
.
.
"bagaimana? ". tanya Raka
"Nona muda tidak lagi ke kampus tuan.. saya merasa Nona muda benar-benar tidak tertarik dengan bos Mafia itu". jelas Jon
Jon menyamar ke kampus Raya mencari tau berita tentang Raya, anggap saja Jon menjadi mata-mata Raka untuk mengawasi sang gadis impian.
"kalian bisa pergi...! ". usir Raka
Jon dan Rio pun berlalu dari ruangan kerja Raka. Raka memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya.
"Raya? kapan aku bisa memilikimu? aku bisa saja melepaskanmu tapi cintaku semakin besar padamu hanya dengan melihat matamu saja, aku jadi sangat menginginkan pemilik mata biru itu".
"apa aku salah menginginkanmu? apa ini cinta atau sekedar obsesiku?".
Raka menahan diri untuk tidak bertemu Raya, bahkan menelfon Raya pun tidak berani karna takut Raya dalam bahaya. walau Raka tau Raya bisa melawan puluhan Mafia untuk sekedar membela diri tapi Raka benar-benar takut membawa sang kekasih hati masuk ke dunianya.
saat ini Raya dalam incaran banyak musuhnya, terutama Robert yang paling terobsesi ingin mendapatkan hati Raya hanya untuk menyakiti Raka.
Raka yang stress karna merindukan Raya pun segera keluar dari mansionnya menggunakan motor besarnya, anggap saja Raka sedang menyamar saat ini untuk sekedar mengelabui musuh.
Raka menghentikan motornya melihat seorang gadis tengah berjalan tertatih-tatih keluar dari hutan,
"Raya? ". gumam Raka menebak.
"Raya? ". Raka pun segera membuka helmnya dan melihat Raya yang terlihat masih cantik namun kakinya terlihat terluka karna berjalan tanpa alas kaki.
"kau? ". Raya mengenal pria yang beberapa hari ini tak bertemu dengannya.
"sedang apa kau disini? ". tanya Raka berlari ke arah Raya memegang bahu Raya.
"hmm..? aku tadi sore masuk hutan untuk melarikan diri dari kejaran komplotan Mafia penjual organ dalam, mereka balas dendam padaku". jelas Raya
"lalu kenapa kau tidak melawan mereka? ". tanya Raka
"mereka terlanjur membiusku dengan dosis tinggi pelumpuh tulang dan darah". jelas Raya
"bagaimana bisa? ". tanya Raka khawatir
"aku terlalu lengah tadi karna masuk jebakan mereka". jawab Raya
"apa kau baik-baik saja? ". tanya Raka
"baik-baik saja! tubuhku sudah biasa menahan racun tapi cairan yang masuk ke tubuhku sepertinya dosis tertinggi dari yang aku ketahui selama ini".
"terbiasa? apa peduliku akan kelebihanmu itu? tubuhmu seperti tidak bertulang saat berjalan tadi". Raka menangkup pipi Raya yang terlihat pucat.
"bisakah kau membawaku pergi? aku tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini. aku tidak mau keluargaku khawatir". pinta Raya
"kau percaya padaku? ". tanya Raka terdengar serius.
"hmm.. setidaknya untuk saat ini, jika aku tidak pulih maka hutang kita impas kan? ".
__ADS_1
Raka dibuat bingung sendiri dengan penjelasan Raya.
"ayo ikut aku!". Raka menarik pinggang Raya hingga tubuh Raya yang lemas langsung masuk ke pelukan Raka.
"aku akan membunuhmu jika berani macam-macam". ancam Raya memejamkan matanya di pelukan Raka.
Raka malah khawatir, ia mengepalkan tangannya di punggung Raya.
"kalian akan terima akibatnya! ". batin Raka menatap lurus kedepan.
Raka tersentak memegang pinggang Raya yang terkulai seperti tidak bertulang.
"Raya? ". Raka mengguncang pelan tubuh Raya.
"Tuhan.. bantu Rayaku". gumam Raka berkaca-kaca dan khawatir.
Raka menggendong Raya dengan begitu hati-hati Raka melepas jaketnya dan mengikat tubuh ramping Raya pada tubuhnya supaya Raya tidak jatuh di belakangnya.
"kalau tau begini aku bawa mobil tadi". gerutu Raka karna terlalu takut Raya jatuh saat ia membawa motornya dengan kecepatan tinggi.
.
.
Raka membawa Raya ke mansionnya.
"Master..? ". sapa bawahan Raka yang berjaga di sekitar Mansion.
