
.
.
di sudut Ruangan, ada seseorang yang sedang terbakar amarah melihat kebahagiaan Nia bersama Arya.
Brayen tidak bisa berbuat apa-apa saat ini hanya bisa menjadi penonton, telinganya semakin terasa panas mendengar bisik-bisik tamu disekitarnya tentang posisi Nia yang sangat beruntung memiliki Arya.
"dia sangat cantik".
"bagaimana pertemuan pertama mereka ya? ".
"masih ada Keluarga Melviano yang belum menikah, aku mau daftar kalau mereka buka lowongan".
"dasar gila..! mereka tidak pernah mengadakan sayembara, kamu fikir ini zamannya Tuan Besar Pasha yang sedang mencari wanita spesial bisa mengandung anaknya".
"aku juga tau, cuma mereka sangat romantis aku sangat ingin punya suami seperti Tuan Pasha, Tuan Dylan, Tuan Satria, Tuan Raka, Tuan Candra, Tuan Keyzo, Tuan Arya".
"mereka semua sudah beristri".
"ckk.. "
dan banyak lagi ocehan para tamu undangan tentang Nia, Brayen tidak tahan langsung pergi ke toilet, ia tidak tau mengapa dirinya diundang, awalnya Brayen ingin mencari Investor untuk membangkitkan kembali Perusahaannya tapi tidak ada yang mau menolongnya seolah Brayen sudah di Blacklist dari apapun.
kini Brayen berada di depan cermin, "kapan Tuan Red akan bertindak? sampai kapan aku begitu menderita melihat Kebahagiaan Nia? dia menjadi semakin cantik, apa dia tidak sedih dengan kematian kedua orangtuanya?".
Brayen yang merasa kalah hanya bisa marah-marah didepan cermin,
"tapi dimana Tia? ". gumam Brayen dengan serius tiba-tiba
"katanya hari itu dia ingin membeli sesuatu tapi sampai detik ini tidak juga kembali".
"kenapa aku harus memikirkannya? wanita jal*ng itu pergi dariku artinya aku sudah bebas, aku juga sudah tidak punya apa-apa lagi, Tuan Red pun tidak mau menolongku".
Brayen tiba-tiba saja mendapatkan ide, "ya.. sepertinya Nia bisa diandalkan, dia pasti bisa membantuku".
biarlah dirinya dikatakan tidak tau malu dari pada seperti saat ini, Brayen merasa tidak berguna tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa.
.
"hap....! ".
Nia terkejut saat Brayen tiba-tiba menahan tangannya di sisi tembok.
"lepaskan Nonaku". Ricis mendekat
"diam disana..! aku hanya ingin berbicara dengan pujaanku". titah Brayen diabaikan saja oleh Ricis
Ricis menarik lengan kekar Brayen lalu memutarnya hingga berada di punggung Ricis.
"mau apa kau? ". tanya Brayen dengan nada membentak.
Ricis menyeringai tipis lalu menarik lengan Brayen hingga tubuh besar Brayen terbanting ke lantai, Nia membekap mulutnya melihat cara Ricis menjatuhkan Brayen.
__ADS_1
Brayen mengumpat kasar, ia mencoba untuk bangkit dan Ricis memijak lengan Brayen
"berani sekali kau menyentuh wanita milik Tuanku". Ricis menginjaknya lebih kuat
"Ricis sudah.. Ricis". bujuk Nia merasa tidak tega manusia di perlakukan seperti itu oleh Ricis.
"jangan membelanya Nia, apa kamu pikir dia akan bebas? pilih saja aku yang memberinya pelajaran atau Tuan Arya yang memberinya hukuman". Ricis melihat ke Nia dengan raut wajah serius.
Nia terdiam kaku, "kalau sama Kak Arya apa dia akan membunuh Brayen? kenapa ada manusia yang suka membunuh Manusia lain hanya karna mereka jahat". batin Nia melangkah mundur.
"Nia.. Nia.. bantu aku.. aku hanya ingin meminta tolong padamu". Brayen
"minta tolong? ". beo Nia
"iya.. iya.. Nia tolong katakan pada Tuan Arya untuk mengembalikan Perusahaanku, sepertinya aku tau ini semua karnanya". Brayen.
Nia tidak bisa berkata-kata, "maaf, aku takut melihatnya marah".
Nia memilih pergi ke Toilet dan membiarkan Ricis memberi pelajaran pada Brayen.
.
