
.
.
Raka masuk ke Vila lalu mengedarkan pandangannya, Dita keluar dari kamar Raya dan berlari kecil menyambut tuannya.
"Tuan..! ". Dita memberi tundukan sopan pada Raka
"kau tidak beri tau dia aku datang kan? ". tanya Raka dengan datar
"tidak berani tuan". jawab Dita
"ya sudah..! aku akan masuk ke kamarnya, kau jangan berani masuk.. mengerti? ". titah Raka
"baik tuan". jawab Dita memberi jalan untuk Raka.
Raka melenggang pergi meninggalkan Dita yang akhirnya bisa bernafas,
"menyapanya sungguh menakutkan! kenapa aku merasa dia akan mencekikku kalau memberitau Nona tadi? Ya Tuhan..! untung aja aku ngga ngasih tau Nona tadi". gerutu Dita
Raya sedang merajut dengan serius tanpa menyadari Raka lah yang datang, ia mengira itu Dita.
"Dita.. mana benangnya? ". decak Raya
Raka melihat benang Rajut yang ada di meja terdekatnya lalu mengambil benang yang sama dengan yang Raya pegang saat ini.
Raka melangkah ke Raya sambil tersenyum tipis, istrinya semakin cantik ditinggal Raka selama 2 minggu.
"oh.. makasih Dita..!" ucap Raya mengambil benang yang Raka pegang.
"Eh..?? bukan warna ini Dita, kan aku tadi bilang ambilkan war...na.. mi..lo...?". omel Raya mendongak dan terkejut melihat wajah pria yang sangat ia rindukan.
"Ab. abang? ". gumam Raya mengucek sebelah matanya.
Raka mengulurkan tangannya, Raya melihat tangan Raka lalu menyambutnya dengan tatapan mata tak berkedip sedikitpun melihat Raka.
Raka mendekat dan mengelus rambut Raya yang super halus lalu mengusap wajah Raya dengan lembut hingga berakhir di bibir merah delima Raya,
"aku merindukanmu sayang". bisik Raka meradu hidungnya dengan hidung Raya.
Raya hanya diam lalu mendorong pelan tubuh Raka, tangan Raya terangkat meraba rahang kokoh Raka.
"Abang? ini beneran abang? ". tanya Raya masih tak percaya.
Raka mengecup tangan Raya dengan penuh kerinduan hingga Raya sadar bahwa pria didepannya memang Raka bukan khayalannya semata.
"aku sangat merindukanmu". Raka menarik pinggang Raya dan masuk ke pelukannya.
Raya tersenyum senang akhirnya bisa memeluk tubuh bayi besar kesayangannya.
"apa kamu merindukanku sayang? ". tanya Raka dengan nada pelan.
"aku juga merindukanmu bayi besarku yang lucu". jawab Raya sambil tertawa cekikikan memeluk Raka lebih erat.
Raka tersenyum lebar, "aku sangat merindukanmu hingga mau mati rasanya".
__ADS_1
"mau mati rasanya? ". beo Raya melepaskan pelukannya dari Raka.
"iya.. aku sangat-sangat merindukanmu sayang". gemas Raka meradu keningnya dengan kening Raya.
Raya mendongak manja dan meradu gemas hidungnya dengan hidung Raka, Raka mengecup kening Raya, hidung, pipi hingga kecupan sayang di bibirnya. Raya memejamkan matanya menikmati perlakuan lembut Raka yang membuatnya terbuai hingga matanya terpejam mengikuti nalurinya.
deg... deg.. deg.. deg..
Raka yang benar-benar merindukan Raya, kini ia kembali memang*t bibir Raya, Raya tidak tau cara bercium*n jadi balasan Raya masih kaku terlihat jelas sekali Raka adalah pria pertama yang mengambil madu dari bibirnya.
perlahan Raka melepaskan pang*tannya,
"aku sangat mencintaimu sayang, lebih dari yang kamu tau". bisik Raka mengusap bibir Raya yang semakin seksi dimatanya.
"eeh.. iya bang. aku tau... hmm.. maaf abang..! aku tidak tau cara itu.. hmm". ucap Raya gelagapan melihat arah lain.
Raka terkekeh kembali mengecup bibir Raya,, "aku juga tidak berpengalaman dan tadi belum ada apa-apanya dengan yang di film-film dewasa yang aku tonton".
"memang bagaimana cara mereka berciuman? ". tanya Raya penasaran seperti anak kecil yang ingin tau.
"lidah". jawab Raka menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"hah? ". cengo Raya segera berbalik mengambil ponselnya dan mengetik cara berciuman orang dewasa.
Raka cekikikan gemas melihat Raya yang kini merona menonton adegan itu.