"panggilkan Jon cepat...! suruh dia telfon Jekky..! ". teriak Raka
Raka menangkup pipi Raya, "Raya? Raya? bangun Raya..? sayang? ". Raka menepuk-nepuk pelan pipi Raya
"sialan kalian.. aku akan membunuh kalian semua 10 kali lipat dari rasa sakit Raya saat ini". geram Raka dengan tatapan membunuhnya yang begitu menakutkan
Raka menggendong Raya membawanya masuk ke dalam mansion
sementara bawahan setia Raka sudah tidak heran lagi sosok Raya yang dikenal publik itu adalah kekasih impian Raka hanya Mafia the R saja yang tau, itupun yang sudah di akui Raka kesetiaannya.
Jon yang mendengar laporan Boy bahwa Raka sedang membawa Raya dan meminta memanggil Jekky yang seorang dokter pribadi mereka.
Jon segera melaksanakan tugasnya, jika Raka membawa Raya ke mansion artinya Raya sedang terluka.
Raka tanpa ragu membawa Raya masuk ke dalam kamar pribadinya, ia meletakkan tubuh Raya di ranjang king size nya.
"Raya..? sayang..? bangun Raya!! ". Raka memegang tangan Raya
Raka tau Raya masih hidup karna tubuhnya masih hangat tapi melihat Raya pucat dan tertidur itu membuatnya takut.
"mana dokternyaaa...?? " teriak Raka menggema hingga satu mansion mendengar teriakan itu sebab Raka tidak menutup pintu kamarnya.
"iya.. aku datang...! ". teriak Jekky berlari terbirit-birit menaiki lift mansion Raka.
sementara bawahan Raka merinding dibawah sana.
"sepertinya master marah besar..! siapa yang berani melukai nona muda? ".
__ADS_1
"ssstt.. ! jangan berisik kalau masih mau hidup". Rio menegaskan hingga mereka semua yang tadinya hendak bergosip pun terdiam seketika.
Jon mengikuti Jekky dan membawa pelayan perempuan nan cukup berumur dan cukup dipercaya oleh mereka semua.
"kenapa lama sekali kau ha? kalau Raya kritis mati kau ditanganku". marah Raka ke Jekky.
"maaf tuan.. saya tidak bisa teleportasi kesini". jawab Jekky membuat Raka makin marah tapi dihentikan oleh Jon.
"cepat lihat keadaan nona Jekky..!". pinta Jon
Raka mendekati Raya dan duduk di tepi ranjang memperhatikan Jekky terlihat terburu-buru mengeluarkan banyak benda-benda medis.
Jekky tau bagaimana Raka begitu mengasihi Raya jadi tanpa diberitau ia akan melakukan cara terbaik untuk menolong Raya.
sedangkan bibi pengurus mansion berada di sudut ruangan menunggu tugas tanpa bicara apapun.
"cepat...!! kenapa lama sekali". bentak Raka
"iya tuan..! ini sedang disiapkan". jawab Jekky
suasana begitu tegang sedangkan Jon hanya berdoa dalam hati untuk dunia tuannya itu, Raya adalah dunianya Raka. jika Raya tidak ada tuannya akan sangat menderita.
1 jam.. 2 jam...
Jekky terkulai lemas di lantai setelah berhasil membuat kondisi Raya stabil.
"luar biasa...! tubuhnya kebal racun! bahkan racun mematikan tulang dan darah ini hanya membuatnya lemas seperti obat bius biasa". Jekky mengelap keringat yang bercucur di pelipisnya.
Jon menatap Raya tak percaya.
"racun apa yang ada di tubuh Nona muda Jek? ". tanya Jon
"racun mematikan yang baru diciptakan oleh negara A, siapapun yang terkena racun ini akan langsung lumpuh seumur hidup dan mati secara perlahan dalam jangka waktu 1 bulan paling lama." jelas Jekky
Raka memejamkan matanya saat membuka mata Jekky yang tak sengaja melihatnya terbelalak.
"bang jon". gumam Jekky sedikit menjauh dari Raka.
Jon melihat ke arah Raka yang matanya memerah darah, tangannya terkepal kuat, rahangnya mengeras hingga muka Raka memerah hal itu sangat langka dilihat mereka tapi Jon, Jekky bahkan Rio tau kalau Raka seperti itu sedang marah besar.
"aku akan buat mereka menderita menuju kematian mereka". seringai Raka begitu menakutkan seperti seorang pembunuh berantai.
Raya tidak lagi pucat tapi masih belum sadar, Raka sudah seperti orang gila tadi sebelum Raya benar-benar stabil.
.
.
.
selamat datang di dunia Mafia.. wkwk..
Episode berikutnya OTW...
.
__ADS_1
.