Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 52_ tidak kenal


__ADS_3

.


.


Arya dan Nia berada di dalam mobil.


"Tu.. Eh.. Kak? ". panggil Nia


"hmm? ". sahut Arya yang fokus dengan kendaraannya.


"apa Tu. ehh.. Kakak tidak bekerja? ". tanya Nia


"kerja tapi di rumah saja". jawab Arya


Nia mengangguk-ngangguk.


"kau tidak kerja? ". tanya Arya balik


"lagi tidak ada jam aku hari ini Kak, aku dapat pekerjaan dihari senin, Kamis dan sabtu". jawab Nia dengan senangnya mendapatkan pekerjaan yang tidak setiap hari.


Arya tersenyum tipis, "mau makan apa? ".


"ha..? makan mie". jawab Nia tanpa berpikir panjang.


"Mie? dimana jual Mie? apa mau kita ke Restaurant Nolan Food? ". tanya Arya membuat mata Nia berbinar penuh bintang seketika.


"N.. Nolan Food? bukankah cukup jauh dari sini Tu.. Eh.. Kak? ". tanya Nia dengan kaget Arya akan membawanya ke Nolan Food.


"hmm.. aku lagi ingin makan disana saja". jawab Arya menekan kepala Nia


Nia menyeringai lebar, padahal itu hanya alasan Arya saja bukankah di Mansion ada Kaira yang bisa memasak untuknya, tapi Nia terlalu polos hingga mudah di bodohi oleh Arya, Arya hanya ingin mengajak Nia ke Restaurant legen itu.


.


.


Sore harinya saat pulang kembali ke Mansion Melviano.


Arya melirik ke kaca spion mobilnya, Arya bukan orang bodoh tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diawasi


walau musuh mengawasinya dengan jarak cukup jauh tapi Arya tau, Arya sudah terlatih bersama abangnya (Satria) dalam menghadapi musuh.


semakin tinggi jabatan seseorang semakin banyak halangannya, semakin berkuasanya seseorang maka semakin banyak musuh yang haus akan kekuasaan orang berkuasa itu,


itu sebabnya keturunan Melviano selalu diajarkan beladiri baik Perempuan maupun laki-laki.


"siapa? siapa yang berani mengawasiku? ". batin Arya


"Kak? ". panggil Nia memegang tangan Arya


Arya melihat ke arah Nia, "hmm? ".


"apa yang sedang kakak pikirkan? aku lihat kakak tidak fokus, bagaimana jika aku saja yang bawa mobilnya? ". tanya Nia

__ADS_1


Arya mengulas senyum lalu mengelus kepala Nia dengan lembut, "aku hanya merasa ada yang mengawasi kita"


"hah? benarkah? tapi aku tidak merasa diawasi T.. eh.. Kak". Nia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"siapa tau dari mantan pacarmu, dia mungkin penasaran padamu". tebak asal Arya


Nia tersentak, "Kakak tau sesuatu? ".


"aku tau apa saja yang ada pada dirimu Kelinciku, bahkan ukuran dalam*nmu pun aku tau". jawab Arya dengan senyuman.


Nia melebarkan matanya dengan cepat menutupi bagian sensitifnya.


"T.. eh.. Kakak? apa kakak cabul? ". tanya Nia melenceng.


Arya terkekeh, "ralat perkataanmu itu Kelinciku, coba ingat-ingat saat pertemuan pertama kita".


Nia memerah malu seketika, ia sangat mengingat pertemuannya dengan Arya itu dalam keadaan kacau dan lebih mengagetkannya lagi Nia masih bersih tidak ternoda karna kekacauan yang menimpa Nia di hari itu.


"aku membuka gaun yang melekat di tubuhmu tentu saja aku melihat ukuranmu, lingkar dad*mu aku juga tau". kata Arya dengan entengnya


Nia membelalakkan matanya, ia makin menutupi asetnya.


"Su. sudah kak.. jangan dibahas lagi, aku malu". cicit Nia


Arya terkekeh, "tidak apa..! aku kan sudah menikahimu". kata Arya menekan dan mengusap kepala Nia


wajah Nia makin merah saja.


"apa semua yang aku lakukan kurang? baiklah, sepertinya perusahaanmu harus aku goyahkan". batin Arya menebak bahwa pelakunya Brayen.


.


sesampainya di Mansion Melviano.


