Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Bonus Ekstra Part. 4


__ADS_3

.


.


"hebat sekali mereka..! ". batin Ayu tersenyum kecil melihat betapa kompaknya Raski dan Riski merawat adik bungsunya.


Raski, Riski dan Cerry hanya selisih beberapa menit saja. Raya yang kuat dan tangguh bisa melahirkan secara normal.


"ini dedek celly". Raski memberikan agar-agar bentuk ikan ke Cerry.


Cerry mengambilnya dan langsung melahapnya hingga pipinya menggembung lucu, Riski memberikan air mineral yang ia ambil di tatanan meja makanan.


"angan centuh adik ku! ". tegas Riski dengan galak saat ada wanita yang hendak membelai kepala Cerry.


"eeh..? Maaf tuan kecil..! saya hanya gemas". ucap wanita itu segera mengangkat tangan.


Raski menarik lengan Cerry yang masih sibuk memakan agar-agarnya yang super lembut dan cantik.


beberapa tamu undangan berdecak kagum saat Raski dan Riski merentangkan tangan melindungi Cerry di belakang mereka, tatapan kedua bocah laki-laki itu sangat tidak wajar bagi ukuran anak-anak seperti mereka.


"jangan ganggu adik mereka.!". bisik pria lain yang antri makan di belakang wanita tadi.


"ahh.. iya..! aku gemas jadi tangan aku tidak bisa di kendalikan ingin mengusap kepalanya". cengir wanita itu melihat tangannya.


"apa kamu tidak tau rumor yang beredar? ". bisik wanita yang ada dibelakangnya lagi.


"Rumor apa? ". tanya wanita yang ingin mengusap kepala Cerry.


"Tuan kecil tidak akan marah jika mereka yang di ajak bicara atau di pegang tangannya tapi kalau adik bungsu mereka, waah.. jangan salah,, kamu membangunkan macan kecil yang ganas".


Raski dan Riski sudah membawa pergi Cerry menjauh dari tempat itu, sedangkan mereka yang antri makan pun malah sibuk bergosip mengenai si kembar 3 melviano itu.


Ayu hanya mengiringi Raski, Riski dan Cerry saja, lebihnya adalah urusan kedua bocah laki-laki itu.


"Mom? ". rajuk Riski


"kenapa sayang? ". tanya Raya menangkup kedua pipi Riski.


Raski duduk di samping Alya, sedangkan Cerry duduk di pangkuan Raka.


"ada olang yang mau pegang pala dedek". adu Riski dengan alis yang di tekuk masam.


"siapa nak? siapa yang pegang? ". sambar Raka tak kalah kesal langsung memeluk putri bungsunya yang sibuk makan agar-agarnya saja.


"abang? ". kesal Raya

__ADS_1


"tu Dad..! laski uga kesel dedek menggemastan tatanya". Raski yang menjawab.


Raya menepuk jidatnya seketika, sedangkan Alya tertawa cekikikan di samping Raski.


"kalian sama saja seperti Daddy kalian.. sangat posesif...! ". ledek Alya yang gemas akan tingkah kedua keponakan laki-lakinya itu.


"bialin...! dedek bial aman halus pocecip". sungut Riski yang tau arti Posesif.


"iya halus aman..! dedek cuma oleh di pegang oleh kelualga tita aja". sambung Raski juga.


Raya menggeleng-geleng kepalanya, ia menatap kesal ke Raka yang memiliki sifat posesif hingga menurun pada kedua anak laki-lakinya.


"lain kali kalian harus lebih tegas nak..! jangan sampai ada orang yang berani memegang adik kalian oke....??". Raka dengan seriusnya berbicara pada kedua anak laki-lakinya seolah tau kedua anaknya itu dapat diandalkan.


Raski dan Riski kompak saja mengangguk mantap,


"Daddy hanya tidak suka kamu di dekati orang lain sayang..! Daddy takut kamu di culik". gumam Raka menciumi pelipis Cerry


"Dad..? ". Cerry dengan wajah polosnya.


"iya sayang? ". Raka tersenyum lembut menatap putri kecilnya merapikan anak rambut Cerry yang berserakan.


"agal-agal itan dedek abis". rajuk Cerry melihat isi piring plastiknya.


