Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 69_ akibat


__ADS_3

.


"masih berani menemuinya? ". tanya Arya dengan dingin


"ta. tapi kak? apa tidak bisa aku melihatnya saja walau sekali, aku ingin menjelaskan semua padanya". cicit Nia


"aku akan minta seseorang menemuinya jangan harap kau bertemu dengannya jika kau melawanku? kau tau akibatnya, aku sudah cukup sabar membiarkannya hidup, jika kau menemuinya maka aku akan membunuhnya". ancaman Arya membuat Nia merinding.


"masih berani menemuinya? ". tanya Arya sekali lagi


Nia mendongakkan kepala nya menatap mata Biru Arya yang tidak bersahabat lalu Nia menggeleng kepalanya pelan, "tidak berani".


"aku sudah menghubungi seseorang dan dalam perjalanan kesana, hidup dan matinya ada di tanganmu jika kau mau dia hidup jangan pernah temui dia tapi jika kau mau dia mati silahkan temui dia". Arya


Nia tak lagi berani berbicara melihat aura tak bersahabat keluar dari diri suaminya, Nia tidak mengerti mengapa Arya begitu membenci kakaknya tapi Nia tidak berani bertanya.


bagaimanapun Arya suaminya jika Arya tidak mengizinkan maka Nia tidak akan menemui orang itu walaupun kakak kandungnya sendiri.


"masuk ke kamarmu..! silahkan nonton drama apa saja yang kamu mau jangan sampai membuatku marah". titah Arya


Nia dengan cepat berbalik dan berlari keluar Ruangan Arya, Nia benar-benar jadi patuh dengan kembali ke kamarnya.


Ricis melihat Nia masuk ke kamarnya pun tersenyum, ia yakin Nia tidak akan keluar karna ia tidak sengaja mendengar ancaman Arya pada Nia.


Nia mematikan ponselnya, "maaf kak. ! cara kak Arya berbicara tadi membuatku takut, aku tidak berani menemui kakak lagi, kak Arya terlihat mengerikan saat dia bilang akan membunuh kakak".


Nia bergidik takut melihat amarah Arya yang untuk pertama kalinya ia lihat, Arya sangat berbeda saat berkata lembut padanya dan perlakuannya yang manis saat mengelus kepalanya.


"untung aja aku mengatakannya terlebih dahulu sama Kak Arya, kalau tidak Kak Arya bisa saja semakin mendiamiku dan lama-kelamaan Kak Arya akan meninggalkanku sendiri,, tidak.. tidak.. aku tidak mau Kak Arya menjauhiku". Nia bergumam sendiri.


Nia memang polos tapi memikirkan Arya meninggalkannya tentu ia harus berpikir ribuan kali, mendapatkan Pria sebaik Arya sudah suatu berkah bagi Nia.


di tempat Tia.


Tia menelfon Nia berkali-kali tapi tidak diangkat


"kemana dia? kenapa hpnya dimatikan? ". gumam Tia dengan geram.


tok.. tok.. tok..


"aah.. sampai juga anak itu". seringai Tia


Tia berencana akan membawa Nia pergi ke suatu pulau dan membuang Nia kelautan lalu pergi begitu saja.


"Nia.. kau datang?". Tia membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat beberapa orang berpakaian serba hitam ada didepannya.


Tia hendak menutup kembali pintu Rumahnya tapi sudah terlambat.


"aah.. lepas...! ". Tia memekik


para lelaki berbadan besar langsung bertindak, membekap mulut Tia sampai tak sadarkan diri lalu membawa Tia masuk ke dalam mobil.


tak ada yang berani mendatangi Tia karna Plat mobil khusus itu milik Melviano, artinya orang-orang Mafia The Xylver.


.

__ADS_1


Tia diikat dengan posisi tangan kebelakang, mulutnya di tutup kain walaupun bisa berbicara tapi tidak jelas.


"dimana ini? ". batin Tia


Tia mencium bau busuk di sekitarnya, "bau apa ini?". racau Tia dengan nada tidak jelas.


"sebenarnya apa Rencana nya Nia? kenapa dia tidak terkecoh olehku lagi? pasti dia mengadukanku pada Tuan Arya, dasar jal*ng...! kau sudah berubah, sudah pandai berakting ya? hanya aku yang pantas menjadi Ratu Akting bukan Kau.. " batin Tia dengan mata memerah


Tia berusaha melepaskan diri tapi tangannya di ikat dengan sangat kuat, ia hanya bisa mengumpat dalam hati.


"udah bangun dia Boys...! " teriak salah satu anggota Mafia The Xylver


"berikan ramuannya dan suruh telan sama dia". teriak yang lainnya.


