
.
.
.
Nia tampak kesulitan melepaskan gaunnya,
"apa tanganku tidak cukup lentur". gerutu Nia
Nia terus saja berusaha menggapai punggungnya hingga akhirnya ia berhasil menurunkan resleting gaunnya.
Nia membersihkan dirinya, kepalanya sudah terasa lengket hingga ia memilih keramas, Nia melihat Shampo milik Tuannya.
"Tuan.. saya minta sedikit ya? ". bisik Nia seolah dapat lampu hijau Nia mengambilnya dengan semangat.
Padahal Arya sama sekali tidak mendengar Nia tapi Nia mengoceh sambil senyam-senyum di dalam kamar mandi.
Arya menautkan kedua alisnya mencium aroma khas yang sangat menyegarkan dihidungnya, Arya menoleh ke arah Nia yang tampak gugup berlari kecil dengan handuk yang melilit seluruh tubuhnya.
Arya mengumpat pelan, ia memejamkan matanya sambil meluruskan pandangannya ke arah depan.
"apa dia sengaja memancingku? ". gerutu Arya menggeleng-geleng kepalanya.
Nia menutup pintu Kamar gantinya lalu mengusap dadanya yang berdebar kencang,
"ya ampun..! lama-lama jantungku bisa keluar dari mulutku kalau begini terus". gumam Nia memegang kedua pipinya yang terasa panas.
Nia menarik nafas dalam-dalam lalu mencari Piyama tidurnya, Nia menganga lebar melihat semua Piyama baru yang ada di lemari Arya itu transparan semua.
"A.. apa ini? apa ini baju? ". cicit Nia tak percaya ia harus memakai pakaian seperti ini saat tidur bersama Arya.
Nia memakai 1 Piyamanya dan tubuhnya tercetak jelas, dengan kesal Nia memakai Piyama lagi hingga baju Nia jadi Double dan tidak menerawang lagi lalu Nia menebarkan senyum manisnya.
"Eh..? ". Nia melihat boneka kelincinya ada di kursi saat Nia sedang melihat-lihat kamar ganti Arya.
Nia memeluk Boneka Kelincinya dan menggigit gemas telinga boneka nya.
"angggh". gemas Nia
.
"Tuan? ". Nia mengedarkan pandangannya mencari Pria yang telah sah menjadi suaminya.
Nia meletakkan bonekanya di Sofa, Nia melihat laptop Arya yang menyala.
"Apa Tuan masih memakai tempat ini ya? ".gumam Nia ragu-ragu hendak tidur di sofa
ceklek..
__ADS_1
Nia terlonjak kaget saat pintu Kamarnya terbuka, Arya masuk ke kamarnya dengan membawa sebotol Wine non alkohol dan 2 gelas cantik.
"kenapa disitu? ". tanya Arya berjalan mendekati sofa tempat Nia yang terlihat ragu-ragu
"Maaf Tuan..! aku tidur dimana? ". tanya Nia dengan takut-takut.
"kita minum dulu bagaimana? ". tanya Arya duduk disofanya.
Nia kaget saat Arya menarik tangannya untuk duduk,
"kenapa kau takut sekali? aku tidak akan melakukan apa-apa! jangan terlalu tegang bersamaku ok? ". Arya mengelus kepala Nia
Nia tersenyum kikuk melihat kearah lain.
"kenapa rambutmu masih basah? ". tanya Arya memegang rambut Nia
"eeh.. Aku lupa keringkan Tuan". Nia hendak bangkit.
"sini duduk saja, biar aku yang keringkan! ". Arya bangkit dan berjalan ke arah laci lemarinya.
Nia diam-diam memperhatikan Arya yang terlihat sangat tampan dengan Piyama hitamnya itu, Nia sangat menyukai hal-hal sederhana seperti itu tanpa di duga oleh Nia dirinya kini memiliki status dengan Pria impiannya itu.
.
Arya memejamkan matanya mencium aroma rambut Nia, ia mengambil beberapa helai rambut Nia dan menciumnya hingga Nia menegang.
"T. Tuan? ". gugup Nia
"mma.. maaf tuan, rambut aku sudah terasa lengket dan aku tidak punya pilihan lain selain meminta sedikit milik Tuan". cicit Nia dengan takut-takut memainkan jemari tangannya yang lentik.
