
.
.
beberapa tamu undangan membelalak mendengar mas kawin Nia, terutama Bio dan Wendy,
Nia melebarkan matanya dengan pandangan linglung, ia tidak percaya mas kawin Arya sangatlah fantastis.
Tia yang geram tidak bisa berbuat apa-apa, ia memilih pergi ke Toilet.
"Nia terlalu merendah! ". gumam Raya
"dia mutiara didalam laut terdalam yang paling berkilau". Alice
"benar sekali..! dia kaget dengan mas kawinnya sendiri lucu sekali wajahnya". Lastri
"pantas saja Nia dipanggil Kelincinya Arya, Arya saja terpikat dengan gadis itu". Mayra
"gemesin dia nya". Dr. Kinan
"kalian tau? ". Dr. Kinan melihat Kerabat dekatnya itu.
Semua wanita cantik itu melihat ke arah Kinan, Kinan menceritakan saat Arya membawa Nia ke Kliniknya untuk membantu memeriksa keadaan Nia saat itu.
mereka terkejut tak percaya,
"kalian aja terkejut kan? bagaimana aku? aku benar-benar syok tapi karna profesiku, aku berusaha bersikap layaknya dokter normal". Kinan
tidak salah lagi, Arya memang menyukai Nia hanya saja belum terlalu dalam, Mereka yakin seiring berjalannya waktu Nia pasti bisa membuat Arya menggilainya dengan tingkah polos dan uniknya itu.
"bagaimana sah? ". tanya pak penghulu kepada para saksi
"sah...! ". jawab Alya, Aisha, Wulan, Rhiana, Nola, Kalila dengan serentak di susul para tamu undangan yang lainnya.
doa pun dilantunkan, Arya dan Nia saling berhadapan memakai cincin pernikahan yang telah di persiapkan Kaisha yang sudah dipesan bersamaan dengan cincin pernikahan Alya.
tangan Nia bergetar gugup memegang tangan Arya dan menyalaminya, Arya mengecup kening Nia seperti permintaan banyak orang.
"aku tidak akan membuatmu menyesal telah memilihku! ". Arya berbisik di telinga Nia
Nia berkaca-kaca mendengarnya, inilah Arya yang ia kenal tidak pernah memandang rendah dirinya padahal dari kalangan biasa, Pria yang begitu menghargai wanita karna didikan keras keluarganya sendiri.
"tidak Tuan.. aku yang tidak akan membuatmu menyesal telah memilihku.. aku berjanji hanya mencintaimu, apapun akan aku lakukan demimu Suamiku, aku akan patuh denganmu, demimu aku rela melepaskan impianku yang ingin menjadi chef besar". batin Nia
acara selamatan kedua Saudara kembar yang menikah di hari yang sama, Arya dan Alya
"Kalian kapan sayang? ". tanya Nova pada Nola dan Alvan disisi kirinya.
Nola nyengir malu, Alvan memeluk Nova hingga Candra melepaskan lengan Alvan dan memeluk Nova dengan posesif
__ADS_1
"cepat bawa gadismu itu, jangan memeluk Mommy mu sendiri, mommymu hanya milik Daddy!". Candra
"ck.. Cemburuan sama anak sendiri". gerutu Alvan
Candra menjulurkan lidahnya sedangkan Nova menggeleng-geleng kepalanya dengan tingkah suami dan putranya itu yang ada saja perdebatannya karna memperebutkannya.
malam hari pesta pernikahan Nia & Arya, Alya & Al begitu meriah.
seperti biasa malam puncak nya harus berdansa, Arya dan Nia berdansa dengan hati-hati karna gaun Nia sendiri.
"kenapa? ". tanya Arya menautkan kedua alisnya melihat Nia yang tidak tenang gerakannya.
"gaun aku Tuan". Nia melihat kebawah.
"pelan-pelan saja! ". Arya mengangkat tubuh Nia hingga merapat ke tubuhnya dan meminta Nia menginjak sepatunya.
"ta. tapi? ".
"ayo cepat..!" titah Arya
Nia akhirnya menginjak sepatu Arya dan Arya dengan mudah membawa Nia berdansa, Nia bisa mencium aroma maskulin dari tubuh Pria impiannya yang telah sah menjadi suaminya.
sesekali Nia tertawa saat Arya berbisik menceritakan tangan Al sudah nakal ke Alya, mereka terlihat bahagia layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai tanpa tau apa yang Arya dan Nia bahas.
Tia di tengah-tengah Bio dan Wendy.