"dimana kau letakkan? ". tanya rekan yang lainnya.


Tia pucat pasi mendengar pembicaraan mereka semua,


"a.. apa yang mereka lakukan padaku? apa yang mereka berikan? ramuan apa itu? apa mereka berniat membunuhku? ". batin Tia yang benar-benar ketakutan.


"hmm.. ngghh.. le.. pas..! " teriak Tia tak jelas


"tenang saja hanya ramuan..! ayo minum! ".


Tia menggeleng-geleng kepalanya


"pegangin dia! "


"iya".


kain di mulut Tia di lepaskan


"ssstt..! tenanglah ini bukan racun".


"haha.. lihatlah dia sangat ketakutan tapi berani mencoba menjebak Nona muda kita".


"iya.. kekuasaan apa yang dia miliki hingga berani menjebak istri Tuan Muda Melviano".


"aku rasa dia iri dengan Nona Nia".


"siapa yang tidak iri dengan posisi Nona Nia, aku pun sangat iri padahal aku laki-laki tapi kalau di pikir-pikir hatiku tidak sebaik Nona Nia, jadi aku tidak pantas dengan Tuan Arya".


"kau bicara apa? cepat suruh dia minum nggak usah ngeracau yang tidak-tidak".


Tia menjerit histeris tapi sudah tidak bisa melawan karna lelaki gagah The Xylver mengunci seluruh tenaganya.


Tia mencoba untuk memuntahkan nya lagi tapi tidak bisa, ia terbatuk-batuk memegang lehernya sendiri


"apa yang kalian berikan padaku? ". teriak Tia dengan emosi berusaha mendorong tubuh pria manapun yang ada didekatnya.


bukannya yang didorong jatuh malah Tia sendiri yang jatuh, bagaimana pun tubuh kekar Mafia The Xylver sudah terlatih.


mereka semua menertawakan Tia, "apa yang menarik darinya? bahkan melihat tubuhnya saja aku tidak tertarik".


"hati-hati bisa saja dia hamil anak Tuan Brayen itu".

__ADS_1


"haha.. dasar jal*ng..! berani kau menginginkan posisi Nona Nia, kau tidak malu dengan masa lalumu sendiri? ".


"bukannya berubah malah makin berulah".


Tia meraba-raba ponselnya dan mencoba menghubungi Nia tapi tidak juga diangkat karna telfon Nia masih dimatikan.


"Nona Nia sedang dikurung oleh Tuan Arya, dia tidak akan bisa menolongmu".


"tidak mungkin.. dia adikku semarah apapun dia padaku dia akan datang padaku". Tia


"apaa?? hilangkan kepercayaan dirimu itu, Tuan Arya yang lebih berarti bagi Nona Nia sekarang bukan kau".


Tia mengepalkan tangannya.


"jika aku ada di posisi Nona Nia pasti aku lebih takut Tuan Arya meninggalkanku dari pada ditinggalkan olehmu".


Tia melebarkan matanya, "jadi Tuan Muda sengaja mengurung Nia? kenapa? dia adikku". teriak Tia


"hahaha".


"adik katanya Boys..! "


Tia merasa kepalanya bercabang-cabang, ia tidak tau minuman apa yang diberikan oleh Orang-orang the Xylver itu.


"udah pingsan dia".


"cepat buang dia didepan Rumah Sakit Jiwa".


"cepat..! "


Tia dibawa oleh mereka dan benar-benar di letakkan didepan gerbang Rumah Sakit Jiwa, mereka segera pergi dari sana tanpa meninggalkan apa-apa.


bagi Arya kematian terlalu menyenangkan untuk Tia, biarlah Arya membuat Tia Gila untuk selamanya.


.


ke esokan harinya.


"mau temui Kakakmu Nia? ". tanya Ricis serius.


Nia melebarkan matanya ke arah Ricis, "jangan bicara seperti itu.. aku tidak mau kak Arya dengar dan salah faham".


"oh ya? baiklah.. aku bantu kamu bertemu kakakmu". bisik Ricis


Nia menggeleng kepalanya, "aku tidak mau.. kak Arya sudah memperingatiku".


Ricis tersenyum, "tapi Tuan Arya mempercayaiku". bisik Ricis


Nia menatap Ricis lalu senyum Nia kian melebar, sebenarnya Ricis disuruh oleh Arya untuk membuat Nia menemui Tia tapi tanpa sepengetahuan Arya.


Arya tidak mau Nia tau bahwa Arya lah yang mengizinkannya bertemu Tia, karna baru tadi malam Arya mengancam Nia jika berani bertemu Tia maka Tia akan mati ditangannya.


.


ok..

__ADS_1


.


.


__ADS_2