
.
.
Nia dijemput oleh Arya dengan stelannya yang sangat memukau seperti seorang Pangeran dari negara lain.
"kak? ". Nia berlari mengangkat gaunnya dan memeluk Arya yang kaget karna Nia tiba-tiba memeluknya.
"terimakasih kak..! aku jauh lebih baik setelah tau kakak membalaskan dendam kedua orangtuaku, hati aku seperti melayang-layang kak, aku merasa Mama sama Papa pasti senang disana". Nia memeluk Erat Arya
Arya tersenyum tipis mengelus kepala Nia, "belum Cha.. mereka bukan pelakunya, aku akan mencari Redson dan membunuhnya dengan tanganku sendiri". batin Arya dengan tatapannya yang tenang dan tidak berekspresi seolah memberi peringatan pada lawannya untuk lebih waspada.
Nia masih memeluk Arya dengan erat,
"sampai kapan memelukku? apa kamu tidak merindukan Alya? ". tanya Arya
"Alya? apa dek Alya sudah pulang? ". tanya Nia melepaskan pelukannya dari Arya
Arya kaget melihat Nia dari dekat, tangan Nia masih melingkar di pinggangnya dan Nia mendongak menatapnya tapi mengapa Arya malah gemas seolah Nia saat ini sedang bertingkah manja padanya.
Arya mengangguk memainkan rambut Nia yang panjang dan Ikalnya sangatlah cantik, Ricis menganga melihat Arya mencium rambut Nia dan Nia tampak tersenyum melihat Arya yang suka memainkan rambutnya.
Ricis menepuk kepalanya sendiri seolah mengingatkan diri bahwa Nia dan Arya adalah sepasang suami istri, lagian Ricis tau Keluarga Melviano sangatlah romantis setiap pasangan suami istrinya hingga yang melihat nya pasti meleot dan iri namun tidak bisa berbuat apa-apa.
"ayo kak..! aku tidak sabar minta oleh-oleh sama Alya". cengir Nia
"lalu Souvenir dariku? bukankah Alya bulan madu ke Paris dan aku sudah pernah membawakan Menara Eiffel untukmu". Arya
Nia nyengir kuda, "makanan".
"ck..! otakmu hanya makan saja". Arya berdecak mengelus lembut kepala Nia.
Arya ikut tersenyum melihat perubahan Nia, Nia tidak lagi terlihat murung dan diam, kini Arya malah melihat Nia yang ceria seperti sebelumnya bahkan Nia kini berani bertingkah manja padanya padahal sebelumnya tidak pernah.
sesampainya di Acara Pesta Pelantikan khusus rekan Perusahaan MattGroup, Nia berkeringat dingin seketika didalam mobil melihat ke arah red carpet banyak para wartawan bersiap memotretnya.
"untuk apa gugup? mereka tau kalau kamu adalah istriku, bersikaplah seperti seorang Nyonya, aku tidak mau ada yang berpikir kalau kamu menderita hidup bersamaku! mengertikan maksudku? ". Arya
Nia tersenyum, "aku memang bahagia bersamamu kak". batin Nia
"ayo turun! ". ajak Arya dibalas anggukan oleh Nia
__ADS_1
Ricis turun duluan dan membuka pintu mobil untuk Arya, lalu berlari ke arah Pintu mobil dekat Nia tapi Ricis hanya berdiri disampingnya membiarkan Arya yang membuka pintu itu untuk Nia.
Arya membuka pintu mobilnya untuk Nia dan keluarlah satu sepatu cantik merek ternama yang limited, kaki Nia yang cantik sudah di potret oleh banyaknya wartawan hingga Nia keluar dari mobilnya pun masih di potret layaknya artis papan atas saja.
Nia tersenyum manis memperlihatkan kebahagiaannya pada orang-orang diluarnya, ia tidak berpura-pura sama sekali karna Nia memang bahagia menikah dengan Arya.
"kak? ". panggil Nia
Arya mendekat,
"apa mereka tidak akan bertanya-tanya tentang Kedua orangtuaku kan?". tanya Nia berbisik
"tidak.. aku sudah menyumpal mulut mereka". jawab Arya membuat kening Nia berkerut tapi bibirnya masih tersenyum
Nia merangkul lengan Arya dan berjalan melewati RedCarpet,
"kenapa? ". tanya Arya berbisik di telinga Nia
"a.. aku gugup kak, kakiku lemas". bisik Nia dengan wajah polosnya hingga Arya mengulum senyumnya mengusap kepala Nia.
