
.
.
ke esokan Siangnya.
Ricis dan Nia keluar Apartemen menuju Mal untuk sekedar refresing juga berbelanja.
"kenapa wajahmu terlihat lebih bahagia sekarang Nia? kamu sedang mikirin apa? ". tanya Ricis dengan heran.
Nia merangkul Ricis seperti seorang kakak.
"aku mau beli banyak perlengkapan dapur untuk masak-masak kue ku nanti Cis". jawab Nia dengan jujur
"kamu mau masak kue? ". tanya Ricis tak menyangka Nia punya hoby lain.
"iya.. bukankah masak kue juga Chef, aku punya pemanggang kue di Apartemen. hehe.. walau milik suamiku". cengir Nia
"iya.. semua yang dimiliki Tuan Muda juga milikmu termasuk tubuhnya". gemas Ricis mengelus kepala Nia.
Nia memukul lengan Ricis yang terbahak seketika melihat wajah merona Nia.
"maaf.. maaf.. Nyonya Muda Tuan Arya". goda Ricis
"diam.. kamu mau aku jitak ya? ". ancam Nia dibalas geleng-geleng oleh Ricis.
Nia dan Ricis berbicara seperti tidak ada beban, mereka berpura-pura tidak menyadari banyak orang yang tengah mengikutinya.
Nia pergi ke Toko perlengkapan dapur, ia benar-benar membeli semua alat-alat yang ia butuhkan untuk membuat Kue di Apartemennya.
"Nia? ". bisik Ricis
"hmm..? ". sahut Nia dengan santai memilah-milah benda yang ia butuhkan.
"aku merasa ada yang mengawasi kita!". desis Ricis dengan gigi merapat
"iya.. barusan kak Arya udah beri tau aku kalau hari ini adalah menjalankan rencana kami seolah aku benar-benar sedang diculik". kata Nia dengan nada berbisik pula.
"kamu tidak takut Nia? apa kamu bisa berakting? ". bisik Ricis
"aku..? demi kak Arya aku bisa melakukan apapun termasuk jadi umpan untuk menangkapnya". balas Nia juga berbisik.
"kamu semakin hebat Nia..! aku masih ingat saja kamu yang bodoh, polos dan tidak tau apa-apa dengan musuh". ejek Ricis
Nia menoleh ke Ricis, "aku nggak bodoh cis..! lagian aku anak kampung dan tidak punya banyak uang, mana mungkin aku langsung mengerti berada di posisi seperti kak Arya". gerutu Nia
Ricis tertawa lebar, "ya.. ya.. ya.. anggap saja saat itu kamu emang masih polos".
Nia hanya menatap kesal Ricis malah tertawa melihat wajah lucu Nia yang marah.
"sana ambilkan aku Troly! ". titah Nia dengan mata melotot
Ricis bukannya takut malah gemas, ia menuruti kemauan Nia dengan mencarikannya Troly.
__ADS_1
Nia kembali memilih-milih perlengkapan Kue nya nanti, banyak yang Nia beli hingga butuh Troly setelah puas berbelanja Nia menitipkan barang-barangnya itu setelah membayarnya lalu pergi ke Toko Pakaian formal.
Ricis dan Nia berbicara seperti biasa dan terlihat tidak tau apa-apa.
di Parkiran.
Nia dan Ricis membawa masuk barang-barangnya ke dalam mobil.
"mau kemana lagi Nia? ". tanya Ricis melihat Nia hendak pergi lagi.
"beli tisu Cis..! terus beli es cream". jawab Nia
"tunggu aku.. kita pergi sama-sama !". seru Ricis
alhasil mereka kembali masuk Mal dan membeli banyak tisu, lalu makan es cream jalan kembali ke mobil.
Nia dan Ricis kaget saat di Parkiran banyak orang, bisa mereka tebak orang-orang itu suruhan Red.
"siapa kalian? ". tanya Nia dengan serius
"kami di tugaskan untuk membawa anda pergi Nona..! ". seru salah satu pengawal khusus itu.
"dari siapa? kalau dari suamiku tidak mungkin, aku tidak mengenal kalian jadi jangan membodohiku!". ancam Nia dengan waspada
"kami harus bertindak cepat..! ayo lakukan secepatnya!! ".
