dengan serius.


Ricis menghela nafas panjang, ia juga tidak bisa memaksa.

__ADS_1


Nia keluar Apartemen untuk pertama kalinya setelah 1 bulan lamanya Nia berada di Apartemen tidak keluar sekalipun, sesekali Alya, Rhiana, Aisha dan keluarga Arya yang lainnya datang berkunjung ke Apartemen itu demi melihat Nia.


Nia benar-benar memiliki keluarga besar yang menyayanginya saat ini, bahkan Nia sudah merelakan Kakaknya yang berada di Rumah Sakit Jiwa walau terkadang Nia masih menyempatkan diri dengan mengirim paketan mainan untuk Kakaknya yang ada disana.


di Mal.


"beli apa Nia? bukannya mau antar makan siang untuk Tuan Muda? ". tanya Ricis dengan heran juga penasaran namun mengikuti langkah kaki Nia


"aku mau beli dasi untuk Kak Arya dan sepatu juga". jawab Nia sambil tersenyum lebar


"tumben, kenapa? bukankah Tuan Muda sudah banyak dasi dan Sepatu? kenapa tidak memberikan tubuhmu saja". kekeh Ricis


"jangan menggodaku Ricis,, sekuat apapun aku menginginkan kak Arya untuk menyentuhku, aku tidak akan memancingnya kecuali dia sendiri yang melakukannya, aku tidak mau jadi jal*ng dimatanya yang ingin di tidu*i olehnya". kesal Nia


Ricis berdecak mendengar ocehan Nia, "kamu itu istrinya bukan wanita asing baginya, kalian sudah halal melakukan hubungan suami istri gadis bodoh.!" ejek Ricis


"bodo amat..! aku tidak mau membuat Kak Arya terpancing nafsu saja, aku yakin Kak Arya jika mau dia tidak akan menahan diri, kalau dia mencintaiku pasti akan menyentuhku juga dengan cinta". Nia


"dasar bodoh...! kalian sama-sama menjaga ego masing-masing, tentu tidak akan mendapatkan apa-apa jika tidak ada yang mau mengalah diantara kalian". gumam Ricis yang merasa geram sendiri dengan kisah cinta Nia dan Arya.


siapapun tau Arya dan Nia saling menyukai satu sama lain, tapi belum pernah melakukan hubungan suami istri diantara keduanya, Arya terlalu menjaga imagenya yang Arogan dan Nia menjaga harga dirinya supaya tidak terlalu rendah dimata sang suaminya yang memiliki segalanya.


"aahh". Nia kaget saat ada seorang pria tiba-tiba muncul didepannya.


"maaf pak..! " ucap Nia tanpa melihat wajah pria itu segera berbalik pergi namun tangannya dicekal oleh Pria itu, otomatis Nia menoleh dan mendongak,


"k.. kau? ". gagap Nia


"Nia? ". Ricis mendekat dan memegang tangan Nia.


"lepaskan Nonaku!". titah Ricis


"kenapa kau bisa tau aku disini? ". tanya Nia memberanikan diri


"aku sudah mengawasimu selama 1 bulan, kenapa kau tidak keluar rumah sama sekali? ". tanya Red dengan senyuman tipisnya melihat tatapan mata Nia tidak seperti tatapan kebanyakan wanita menatapnya.


"lepaskan Nonaku! ". Ricis hendak bertindak tapi tubuhnya tiba-tiba di kunci oleh Han


"hanya sebentar saja! lagian ini didepan umum! ". Han berbicara pada Ricis dengan serius


"brengs*k..! berani sekali kau menyentuhku! ". marah Ricis


Nia mengerjabkan matanya melihat Ricis dan Han berkelahi, ia menggeleng kepalanya lalu melihat ke arah Red.


"kenapa? apa kau berpikir aku kelemahan Kak Arya?". tanya Nia dengan serius terlihat sekali tatapannya tidak takut pada Red yang seorang Mafia.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2