Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia
Part. 89_ pembicaraan


__ADS_3

.


.


"siapa yang diteror? itu bukan teror Sayang". gemas Arya


DeG!!


Nia menatap Arya seketika,


"kenapa? ". tanya Arya merangkul pinggang Nia dan menariknya hingga hidung Arya dan hidung Nia beradu.


Nia menggeleng-geleng kepalanya, "kakak jangan menggodaku! aku tetap pada pendirianku".


Arya tergelak mendengar ocehan Nia yang tidak tergoda dengan rayuannya.


"benarkah? sayang? ". goda Arya


Nia menggeleng-geleng kepalanya dengan mata tertutup rapat.


"sayang? ". bisik Arya


"enggak.. enggak.. enggak mempan". Nia menutup kedua telinganya masih menggeleng-geleng kepala.


Arya terbahak, ia suka sekali menggoda Nia apalagi wajah Nia yang seperti bunga putri malu setiap disentuh malah tertutup, begitulah Nia dimata Arya.


"benarkah? sayang? aku mencintaimu". bisik Arya


Nia terbelalak seketika, "a.. apa? ".


Arya tertawa terbahak-bahak dan Nia mengerucutkan bibirnya seketika karna merasa terjebak oleh rayuan Pria sang memiliki hatinya itu.


"katanya tidak mempan, ternyata kata-kata itu mempan untukmu sayang". kekeh Arya.


Nia memukul dada Arya yang masih asik dengan tawanya, Nia benar-benar menggemaskan, semakin hari Arya semakin gemas dengan semua tingkah Nia yang unik dan tidak dibuat-buat sama sekali.


jika wanita lain mungkin sudah beda tingkahnya malah bikin ilfil sedangkan Nia tidak sama sekali, malah lucu dan Arya suka sekali melihat wajah kesal Nia.


"nggak mau ngomong sama kakak". Nia hendak masuk ke kamar sebab mereka ada dibalkon.


Arya menahan pinggang Nia, "yakin? "


Nia mengangguk-ngangguk sambil menutup rapat bibirnya hingga Arya mengeryit gemas.


Arya menautkan kedua alisnya melihat Nia sedang berbicara dengan bahasa isyarat.


"dasar kakak bodoh..! aku sangat hebat dalam bahasa isyarat ini". kata-kata Nia dengan gerakan tangannya.


Arya mendekat, "aku tau bahasa mu sayang". seringai Arya membuat mata Nia membulat sempurna.


"kamu lupa aku ini seorang pria tampan juga pernah menjadi sukarelawan, dan bahasa isyarat sangat mudah dipelajari dari pada bahasa Rusia". jawab Arya


Nia mengerjabkan matanya lalu Arya berbicara dalam bahasa Jepang, Rusia, Inggris, Spanyol, Perancis dan Mandarin arti perkataan Nia dalam bahasa Isyaratnya tadi.


Nia tidak tau bahasa lainnya tapi Bahasa Inggris dan Mandarin Nia tau dan betapa terkejutnya Nia bahwa suaminya mengerti bahasanya.

__ADS_1


"apa otaknya Normal? bagaimana bisa menguasai bahasa negara asing dengan lafaz yang begitu jelas dan sangat fasih seperti bahasa sendiri saja". batin Nia dengan mata melebar lucu.


Nia segera melarikan diri sambil menutup mulutnya yang merasa malu karna mengatakan Arya bodoh padahal Nia lah yang diperbodoh oleh Arya yang menguasai banyak bahasa asing.


"baguslah Nia tidak membahas saran nya itu". gumam Arya menggeleng pelan kepalanya.


.


ke esokan harinya Ricis kembali ke Apartemen sebelah tempat tinggal Nia sebelumnya, Ricis tidak mungkin tidur bersama di Apartemen yang sama dengan Nia dan Arya kecuali Arya sedang tidak ada di Apartemen.


"apa yang kamu pikirkan Nia? ". tanya Ricis melihat Nia yang seolah tak terlalu bahagia mendapatkan oleh-oleh dari Ricis.


"kak Arya selalu mengalihkan pembicaraan setiap kali aku membahas pria gila dalam mimpiku itu". gerutu Nia


"siapa pria gila dalam mimpimu? ". tanya Ricis


"Pria yang menghadang kita waktu itu". jawab Nia


"hah? kenapa pria itu bisa masuk dalam mimpimu? kenapa tidak Tuan Arya? ". tanya Ricis merasa heran.