Arya mengulum senyumnya, "apa rambutku juga wanginya seperti ini? ". tanya Arya
Nia malah terlihat kebingungan, "maksud Tuan? ".
"Coba cium kepalaku! ".pinta Arya
Nia dengan ragu-ragu mencium kepala Arya yang memang sangat wangi, "wangi".
"benarkah? ". tanya Arya dibalas anggukan kecil oleh Nia.
"lalu kenapa wangi nya tidak sama seperti milikmu?". tanya Arya memainkan rambut Nia dan menciumnya sambil memejamkan matanya.
Arya tidak tau saja bagaimana perasaan Nia saat ini diperlakukan begitu lembut oleh Arya, betapa baiknya pria ini.
Arya ketiduran di bahu Nia dan wajahnya menghadap ke leher Nia.
Nia diam sambil menarik nafas dalam-dalam lalu hendak memindahkan kepala Arya tapi tidak bisa malah Arya merapatkan wajahnya ke leher Nia hingga Nia mematung di tempat.
.
__ADS_1
.
di tempat lain
Tia menggeram marah melihat potret Nia bersama Arya, tubuh Nia memakai gaun pengantin yang sangat berkelas dan terlihat sekali Gaun itu rancangan khusus dari desaigner ternama.
"bahagia sekali kau ya? kenapa kau bisa bahagia? apa kelebihanmu? apa yang membuat Tuan Arya memilihmu? kenapa? ". Tia menangis tapi matanya memerah memandang benci posisi Nia yang kini berada di tingkat sosial tertinggi.
Nia seperti artis dadakan yang kini menjadi pembicaraan publik, istri Tuan Muda Arya Mahardika Melviano adalah Chania putri bungsu Wendy dan Bio.
Tia mendecih saat Brayen tiba-tiba duduk di depannya.
"mau apa? ". tanya Tia dengan malas membalik ponselnya.
"apa berita itu benar? Nia benar-benar sudah menikah dengan Tuan Arya? ". cecar Brayen dengan nafas terengah-engah.
"kau lihat bagaimana? seharusnya aku yang berada disamping Tuan Arya". balas Tia dengan jengah
"hah? kau fikir aku bagaimana? seharusnya aku yang berada disamping Nia tapi karnamu semua jadi hancur berantakan". Marah Brayen
"jangan merusak mood ku yang memang sedang buruk..! kalau kau bisa rebut saja kekasihmu itu hah? ?? kalau kau memang bisa aku akan dengan senang hati bersujud padamu dan mencium kakimu". Tia berkata dengan emosi.
"dasar tidak berguna..! aku sudah kehilangan Nia dan Kau tidak mau membantuku sama sekali? kita harus bekerja sama mencari orang yang cukup berkuasa supaya bisa membantu kita memisahkan mereka". Brayen
Tia terhenyak, "ya.. kau benar.! Tuan Arya memang sangat kaya dan dihormati tapi pasti ada Rivalnya yang mau membantu kita memisahkan mereka".
"cepat bergerak..! aku benar-benar tidak bisa menahan diri lagi, Nia benar-benar sudah menguasai seluruh isi kepalaku dan hatiku, semua sudah terlanjur basah dan aku tidak mau berhenti lagi". Brayen
"iya.. hanya 1 jawaban mati ditangan mereka tapi setidaknya kita bisa mencari kambing hitam untuk menutupi semua perbuatan kita". seringai Tia
"dimana kita mencari Rival Tuan Arya? ". Brayen
"cepat bawa aku ke Rumahmu! ". Tia bangkit dari duduknya.
alhasil Brayen dan Tia benar-benar sudah kehilangan akal sehat masing-masing, tidak ada yang bisa menghentikan salah satu dari mereka.
Tia begitu iri posisi Nia dan menginginkan posisi Nia, jika dirinya tidak dapat memiliki Arya maka Nia juga tidak boleh bersama Arya,
sedangkan Brayen sudah terbakar api cemburu, cintanya datang terlambat sebelumnya ia terlalu menyepelekan Nia yang akan memaafkan kesalahannya karna berselingkuh dengan Tia.
Brayen tidak pernah mengira bahwa Nia benar-benar meninggalkannya dan mendapatkan Pria yang jauh lebih hebat dibanding dirinya hingga Brayen tidak mampu melawan Pria itu yang terlalu berkuasa.
.
.
.
detik-detik konflik guys.. hehe..
__ADS_1
.