Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 64_ peringatan


__ADS_3

.


.


Komedi putar pun berhenti, semua yang ada di dalam permainan itu pun keluar.


Ricis keluar terlebih dahulu disusul Arya yang tengah merangkul Nia, suara tepuk tangan meriah pun terdengar, mereka semua menyambut si malaikat penolong anak-anak dalam permainan itu.


Arya tampak tak peduli dengan semua tatapan kagum orang-orang yang melihatnya,


"bawa mobil Chacha sendiri, aku akan bawa dia naik mobilku". titah Arya


"baik Tuan". jawab Ricis yang hanya bisa mematuhi Arya tanpa berani membantah


sebenarnya Ricis merasa bersalah tapi apapun hukuman Arya padanya nanti, Ricis akan terima yang penting saat ini Nia sudah keluar dari wahana permainan itu.


"minggir! ". usir Arya


seketika semua orang memberi jalan, pemilik Wahana pun lari kocar-kacir mengejar Arya dan meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Arya dan Nia atas kecelakaan dalam permainan Wahana miliknya.


Arya diam saja dengan wajah dinginnya yang tampak menyeramkan bagi pemilik wahana permainan itu, takut Arya akan menutup Wahana nya hingga jatuh bangkrut.


"sudah tenang? ". tanya Arya mengelus kepala Nia


Nia menatap manik mata biru Arya, "maaf kak..! aku benar-benar bosan di Apartemen jadi aku meminta Ricis untuk mengajakku bermain, tanpa diduga aku.. aku.. " jelas Nia dengan takut-takut


Arya menggeleng kepalanya, "aku akan buatkan permainan E-Zone untukmu nanti di Apartemen, jangan pikirkan apapun saat ini".


Nia mengerutkan keningnya tapi tidak berani bertanya lagi, jujur ia masih sedikit trauma dengan kejadian tadi tapi tidak mungkin ia memperlihatkan nya pada Arya, bisa-bisa suami sekaligus Tuannya itu tidak mengizinkannya lagi bermain wahana.


.


Arya membawa Nia kembali ke Gedung Perusahaan MattGroup, Nia tidak berani menolak karna melihat wajah dingin dan kebisuan Arya membuat Nia takut untuk sekedar protes saja.


Nia berlari kecil mengikuti langkah lebar Arya yang membuat Nia sedikit kesulitan menyamakan langkahnya dengan Arya.


"lanjutkan Rapatnya! ". Arya mengatakannya dengan singkat pada Sekretaris yang ada di meja depan Ruangannya.


"baik Tuan". jawab kedua Sekretaris Arya dengan patuh


Nia tersenyum kikuk pada kedua wanita seksi dan cantik itu tengah memberi hormat padanya.


"Kak? ". panggil Nia ke salah satu wanita cantik itu


"ada yang bisa saya bantu Nona? ". tanya nya sopan


"apa ada minuman dingin? s.. saya sangat haus". tanya Nia dengan sopan


kedua sekretaris Arya saling pandang tidak tau mau berkata apa.


"cepat masuk..! di dalam banyak minuman dan cemilan". Titah Arya

__ADS_1


Nia menoleh ke Arya, Nia tersenyum senang akhirnya Arya mengeluarkan suara beratnya yang seksi itu, dalam perjalanan ke Perusahaan MattGroup Arya sama sekali tidak berbicara hingga Nia takut dan pada akhirnya Arya mau juga berbicara pada Nia.


Nia berlari kecil masuk ke Ruangan Arya membuat kedua sekretaris cantik itu tersenyum gemas dengan kelakuan Nia yang berlari seperti anak kecil tidak ada imagenya sebagai Istri sang penguasa.


"jaga bicaramu..!" bisik wanita 1


"iya aku tau, aku tidak berbicara sama sekali". balas wanita 2


mereka berdua tertawa cekikikan langsung menjalankan tugas nya masing-masing.


"Kak? ". cicit Nia


"disana..! ". tunjuk Arya


"apanya kak? ". tanya Nia dengan raut wajah bingung.


Arya berjalan ke arah tunjuknya tadi dan membuka Ruangan khususnya, "disana ada Kulkas, aku harus rapat tunggu aku disini 1 jam saja, sebentar lagi Ricis datang dan membawakan makan siang untukmu".