"a.. aku tidak melihat lainnya, aku geli". Raya mematikan ponselnya dan melemparnya ke ranjang.
"jadi kita sama-sama belajar sayang, jadi jangan berkecil hati ya? ". Raka menangkup pipi Raya dengan penuh cinta.
"malam ini kita kembali ke Kota? ". tanya Raka
"cepat sekali? ". Raya malah berdecak tak suka
"kenapa? kamu tidak mau pulang sayang? ". tanya Raka tidak mengerti.
"perjalanan naik pesawat dari Negara D itu memakan waktu cukup lama bang, terus dari bandara kesini juga lama. abang kenapa buru-buru sih? istirahat yang banyak disini lalu besok pagi kita ke kota". omel Raya mendorong tubuh Raka ke ranjang.
Raka yang kaget pun tertawa, ia merentangkan tangannya di ranjangnya.
"apa? ". tanya Raya
"sini.. abang jarang tidur selama 2 minggu ini karna tidak ada obatnya". senyum tampan Raka.
"obatnya? aku?". tanya Raya mengerjabkan matanya lalu menangkup kedua pipinya sambil menggembungkan pipinya dengan lucu.
Raka mengerjab, "Ya Tuhan..! kenapa dia sangat lucu? aku ingin sekali memakannya". batin Raka
Raya merasa garing pun menggaruk hidungnya dan melihat arah lain, perilakunya tadi itu diajari Alya si ratu Agyeo (Imut) tapi Raya berpikir Raka tidak suka.
"a.. aku keluar ya? ". Raya hendak keluar kamar, anggap saja Raya melarikan diri.
Raka bangkit dan menahan pergelangan tangan Raya, Raya menoleh ke Raka.
"kamu harus tanggung jawab sayang! ". pinta Raka membuat kedua alis Raya mengkerut.
__ADS_1
"a.. apa? ". tanya Raya tidak mengerti.
Raka meletakkan tangan Raya dibelahan dada bidangnya, Raya mengerjab sambil memiringkan kepalanya tidak mengerti.
"jantungku terasa mau melompat keluar". jawab Raka
Raya menatap serius mata Raka, "be. benarkah? ".
Raka kembali bertanya, "siapa yang mengajarimu bertingkah imut seperti itu sayang? lain kali jangan dicoba pada pria lain, aku bisa saja mencongkel kedua mata pria yang melihat tingkah menggemaskan mu tadi".
Raya hanya diam dengan mata mengerjab, "oh.. jadi dia suka tingkah yang Alya ajarkan tadi ya? ". batin Raya
"aku serius sayang..! aku benar-benar akan mencongkel mata pria manapun yang melihatmu bertingkah menggemaskan seperti tadi, kamu hanya boleh bertingkah imut didepanku saja". ujar Raka dengan serius menatap lekat gadis pujaannya.
Raya tersenyum dan mengangguk sekali.
"sekarang jawab aku siapa yang mengajarkanmu? ". tanya Raka penasaran.
"Alya, katanya biar abang makin klepek-klepek sama aku". jawab Raya dengan senang seolah tips dari Alya memang berhasil.
Raka tersenyum lembut kembali memeluk Raya, "aku memang sudah menggilaimu sejak pertemuan pertama kita sayang". bisik lembut Raka mengecup bahu Raya.
Raya tersenyum sambil memejamkan matanya di pelukan Raka,
.
.
malam ini Raka dan Raya makan berdua di kamar lalu kembali tidur berdua sampai pagi tak ada yang mengganggu pasangan yang baru saja bertemu setelah 2 minggu lamanya.
pagi-pagi sekitar jam 9 pagi, Raya dan Raka keluar dari kamarnya.
"kalian baliknya kapan? ". tanya Shindy
"hari ini mi". jawab Raka
"hmm.. kami juga hari ini, apa kalian mau bergabung?". tanya Shindy
"tidak mi.. kami mau berduaan". jawab Raka tanpa malu merangkul bahu Raya.
Raya melebarkan matanya menatap tajam ke arah Raka yang tersenyum lebar tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Dita menahan senyum saja di samping Kaira yang tertawa lebar memeluk sang suaminya (Pasha). Dita tidak heran lagi melihat kemesraan para majikannya, ia mengerti cinta kasih masing-masing pasangan itu memiliki takar Cinta yang besar hingga tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
.
.
.
Oke... Terimakasih.. Raka sudah kuat jadi para musuh datanglah...! yang kuat makin kuat, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, yang jahat makin jahat, yang bejat makin bejat, yang baik makin tertindas dan diinjak-injak, begitulah dunia nyata dan dunia hallu.. wkwk... Selamat beraktifitas...?!
.
.
__ADS_1
.