Nia menatap kesal Ricis, "mana aku tau !! emang mimpi itu bisa diatur? ".


Ricis menggaruk kepalanya, "lalu kenapa kamu marah? ". tanya Ricis semakin bingung.


"beri tau aku Cis, bagaimana caraku bilang sama kak Arya coba? aku mau tau Kak Arya itu mikirin apa sebenarnya sih? ". Nia


"mana aku tau". jawab Ricis mengangkat bahunya tak tau menau.


Nia mendelik kesal, "apa aku bertindak sendiri aja ya? ". gumam Nia


Nia menghela nafas panjang, "itu dia masalahnya".


"rayu Tuan Muda saja pasti bisa". saran Ricis dengan santai


Nia berdecak, "nggak mempan aku merayunya, setiap kali aku mencoba merayunya aku yang jadi makanannya".


"makanannya? memang Tuan Muda makan apa? ". tanya Ricis


"nggak tau". jawab Nia ketus


Ricis menghela nafas panjang, walau penasaran ya tapi tidak mungkin bertanya karna Nia terlihat sedang badmood.


.


Nia membaca berita tentang Redson, ia memicing tak suka melihat pemilik wajah tampan itu.


"dia yang ada dimimpi burukku?". batin Nia dengan geram.


mengingat mimpi itu saja membuat telinga Nia berasap, ingin sekali Nia menemui Pria ini lalu Nia akan menampar, menggigit, menendang dan memukuli kepala Red karna berani masuk dalam mimpinya.


"sedang apa? ". tanya Arya dengan datar.


"eeh..? Kak? aku ingin melihat wujud musuh dalam mimpiku". jawab Nia menunjuk ponselnya.


"aku sudah bilang jangan mencari tau tentangnya, kamu mau lihat aku marah? ". tanya Arya

__ADS_1


Nia menggeleng kepalanya lalu memegang tangan Arya, "tidak.. aku tidak mau kakak marah". cicit Nia


"lalu kenapa mencari tau tentangnya? ". tanya Arya melirik ponsel Nia.


"kan tadi.. hm.. aku udah bilang kak". cengir Nia dengan nada takut-takut melihat wajah datar suaminya.


"kakak tidak akan menerima saranku? ". tanya Nia


"terlalu berbahaya". jawab Arya melenggang pergi dan duduk di sofa.


Nia berdecak pelan, mengapa Arya sulit sekali ditebak.


"kalau orang itu menculikku apa yang akan kakak lakukan? ". tanya Nia melenceng seketika.


Arya melihat ke arah Nia seketika, "aku akan menghancurkannya".


"kalau begitu jadikan aku pancingan untuk membuatnya berani menghadap kakak". pinta Nia


Arya diam saja namun diam-diam ia menarik nafas berat,


"Kak? ". Nia duduk di bawah Arya dan menyandarkan dagunya di lututnya Arya.


Arya mengelus kepala Nia, "dia akan muncul di hadapanku Cha".


"maksud kakak? ". tanya Nia dengan raut wajah penasaran.


"dia sedang berlatih tertutup dan akan mendatangiku sendirinya". jawab Arya


"kenapa kakak bisa tau itu? kalau itu memang iya, lebih baik kakak datangi dia selagi dia lemah lalu habisi dia". Nia


Arya tersenyum tipis, "aku tidak sama dengannya yang memanfaatkan situasi dan kelemahan orang, aku tidak punya kelemahan kan? ".


Nia terdiam, "kakak yakin kakak bisa mengalahkannya saat dia sudah jadi kuat? ".


"tentu saja..! kamu meragukan kemampuanku? ". Arya


"tidak ada salahnya aku berpikir seperti itu kan kak, aku hanya tidak mau kakak kalah darinya dan mimpi buruk itu benar-benar terjadi". Nia


Arya menarik tangan Nia dan duduk dipangkuannya.


"mimpi itu hanya bunga tidur cha". Arya mengelus pipi Nia


"itu bunga apa emangnya kak? bunga bangkai? ". tanya Nia dengan kesal


Arya terkekeh, "ya.. Bunga Bangkai tidurmu". balas Arya


Nia berdecak kesal, "itu bisa saja pertanda kak, aku tidak mau tau.. libatkan aku dalam semua rencana kakak".


"oh.. udah berani ya? ". goda Arya


"siapa bilang aku penakut kak? aku berani kok dari dulu". jawab Nia semakin kesal.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2