"jangan salahkan Aku.. kau cari tau sendiri kenapa Tuan Arya menikahi Adikmu dari pada Kau yang lebih baik menurut pandanganmu sendiri". Bio berkata tanpa melihat Tia.
"Sadarlah Tia.. Nia itu sudah menjadi istri Tuan Arya, jangan berani mengusiknya, biarkan adikmu bahagia karna kamu sudah merebut mantan kekasihnya". Wendy
"kan aku udah kembalikan kekasihnya itu Ma.. kenapa dia tidak kembali pada kekasihnya? ". jawab Tia
"mana ada perempuan yang menolak Tuan Arya, kau saja yang bersama kekasihnya bukankah kau yang merebutnya? lalu kenapa kau begitu semangat ingin merebut milik Nia lagi? apa kau otakmu benar-benar rusak? ". Ketus Bio
"Tuan Arya itu berlian diatas berlian pasaran yang ada, jika Mama ada di posisi Nia pasti akan memilih bersama Tuan Arya dibanding memilih Pria yang telah mengkhianati mama". Wendy
"sekarang dia bahagia Tia nggak suka Ma.. Pa..! Seharusnya Tia yang bahagia dia tidak pantas". Tia
"sudah cukup..! kau mau mati ditangan mereka? mereka bukan Keluarga biasa jadi tidak usah asal bicara, kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau jadi menyerahlah kalau masih sayang nyawamu sendiri". ancam Bio
Tia berbalik pergi keluar dari Aula pesta pernikahan Adiknya itu, nafasnya naik turun, matanya memerah darah, sungguh kebenciannya terhadap adiknya bertambah berkali-kali lipat.
Tia seolah sudah kehilangan akal sehatnya, jika Tia tidak bisa memiliki Arya maka Nia juga tidak boleh memiliki Arya.
"awas kau Nia..! aku akan membuat Tuan Arya menendangmu dengan cara tidak hormat, aku tidak bisa memilikinya jangan harap kau bisa memilikinya". gumam Tia dengan aura penuh dendam.
.
Nia dibawa ke Mansion Melviano memakai gaun yang sama di hari pernikahannya dengan Arya.
__ADS_1
"mau kemana Sayang? ". tanya Shindy yang malah menghentikan langkah kakinya ke Kamar Nia sebelumnya.
"Mandi terus ganti baju". jawab Nia dengan polos.
Kaira, Rani dan Ella tertawa geli,
"apa dia tidak tau kalau dia sudah menjadi istri Arya Mahardika Melviano". bisik Rani
"dia lucu sekali". bisik Ella
"kamu sudah menikah dengan Arya sayang". Kaira
"ha? ". Nia menggaruk kepalanya sendiri hingga mereka gemas
Shindy membawa Nia ke arah kamar Arya, Shindy membuka pintu Kamar Arya dan menyuruh Nia masuk.
karna desakan Kaira, Ella, Rani, Shindy akhirnya Nia masuk ke Kamar Arya.
Nia memegang gagang pintu kamar Arya dan ternyata dikunci dari luar.
jantung Nia berdebar-debar tak menentu, ia memang istri Arya tapi pernikahannya dengan Arya benar-benar tidak pernah di duga hingga Nia yakin belum ada Cinta di hati Tuannya.
Arya keluar dari kamar gantinya dan melihat Nia meringkuk di pintu kamar memeluk kakinya sendiri.
Arya mengulas senyum, inilah yang Arya suka dari Nia, entah apa pesona gadis ini hingga Arya lebih memilihnya dari banyaknya wanita seksi yang disodorkan padanya.
"Cha? ".
Nia tersentak kaget lalu berdiri dari duduknya yang tak elit.
Nia tertegun melihat penampilan Arya yang memakai Piyama hitam nan tipis.
"kenapa? apa hanya ada pikiran kotor di otak kelinciku ini? ". Arya mengetuk kening Nia
"m.. maaf Tuan". cicit Nia dengan pipi merona nya.
"sana bersihkan dirimu..!". Arya menunjuk kamar mandinya.
"b.. baju ganti ku Tuan? pintunya di kunci". Nia melihat ke gagang pintu kamarnya yang tidak bisa dibuka.
"di lemari gantiku ada bajumu, sepertinya mereka sudah menyusunnya untuk mu". jawab Arya berjalan ke aran sofa membuka laptopnya dengan raut wajah serius.
Nia melihat arah kamar mandi Arya, ia memang butuh kamar mandi dan melepaskan gaun nya yang sangat berat itu.
.
.
.
__ADS_1