Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 42_ Sengaja


__ADS_3

.


.


Nia keluar dari Rumah Kontrakan Wendy dan Bio. jujur hati Nia begitu bahagia bisa bertemu dengan kedua orangtuanya yang kini memperlakukannya dengan baik walau masih kikuk tapi setidaknya Bio dan Wendy tidak marah-marah lagi jika bertemu dengan Nia.


Nia berbalik dan terkejut melihat banyaknya orang tengah memperhatikan nya.


"ada apa ini ibu-ibu? ". tanya Wendy mendatangi mereka semua.


"apa ini mobil anda bu? ". tanya salah satu ibu-ibu perumahan 1 komplek dengan Wendy hanya saja Rumah Wendy paling pojok (ujung).


"bukan.. ini mobil Tuan saya". Nia yang menjawab dengan sopan.


"waah... ini mobil Keluarga Melviano apa Nona kekasih Tuan Muda Melviano?".


"Tuan Muda Melviano yang belum menikah hanya Tuan Muda Arya".


Nia kelagapan mendengar ocehan ibu-ibu tukang gosip itu.


"Pa..? ". bisik Nia


"iya". Bio melihat ke arah Nia yang tengah merangkul lengannya dengan raut wajah gelisah


"kenapa mereka tau mobil ini milik Keluarga Melviano? ". tanya Nia berbisik pada sang Ayah.


Bio terhenyak, ia sedang berpikir apa anaknya ini memang tidak tau plat mobil milik Keluarga Melviano ada logo bintang lautnya.


siapapun tau Logo itu hanya milik Keluarga hebat idaman semua orang yaitu Melviano saja dan juga Bio sedang berpikir apa Nia lupa bagaimana perlakuannya dulu pada Nia, tapi saat ini Nia seperti gadis kecil yang butuh perlindungan dari nya yang merasa gagal menjadi seorang Ayah.


"Papa? kenapa bengong? ". tanya Nia makin merapat ke Bio.


"Plat nya Nak! ". tunjuk Bio tapi matanya masih memperhatikan wajah Nia yang terlihat terkejut menepuk jidatnya sambil mendumel pelan.


"kenapa aku tidak pernah menyadari Putriku ini sangat polos? dari dulu dia memang polos dan tidak berubah, tapi aku dan Istriku yang berubah karna kami terlalu bodoh tidak mengenal sifat anak kami sendiri". batin Bio tak bisa berkata-kata lagi.


Wendy berusaha mengalihkan perhatian ibu-ibu gosip lalu memberi kode untuk Bio membawa Nia masuk ke mobilnya supaya bisa pergi meninggalkan Perumahan ini.


"Papa? ". Nia memegang tangan Bio.


Bio pun menepuk-nepuk pelan kepala Nia, "semua akan baik-baik saja.. pergilah sebelum kakakmu datang dan semuanya makin rumit".


Nia mengangguk patuh lalu Bio menutup mobil Nia lalu Nia membuka kaca mobilnya.


"Papa harus rajin olahraga ya? kata dokter Papa tidak boleh syok karna itu melemahkan jantung Papa, walaupun Papa sudah Operasi dan berhasil tapi bukan berarti Papa harus mengabaikan perkataan Dokter, Papa harus rajin Olahraga ya? Nia pulang..! Dadaaaa...! " Nia melajukan mobilnya meninggalkan Perumahan itu dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


ibu-ibu tetangga Wendy heboh mengejar mobil Nia, sementara Bio mematung dengan tangan bergetar melihat kepergian mobil Nia.


"ada apa Ma? Pa?". tanya Tia yang baru saja tiba naik ojek ke Kontrakan mereka.


"dari mana saja kau Tia? apa kau tidak ingat pulang tadi malam ha? ". tanya Wendy dengan marah.


"ayolah Ma... aku ini udah dewasa, aku mau cari kerjaan dan cari Rumah bagus tidak seperti di tempat ini, Aku nginap di hotel tadi sama teman". jawab Tia dengan acuhnya


Wendy berteriak memanggil Tia, Bio pun tidak berbicara apa-apa karna ia sudah terlanjur kecewa dengan kelakuan Tia yang tidak seperti manusia sama sekali.


.


.


Nia kembali ke Apartemen Nya lalu mengetuk Apartemen Arya.


Arya membukanya dan betapa terkejutnya Nia melihat Arya hanya memakai jubah mandi dengan rambutnya yang basah, air diwajah nya menetes-netes hingga Nia terbelalak melihatnya.