Raka tertawa kecil, "Daddy bantu ya sayang! ".


"abang..! ". protes Raya ke Raka yang begitu beraninya mencium pipinya di depan ketiga anak kembarnya yang masih kecil.


Raka malah melarikan diri membawa Cerry yang ikut tertawa menggemaskan di pelukan Raka.


Alya tak kuat menahan tawanya, ia tertawa terbahak-bahak sambil memeluk Raski yang tersenyum senang melihat wajah kesal mommynya.


"karna ajaran dia itu dek..! dia sering membuatku kesal jadi Raski sama Riski suka sekali membuat adik bungsunya kesal". Raya berkata dengan nada kesal ke Alya.


"iya kak..! Alya tau.. Raski sama Riski memang suka menggoda Cerry sampai suka menjerit kesal tapi itu kan rasa sayang mereka pada adik perempuannya kak.. lagian mereka sangat menyayangi Cerry, aku bangga sama kakak bisa mendidik mereka begitu baik". Alya mengelus kepala Raski


"Liski lapal". Riski berdiri lalu mengajak Raski untuk makan sebab tadi mereka hanya mengambilkan agar-agar untuk Cerry.


"ikuti mereka aja kak..! ". Alya berseru


"iya..! kamu pastikan dia memang pria kelima atau tidak". bisik Raya menggoda hingga Alya melebarkan matanya ke Raya.


Raya tertawa geli dan segera pergi sambil menggandeng tangan Raski dan Riski di kedua sisi kiri dan kanannya.


kedua anak laki-laki Raya tidak mau di gendong oleh Raya, mereka berpikir mommy mereka baik dan lembut jadi tidak tega merepotkan mommynya padahal sikembar tidak tau bagaimana kuat dan galaknya mommy Raya dulunya.

__ADS_1


Ayu berdiri di samping Alya.


"coba Nona dekati? ". bisik Ayu tersenyum lebar.


Alya menatap kesal ke Ayu, keluarga Melviano sudah tau mengenai ramalan Alice yang mengatakan pria kelima lah yang sangat mencintai Alya nanti, Alya akan di perlakukan seperti ratu hingga tuanya nanti.


.


Al mendekati Alya begitu juga Veer yang bersamaan mendekati Alya.


"Alya? kamu mau berdansa denganku? ". tanya Veer dengan lembut.


Al melihat ke arah Veer, ia bertanya-tanya dalam hati apa Veer ini kekasihnya Alya.


"tidak apa Veer..! kau cari perempuan lain saja". tolak Alya dengan acuh sambil melihat-lihat ke jemari tangannya.


"tapi aku hanya mau berdansa denganmu". elak Veer.


"kalau begitu aku tidak mau". tolak Alya dengan tegas.


Al tidak berbicara hanya diam mengamati situasi Alya dan Veer,


"sudah lama Alya..! apa kamu tidak juga mau menerima perasaanku? ". tanya Veer dengan nada lirih.


Alya memutar bola matanya dengan jengah, ia tau Veer sangat lembut dan baik tapi namanya hati tidak bisa di bohongi.


"maaf Veer..! aku tidak pernah menaruh hati padamu dan aku tegaskan padamu untuk mencari wanita lain saja..! banyak wanita cantik di luar sana, jangan paksa aku untuk menerimamu.. jika kau memang tulus padaku kau tidak akan tega melihatku menderita kan? ". Alya


"aku sudah cukup menderita dilihat oleh para penggemarmu begitu sinis, aku dianggap sebagai gadis yang paling jahat di muka bumi ini karna menolak perasaanmu". Alya berkata dengan serius


"tapi aku memang hanya mau dirimu Alya..! ". Veer mendekat dan hendak memegang tangan Alya.


Alya segera mengelak hingga Ayu muncul berdiri didepan Alya sambil menutupi tubuh Alya dari pandangan Veer.


"pergi...! ". usir Ayu dengan serius.


Alya berbalik pergi meninggalkan aula pesta menuju lift, Al berlari mengikuti Alya


"Alya? ". Veer hendak mengejar tapi Ayu menahannya.


Ayu tau Alya tangguh, tugasnya hanya melindungi Alya supaya tidak merasa di ganggu oleh orang tidak penting saat ini.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2