"perlu aku gendong? ". bisik Arya membuat mata Nia melebar dan mengerjab-ngerjab lucu
"j.. jangan kak ..hehe.. " tolak Nia dengan malu
Alya melambai-lambai di kursi khusus jajaran orang penting di acara Pelantikan acara malam ini, Nia mengedarkan pandangannya dan melihat Alya dari kejauhan.
Nia hendak berlari tapi dicekal oleh Arya, "jangan terlalu bersemangat! ". kata Arya dengan senyum tipisnya.
Nia mengangguk patuh lalu berjalan beriringan dengan Arya, Perlahan tangan Arya melepaskan tangan Nia tapi yang membuat Nia kaget adalah tangan Arya menggenggam tangannya.
Alya cekikikan gemas di tempat duduknya melihat wajah lucu Nia yang tampak menggemaskan seolah gugup digenggam tangannya oleh Arya padahal Nia itu Istrinya Arya bukan selingkuhan Arya.
Arya tau ada Brayen di tempat ini karna ia sendiri yang meminta Tuan Rumah untuk mengundang Brayen walau Perusahaan Brayen sudah jatuh bangkrut.
"kenapa? ". tanya Arya melirik ke arah Nia yang tampak merona
"kakak memegang tanganku, aku jadi malu didepan banyak orang". jawab Nia begitu jujur
Arya terkekeh pelan, "bagaimana dengan ini? ". Arya merangkul pinggang Nia hingga gadis cantik bergigi kelinci itu makin terkejut menatap manik mata biru Arya.
"kenapa syok? apa kamu tidak pernah disentuh olehku? bukankah aku sering memelukmu saat tidur? lalu kenapa malu?". goda Arya
__ADS_1
wajah Nia semakin merah saja hingga kini sudah ada dihadapan Alya.
"kakak ipar? Alya kangen! ". Alya merentangkan tangannya.
Nia pun mengangkat gaunnya dan melangkahkan kakinya lebih dekat pada Alya, mereka berpelukan seperti sahabat dekat saat SMA yang baru saja bertemu setelah beberapa tahun lamanya tak berjumpa.
Al dan Arya saling menyapa lewat ekspresi saja tanpa berpelukan seperti Nia dan Alya yang memang sangat akrab, mereka para lelaki masih harus jaga wibawa.
"tadi katanya Kak Raya akan kesini". Alya
"benarkah? lalu Kak Alice? ". tanya Nia
"iya lah kak.. mereka datang tapi mungkin agak telat, mereka kan bawa 3 Anak kembar mereka kesini pasti mereka tidak mau ditinggal". Alya
Nia terkekeh, "lebih tepatnya Anak laki-laki Kak Alice dan Kak Raya yang tidak mau adik perempuan mereka pergi sendiri, mereka kan Pengawal Putri Cerry dan Putri Zaskia".
Alya tertawa membenarkan, Zaskia dan Cerry memang begitu dijaga oleh kedua saudara laki-laki mereka layaknya bodyguard kecil, Jadi kalau Kedua Tuan putri kecil itu ikut tentu mereka tidak akan mau di tinggal.
benar saja, situasi mulai ricuh saat kedatangan Alice, Satria bersama anak-anaknya tiba dan dibelakang mereka ada Raya, Raka dan ketiga anak kembarnya juga.
"mereka sangat manis". gumam Alya pelan
"hmm.. sangat ". sahut Nia membenarkan.
Cerry dan Zaskia seperti putri Cinderella dan Putri Elsa malam ini sama-sama memakai gaun Biru dan mahkota mungil di kepala mereka.
ke empat anak laki-laki mungil nan menggemaskan itu terlihat begitu gagah dengan tuksedo kecil di tubuh mungil mereka, benar-benar seperti Putra mahkota kecil dari negara lain.
"lihatlah wajah mereka". kekeh Al
"hmm.. sama seperti Papi dan Daddy mereka". sambung Arya.
.
.
dah nambah kan? wkwk.. jangan lupa likenya, esok lagi ya...!
.
.
__ADS_1
.