Arya langsung pergi ke Ruangan Kerjanya, tepat disamping Ruangan Kerja Satria.


Arya memperhatikan rekaman CCTV dari belakang mobilnya, Mobil mewah Arya ada CCTV dan itu jarang diketahui orang karna sangat tidak terlihat alias tersembunyi.


Arya mendapatkan mobil yang mengintainya, Arya memperbesar gambar mobil itu.


"ada apa dengan mobil ini? sepertinya ini bukan milik Pria brengs*k itu, tapi siapa ini? ". gumam Arya


Arya mengirimkan rekaman itu pada Nola, Alvan dan meminta mereka untuk mencari identitas pemilik mobil itu


hanya dalam hitungan puluh menit Arya mendapatkan jawaban dari Alvan dan Nola bahwa mobil itu disewakan pada Pria misterius dari negara Singapura.


"Singapura? aku pernah kesana, apa dia ada di acara itu? ". gumam Arya menebak


beberapa jam kemudian Arya dapat kiriman foto dari Nola dan Alvan,


"kamu mengenalnya? ". tanya Nola diatas gambar yang dikirim Nola untuk Arya


Alvan dan Nola menelfon Arya.

__ADS_1


Arya memperhatikan wajah pria itu, "tidak.. aku tidak mengenalnya sama sekali". jawab Arya dengan serius.


"abang bertanya pada abang Raka dan abangmu, mereka bilang Pria ini RedSon, Red Mafia yang terkenal tangannya itu selalu mandi darah". Alvan


"kenapa Pria ini mengikutiku? apa dia tidak ada Kerjaan?". gumam Arya


"dasar bodoh..! coba pikirkan lagi, masa tidak ingat, dia itu sangat kejam dan sangat pendendam, apa kamu pernah menyinggungnya? ". Alvan


"tidak". jawab Arya dengan jujur


Arya memang tidak mengenal Redson, untuk apa Arya bersandiwara kalau dirinya mengenal Redson.


"berarti dia mengincar istrimu dek". tebak Nola dengan pekikan kagetnya diujung telfon


wajah Arya berubah seketika, "Nia? maksud abang dan kakak itu Nia? ".


"memang yang mana lagi istrimu selain Nia? ". ejek Alvan


Arya mematikan panggilannya tanpa memikirkan Alvan dan Nola mengomel-ngomel disana karna telfonnya dimatikan secara sepihak.


"Nia? ". gumam Arya pelan


Arya mengirim foto dari komputernya ke ponselnya lalu segera keluar dari Ruangan kerjanya menuju kamarnya.


"Tuan. eh.. Kakak? apa sudah siap pekerjaan kakak?". tanya Nia mendekat ke Arya tapi masih dalam jarak aman.


"apa kau pernah pacaran dengan Pria lain selain Brayen? ". tanya Arya serius


Nia mengerutkan keningnya, "tidak ada kak..! sama Tuan Brayen saja, aku tidak pernah berhubungan dengan pria lain selain dia kecuali kakak".


"lalu apa kau pernah bertemu Pria lain yang menunjukkan ketertarikannya padamu? ". tanya Arya


"maksud Kakak? Aku tidak menarik sama sekali mana ada Pria yang tertarik dengan gadis sepertiku yang keluar rumah hanya berpakaian lusuh dan tidak mewah".


Arya menepuk jidatnya seketika, ia lupa kalau istrinya ini sangatlah polos dan tidak tau apa-apa tentang ketertarikan lawan jenis.


"kenapa Tuan eh.. Kak? ". tanya Nia semakin dekat dengan Arya


Arya menatap manik mata Nia, Nia tersentak melihat tatapan Arya.


"ayo kita tidur! ". ajak Arya menggendong Nia yang terpekik kaget melingkarkan tangannya di leher Arya.


Arya meletakkan tubuh Nia di Ranjangnya, Nia merasa gugup tidur satu ranjang dengan Arya walaupun bukan pertama kalinya tidur satu ranjang dengan suaminya tapi tetap saja Nia gugup.


Arya hanya memeluknya saja tidak melakukan apapun tapi Nia masih saja gugup dan tegang tidur di pelukan suaminya.


lama kelamaan Nia terlelap dipelukan Arya, Arya perlahan membuka matanya dan mengulum senyumnya, bibirnya mengecup lama kening Nia yang sudah masuk ke alam mimpinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2