Ricis segera melindungi Nia, sedangkan Nia juga tidak mau kalah sedang mengepalkan tangannya siap menyerang balik.
"ikut kami baik-baik Nona!". kata salah satu pengawal berhadapan dengan Nia yang sedang fokus melawan rekan-rekannya.
tengkuk Ricis di pukul hingga Pengawal Nia pingsan, Nia berbalik ke arah Ricis.
"kalian..? berani kalian memukulnya? ". tanya Nia dengan marah
Nia berlari ke arah Ricis dan mengangkat kepala Ricis lalu meletakkannya di pangkuannya.
"Ricis... Ricis.. bangun Cis...! " Nia menampar-nampar pelan pipi Ricis.
"Ricis.. ba...Ahh.. ". Nia berussha membangunkan Ricis tapi tengkuknya juga ikut di pukul hingga Nia tak sadarkan diri.
"cepat bawa dia..!". titah orang-orang misterius suruhan Red.
di kedalaman desa ujung.
"bagus..! pesankan tiketku dan dia.. malam ini aku akan langsung berangkat ke Swedia". titah Red
"baik Tuan! lalu bagaimana dengan pengawalnya Nona itu Tuan? ". tanya Bawahan Red.
"untuk apa dia? buang saja di hutan sana, aku tidak butuh dia". Red
"baik Tuan".
"jangan di bunuh. ! biarkan hewan buas yang memakannya". Red
__ADS_1
.
Nia bangun dari pingsannya, Nia memegang tengkuknya yang terasa pegal-pegal.
"sudah bangun? ".
Nia terlonjak kaget, "s.siapa kau? ". pekik Nia
Red muncul di hadapan Nia yang di borgol kedua tangannya.
"aku..? pria yang mencintaimu dengan ssgenap hati dan ingin hidup berdua dengan mu". kata Red
Nia meludah ke samping,"aku sudah bersuami bodoh..! jangan berani bermimpi bersamaku, aku mencintai suamiku... aku mencintainya..! lepaskan aku jika kau masih waras! ". amuk Nia dengan mata berapi-api.
Red semakin tertarik dengan Nia yang sulit untuk di taklukan.
"tapi sayangnya kau harus melupakannya dan belajar mencintaiku! ". kata Red dengan percaya diri
"jangan mimpi...!!". jerit Nia
Red mendekat dan Nia berusaha melawan serta enggan di sentuh oleh Red, Red memegang tangan Nia.
"kau sengaja melukai diri ya?". tanya Red dengan khawatir.
Nia menggoyang-goyang tangannya hingga sentuhan itu terlepas, Red menatap Nia dengan tajam.
"aku akan membahagiakanmu..! lupakan suamimu itu jika ingin dia tetap hidup, lagian dia memiliki segalanya pasti mudah baginya untuk mendapatkan penggantimu! ". Red
"bukan dia tapi Aku yang tidak bisa hidup tanpanya, aku mencintainya.. sangat mencintainya tidak ada celah untuk Pria manapun yang bisa menggantikan posisinya, dia sangat dominan di hatiku...! kau brengs*k...! apa kau fikir manusia berjenis kelamin perempuan hanya aku seorang hah? kenapa tidak cari model seksi? dasar sinting..! ". Nia
Red tertawa, "hmm. di dunia ini hanya kamu yang ku anggap perempuan!".
"lepaskan aku..! " pekik Nia.
"kita akan pergi malam ini ke Swedia, kita akan hidup bahagia disana tidak ada yang bisa menemukan kita". Red
"gila.. gila... aku tidak mau bersama orang gila sepertimu..! ". jerit Nia hingga terbatuk-batuk.
"kan aku sudah bilang jangan jerit-jerit, suaramu habis kan? ". Red mengambil segelas air minum lalu memberikannya pada Nia.
Nia menggeleng-geleng kepalanya tapi Red memaksakan Nia untuk minum, Nia memuncratkan semua minuman itu di wajah Red.
Red memejamkan matanya,
"aku tidak mau...! lepaskan aku gila. ! lepaskan aku". jerit Nia
Red mengusap wajahnya yang basah dengan tisu yang ada di sampingnya, bukannya marah ia malah semakin ingin memiliki Nia.
.
.
.
__ADS_1