
.
.
"ayo naik..!". ajak Arya
Nia mengangguk tapi masih dalam dekapan Arya,
"apa kak Arya akan memarahiku setiba di Apartemen? tidak masalah kak Arya memarahiku asalkan jangan mendiami juga meninggalkanku". batin Nia
Arya dan Nia kembali ke Apartemen dengan menggunakan helikopter,
"Kak? ". panggil Nia perlahan mendekat saat di dalam lift.
Arya tersenyum miring lalu Nia masuk dalam pelukan Arya secara hati-hati seolah takut Arya akan memarahinya, Arya mengerutkan keningnya tapi bibirnya tersenyum.
"aku ingin memakannya lagi". batin Arya mencium gemas puncak kepala Nia.
"apa karna di dalam lift? ada CCTV ya? ". batin Nia yang sedang menunggu Arya memarahinya.
setibanya di dalam Apartemen,
"Kak? ". panggil Nia merapat ke arah Arya
Arya terkekeh gemas, "ada apa Cha? ayo bicara! ".
Nia kembali memeluk Arya hal itu membuat Arya gemas dan menciumi bahu dan leher Nia,
"Kakak tidak marah? ". tanya Nia dengan polosnya
Arya melepaskan pelukannya dari Nia dan menatap Nia dengan serius.
"Marah? ". tanya Arya
Nia mengangguk-ngangguk pelan, "iya kak, kakak marahi aku saja tidak apa, mobil mewah kakak meledak pasti karna kesialanku".
Arya tertawa terbahak-bahak seketika hingga Nia semakin bingung mengapa Arya tidak memarahinya tapi malah menertawainya, dimana letak kesalahan Nia saat berbicara.
Nia kembali memeluk Arya, ternyata suaminya ini tidak marah padanya dengan perlakuan Arya yang tidak mendorongnya saat Nia begitu berani memeluk Arya.
"jadi sejak turun dari Heli kamu menempel padaku seperti ini karna takut aku marah begitu? ". tanya Arya dibalas anggukan oleh Nia
"hei.. hanya sebuah mobil, itu bukan kesialan kenapa kamu selalu memikirkan hal yang tidak penting hmm? ". Arya menjitak gemas kening Nia.
Nia melebarkan matanya, "tapi mobil kakak sangat penting kan? harganya itu bisa membeli Apartemen". jawab Nia dengan serius.
"tidak penting katanya? apa dia pikir mobil yang hancur itu harganya hanya ribuan saja? ". batin Nia menganga melihat Arya kembali tertawa.
"kalau begitu aku ingin memakanmu! ". Arya menyeringai memegang kedua pipi Nia.
mata Nia sudah melotot tak percaya, Arya malah minta jatah bukannya marah sungguh Pria yang sangat baik dan sempurna.
.
__ADS_1
sejak kejadian mobil itu Nia semakin mencintai Arya, apapun yang Arya inginkan pasti Nia berikan walaupun ia sendiri lelah tapi membuat Arya senang adalah prioritas utamanya Nia.
"kenapa wajahmu pucat begini? ". tanya Arya menangkup pipi Nia
"benarkah kak? aku makan dulu ya? ". izin Nia
Arya merasa bersalah sudah membuat Nia kelelahan dan Nia tidak menyalahkannya malah izin ingin makan.
"aku buatkan bubur ya? ". Arya menangkup pipi Nia dan merapikan rambut Nia yang sedikit berantakan.
Nia mengangguk sambil tersenyum walau wajahnya pucat.
Arya menggendong Nia sementara Nia melingkarkan tangannya di leher Arya, bagaimana Nia tidak semakin serakah ingin memiliki Arya yang begitu baik padanya.
.
"tidurlah..! aku keluar sebentar! ". bisik Arya menyelimuti Nia sampai menutupi lehernya
"kakak jangan jauh-jauh ya? ". pinta Nia
"iya.. aku hanya ke Ruangan kerjaku saja". jawab Arya.
Arya mengelus kepala Nia lalu bangkit dan pergi meninggalkan Nia, Arya menutup pintu kamarnya dan Nia memejamkan matanya karna kepalanya terasa berat dan matanya mulai mengantuk.
Arya ke Ruangannya dan menutup pintu Ruangannya, ia berjalan tenang ke arah komputernya.