"Mma.. maaf tuan". ucap Nia seakan kepalanya yang mau meledak amarah tadi hilang entah kemana melihat adegan menyilaukan matanya itu.


Arya menarik tangan Nia hingga berbalik dan menabrak dada bidang Arya, Nia melototkan matanya melihat dari dekat dada bidang Arya yang benar-benar terlihat seksi.


"kenapa menggedor-gedor apartemenku? ". tanya Arya dengan gemas menyentil hidung Nia.


"ma.. maaf Tuan... a.. aku hanya tidak terima membawa mobil Tuan, semua orang berpikir aku adalah kekasih anda". gerutu Nia berbalik badan tak mau melihat tubuh gagah Tuannya itu.


Arya mendekat lalu menyibakkan rambut Nia kesamping dengan sangat hati-hati dan sangat lembut hingga Nia memejamkan matanya, Arya mengendus telinga Nia, leher Nia hingga bahu Nia yang memiliki aroma khas bayi, sangat harum dan Arya suka itu.


"..T. tuan? ". Nia meremas kuat baju kausnya sendiri.


"apa kau tidak mau menjadi kekasihku? ". bisik Arya membuat bulu kuduk Nia berdiri seketika.


Glek...


tenggorokan Nia terasa tercekat, ia lupa bernafas hingga Arya terkekeh mengelus lembut Kepala Nia lalu meninggalkan Nia yang mematung menghadap pintu Apartemennya yang tertutup.


Nia akhirnya bisa bernafas, ia mengambil pasokan udara dengan sangat rakus, dengan terburu-buru ia keluar dari Apartemen Arya dan masuk ke Apartemennya.


Nia merosot lemah di balik pintu nya lalu memegang dadanya yang berdebar tak menentu.


"..T.. tuan? jangan mengatakan hal seperti itu padaku.. kalau Tuan terus saja seperti ini hanya akan membingungkan gadis biasa sepertiku! aku tau kalau aku tidak pantas untukmu tapi apa aku salah jatuh cinta padamu Tuanku? anda sangat baik dan sangat mudah membuat perempuan manapun jatuh hati pada Tuan".


Nia bangkit dan berjalan lemah ke arah kamarnya, kata-kata sensual Arya terngiang-ngiang di kepala Nia.


.

__ADS_1


.


"Apa Tuan mau aku menjadi kekasihnya? tapi apa aku tidak salah dengar? tidak mungkin..! Nia jangan berkhayal ! Tuan Arya tidak mungkin menyukaimu! tidak mungkin... " Nia menggeleng-geleng kepalanya menatap wajahnya yang merah di depan cermin.


Nia mencuci wajahnya di westafel lalu kembali berkaca,


"apa kau Tidak mau menjadi kekasihku? ". ingatan Kata-kata Arya benar-benar tidak bisa hilang dari pikiran Nia.


.


.


ke esokan paginya.


Arya membawa Nia ke Mansion Melviano, Nia tidak membawa apa-apa karna Alya akan marah jika dirinya membawa baju dari luar Mansion Karna di kamar Raya, Kamar Alya banyak baju yang belum pernah dipakai.


Nia diam-diam melirik Arya yang fokus berkendara.


Nia tersentak kaget saat Arya tiba-tiba membuka atap mobilnya dilampu merah hingga membuat penumpang mobil lain heboh, yang menyebrang jalan juga memekik melihat ketampanan Arya yang kini jadi incaran banyak wanita, gadis karna masih jomblo.


Nia menutupi wajahnya karna benar-benar malu, Arya melirik Nia sudut bibirnya melengkung sempurna.


"kenapa lama sekali lampu hijaunya? ". racau Nia masih menutupi wajahnya.


tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka tapi orang-orang yang melihat Nia di dalam mobil Arya sudah membuat para gadis, wanita putus asa karna mereka menebak Nia adalah perempuan yang berhasil mendapatkan hati Arya.


sesampainya di mansion Melviano.


"kenapa wajahmu? ". tanya Arya menundukkan kepalanya menatap wajah Nia dengan jarak sangat dekat.


Nia melebarkan matanya.


"kenapa melotot? mau melawanku? ". tanya Arya


Nia menggeleng-geleng kepalanya sambil menutup matanya serapat-rapatnya hingga Arya terkekeh geli melihat tingkah imut kelincinya itu.


"ayo masuk..! " Arya mengelus kepala Nia dan berjalan duluan meninggalkan Nia


Nia membuka matanya dan berlari kecil menyusul Tuannya, Nia memperhatikan Arya dari belakang.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2