
.
.
malam hari
Nia berbalik seketika saat lampu Rumah tiba-tiba mati.
"K.. kak? Mam.. mami? Papi? ". Nia memanggil siapa saja yang ada disekitarnya.
lampu tiba-tiba menyala dan dari pintu masuk Mansion datanglah seluruh keluarga Arya yang bisa hadir malam ini untuk merayakan ulang tahun Nia.
Nia mengerjab-ngerjabkan matanya melihat kue tar yang ia suka tengah di dorong oleh Arya, semua keluarga baru Nia tengah menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Nia.
"selamat ulang tahun Nona Kelinci! ". ucap Nola
"selamat ulang tahun kakak Kelinci". ucap Aisha, Rhiana, Wulan, Kalila.
"selamat ulang tahun Nia". ucap Mayra, Raya, dr. Kinan, Kaisha, Alice serentak
"selamat ulang tahun ya kelinci kesayangannya Arya Mahardika Melviano". ucap Shindy, Nova
Nia terharu dengan semua ucapan keluarga Arya, Nia menangis seperti anak kecil seketika hingga semua keluarga Arya mendekat dan mengerumuni Nia dengan khawatir.
"kalian baik sekali.. huaaa". Nia kembali menangis dan memeluk Arya yang kebetulan ada dibelakangnya.
semua Keluarga baru Nia tertawa lebar, awalnya khawatir kini malah menertawai Nia yang begitu cengeng hanya karna ulang tahunnya di rayakan.
"ayo berdoa! lalu tiup lilinnya". pinta Rhiana dengan gemas
Nia melihat ke arah Arya yang tersenyum padanya menghapus air mata Nia, Nia sangat sensitif perihal hubungan kekeluargaan karna Nia tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.
Nia memejamkan matanya sambil menautkan kedua jemari tangannya,
"ya Tuhan.... aku ingin menjadi wanita satu-satunya sebagai ratu dihati kak Arya". Nia berdoa dalam hati membuat keinginan yaitu Arya mencintainya.
"Tiup lilinnya..! tiup lilinnya! ". heboh Alice dan Mayra
Nia menghembus lilinnya lalu suara tepuk tangan memeriahkan suasana, Nia kembali terharu saat semua keluarga baru Nia memberikan kado untuknya.
"ini untukmu". Arya memberikan sebuah kotak berwarna merah pada Nia
"kenapa tidak dibungkus? ". tanya Nola meledek
"tidak romantis sama sekali". ledek Wulan
Arya mengangkat bahunya tidak peduli, sedangkan yang lainnya tertawa.
bagi Nia Arya adalah Pria teromantis yang ia kenal, Pria yang paling romantis itu adalah Pria yang selalu bisa memberi kejutan pada perempuan, dan Nia suka dengan segala perlakuan Arya.
"cieee...! "
"woww...! ".
Nia terbelalak melihat perhiasan cantik di balik kotak itu, berupa gelang khusus yang terlihat sederhana tapi memiliki kesan mewah.
"sini aku pakaikan! ". Arya mengambil gelang tangan itu lalu memasangkannya di tangan Nia.
malam ini adalah malam terindah bagi Nia selama ia hidup, untuk pertama kalinya ada yang mengingat hari ulangtahunnya padahal Nia tidak pernah minta apa-apa.
.
tengah malam, sekitar jam 2 malam.
__ADS_1
seluruh Keluarga Melviano tidur di kamar masing-masing setelah berpesta merayakan ulang tahun Nia.
"kenapa? ". tanya Arya melihat Nia tengah menatap semua kado-kado pemberian keluarga barunya.
"ak.. aku merasa ini semua masih mimpi kak". jawab Nia dengan jujur melihat ke arah Arya
"besok saja buka hadiah mereka sekarang tidurlah! ". Arya
"t. tidak bisa kak..! kakak tidur saja, aku ingin membuka kado mereka semua". Nia berjalan cepat ke sofa dan bersiap membuka bungkus kado pertama pemberian Zaskia dan Cerry
Nia penasaran apa kado dari bocah menggemaskan itu.
Arya duduk disamping Nia, Arya menyibakkan rambut Nia kebalik daun telinganya tapi Nia seolah tidak memperdulikan itu ia begitu asik melihat-lihat kado buatan tangan Cerry dan Zaskia yang unik dan lucu.
"cantik sekali! ". gumam Nia terkikik gemas.
"lalu bagaimana dengan janjimu? ". tanya Arya dengan serius.
Nia menoleh ke Arya, "janji? ".
"hmm.. janji saat kita berputar arah". jelas Arya mengingatkan Nia yang melupakan janji.
"aah.. besok bagaimana kak? double? ". tawar Nia dengan mengulurkan jari kelingkingnya.