"kalau kau mau bermain-main denganku maka aku juga akan bermain-main denganmu! ". seringai Arya
Arya diam bukan berarti dia tidak tau, ia tidak melakukan apa-apa bukan berarti ia tidak tau keberadaan Lawannya.
di tempat lain.
Han merasa ada yang tidak beres disekitar mansion baru nya kini tapi tidak tau apa itu jadi berusaha menepisnya, Red membeli tempat tinggal baru untuk markasnya supaya tidak menyewa di hotel terus-terusan.
"bagaimana? apa kerja kalian berhasil? ". tanya Red dengan serius.
"berhasil Tuan, kami sudah memasang bom dibalik mobil Tuan Muda Melviano itu dan hancurnya mobil mewah itu sudah muncul diberita".
Red tertawa puas, "baiklah..! aku ingin dia tau bahwa terorku tidak main-main, Hahaha".
Han menelan saliva di tempat, ia tidak tau balasan apa yang akan Arya berikan, Han takut Arya marah
kemarahan Tuan Muda Melviano itu lebih menakutkan dari apapun itu.
"bunyi apa itu? ". tanya Red serius
"bunyi? ". beo bawahan Red saling pandang tidak mengerti.
"suaranya dari luar! ". Han menunjuk kebelakang.
"itu seperti bunyi detik-detik bom meledak! ". heboh orang yang diberi perintah oleh Red meledakkan mobil Arya.
"apaaa? ". pekik semua orang
__ADS_1
seketika orang-orang Red berlari ke luar Mansion dan mencari-cari asal suara,
"di mobil! ". tunjuk Han
tit.. tit.. tit.. tit.. dan DUARR!!!!
Red terdiam didepan pintu sementara orang-orang yang ada didekat mobil kesayangan Red terlempar beberapa meter karna ledakan dahsyat itu.
Han terpelanting dan duduk bersila, ia tidak lagi merasakan sakit tapi raut wajahnya malah syok karna pembalasan Arya jauh lebih menakutkan.
"siapa yang berkhianaaaaattt? ". teriak Red dengan marah
tidak ada yang bergerak sebab bawahan Red sudah terkapar dengan luka di bagian tertentu,
"Haaan". teriak Red
"iya Tuan". sahut Han berlari ke arah Red dengan langkah kaki sedikit pincang.
"cari penghianat itu! ". teriak Red
"kita cari lewat CCTV".
Red menggeram marah karna mobilnya yang baru saja ia beli beberapa jam yang lalu sudah hancur berkeping-keping.
Red tidak menyangka Arya tau tempat tinggalnya dan tau Mobil kesayangannya, ia tidak bisa berbuat apa-apa malah semakin membenci Arya.
di lihat dari CCTV ada seseorang berpakaian serba hitam meloncat dari pagar Mansion Red yang tidaklah terlalu tinggi.
siapapun tau kalau orang-orang berpakaian serba hitam itu adalah para anggota Mafia the Xylver, logo bintang laut di lengan jaket hitam mereka sudah membuktikan nya.
"aaaaahhhhh!!! Siaaaalllll". maki Red dengan marahnya.
Han dan yang lainnya segera melarikan diri, tidak ada satupun diantara mereka yang berani berada didekat Red.
"kami baru pindah kemarin dan Mobil itu baru datang beberapa jam yang lalu, kenapa Tuan Muda Melviano bisa tau? sungguh mengerikan". batin Han
di tempat Arya
Arya tersenyum puas mendengar laporan orang suruhannya, "bagaimana hadiahku? lumayan kan? ".
Arya menertawai kebodohan Red, Red berpikir dirinya (Red) itu sangat hebat dan bisa melakukan apapun dan Arya juga membuktikan dia bisa melakukan apapun.
mobil pesanan Red itu baru datang beberapa jam dan diledakkan begitu saja tentu pemiliknya marah, bukan tanpa alasan Arya melakukannya.
.
Nia bangun dari tidurnya dan luar biasanya kepalanya tidak lagi berat juga tidak lelah.
"apa bubur itu benar-benar manjur? bagaimana kak Arya bisa membuatnya? hebat sekali". batin Nia meraba-raba tubuhnya.
bagi para wanita Melviano lelah karna berhub*ngan bad*n itu hal biasa, jadi para lelaki Melviano belajar dari resep buatan Kaira baik dari Pria yang belum menikah maupun sudah menikah.
.
__ADS_1
.