Nia mengangguk patuh sambil berjalan ke arah Arya, Arya meninggalkan Nia tanpa melihat ke arah Nia sama sekali.


Nia berdecak kesal, "kenapa tidak mengelus kepalaku? ". gerutu Nia yang sudah terbiasa di elus oleh Arya layaknya peliharaan.


.


"Nia? ". panggil Ricis membawa makan siang untuk Nia.


"Cis? ". panggil Nia serius


Nia mendengus, "bukan itu".


"lalu apa? ". tanya Ricis


"kenapa Kak Arya mendiamiku? apa Kak Arya marah karna aku bermain tidak hati-hati?". curhat Nia


Ricis terkekeh pelan, "hanya pikiranmu saja, mana mungkin Tuan Arya marah padamu".


"hanya pikiranku bagaimana? Kak Arya memang marah padaku, dia tidak tersenyum padaku, tidak mengelus kepalaku, Kak Arya sangat berbeda tadi". gerutu Nia


Ricis tertawa lebar, "jangan terlalu di pikirkan, Tuan Arya pasti sedang kesal saja karna kejadian yang menimpamu tadi".


"memang kenapa? itu kan hanya kecelakaan lagian aku baik-baik saja kenapa harus mendiamiku bahkan tidak mengelus kepalaku". dumel Nia tak terima


melihat wajah Nia yang imut itu ditekuk masam sungguh terlihat lucu, Ricis bertanya-tanya dari mana Arya mendapatkan Istri yang begitu baik dan menggemaskan seperti Nia.


saat Nia marah-marah pun terlihat imut hingga siapapun yang melihatnya pasti akan gemas, betapa beruntung Arya memiliki Istri seperti Nia begitu juga sebaliknya.


"lebih baik kamu makan ya? ". bujuk Ricis


"mogok makan". jawab Nia dengan ketus


Ricis ingin sekali tertawa saat ini, mogok makan tapi Nia sedang makan cemilan ringan dan beberapa bungkus roti yang sudah masuk ke dalam perut datarnya itu.

__ADS_1


.


"Tuan? ". panggil Ricis dengan hati-hati


"bawa dia pulang, aku ada urusan". Arya melenggang pergi dari Ricis tanpa menemui Nia.


"aduuh.. Tuan tidak mau menemui Nia sebentar apa? tidak tau saja Nia nanti bisa marah-marah jika Tuan mengabaikannya". gumam Ricis dengan lemas.


benar saja saat Ricis mengatakan pada Nia, semakin kusut saja wajah imut Nia.


"Yakin kamu tidak makan Nia? ". tanya Ricis sekali lagi


"nggak mau! mogok makan". ketus Nia


Ricis menggaruk-garuk kepalanya tapi mengikuti Nia sambil membawa Makan siang Nia (Geprek Crispy) yang belum di sentuh sama sekali oleh Nia.


.


sore sekitar jam 5 Sore.


Arya menyeringai menemukan Han yang baru saja keluar dari Hotel yang pasti bukan Hotel MattGroup.


"akhirnya nampak juga tangan kanannya". gumam Arya dengan seringai tipisnya.


brakhh.


Han terjatuh saat ada seseorang yang menendang punggungnya,


"aakh.. ". rintih Han mencoba duduk dan berbalik ingin marah namun melihat pelakunya membuat Han terpaku seketika.


"kau fikir aku tidak bisa menemukanmu? ". Arya mendekat dengan senyum sinisnya yang misterius.


"T. Tuan.. Arya? b.. bagaimana bisa? ". cicit Han dengan raut wajah memucat.


"mudah bagiku menemukanmu". Arya


Han mengesot kebelakang, ia tidak menyangka bersembunyi di lubang semut pun bisa didatangi oleh Arya.


"mana bos mu? ". tanya Arya dengan rahang mengeras.


"..tidak tau Tuan.. kami tidak tinggal 1 tempat". jawab Han


"kau fikir aku anak TK yang bisa dibohongi hah? ". Arya bersikadap dada


"baiklah.. karna Bos mu suka bersembunyi biarkan saja dia bersembunyi, katakan padanya jangan jadi si pengecut yang beraninya meneror perempuan". Arya berkata dengan dingin lalu berbalik pergi meninggalkan Han tanpa melakukan apa-apa


"huhh..! jantungku rasanya mau keluar". gumam Han dengan nafas tak beraturan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2