
.
Arya melongoh melihat makanan pinggir jalan yang mau di makan oleh Nia.
"disini? ". tanya Arya sekali lagi sambil menekan tombol hingga atap mobil Arya terbuka.
Nia mengangguk-ngangguk, "disini makanannya sangat enak Tuan, jika tuan tidak mau biar saya beli sendiri nanti saya makan di rumah".
Arya mengulum senyumnya, "rumahmu yang mana hmm? ".
"ehh..? ". Nia nyengir malu karna tanpa sengaja bibirnya sudah terbiasa menyebut Apartemen Arya adalah rumahnya.
Arya terkekeh melihat tingkah malu Nia, Arya mengelus kepala Nia lalu mencubit pipi Nia dengan gemas.
"aku sekarang mengerti kenapa Bang Satria begitu lembut pada Kakak Ipar jadi ini alasannya, semua yang ada di Kakak ipar pasti menyenangkan bagi abang dan bikin ketagihan". batin Arya
sebelumnya Arya tidak mengerti mengapa lelaki Melviano begitu tunduk dan patuh pada istri-istri mereka, bisa begitu posesif, mesum dan semua hal-hal yang membuat Arya bertanya-tanya bagaimana bisa Para Lelaki gagah itu begitu takut pada istri dari pada musuh.
kini Arya mulai mengerti sedikit demi sedikit, Nia adalah Kelincinya yang menggemaskan, gigi Kelinci Nia, tawa Nia, senyum Nia, kepolosan Nia, tingkah lucu Nia semua yang Nia lakukan pasti tak pernah lepas dari pandangan Arya, Arya suka sekali memperhatikan tingkah Kelincinya itu.
"aku akan makan! ". kata Arya dengan serius tiba-tiba sambil melihat sekeliling.
"Tuan Yakin? ". tanya Nia tak percaya
"kenapa bertanya?". tanya Arya menatap Nia dengan senyuman tipisnya.
Nia melihat ke arah pedagang kaki lima langganannya, "disini makanan untuk orang miskin".
"lalu orang kaya tidak boleh makan disini? aku tidak melihat larangannya? dimana papan larangannya? ". Arya
Nia tersenyum lebar hingga Arya mencubit pipi Nia karna terlalu gemas melihat gigi Kelinci Nia yang sangat terlihat manis.
"Tuan mencari apa? ". tanya Nia celingukan mengikuti arah pandangan Arya sejak tadi.
"cari tempat parkiran". jawab Arya
Nia tertawa lebar, "tidak perlu mencari tempat parkiran Tuan, disana saja! ".
Arya mengangguk lalu melajukan kendaraannya sambil menekan kepala Nia yang masih tertawa lucu karna Arya bingung mencari tempat parkiran tapi Arya tidak marah karna ada binar bintang di mata Nia, Arya tentu tau Nia sangat bahagia saat ini.
Arya dan Nia makan di pinggir jalan, Arya tanpa malu makan dengan tangan padahal dia juga orang terhormat.
"tuan makan tidak pakai sendok?". tanya Nia yang sudah mengambilkan sendok untuk tuannya.
"tidak perlu ! aku sudah biasa makan seperti ini kalau Aunty masak". jawab Arya dengan santai
"Aunty? ahh.. Aunty Mayra ya Tuan? ". tebak Nia semangat.
Arya mengangguk,
"aah.. iya Aunty Mayra punya Restaurant sambal setan yang sangat terkenal itu ya? saya baru mengingatnya Tuan". cengir Nia
"makanlah..! tadi katanya lapar". Arya menatap makanan Nia.
__ADS_1
Nia mengangguk patuh, sesekali Nia memperhatikan Arya yang sangat berbeda dari Pria terhormat lainnya.
Arya tidak peduli para pembeli tengah berbisik-bisik di sekitarnya, siapa yang tidak mengenal Arya Melviano.
hanya beberapa saat saja tempat itu sudah ramai dikunjungi banyak orang, bahu jalan mulai penuh karna parkiran mobil dan motor orang-orang yang ingin melihat seorang Arya Melviano makan di pinggir jalan.
"Tuan? ". Nia celingukan gelisah sebab merasa bersalah telah membuat tuannya tidak nyaman.
"hmm? ".Arya melihat ke arah Nia lalu Arya melihat arah tatapan Nia.
Arya tidak tau banyak orang yang melihatnya, memotretnya demi mengabadikannya.
"Cha? ".
"iya Tuan? ". Nia menoleh kembali ke Arya
"makan..! aku sudah terbiasa dengan situasi ini, apa kau tidak nyaman? ". tanya Arya dengan serius.
"saya hanya takut Tuan tidak nyaman". jelas Nia
Arya menggeleng kepalanya, "ayo habiskan! ".
Nia mengangguk, alhasil Nia tak lagi berbicara hanya sesekali melihat ke arah Arya yang tampak tidak peduli situasi.
