
.
.
sejak malam itu Alya dan Al memberi tau keluarga Melviano, seluruh Keluarga Melviano pun memilih berkumpul untuk menikahkan Al dan Alya secepat mungkin.
jika keluarga Alya belum berkumpul maka Al dan Alya tidak akan bisa menikah, Alya memiliki keluarga besar tentu akan di perhitungkan oleh para lelaki Melviano untuk menguji cinta sang Pria kepada putri berharga Melviano.
Al menjatuhkan rahangnya saat Dylan, Satria, Kama, Randy serta Para Lelaki Melviano lainnya memberinya tes uji coba di hutan, mengadakan pelatihan tertutup untuknya.
"terserah..! jangan harap anda bisa menikahi Alya". Randy berkata dengan serius.
"aku mau...! akan aku lakukan semuanya". jawab Al dengan serius.
"kalian tidak mengizinkan aku bertemu dengan Alya sampai semua pelatihan itu selesai? ". tanya Al seperti anak kecil
"tentu saja! ". Pasha tiba-tiba bergabung
Al dikelilingi oleh Pria-pria gagah nan sangat tampan, masing-masing mereka memiliki kelebihan sendiri hingga Al bertanya-tanya dalam hati mengapa Alya bisa hadir dikeluarga terhebat ini.
"walau masa laluku tidak baik? ". tanya Al mencicit.
mereka semua saling pandang, "lolos pelatihan maka tidak akan ada yang melarangmu untuk bersama Alya termasuk Dewamu". kata Pasha dengan arogannya.
Al mengerutkan keningnya tapi tidak bisa menjawab lagi sebab apa yang ia lalui nanti akan jauh lebih sulit dari apapun.
.
"sayang? ". rengek Al memegang tangan Alya seperti anak kecil.
"Papi.. Granfa jangan terlalu keras melatih Al, Alya tidak mau gagal menikah cuma gara-gara pelatihan setan kalian". Alya menatap Dylan dan Pasha bergantian.
"glanpaaa catuuu..?". pekik Cerry berlari dengan kaki kecilnya ke arah Pasha.
Pasha tersenyum begitu lebarnya, dengan semangat ia melupakan semuanya malah berlari ke cicitnya yang super menggemaskan.
"waduuh.. tambah gembul Cicit Granfa ya?? ". Pasha melenggang pergi menggendong Cerry yang menyeringai lebar memeluk leher Pasha.
"iya glanpa.. Celly cuka matan, Daddy cama mommy acih matan anyak buat Celly". ocehnya tak jelas tapi membuat senyum Pasha kian melebar.
Pasha menciumi gadis kecil menggemaskan dengan bola mata birunya yang terlihat sangat menawan, jika Pasha tidak bertemu Kaira mungkin keturunan mata biru Laut milik Pasha tidak akan ada sampai detik ini.
Gen Mata Biru Laut Laki-laki di Keluarga Melviano sangat pekat sejak bersatu dengan mata kilatan emas milik Kaira, itu sebabnya keturunan Perempuan dan Laki-laki di Keluarga Melviano pasti akan memiliki mata Biru Laut Gen mata Pasha tidak akan kalah melawan gen warna mata lainnya.
.
.
kembali ke Dylan dan Satria pun kembali setelah berbicara dengan istri serta anak-anaknya.
"tidak ada bermanjaan..! kamu harus dilatih dengan benar biar tau caranya menjaga Putri berharga Melviano". Satria
"Abang Ipar? ". rengek Al bak bayi saja.
__ADS_1
"tidak usah kayak bayi". ejek Randy
Alya menepuk jidatnya, sudah 1 minggu Al bertemu keluarganya dan Al cepat bergaul dengan keluarga Alya sebab Dylan dan yang lainnya tidak mempermasalahkan masalalu Al.
"ini Calon adik ipar? ". tiba-tiba Alice nyelonong bersama Raya yang ditarik seperti teman SMA saja oleh Alice padahal Alice sudah punya anak 3.
"setelah sekian bulan purnama akhirnya kita bertemu juga ". ucap Alice dengan nada berpuitis
Satria dengan cepat melindungi istrinya sambil menatap sengit Al yang tersenyum kikuk.
"kenapa kau menatap istriku? ". tanya Satria dengan ketus.
"aku kaget bang..! matanya Ijo". cengir Al dengan jujur.
Alice tertawa cekikikan akan kejujuran Al sedangkan Raya menahan senyum, Alya menggeleng-geleng kepala.
Satria memukul kepala Al seperti bocah, "dasar bocah...! ".
