
.
.
"kita pulang sayang? ". Raka menggenggam tangan Raya dengan senyum tampannya.
Raya mengangguk,
"kenapa wajahmu jadi merah begini sayang? apa kamu sakit? ". goda Raka sengaja berakting seolah tidak tau.
dokter wanita didepan Raka dan Raya menahan senyum seketika,
"abang". keluh Raya lalu menyembunyikan wajahnya di belahan dada bidang suaminya.
Raka tertawa gemas menciumi puncak kepala Raya, "maaf dok..! istri saya terlalu menggemaskan ! saya senang sekali menggodanya". curhat Raka
"itu hal wajar tuan..! sepasang suami istri yang sudah lama menikah saja sering bertengkar karna suka menggoda satu sama lain, apalagi pasangan muda yang sedang bergelora". kata dokter wanita itu bernama Anita sambil terkekeh.
Raka tersenyum tampan, "sepertinya sampai jadi kakek bungkuk pun saya akan terus menggodanya".
Raya makin malu saja pembicaraan Raka dan dokter Anita.
Raka kini berkonsultasi mengenai dirinya yang tidak bisa menahan diri setiap kali melihat Raya.
Raya sampai mendongak menatap Raka tak percaya, bagaimana bisa suaminya mengadu pada dokter.
Dokter Anita tertawa pelan, "itu masalah hormon tuan..! ada 2 sebab yang membuat anda bisa begitu bernafsu! pertama karna selalu menahan diri, yang kedua karna hormon anda yang makin membesar setelah memiliki pasangan, apalagi pasangan itu sangat dicintai, sudah pasti nafsu anda makin kuat".
"apa ada obatnya dokter? ". tanya Raka serius
Raya menatap Raka penasaran, kenapa suaminya malah meminta obat untuk mengurangi nafsu nya itu.
"memangnya ada masalah apa Tuan? ". tanya Dokter Anita
"saya tidak mungkin melakukannya setiap jam Dokter..! saya tidak ingin istri saya kelelahan karna melayani saya dok, bahkan setiap istri saya tertidur pulas pikiran liar itu muncul dokter". curhat Raka
Dokter Anita mengangguk mendengar keluhan Raka, sedangkan Raya terharu akan perhatian Raka.
"sebenarnya tidak ada yang salah tuan..! tapi jika anda memang menginginkan resep saya akan catat lalu anda bisa tebus di apotik". jelas dr. Anita
Raka mengangguk sambil mencium pelipis Raya dengan sayang, Raka tau istrinya tengah menatapnya.
"segitunya kamu menjagaku suamiku.! diluar sana banyak pria yang menikah hanya untuk pelampiasan hawa na*su saja tapi kamu menikahiku dengan penuh cinta..! aku beruntung memiliki pria sepertimu my husband". batin Raya tersenyum hangat menyandarkan kepalanya di bahu Raka.
"saya juga catat resep vitamin untuk Nona, harap di tebus dan diminum ya Nona? supaya makin subur". kata Dr. Anita
Raya mengangguk malu, Raka mengambil resep yang di catat oleh dr. Anita.
"terimakasih dok! ". ucap Raka
__ADS_1
"sama-sama tuan". jawab dr. Anita
Raya juga mengucapkan terimakasih tentu Anita balas dengan sopan juga, ia bahkan baru menyadari pasangan kaya dan fenomenal seperti Raka dan Raya tidak berat mengucapkan terimakasih, zaman sekarang mana ada orang kaya yang mau mengatakan hal sederhana itu.
.
di mobil
"abang kenapa minta obat itu sih? ". tanya Raya
"aku merasa otakku benar-benar sudah kotor sayang, aku tidak bisa menahan diri setiap kali melihatmu, kamu tau sendiri kan bagaimana tidur bersamaku? aku menahan diri sekuat tenaga pun tetap saja aku melampiaskannya ke sabun". jelas Raka
Raya menganga mendengarnya, "jadi saat kita bulan madu abang...?".
Raka mengangguk mengusap kepala Raya,
"itu tidak baik bang..! itu tidak sehat abang bisa penyakitan jika hasrat abang tidak di lepaskan, kenapa abang jadi begitu sih? pantas saja abang demam hari itu setelah main di jetski saat berbulan madu ternyata abang main kayak gitu di kamar mandi". omel Raya
Raka tersenyum mengecup tangan Raya, "aku bisa melakukan apapun untukmu sayang..! saat kita bulan madu masa iya aku terus saja menyentuhmu, nanti kamu lelah terus tidak bisa bermain".
