Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
mimpi kan aku


__ADS_3

.


.


ke esokan paginya.


Raya bangun tiba-tiba lalu celingukan kesana-kemari mencari sosok pria yang ia sukai.


"Raka? ". panggil Raya dengan suara khas bangun tidurnya.


"dimana dia? aku yakin tadi malam tidak bermimpi". gumam Raya kebingungan.


Raya mengendus-ngendus aroma tubuhnya lalu bantal, "tuh kan benar...! Raka memang kesini tadi malam".


"tapi kenapa pagi-pagi udah hilang? ". gumam Raya keheranan.


"huh...! pasti kerjaan papi sama Grandfa ini mah, yakin aku..! mereka kangen sama Mami dan Grandma alasannya Raka merindukanku..! dasar pria". gerutu Raya dengan kesal sebab tak bisa melihat wajah Raka saat Raya bangun tidur.


Raya berjalan sempoyongan masuk ke kamar mandinya,


.


.


sarapan bersama.


"Mami..? ". panggil Raya.


"iya sayang.. kenapa? ". tanya Shindy


"tadi malam papi datang ke kamar mami kan? ". tanya Raya to the point.


"Uhuk.. uhuk...! ". Shindy tersedak dan Kaira dengan cepat memberikan minuman untuk Shindy


"kenapa bertanya seperti itu sayang? ". tanya Kaira


"Grandma juga kan? Grandfa juga datang menemui Grandma kan? ". tanya Raya dengan serius.


Kaira mengangguk, "memang kenapa kalau Grandfa menemui Grandma? apa salah? dia suami Grandma. sekarang Grandma tanya, apa Raka juga menemuimu tadi malam? ".


"iya.. Raka menemui Raya tadi malam". jawab Raya mengakui.


"lalu apa masalahnya? ". tanya Shindy yang sudah baikan.


"issh.. Raya tidak sempat melihatnya pagi-pagi Mami.. malah Raya mengira tadi malam cuma mimpi doang". jawab Raya dengan kesal.


"Eh..? ". Dita dan yang lainnya pun kaget melihat Raya.

__ADS_1


"Dita..? ". panggil Raya menoleh ke Dita


"iya.. saya Nona". jawab Dita


"apa kamu tau Raka datang ke kamarku? ". tanya Raya memastikan


Dita menjawab,, "tau Nona..! saat pagi-pagi sekali saya masuk ke kamar Nona tapi saya bersumpah, pagi-pagi itu saya menerobos masuk karna tidak tau tuan master ada di dalam kamar Nona, saya hendak kabur tapi Tuan mengatakan, tidak apa..! aku mau keluar, kau jaga istriku dengan baik.. ..


.. begitu Nona.. pas saya tanya mengapa tidak menunggu Nona bangun, atau setidaknya bangunkan Nona saja karna Nona merindukan Tuan, tapi Tuan tidak mau mengganggu jam tidur Nona, dia ingin Nona istirahat dan.. tuan tau Nona pasti lelah bermain mobil-mobilan siang hari sampai sore di tepi pantai". sambung Dita lagi.


"manis sekali suamimu nak". puji Shindy


"tidak seperti kami datang cuma minta jatah". celutuk Kaira lalu membekap mulutnya cepat karna keceplosan.


Shindy tertawa pura-pura mengalihkan, Raya hanya menatap datar saja kedua wanita yang sangat berarti baginya itu.


"udah selesai sarapannya, Grandma masuk kamar dulu ya? ". Kaira bangkit segera melarikan diri


Shindy yang linglung juga melarikan diri, Dita menahan senyum saja akan kelakuan kedua majikan tertingginya itu, umur tak memudarkan tingkah imut keduanya. untuk apa malu perihal hubungan suami istri itu, toh mereka sudah halal melakukannya.


Raya menghela nafas panjang,


"ada apa Nona? ". tanya Dita


"dia tidak marah saat tau aku keluar dari Vila? bahkan memelukku cuma mencium keningku tapi pagi-pagi dia sudah menghilang entah kemana". gumam-gumam Raya.