"Double? Double- Double Triple aku terima". jawab Arya
"hah? apaan itu? ". tanya Nia
"sampai aku lelah". jawab Arya membuat Nia terbelalak.
"lelah? ". beo Nia dengan tampang polosnya.
"baiklah..! besok aku tagih, sekarang nikmati kebebasanmu". Arya mengecup pipi Nia lalu berdiri dan berjalan ke arah ranjangnya.
sebelumnya Nia dapat kado dari hari pernikahannya bersama Arya tapi sekarang berbeda, hari ini adalah ulangtahunnya jadi lebih pribadi dan Nia sangat menyukai itu.
.
pagi-pagi Nia keluar Mansion bersama Rhiana dan Aisha.
"kita mau kemana sih? ". tanya Nia
"tenang aja kakak ipar..! kami mau beli makanan enak di pasar sebelah". jawab Aisha
"pasar? bukan supermarket? ". tanya Nia
"kenapa emangnya kak? ". tanya Rhiana
"setau aku orang kaya seperti kalian suka ke supermarket bukan ke pasar". jawab Nia dengan malu
Rhiana dan Aisha saling pandang lalu tertawa bersama.
"itu hanya ada di dunia Drama kak? dunia nyata orang kaya tidak seburuk itu". jelas Aisha
"bukan begitu". elak Nia takut Aisha dan Rhiana tersinggung.
"sudah.. sudah.. kita lanjutkan saja..! bagaimanapun kami manusia kak, kami punya selera yang unik dan kami sangat suka masakan sederhana di pasar sana". Rhiana
Aisha, Rhiana dan Nia bertiga masuk pasar dan banyak membeli jajanan ringan.
"tunggu..! ". Rhiana
"kenapa kak? ". tanya Aisha
__ADS_1
"aku merasa ada yang mengawasi kita". bisik Rhiana
"sama". jawab Aisha
"aku pikir karna keramaian, tapi kenapa insting kalian kuat sekali? ". tanya Nia
"kami sudah biasa kak". bisik Aisha
"ayo kita pergi..! ". ajak Rhiana
"maaf.. maaf..! ". ucap Aisha saat tidak sengaja menyenggol pembeli pasar dari arah lain.
Aisha, Nia dan Rhiana berjalan terburu-buru hingga yang mengawasi mereka juga ikutan kaget tentu mengejar mereka bertiga.
"huuh..! ternyata kesini! ". ucap orang yang mengintai Ketiga perempuan cantik itu lega.
Aisha, Nia dan Rhiana makan di taman kecil dan tempat itu lumayan jauh dari keramaian.
"kenapa kita kesini? ". tanya Nia
"untuk memancing mereka supaya keluar". jawab Rhiana
Nia melihat raut wajah Rhiana dan Aisha dengan serius, "apa mereka juga bisa berkelahi? ". batin Nia
"Nona silahkan ikut kami Nona..! ". perintah seseorang
Nia menoleh cepat begitu juga Rhiana dan Aisha.
Nia melihat ada 10 Pria berbadan besar seperti siap membawa Nia pergi dari Aisha dan Rhiana.
"siapa bilang kalian bisa membawa pergi kakak ipar kami? ". tanya Rhiana dengan dingin
Rhiana dan yang lainnya suka memanggil Kakak ipar pada Nia.
"ckk.. kalian pikir bisa mengalahkan kami? ". Aisha berkacak pinggang dengan tampang imutnya itu malah dikira berbohong
10 pengawal misterius itu tertawa terbahak-bahak, Nia malah tidak takut tapi matanya memperhatikan Rhiana dan Aisha yang terlihat tidak takut.
"luar biasa..! mereka sangat baik hati tapi bisa berubah seperti singa kelaparan disaat-saat seperti ini". batin Nia mengagumi betapa hebatnya Keluarga Melviano.
"lawan kami cepat! ". Rhiana menyeringai
"kakak takut? ". tanya Aisha berbisik pada Nia
"tidak". jawab Nia tersenyum lebar
"bagus kakak ipar..! sebagai calon Nyonya Muda Melviano memang harus kuat karna kejadian seperti ini sudah biasa jika kita keluar dari zona aman". Rhiana
"Zona aman dimana? ". tanya Nia
"kakak ipar.. Zona aman di sekitar Mansion, apartemen dan tempat tinggal kita". jelas Aisha dengan gemas.
"oh.. ". Nia mengangguk lalu melihat pergerakan tangan Aisha dan Rhiana yang terlihat berpengalaman.
.
.
.
maaf say..! tidak bisa Up banyak.. Lagi kerja nih.. wah.. wah... harap mengerti ya? terimakasih..
.
__ADS_1
.