Brayen mengumpat kasar, ia memegang lengannya yang terasa bergetar karna Ricis seolah ingin mematahkan tangannya, beruntung Nia cepat keluar dan meninggalkan Brayen hingga Ricis tidak punya pilihan selain melepaskan Brayen mengejar Nia.
Nia kembali pada tempat duduknya disamping Alya,
"dimana kak Raya dan Kak Alice dek?". tanya Nia celingukan
"disana! ". tunjuk Alya
"apa aku juga akan punya kesempatan menjadi seorang ibu? ". batin Nia
"dimana Kak Arya dek? ". tanya Nia
"Bang Arya, Bang Satria, dan Abang Ipar sedang bertemu dengan Tuan Rumah acara ini". jawab Alya
"bagaimana? apa dirimu sudah hamil dek? ". tanya Nia berbinar
Alya terkekeh lalu menggeleng-geleng kepalanya, "tidak mungkin lah kak, mana ada langsung hamil setelah berbulan madu". gelak Alya
Nia tersenyum kikuk, "kamu sangat beruntung dek".
"kakak juga beruntung, jangan sedih ya? kakak masih punya kami". Alya
Nia terdiam lalu mencoba untuk tersenyum.
"kakak harus ingat! semua yang hidup akan meninggal suatu hari nanti, jadi jangan sia-siakan yang masih hidup disekitar kita". Alya
Nia pun mengangguk pelan, "kamu benar dek..!"
"ya iyalah kak..! jika ada yang menindas kita, jangan perlihatkan kelemahan kita, tunjukkan pada mereka bahwa Kakak tidak akan berakhir menderita seperti tujuan mereka, lagian abang Arya sudah membalaskan dendam kedua orangtua kakak, kalau aku berada di posisi kakak pasti aku lebih fokus dengan bang Arya saja". Alya
"ingat kamu udah punya Al dek". kekeh Nia membuat Alya nyengir.
__ADS_1
Nia melihat ke arah Arya yang tampak serius berbincang dengan Rekannya.
"apa kakak udah malam pertama dengan bang Arya?". tanya Alya berbisik.
Nia menoleh ke arah Alya, "tidak".
Alya terkekeh, "kakak harus pandai memancing nya, lelaki itu sama, mereka memiliki hasrat, aku yakin Bang Arya itu sering menahan diri untuk tidak menyentuh kakak".
"mana mungkin Dek..! lagian bang Arya mu pasti lebih mencari perempuan seksi". elak Nia merendah
Alya berdecak sebal dengan kepolosan Nia, "kakak itu juga seksi, apa kakak sekarang sedang merendah untuk meroket? ". gerutu Alya
"kalian bicara apa sih? ". tanya Raya dan Alice serentak tiba-tiba
"eeh..? tidak ada". jawab Nia cepat
Raya dan Alice melihat ke arah Alya yang senyam-senyum tidak jelas.
"Uty". Cerry dan Zaskia mendekati Nia
Nia berjongkok dan dapat kecupan manis oleh kedua bocah mungil itu.
"ayo makan dek..! ". ajak Rasky dan Risky menarik lengan kecil Cerry
"sini dek...! " ajak Zakky memegang tangan Zaskia
"ayo kak! ". Zayden mendorong tubuh Zaskia
Nia, Alya, Raya dan Alice kompak saja tertawa melihat tingkah bocah laki-laki menggemaskan itu yang sedang berperan menjaga Cerry dan Zaskia.
"ayo duduk! ". ajak Raya
mereka duduk berempat,
"bagaimana keadaanmu Nia? ". tanya Raya
"iya dek..! apa kamu sudah jauh lebih baik? ". sambung Alice
Nia tersenyum kikuk, "tidak apa-apa kak..! Nia baik-baik saja berkat kak Arya".
"kamu harus jaga kesehatan, kasihan Arya yang khawatir dengan keadaanmu". Raya
"iya.. jika dia sudah khawatir, dia pasti tidak bisa tidur". kekeh Alice
"tidak bisa tidur? ". beo Nia
"iya kak..! aku dengar dari Ricis kakak drop ya, selama 2 hari tidak sadarkan diri". Alya
Nia menjadi malu, "maaf kak..! Nia janji tidak akan sedih lagi".
"iya.. hidup itu harus terus dijalani jangan larut dalam kesedihan karna apapun yang kamu lakukan tidak akan mengembalikan mereka yang sudah tiada". Raya
.
__ADS_1
.
.