"abang..! ". kesal Alya memukul balik lengan Satria.
"kamu memukul abang dek? ". tanya Satria dengan serius.
"abang itu main geplak kepala orang, nanti dia geger otak terus Amnesia Alya nggak jadi nikah". gerutu Alya
"hah? emang sinetron...! " sungut semua keluarga Alya dengan jengah
"sudah.. sudah.. tidak ada apapun sekarang lanjutkan rencana kita". Dylan
"sayang". rengek Al
Al menguatkan tekatnya pun mengangguk mantap, "tunggu aku sayang..! aku akan kembali".
Alya tersenyum mengusap rahang Al, Al hendak memeluk Alya tapi digeret paksa oleh Randy, Kama dan Para lelaki Lainnya mengikuti seperti mengawal Al
Al mengulurkan tangannya ke Alya yang tertawa lebar melihat wajah lucu Al tak rela berpisah darinya.
"seperti Raka dulu". gumam Raya terkekeh mengingat Raka juga pernah mengikuti pelatihan setan Keluarga Melviano padahal Raka seorang Mr. Mafia.
Alice juga ikut tertawa hingga Shindy dan Kaira mendatangi Alice, Raya dan Alya.
"mana Arya nak? ". tanya Kaira melihat ke arah Shindy
"dia Kerja Mom terus akan ketemu Peliharaannya". jawab Shindy
peliharaan? ". beo Kaira
Alya dengan semangat menjawab kebingungan Kaira, Kaira terkejut tak percaya.
"kenapa Mommy tidak tau sayang? mommy mau ketemu sama Perempuan yang berhasil mendapatkan hati cucuku yang sangat tampan itu". protes Kaira merasa tak terima telah ketinggalan berita.
"ntar bakal ketemu Grandma". Raya
Kaira tersenyum mengelus kepala Raya.
__ADS_1
"mana Cicit-cicitku yang nakal? rasanya baru kemarin punya kalian sekarang Keluarga Melviano nambah lagi". Kaira teringat Anak Raya dan Alice.
selama 1 bulan penuh Keluarga Melviano akan berkumpul sampai di hari pernikahan Al dan Alya.
"sebentar lagi Aunty Rani dan Mama Ella akan datang Mom". Shindy
"biarkan saja mereka". kekeh Kaira yang lebih merindukan tingkah keenam anak nakal Alice dan Raya.
.
.
di tempat lain
Nia bekerja seperti biasa, ia tersenyum manis melihat mainan ponsel barunya ada gambar Kelincinya.
"aaakkkh...! ". Nia menjerit seketika saat rambutnya terasa mau lepas ditarik oleh seseorang.
"kau...! aku kembali untuk balas dendam anak sialan". Tia menarik keras rambut Nia.
"sakiiit...! ". pekik Nia
Tia membalik tubuh Nia dan hendak menampar Nia tapi Nia segera mengelak.
"berani kau yaa? ". Tia memerah marah melihat Nia kini berani mengelak dari pukulannya.
"kau sudah besar kepala karna punya Tuan Muda Arya iya? kau fikir aku takut? aku akan membuatmu menangis darah.. aku akan merebut apapun yang menjadi milikmu". Tia berkata dengan mata berapi-api.
"Tuanku tidak akan menerimamu..! Tuanku sangat pintar dan Kakak tidak akan bisa berbohong didepannya". Nia berbicara dengan lantang
segala beban Nia yang menyesakkan dada kini terangkat sedikit demi sedikit, Nia teringat kata-kata Arya.
"percuma kamu tidak melawan Kelinciku, kamu sudah dicap sebagai gadis yang sangat jahat jadi jangan menjadi Kelinci lemah! gigit siapa saja yang berani menarik telingamu, menamparmu, mencacimu..! aku tidak suka kelinci yang sudah ku kasih makan menjadi bahan olokan manusia hina".
kata-kata Arya terngiang-ngiang dibenak Nia.
"oohh.. kau benar-benar sudah berani ya? aku akan ajarkan kau cara supaya cepat sadar diri". Tia berlari mengejar Nia.
Nia berlari menjauhi Tia, ia tidak bisa beladiri tapi setidaknya Nia tau cara melarikan diri.
aksi kejar-kejaran itu dilihat oleh para pelayan lainnya, mereka berteriak menyemangati Nia sedangkan Tia cukup kewalahan mengejar Nia karna Heelsnya sendiri.
.
.
.
rasakan Nyai Tia,, jangan remehkan Nia yang dipelihara oleh si babang tampan Arya, tau rasa deh dikerjai oleh Nia..
hahaha..
.
__ADS_1
.