Raya mendengus saja mendengarnya, dengan manjanya Raya menyandarkan kepalanya di bahu Raka walau terhalang seatbelt tak membuatnya merasa tidak nyaman.
"kan kita tidak berbulan madu abang..! aku udah puas bermain jadi jangan menyiksa diri abang lagi ya? aku sedih kalau abang demam". Raya berkata sambil menduselkan kepalanya di leher Raka.
Raka tersenyum lembut, "baiklah sayang..! kalau kamu kewalahan katakan saja padaku, aku akan langsung minum obat ini".
"abang.. tunggu..!! berhentii bang...!". Raya memekik melihat seorang wanita keluar dari semak-semak.
Raka tentu ngerem mendadak sebab Raya memintanya untuk berhenti.
"tolong.. tolong aku..! ". jerit wanita itu yang ada luka lebam di seluruh tubuhnya.
"abang... sepertinya wanita itu di lec*hkan". pekik Raya tidak suka ada perempuan yang diperlakukan seperti itu.
"aaahhh..! " jerit wanita itu melihat 3 pria berbadan besar keluar dari semak-semak mengejarnya.
salah satu dari pria itu berteriak memaki dan mengancam mobil Raka tanpa tau siapa orang di dalamnya.
"tolooong....!!". jerit pilu wanita itu
"abang..! aku tidak tahan". Raya melepas seatbeltnya.
"tunggu sayang..! kita ikuti". Raka menahan lengan Raya yang hendak keluar.
Raya menarik nafas panjang, "ciih...! pria seperti mereka harus di musnahkan bang".
"kamu bisa membunuh mereka sayang? ". tanya Raka sekedar memancing.
"apa maksud abang? ". tanya Raya dengan kesal.
__ADS_1
"abang fikir kamu seperti Satria". kata Raka dapat pukulan telak dari istrinya itu.
Raka tertawa.
"turun kau...! aku bilang jangan ikut campur kan? ". teriak pria menodongkan pisau pada mobil Raka.
"sayang..! pasang seatbeltmu lagi". titah Raka
Raya mematuhi perintah Raka, Raka menekan gas nya lalu melaju kencang hendak menabrak pria itu.
brukkh..!
pria itu melompat untuk menyelamatkan diri, "brengs*k..! bedebah kau sialan.. " teriak pria itu hingga kedua rekannya berbalik ke arah kawannya yang memaki.
Mobil Raka mundur dengan kecepatan tinggi lalu menggilas kaki pria itu yang menjerit pilu seketika.
"Ketuaaa...! " jerit kedua teman pria itu.
wanita yang sudah luka lebam itu meraung-raung meminta mobil itu membunuh mereka semua,
"bunuh... bunuh... mati... matiiii". raungnya dengan tangan gemetar
Raya keluar dari mobil lalu mendekati pria itu tanpa hati menginjak kaki pria itu yang berteriak memaki Raya.
"dasar wanita sialaaann..! singkirkan kakimu". raung pria itu bergetar-getar kesakitan.
2 pria yang melihat ketuanya di injak seperti itu hendak memukul Raya tapi mereka sudah melayang seketika saat sebuah tendangan juga pukulan maut mengenai tubuh mereka.
"berani sekali kalian meletakkan tangan kotor kalian di depan istriku". geram Raka
Raya hanya menyiksa 1 pria itu saja sedangkan Raka membantai habis kedua pria itu hingga tidak berdaya lagi, wanita yang babak belur tadi menyeret kakinya ke arah Raka lalu meraba kantong pria yang sudah terkapar itu.
Raka menatap datar saja wanita itu menemukan sebuah pistol.
"matiii...! " isak tangis wanita itu dengan tangan bergetar langsung menembak bagian selangk*ngan pria-pria menjijikkan itu.
Raka berdecak seketika saat tubuhnya terkena cipratan darah, Raka dengan cepat melindungi Raya supaya tidak terkena cipratan darah dari tubuh pria yang kakinya di injak Raya tadi.
"amis abang". gerutu Raya menutup hidungnya melihat tubuh Raka sudah terkena darah.
"kamu tidak apa sayang? ". tanya Raka mengusap wajah Raya yang mengangguk-anggukkan kepalanya.
"bau". racau Raya dengan mengapit hidung nya supaya tidak tercium aroma tubuh Raka yang terkena banyak darah.
.
.
.
__ADS_1