"Tuan Arya seperti Aktor papan atas saja dikelilingi banyak fans". batin Nia
disaat semua Wanita, baik gadis maupun janda begitu memuja Satria sebelum menikah namun setelah menikah idola mereka beralih ke Arya Mahardika Melviano, Nia tidak mengidolakan Arya hanya sekedar kagum akan ketampanan Arya terlebih lagi Arya tidak pernah terkena skandal dengan Wanita manapun.
.
.
Arya melihat notifikasi ponselnya dan melihat berita Nia yang terkena skandal dengan Brayen Mananta.
"ada apa tuan? ". tanya Nia penasaran melihat raut wajah Arya berubah.
Arya menunjukkan ponselnya, "sepertinya kakakmu berulah".
"Kak Tia? ". tanya Nia dibalas anggukan oleh Arya.
Arya tentu tau pelakunya adalah kakak Nia sendiri sebab tokoh yang menjadi saksinya di dalam Artikel itu adalah Tia sendiri, padahal yang selingkuhannya Brayen adalah Tia bukan Nia.
Nia mengambil ponsel Arya dengan hati-hati lalu melihat layar ponselnya dan kaget melihat judul artikel yang baru muncul itu.
"tenang saja! kemarikan ponselku! ". pinta Arya yang melihat raut wajah Nia.
Nia memberikan ponsel Arya dengan kedua tangannya, Arya langsung menghubungi Nola dan Wulan untuk membantunya menghapus berita yang baru saja muncul di medsos.
.
.
Nia terdiam di dalam kamarnya lalu dengan cepat ia mengambil ponselnya dan melihat berita mengenai dirinya.
__ADS_1
"eeh..? nggak ada lagi? ". Nia mencari-cari news berita tapi tidak ada.
"apa tuan Arya yang menghapusnya? ". gumam Nia
"huuh..! sebenarnya apa maunya kak Tia, kenapa dia begitu membenciku? dia bilang jauhi kedua orangtua kami karna mama dan papa sangat menyayangiku, aku pergi juga karna diusir, saat aku punya Tuan Brayen kak Tia juga merebutnya dan tadi aku melihat kak Tia berusaha mengganggu Tuan Arya, apa yang mau kak Tia lakukan? sekarang dia membuat berita lama tentang hubunganku dengan Tuan Brayen yang sudah putus karna nya".
Nia bertanya-tanya sendiri akan kesalahannya pada Tia hingga membuat saudara kandungnya itu bisa begitu jahat padanya.
.
brakkh...!
Arya menendang pintu Rumah keluarga Tia.
"T. tuan? Arya? ". gumam Papa kandung Nia (Papa Tia juga).
"mana wanita iblis itu?". tanya Arya dengan dingin.
"w.. wanita iblis siapa Tuan? ". tanya Wendy yang kebetulan juga tak jauh berdiri dari Suaminya
Tia melihat mobil Arya di luar Rumahnya segera ia berlari keluar kamarnya
"Tuan? ". Tia berlari dengan tak tau malunya menuruni tangga.
Kedua orangtua Tia memberi jalan sambil saling melirik satu sama lain, mereka tidak mengerti situasinya.
Arya mengangkat tangannya seolah isyarat Tia tidak boleh menyentuhnya, Tia merasa besar kepala saat ini walau di tolak oleh Arya, Tia merasa Arya akhirnya menyadari kalau Nia sudah punya kekasih yaitu Brayen.
Arya melempar semua foto-foto bug*l Tia bersama Brayen, Tia melebarkan matanya, kedua orangtua Tia syok melihat foto-foto yang berserakan di lantainya kini.
mereka menatap Tia dengan tatapan minta penjelasan, sedangkan Tia sudah pucat pasi.
"hapus berita murahanmu itu dan hentikan trik kotormu..! jika kau berani membuat berita yang tidak-tidak tentang Gadisku aku tidak akan segan melempar semua foto-foto ini kesemua media tanpa menutupi wajahmu!". ancam Arya dengan tatapan nyalang.
"T. tuan? ". Tia hendak berbicara namun tiba-tiba pipinya terasa panas.
plak..! tidak cukup disitu Tia sekali lagi ditampar oleh Papanya sendiri.
"ka.. u? ". Papa Tia menunjuk wajah Tia dengan muka memerah
Arya meninggalkan segala kekacauan itu, ia tidak akan terima kelinci nya jadi sasaran medsos, Arya tidak mau Nia sedih karna Arya baru pertama kali melihat pancaran mata Nia yang berbeda tidak kosong dan hampa seperti pertama kali Arya bertatapan mata dengan Nia.
(saat Nia dalam keadaan sadar bukan dalam pengaruh obat)
.
.
hehe.. Terimakasih...! jangan lupa Like nya ya??
.
.
__ADS_1