Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
hasil rundingan


__ADS_3

.


.


"kalian rundingkan berdua lalu beritau papi! ". titah Dylan bangkit dari duduknya.


Shindy mengikuti suaminya meninggalkan kedua pasangan kekasih yang sedang dilema soal pernikahan itu.


Dita dan Alya dibalik dapur mengintip dan saling berbisik satu sama lain, entah apa yang mereka ocehkan.


.


.


Raya dan Raka kini ada di taman belakang Melviano, tempat itu lumayan asri dan nyaman.


"bukan itu maksudku Raka..! Papi dan mami menikahkan kita karna tidak percaya kita, papi pasti berpikir kamu sudah macam-macam denganku, apalagi mamiku..! mami selalu bilang kalau tidak mau punya cucu diluar nikah, apa artinya coba? mereka meragukan kita kan? ". jelas Raya melepaskan unek-uneknya mondar-mandir tidak jelas.


"sayang..! hei.. dengar aku..! ". Raka menangkup pipi Raya yang raut wajahnya tidak datar melainkan gelisah tak karuan.


"apa kamu memang tidak mau menikah denganku? ". tanya Raka


"aku mau menikah denganmu Raka tapi tidak secepat ini juga". jawab Raya


"kalau begitu itu sudah cukup..! kita akan menikah". senyum Raka mengembang.


"Raka? ". protes Raya menahan lengan Raka yang hendak mencari Dylan.


"sayang..? aku hanya tidak bisa membuat kedua orangtuamu kecewa..! mami melahirkan gadis secantik dirimu, papi mendidik putrinya jadi gadis tangguh yang suka menolong orang lemah, aku yang baru hadir diantara kalian? mereka malah memberikan kepercayaan sebesar ini padaku? aku tidak bisa menghancurkan kepercayaan orangtua mu Raya". jelas Raka dengan lembut.


"tapi...? " Raya hendak menyelah


"sayang? setidaknya dengarkan permintaan orangtuamu..! mereka hanya melakukan yang terbaik untuk menjaga putri kesayangan mereka, jika aku di posisi mereka pasti akan melakukan hal yang sama. ayah mana yang rela membiarkan putri kesayangannya tinggal di rumah pria terlebih lagi satu kamar". Raka


"tapi kita tidak melakukan apapun". bela Raya


"apa Mami dan Papimu menikah karna melakukan sesuatu? mereka bersih.. tapi Papimu menikahi Mamimu karna menjaga nama baiknya kan? mungkin Papimu juga melakukan hal yang sama padamu, dia hanya ingin menjaga dirimu sama seperti dia menjaga mamimu sebelum menikah waktu itu kan? lagian menikah bukan hal yang ditakutkan, kita menikah dan lalui semuanya secara perlahan dalam jangka waktu yang panjang, susah senang kita hadapi bersama!! ."


Raya terdiam, "bagaimana kamu bisa tau cerita mami dan papiku? ".


"bukankah kisah cinta mereka ada di Novel? aku baca buku Novel ciptaan mamimu..! Tuan Arogan". jawab Raka membuat Raya membelalak.


"kamu benar-benar mengerikan". gumam Raya membuat Raka terkekeh.


"aku mencintaimu jadi aku harus tau apapun tentangmu sayang". ucap Raka mengelus kepala Raya dengan lembut.


"jadi kamu tidak mau menikah denganku?". tanya Raka menggoda.


"aku pria tertampan yang menjadi incaran wanita-wanita diluar sana baik gadis maupun tidak, apa kamu akan menolak pria setampan diriku sayang? ". ucap Raka mempromosikan diri.

__ADS_1


Raya berdecak, "Satria juga tampan, Kama, Randi, Arya, Pandu dan banyak lagi Saudaraku yang sangat tampan".


"tapi mereka hanya bisa kamu peluk dan dekat sebagai adik! sementara menikah? mereka bukan sainganku". jelas Raka dengan bangga.


"Robert? ". gumam Raya tampak berpikir


"tidak boleh". ucap Raka berubah datar.


Raya tertawa cekikikan, "baiklah..! aku mau menikah denganmu tapi aku yang akan membuat aturannya". Raya mengulurkan jari kelingkingnya.


Raka tersenyum lebar, tanpa berpikir panjang lagi Raka menyambut jari kelingking Raya.


"deal..! " ucap Raka dengan senang.


"Ok..! Deal..! kita menikah ". senyum Raya terlihat mempesona.


Raka memeluk Raya yang kaget sesaat lalu tersenyum persekian detiknya, "dasar bayi besarku..! kenapa kamu suka sekali memelukku hmm? ".


"pelukanmu sangat hangat dan nyaman sayang..! aku suka, sangat suka seperti pelukan seorang ibu". jawab Raka.