Raya memegang rambutnya yang tergerai bebas, "dia bahkan tidak mengomeliku". gumam Raya dengan senyum tipisnya.


berhari-hari Raya ditinggal Raka, Raya tidak mengeluh terus saja menghabiskan waktunya di Vila, sesekali Raya bermain ke Vila Ella dan Ramzi. Raya menikmati hari-harinya dengan sebaik mungkin.


kini tepat malam ke 12 hari Raya dan Raka berpisah, Raya gelisah tak bisa tidur.


"isssh... kenapa lagi sih? kenapa aku tidak bisa tidur?". gerutu Raya dengan kesal.


Raya duduk dan mengambil ponselnya, ia memilih bermain game sampai tengah malam. Raya terkejut saat pintu kamarnya hendak dibuka tapi tak mendengar suara langkah kaki.


"siapa? ". gumam Raya


"hah? apa Raka? ". tebak Raya segera bangkit dan berlari tanpa mengeluarkan suara.


ceklek...!


pintu terbuka sosok pria pun masuk, benar dialah Raka sebelumnya kulit Raka putih bersih tapi hari-hari Raka dihabiskan di hutan dan berpanas-panasan di tempat tertentu yang tak ada pohonnya. tapi tak membuatnya menghitam hanya menguning saja malah terlihat lebih seksi.


"dimana Raya? ". gumam Raka pelan


"duar...! ". Raya mengagetkan Raka.

__ADS_1


Raka menoleh kebelakang dimana Raya bersembunyi di belakang pintu sambil tertawa puas melihat wajah kaget Raka yang lucu menurut Raya.


"sayang...? kenapa kamu belum tidur hmm? ". Raka mendekat dan menangkup mesra kedua pipi Raya lalu mencium keningnya lama.


"aku tidak bisa tidur abang". jawab Raya membuat Raka menatap lekat Raya.


"abang? ". beo Raka


"bukankah abang lebih tua beberapa tahun dariku? maafkan aku yang tidak sopan ini memanggil namamu.. hehe..! aku istri durhaka ya? ". cengir Raya


Raka terkekeh, "apa itu panggilan abang? abang tukang bakso? abang tukang somay? ".


"issh.. abang sayang lah". jawab Raya


Raka tertawa lalu memeluk Raya dengan eratnya, "aku sangat merindukanmu sayang".


"aku juga bang..! maka nya abang cepat kuasai ilmu kebal racun dan ilmu cepat tangkas dengan baik". jawab Raya membalas pelukan Raka.


"iya..! aku sudah menguasai ilmu peringan tubuh versi kalian yang lebih ringan, juga ilmu kebal racun, beberapa hari lagi aku harus menguji ilmu terakhir supaya aku dinyatakan lulus dan segera bertemu denganmu sayang". Raka mengelus rambut halus Raya.


"hmm.. ya udah.. ayo kita tidur. ! aku sudah mengantuk memeluk abang, padahal tadi enggak ngantuk". pinta Raya tersenyum hangat.


"baiklah Istriku..! kita tidur". Raka melepaskan pelukannya dan merangkul Raya menuju ranjang mereka.


tidak melakukan apapun saja sudah membuat Raka senang, Raka merasa masih bermimpi bisa memeluk Raya tidur. bahkan cintanya kian membesar tapi tak berniat melakukan apapun karna tau Raya masih ingin bersenang-senang di luar sana, Raka tidak ingin Raya cepat berpaling hanya karna keegoisannya.


Raya tersenyum senang di pelukan hangat Raka, "kulit abang menggelap ya? ".


"kenapa? apa sayangku tidak suka? ". tanya Raka


"malah suka..! keliatan lebih macho banget malahan, pertahankan kulit kuning abang nih ngga usah putih". kekeh Raya


"sayang..! aku suka kulitku yang seperti ini tapi kalau semua yang aku kerjakan sudah selesai lalu kembali bekerja di tempat ber AC sudah pasti kulitku akan putih bersih lagi". gemas Raka mencium kening Raya


"iya iya.. aku cuma bercanda kok..! aku tidur ya bang". balas Raya dengan manjanya.


"iya sayang..! mimpi indah ya? kalau perlu mimpikan aku". bisik Raka


Raya memukul punggung Raka yang menggodanya, Raka tertawa kembali memeluk Raya.


"hmm.. tidurlah..!". ucap Raka dibalas anggukan oleh Raya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2