"dari mana kamu tau pelukan seorang ibu hangat dan nyaman? ". tanya Raya heran.


"bukankah itu sudah jelas? saat seorang anak sedih dimarahi ayahnya pasti memeluk ibunya kan? mencari perlindungan yang aman, hangat dan nyaman hingga si anak tidak ketakutan dan tidak lagi menangis, ujung-ujungnya tertidur karna terlalu nyaman di pelukan sang ibu".


"kamu tau dari mana? ". tanya Raya makin penasaran.


"selama ini aku hanya tau cerita dari buku Novel mamimu tapi sekarang aku bisa merasakannya". jawab Raka.


tanpa Raka dan Raya sadari sejak tadi Alya merekam adegan mereka lalu melarikan diri bersama Dita. Alya memperlihatkan rekaman itu pada Dylan dan Shindy.


"issh.. papi.. Mami suka sekali dengan Raka Pi..! apa memang tidak ada masalah dengan latar belakangnya pi? Raya akan baik-baik aja kan? ". cecar Shindy


"setelah menikah papi akan bawa dia ke hutan di samping Vila Daddy..! kami berdua akan melatih tubuhnya supaya kebal terhadap racun". kata Dylan membuat Dita menelan saliva bersusah payah.


Alya menganga lebar, "Papi akan menyiksa abang ipar seperti menyiksa Paman Gala? ".


"tentu saja..! dan perlu diralat sayang..! Papi tidak menyiksanya melainkan membuatnya lebih kuat, menjadi pelindung Raya bukan hal yang mudah. Raya bahkan bisa menguasai separuh ilmu kebal racun walau tidak sempurna, tapi papi mau Raka yang harus punya ilmu kebal racun yang sempurna..! dia pria dan banyak musuh". jelas Dylan


"tapi apa Raya mengizinkannya pi? ". tanya Shindy.


"mau tidak mau Raya harus terima keputusan Papi..!" kata Dylan dengan tenangnya.


"palingan kak Raya ikut juga ke Vila Granfa". tebak Alya cekikikan.


.


.


"bagaimana? deal? ". tanya Dylan dengan datar.

__ADS_1


Raka dan Raya saling perpegangan tangan dan mengangguk kompak.


Shindy dan Alya pun berpelukan senang, Dita juga kesenangan tapi hanya melompat-lompat sendiri tak memeluk siapapun.


"baiklah..! kita ke Masjid detik ini juga ! ". kata Dylan


"ha?? " cengo Raya


panjang perdebatan akhirnya keputusan Raya dan Raka menikah adalah besok pagi, Raya tidak bisa menego hari lagi bahkan Raya berusaha memberi alasanpun tak lagi didengarkan oleh orangtuanya itu.


.


.


di kamar Raya.


Raya meletakkan lukisan dirinya di dinding kamarnya yang kosong. "cantik..! ". gumam Raya memuji lukisannya itu.


Raya berlari menuju meja make upnya dan tersenyum lebar melihat ke pantulan cermin, ia menatap serius lesung pipinya sambil tersenyum manis.


. . . .


dikamar Raka


Pria tampan itu mulai menyibukkan orang setianya untuk mengawasi Robert, Morett dan Suami ibu Tirinya (Herlina) Reiner.


Raka tidak mau hari bahagianya besok pagi gagal karna masalah manusia tak punya rasa takut itu.


"aku akan membuatmu bahagia sayang..! kamu akan membuatku bahagia dengan kehadiranmu disisiku, apapun akan aku lakukan untuk melindungimu sayang..!" gumam Raka


Raka berusaha untuk memejamkan matanya dan tidur, tapi sialnya matanya saja yang terpejam, Raka sama sekali tidak bisa tidur. Raka gelisah, berdebar, tak sabar menunggu matahari terbit.


"aku benar-benar tidak bisa tidur". Raka mengacak rambutnya


alhasil malam itu juga Raka melukis wajah Raya, kali ini Raka melukis wajah Raya tanpa memakai pashmina seperti biasa, Raka pernah melihat rambut Raya dan daya ingat Raka sangat tajam apalagi perihal Raya.


.


.


.


.


cieee. . yang ngga sabar nunggu pagi nih.. cepat menikah walau cuma sah dimata agama dan hukum itu lebih baik kan? wkwk.. Raya nikahnya memang tidak di grebek tapi dipaksa Dylan dan Shindy.. hehe..


Dylan tidak pernah salah menilai seseorang, bahkan Nova pun tau Raka pria yang baik hanya saja di tutupi topeng wajah nya yang kejam yaitu seorang Mafia kejam membunuh tanpa memberi toleransi.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2